alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ngobrol seputar bea cukai kantor pos pasar baru
4.69 stars - based on 13 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000013300877/ngobrol-seputar-bea-cukai-kantor-pos-pasar-baru

Ngobrol seputar bea cukai kantor pos pasar baru

Apabila ada teman2 yang ingin menanyakan seputar barang kiriman pos dari luar negeri tujuan jabodetabekten selain EMS (bea cukai Soetta), silakan tanyakan disini or telp. ke 021-3813438.
sesuai PMK No. 188/PMK.04/2010 tanggal 29 Oktober 2010, semua barang kiriman pos dari luar negeri adalah barang impor sehingga dikenakan Bea Masuk (BM) dan Pajak Dalam Rangka Impor(PDRI). BM dan PDRI baru dikenakan apabila harga barang sudah di atas $50 per paket dan dikenakan hanya atas selisihnya.
contoh:
Pakaian 2 pcs Harga USD 80, Ongkos Kirim USD 40, karena Harga $80 sudah di atas $50, maka dikenakan BM dan PDRI atas selisihnya.
Cost dan Freight \t\t: $ 80 + $ 40 = $120
Pengurangan $50 \t \t $120 - $ 50 = $ 70
Insurance (bila tidak ada) \t: 0.5% x $ 70 = $ 0.35
CIF\t\t\t\t: $ 70 + $ 0.35 = $ 70.35
Kurs (misal) $ 1 = Rp 10.0000
Nilai Pabean (NP)\t\t: $70.35 x Rp 10.000 = Rp 703.500
Tarif Bea Masuk Pakaian 10%
Bea Masuk\t= NP x 15% \t = Rp 703.500 x 15% = Rp 105.525
PPN\t\t= (NP+BM)x 10% = (Rp 703.500 + Rp 105.525)x10%
\t\t\t= Rp 80.902
PPh\t\t= (NP+BM)x 7.5% = (Rp 703.500 + Rp 105.525)x7.5%
\t\t\t= Rp 60.676
Total\t\t= Rp 105.525 + Rp 80.902 + Rp 60.676
\t\t= Rp 247.103
tarif BM berbeda tergantung jenis barang, di bea cukai ada namanya Buku Tarif Kepabeanan Indonesia(BTKI), petugas BC menghitung BM sesuai tarif BTKI.
tarif PPN selalu 10% untuk semua jenis barang
tarif PPh selalu 7.5% untuk semua jenis barang, kecuali untuk importir yang memiliki API tarifnya mjd 2.5%
tapi hati2 dengan PPnBM, barang mewah, karena tarifnya bisa 40% untuk tas kulit di atas 500rb/pc atau sepatu harga di atas 1jt/psg. detail PPnBM lihat 620/PMK.03/2004.

prosedur barang kiriman LN di pasar baru.
-barang sampai di pasar baru, kemudian petugas pos menyiapkan barang untuk diperiksa bea cukai.
-setelah ditimbang berat, petugas pos membuka paket di hadapan bea cukai, kemudian bea cukai menuangkan isi paket ke dalam form PPKP.
-setelah itu petugas pos menutup kembali paket dan menyimpan di gudang impor.
-petugas bea dan cukai menghitung BM dan PDRI (bila ada),setelah selesai PPKP akan dinomori untuk kemudian diserahkan kembali ke PT Pos.
-apabila paket berisi barang larangan, maka otomatis akan ditegah oleh bea dan cukai (narkotika, pornografi, minuman mengandung alkohol, produk tembakau).
-apabila paket berisi barang pembatasan, perlu izin, atau butuh invoice atau COA bea cukai akan mengirimkan surat panggilan ke alamat penerima. apabila ada yang menerima panggilan invoice tidak perlu datang cukup di fax saja bukti pembelian ke 021-3500919 dengan menuliskan no. surat panggilan. tapi kalau terkait izin(karantina, kemendag, kemenkominfo, BPOM,Polri, Kemenlu, Setneg) silakan diurus dulu izinnya baru diserahkan ke BC. tapi kalau mendapat panggilan COA/MSDS atau panggilan kunci segera datang ke pasar baru untuk menyerahkan COA atau membawa kuncinya.
-PT Pos setelah menerima PPKP dari BC akan mengirimkan barang berikut PPKP ke kantor wilayah pos masing-masing.
-Kantor wilayah pos akan mendistribusikan barang ke penerima. apabila tidak kena pajak barang akan dikirim ke alamat, tapi bila kena pajak pos akan mengirim surat panggilan pengambilan barang berikut rincian pajak ke alamat penerima.
-penerima datang ke kantor pos, membayar pajak, mendapatkan bukti setor pajak,baru mengambil barang.
-apabila keberatan dengan pajak yang ditetapkan, jangan dibayar dulu, langsung ajukan keberatan ke BC pasar baru dilengkapi dengan dokumen pendukung.
untuk mengetahui posisi paket anda bisa track di website pt pos indonesia di [url]www.posindonesia.co.id[/url] kemudian masukkan no. tracking dari pos luar negeri.
terakhir kalau ada yang menghubungi untuk mengurangi pajak jangan ditanggapi, semua perhitungan pajak resmi disertai dokumen PPKP, langsung hubungi kantor pos untuk menanyakan jumlah pajak yang sebenarnya.
mudah-mudahan membantu.

kalau ada yang ingin nanya tentang EMS yang diperiksa bea cukai soekarno-hatta dengan kode huruf depan E bisa ke link berikut
[url]http://forum.det**.com/yang-punya-masalah-dengan-bea-cukai-soekarno-hatta-ngobrol-di-t83638.html[/url]
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 85
Pengalaman ya Gan. TS curhat ya
Gan,kalo ngirim ke Hamburg (Jerman) berapa lama ya Gan?
emoticon-Bookmark (S) dulu gan emoticon-Embarrassment
makasih udah hadir kemarin Sabtu emoticon-Big Grin
iya...gara2 cerita agan rawon,saya jadi pengen buat thread...emoticon-Smilie makasih jg undangannya...hukumnya wajib kalau ada undangan soalnyaemoticon-Smilie
Keep posting Gan.
Meng-counter keluhan2 kaskuser masalah kiriman LN via kantor pos pasar baru.

Ternyata simple banget kaya gitu, mudah2an kiriman ane (klo ada) cepet nyampe ke rumah
emoticon-Bookmark (S) siap pak, kami dukung sebarluaskan informasinya..emoticon-Big Grin

agan2 silahkan mengikuti prosedur diatas itu TSnya "nggak sembarangan"..emoticon-Blue Guy Peace
Uw keliatan ruwetnya dan mahalnya prosedur pabean. Seperti tamu di rumah sendiri nih. Atau kena jajah oleh pemerintah sendiri tepatnya.
Quote:


Jangan lebay emoticon-Blue Guy Bata (L)

emoticon-Mad:

emoticon-Mad:

aturan simpel gitu kok
wah, tengsin dong yah kalo minta dikirimin alat bantu sex dari LN emoticon-Ngakak
ane kagak tau kalo ampe gitu, soalnya ane gak pernah ke sono emoticon-Ngacir
seru banget obrolan agan emoticon-Ngakak
pusing liat angka2 nya emoticon-Ngakak
ane malah pusing baca angkanya gan emoticon-Cape d...
saya kirim barang 2 unit HP dr china via ems, sampai skrg sudah 3 minggu belum sampai dan ada kabarnya, terakhir kemarin cek di kantor pos brg blm masuk.

STATUS ;

CN \t16-02-2012 \t14:21 \tDeparture from outward OE

sampe skrg sttsnya ttp seperti ini emoticon-Berduka (S)

padahal sudah bulan 3 sekarang,, apa mungkin ketahan di chinanya? soalnya sttsnya masih Departure from outward OE ga berubah2..

need solution


thx emoticon-Berduka (S)
-dopost-
Mohon info & share

Ane beli HP dari amrik lewat ebay. sudah sampai di kantor pos wilayah.
ternyata biayanya lebih tinggi dari perkiraan. setelah cek ternyata biaya yg dikenakan adalah PPN 10% dan PPH pasal 22 15% (seharusnya 7.5%). menurut orang kantor pos bayar dulu kemudian yang 15% bisa direstitusi lewat kantor pajan dgn cara mengajukan restitusi dengan melampirkan NPWP pribadi.

Yang ane mau tanyakan:
1. Atas dasar apa BC Soeta mengenakan 15%
2. Apa betul bisa direstitusi untuk PPH dari 15% menjadi 7.5%
Quote:



1. Dasar PPH 15% itu dikenakan karena BC mengasumsi duit yg ada ditangan anda belum bayar pph sama sekali, jadi sebagai jaminan ditahanlah 15% itu.
2. Restitusi dalam teori sih bisa saja, tapi dalam praktek, hampir mustahil selama negara ini masih bernama Indonesa emoticon-Smilie
Quote:


Lebay gimana? soalnya gw udah biasa terima barang impor yg bersifat pribadi di USA, ga ada tuh birokrasi spt BC Indo. Barang2 masuk lancar seperti air, namanya saja barang pribadi
Apa2 yg mudah jd sulit nih di Indo, katanya mau reformasi??? ditunggu ya? ini bukan murni masalah dari BC, tapi emang pasal2 karet peninggalan eyang Harto ditambah dengan sifat paranoid dari depdag.
Quote:


Update:
Kemarin nulis keluhan di website BC Soeta, sorenya lsg ditelpon oleh bagian kepatutan (tanggap juga). Dijelaskan bahwa PPH15% asumsi penerima barang tidak memiliki NPWP. Disarankan mengajukan surat keberatan (di-fax) selama belum membayar dan tandatangan PPKP dan melampirkan copy NPWP ditujukan ke kepala kantor. Infonya 1 minggu sudah terima notul (nota pembetulan).
Quote:


sorry agan2..banyak dokumen jd ga sempat buka2...kalau status departure from outward ya berarti barang baru dikirim dari negara asal dan belum nyampe, kadang memang pos china sering nyasar ngirim barangnya..coba konfirmasi ke pengirim untuk menanyakan ke pos di sana.
Halaman 1 dari 85


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di