alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
mengklarifikasi "bukti hoax" Holocaust
3.43 stars - based on 23 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000013075995/mengklarifikasi-quotbukti-hoaxquot-holocaust

mengklarifikasi "bukti hoax" Holocaust

Halo gan, di trit ni ane bakal mengklarifikasi soal "bukti hoax" yg ditampilkan oleh bro eugen pade trit locked ni.

Tapi gak seluruhnye gan karena ane hanya bakal mengklarifikasi soal bagian ini aje gan

Spoiler for Berikut bagian yg ingin ane klarifikasikan gan:


Tp 1 repost di trit ntu yg menarik perhatian saya adlh yg 1 ini

[SPOILER=Original Posted By sultanagung77]cuman mau sharing aja yah, gua kebetulan seneng dengan sejarah PD II.

sebetulnya yang harus diperdebatkan di sini tu bukan bener apa engga itu holocaust, tapi jumlah korbannya.

Gua salah seorang yang setuju kalo korban orang yahudi tu terlalu dibesar-besarkan. (kayanya ga mungkin deh ampe jutaan, paling ratusan ribu)

kalo mau bicara fakta orang yahudi dibantai banyak banget gan, maen2 deh ke rumah ane banyak banget buku tentang PDII.

sekedar informasi aja dari tahun 1939-1944, semua orang yahudi di wilayah yang udah dikuasai jerman, udah dikumpulin di kamp-kamp penampungan (sekarang orang2 taunya kamp konsentrasi) padahal orang2 yahudi tu dijadikan buruh buat support perang, semua hartanya diambil untuk biaya perang, tenaganya dipakai buat persenjataan dan logistik perang.

Nah photo2 yang ts tunjukin tu betul adanya, tapi ingat kapan photo itu diambil???
dari taun 1939-1944 orang yahudi engga dibantai (ngapain dibantai kalo tenaganya masih dibutuhkan)
, yang jadi masalah adalah pada waktu jerman udah mulai kewalahan menghadapi sekutu, mulai dah jerman bingung mau diapain orang2 yahudi di kamp-kamp penampungan, kebetulan ada anak buah hitler yaitu himler yang rada2 sakit jiwa, dia menilai kalo yahudi tu musuh dalam selimut, maka dibantai lah orang2 yahudi di kamp2 penampungan.

bukti paling nyata adalah populasi orang2 yahudi setelah PDII berakhir (cari tau sendiri deh, tinggal berapa tu yahudi di kawasan eropa).

ini cerita yang gua percaya kebenarannya, mau setuju ato engga ga masalah gan. [/SPOILER]

So, jikalau "bukti2 hoax" tersebut emang bener, kenapa di buku sejarah, ensiklopedi, dll blm direvisi & masih mencantumkan kejadian Holocaust ? Tp tentunya ane juga tidak menganggap si eugen mengigau alias tidak mungkin ia memberikan bukti foto Holocaust dgn foto pesta tahun baru misalnya emoticon-Peace

Spoiler for lanjutnye gan:


bersambung...
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 20
lanjut...

Tp tentu saja hrs ada pula sumber terkemuka utk menjawab soal "foto bahagia" itu gan.

Spoiler for lanjut lage gan:


Case Closed

Spoiler for pesen terakhir ane gan:
mungkin sesuai dengan kata2 klise ini ya gan..

sejarah dirulis oleh para pemenang, bukan ditulis oleh pahlawan.. emoticon-Big Grin
Quote:


sejarah adalah proses yang dinamis dan selalu direvisi.
rakyat jerman pun selalu aktiv mendiskusikan sejarah mereka secara terbuka dan proses ini pun sudah dimulai dari waktu sekolah. jadi perkataan "sejarah ditulis oleh pemenang" hanyalah alasan belaka dari orang2 penggemar tesis konspirasi yang tidak mau melihat segala bukti dan saksi2 yang ada. theory "history is written by the victors" ini mungkin berlaku di sebuah negara berbasis diktatur, tetapi jangan lupakan bahwa jerman adalah negara demokratis dan bebas.
paling lucu adalah orang2 disini yang selalu berkoar2 tentang "kebohongan" holocaust, padahal di jerman saja sudah dengan jelas2 diterima dan diakui bahwa nazi-jerman adalah pelaku utama holocaust dan bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian ini. semua anggota2 SS dan SD yang terlibat pun tidak pernah ada satupun yang menyangkal tentang terjadinya pembunuhan massal atas orang2 yahudi di bawah pemerintahan hitler, tapi masih ada aja disni yang sok2 tahu dan bilang bahwa itu semua hanya hoax. emoticon-Cape d... (S)

saya masih nunggu ada yang mulai mengutip "ahli2" sejarah revisionis jadi-jadian a la Leuchter dan Zuendel. *drumroll*
ane percaya aja tuh di tragedi tsb, ada pembantaian yang keji emoticon-Turut Berduka
Quote:


what a fakin bullshit emoticon-Embarrassment

jika begitu, tolong jelaskan kenapa bangsa indonesia yang juga demokratis dan bebas bisa begitu saja menelan propaganda (terlepas itu benar atau bukan) kalo PKi dalang G30s? (padahal di orang2 berbeda, berbeda juga keterangannya? emoticon-Embarrassment)

wah saya minta quote orang ex-ss dong tentang holokos.... en bukti hitler kasi perintah kill jews

memangnya bahas sejarah negara laen salah ya? emoticon-Embarrassment
Quote:

Yaelah, propaganda kalo PKi dalang G30s itulah dulu pas masih jamannye Soeharto dimane Indonesia masih negara berbasis diktatur juge. Kalo sekarang mah udah gak lagi sejak jaman reformasi. Gimane seh ? mengklarifikasi "bukti hoax" Holocaust

Maaf sebelumnya bang, saya ini gak memusuhi, tp saya cuma nyaranin aja kalo menghapal suatu sejarah jgn stengah2 donk. Hrs scara foul. Ntar terjadi kesalah-pahaman. Itulah memang yg amat sy kecewakan pada para pendukung teori konspirasi. emoticon-Peace
Quote:


Numpang izin agan-agan untuk angkat pendapat emoticon-Smilieagan IndoManiak, sepengetauan saya di negara-negara Eropa ada hukum yang melarang untuk mempertanyakan / meragukan Holocaust dan hukumannya adalah sanksi pidana, walopun disana hampir semua negaranya menganut demokrasi dan libertarianisme. Bukankah itu juga sama seperti negeri ini pada zaman Orba yang melarang untuk mempertanyakan tentang G30S?

Terimakasih sebelumnya, mohon maaf bila ada salah-salah kata emoticon-Shakehand2
Quote:


Seemoticon-Bikini:
Klo holohoax memang suatu'' kebenaran'' kenapa d larang2 pake ancaman
Kayak g 30s pki, d tutupi, krn memang ada yg disembunyikan

''Emas kalaulah emas ya tetap emas, walau d banting, d bakar, d iris2, d tempa
Klo sepuhan, pastilah ketahuan''
Kanggelandaftar emoticon-Ngakak

Mudah2an bukan krn alasan perasaan, to krn neneknya lebih tau sejarah emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
yang ane dapet/tau dari film Schindler's List karya seorang jews (steven s.) bahkan gak menyinggung sama sekali secara terang2an masalah holocaust ini (saya hanya dibuat menduga2 saja mengenai holocaust itu di film tsb)

film tsb memang secara terang2an mengungkapkan tentang di kamp2 tawanan. namun mengenai holocaust kayak dibuat ngambang gitu.
sepintar-pintar nya dan sehebat2 nya kita menganalisa..

yg lebih memahami dan merasakan adalah mereka yg mengalaminya emoticon-Smilie


you never know the real feel of bungee jumping until you experienced it. *bhs inggris belepotan
Quote:

Karena Holocaust itu fakta, bukan fiksi. Utk mencegah terjadinya suatu holocaust baru terhadap suatu kelompok minoritas di Eropa maka hukum yang menerapkan sanksi pidana terhadap para denier (bukan revisionist, tetapi para denier ini selalu bersembunyi di belakang kedok revisionis) diberlakukan. Kenangan akan holocaust adalah batu peringatan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di Eropa (utk agans para pecinta teori holocaust hoax krn dasar agama, ketahuilah di sejumlah situs neo-nazi ada ocehan tentang holocaust baru yang akan dilakukan kelompok sayap kanan Eropa kalau mereka menang, dan sasarannya adalah kaum Muslim di Eropa. Silakan cek di situs2 semacam stormfront). Jadi, menyangkal holocaust terhadap kaum Yahudi akan membuka kembali kemungkinan suatu holocaust baru terhadap korban yang baru.

Latarnya lain dengan G-30-S di Indonesia. Pelarangannya selama Orde Baru lebih digunakan utk memperkuat kedudukan rezim. Selain itu, peristiwa ini digunakan sebagai alat utk membungkam oposisi (jargon2 spt "bahaya laten komunis").

BTW, Kalaupun Holocaust memang hoax, kenapa para pentolan denier (yang mengaku sebagai revisionis) tdk bisa membuktikan sanggahan mereka lewat dokumen2 di pengadilan?
Quote:


Yg mengalami belum tentu ''JUJUR'' mengatakan yg sebenarnya yg mreka alami

Money can buy almost thingemoticon-Smilie *basa ingris ngawur emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Argumentasi yg tidak masuk akal
Para deniers pasti punya bukti2, mereka bukan kumpulan orang2 yg asal klaim
Cuma bukti2 mereka g d akui ma yg berkepentingan & berwenang

Soal bukti d pengadilan, bagaimana mau membeberkan bukti, belom2 dah kena UU
Trus sapa dulu yg berwenang saat itu

G30s tentu jaa lain dg holokaos, tapi punya kesamaan ''d tutupi dg alat uu subversi'' klo holosaos ''ditutupi dg uu anti holokaos''

Pihak2 ke-3, ke-4, ke - ......, mengunakan kedok meneruskan sesuatu hal, yg mana sesuatu hal tu telah terjadi sebelomnya ,tu sudak umum d dunia nii
Contoh
-ada kelompok ngaku2 akan meneruskan gaya kepemimpinan khalifah islam yg adil d indonesia, tapi benarkah mereka2 tuu memang bener2 akan mengadopsinya bila berhasil berkuasa d indonesia ? Atau hanya kedok utk mencari massa to mencemarkan islam ?
Quote:


Saya pribadi mengakui, dan tidak bisa memungkiri, kalau banyak warga etnis Yahudi yang terbunuh oleh Balatentara Nazi Jerman selama PD II. Tetapi yang cukup mengganggu, adalah kewajiban untuk tidak boleh mengganggu gugat versi resmi. Hal itu menjadikan seolah-olah Holocaust lebih keramat dan sakral daripada nilai religiusitas.

Padahal, menurut saya, suatu peristiwa sejarah masih terbuka kemungkinan untuk dilakukan pengkajian ulang, dengan berbagai pendekatan, dsb. Dan konsekuensi dari suatu hasil penelitian sejarah adalah kesimpulan yang berbeda-beda (setelah mengalami proses heuristik dan verifikasi). Masalah mendasar dari Holocaust adalah jumlah korban. Benarkah 6 juta warga Yahudi dilenyapkan begitu saja oleh rezim Nazi? Nah, pada hitungan angka (kuantitatif) pastilah ada beragam versi karena metode penghitungan para ilmuwan sejarah bisa berbeda-beda. Dan tentunya, disesuaikan dengan catatan sipil mengenai populasi Yahudi pada waktu itu.

Untuk yang rencana kaum Neo-Nazi itu memang benar. Saya sering berkunjung ke Stormfront dan situs-situs ultra-nasionalis Eropa Timur, memang mereka menyatakan kebencian terhadap kaum muslim, imigran dan ras non-putih.

Demikian gan, mohon maaf bila tidak berkenan dan ada yang salah emoticon-Shakehand2

Quote:


Setuju emoticon-SmilieBerkat para saksi sejarah suatu peristiwa dapat diungkap dan dijabarkan.

Dan tugas kita di masa kini adalah untuk mengurai benang sejarah, dengan bekal metode dan analisis yang semakin disempurnakan.
Quote:

Lebih baik agan cek transkrip pengadilan David Irving di internet. Sekalipun diminta pengadilan, Irving terbukti tidak bisa menghadirkan dokumen2 atau bukti-bukti yang menguatkan pendapat/hipotesisnya bahwa Holocaust tidak pernah terjadi. Yang bisa dihadirkannya hanyalah pendapat2 lemah dari denier lainnya seperti Fred Leuchter, yang juga menyampaikan pendapatnya berdasarkan hipotesis belaka. Atau dia memalsukan dan menyalahgunakan dokumen2 yg ada. Akibatnya, Irving kalah dalam kasusnya.

Denier sendiri tidak punya bukti2 kuat yang memperkuat pendapatnya. Mereka terutama bekerja melalui hipotesis2. Di antara mereka hanya David Irving yg mempunyai kredensial OK sebagai sejarawan (paling tidak di awal debutnya, walaupun akhirnya dari tulisan2 terakhirnya buku2nya sudah lebih merupakan produk neo-Nazi daripada sejarah murni. Akibatnya, namanya rusak di antara para sejarawan.

UU anti-subversi bertujuan mengekalkan kekuasaan.
UU anti-defamasi (termasuk menolak holocaust) bertujuan utk tidak mengulang terjadinya kejahatan lain terhadap kemanusiaan.
Jadi, tujuan dan maksudnya sudah berbeda.
Quote:


Para sejarawan revisionis (bukan denier) tidak mendapatkan masalah saat mereka mencoba mencari tahu berapa sebenarnya jumlah korban Holocaust. Sebagai contoh, Raul Hilberg sampai pada kesimpulan bahwa korban Holocaust adalah 5,1 hingga 5,7 juta orang dan tidak ada yang memprotesnya karena dia memang menggunakan metode yg valid. Dan semua sejarawan murni Holocaust pun tahu bahwa angka 6 juta hanyalah pembulatan, sedangkan angka penelitian menunjukkan kisaran antara 5-6,2 juta orang. angka 6,2 juta sendiri muncul dari sebuah penelitian mutakhir dengan menggunakan dokumen2 Nazi yang baru bisa digali di arsip2 Uni Soviet setelah runtuhnya komunisme. BTW, angka 6 juta sendiri diambil dari sebuah dokumen perkiraan statistik yang dibuat oleh ahli statistik Himmler sendiri saat perang masih berlangsung (dan ironisnya dikritik oleh Himmler karena angka itu dianggap masih terlalu rendah) serta pengakuan Eichmann.

Yg menjadi masalah bagi para denier yang menyaru sebagai revisionis adalah kebanyakan dari mereka adalah neo-Nazi (silakan lihat biografi para denier terkenal di wikipedia atau internet). Dan mereka melakukan 'riset'-nya hanya sekadar utk menutupi kejahatan rezim Nazi atau mengolok-olok korbannya.
Hal yang membuat saya bertanya-tanya dari dulu, kenapa korban kasus holocoust ini kok yang mencuat cuma dari bangsa Yahudi aja ya ? Padahal kan ada juga bangsa selain Yahudi yang juga jadi korbannya. Seakan-akan berita yang santer diblow up cuma korban dari pihak Yahudi saja. Menurut saya sih janggal saja emoticon-Smilie

Quote:


Emangnya ganti IMAN segampang itu? Kalu mak & bapak ente sendiri PERCAYA kalu PKI kayak gitu coba sendiri buka diskusi dengan argumen jernih.

=======================
mengklarifikasi "bukti hoax" Holocaust

Orang ex SS? Pembelaan diri Eichmann tentang holocaust bukan "saya tidak melakukan" tapi "kalu saya gak nganter Yahudi2 ntu buat mati, saya dihukum mati."




Menolak holocaust 1939-1945 sama aja menolak palestinian holocaust 1948-sekarang.
^
ntu dokumen dibikin saat jerman udah kalah n dibikin di pengadilan.., yakin tuh eichmann meister ga ditekan untuk nulis kek gitu emoticon-Embarrassment

di eropa haram hukumnya mendebat soal holocaust..
pdahal negara2 demikratis.. soal holocaust diharamin..
berarti ada sesuatu yg harus tetap jadi rahasia emoticon-doctor:
Quote:

korban dari pihak komunis ga disebutkan emoticon-Smilie
Halaman 1 dari 20


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di