alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000012006042/coba-deh-renungkan
Mari merenung sejenak, tentang apa yang pernah kita lakukan…
tentang semua keinginan dan harapan kita.
Seberapa besar kasalahan yang pernah “dengan sengaja” kita lakukan.
Siapa saja orang-orang yang pernah kita sakiti

Sudahkah kita bisa membahagiakan orang tua dan orang-orang yang kita cintai ??

Sudahkah harapan kita tercapai ?
bila sudah….apakah kita sudah mengucap syukur ??
Bila belum….apakah kita sudah berusaha dengan sepenuh hati ?

Berhentilah mengeluh,
karena dengan mengeluh kita malah akan di jauhkan dari segala kemudahan.
Percayakah kalau kehidupan kita berjalan sesuai pemikiran kita ?
Bila setiap harinya diisi dengan mengeluh dan menyalahkan orang lain maka hari-hari kita akan dipenuhi oleh kebencian.

Ingat…kehidupan kita, hanya kita yang menentukan tidak tergantung orang lain.
Tentunya dengan seijin Tuhan…..
Apapun keinginan kita bila di jalankan dengan sungguh-sungguh pasti hasilnya akan lebih baik.

Sesungguhnya motivasi terbesar datang dari diri kita masing-masing, seberapa besar pun semangat yang di berikan orang lain bila diri kita tak bersemangat tentulah tak ada artinya.

Sebaliknya..seberapa besarpun halangan yang datang, atau seberapa sebanyak pun orang-orang yang berusaha menjatuhkan kita, bila dalam diri kita muncul semangat yang membara pastinya kita bisa melewatinya.


Maka, bersemangatlah walau hatimu bersedih


Berdoa
Sekarang berdoalah, berdoa dengan sungguh2.
yakinkan pada hati anda bahwa Tuhan anda mendengar doa anda dan akan mengabulkannya

emoticon-Angel



========================================================


Rules

Ngejunk = HARAM

ane minta lu semua sudh pada ngerti, udah banyak rules dimana-mana termasuk di RKT
ane cuma minta lu bantu ane untuk sharing kisah2 renungan dan isnpiratif













#emoticon-Kiss (S)
  • Belajar

    • Belajarlah dari Kuntilanak
      Sesulit apapun masalah yang dia hadapi, tapi dia selalu ketawa lepas hiii...hiii....hiiiii...hiii....hiiiii.... emoticon-Belo


    • Belajarlah dari Tuyul
      Dia masih kecil, tapi sudah bisa nyari duit sendiri emoticon-thumbsup:


    • Belajarlah dari pocongkkkkkkkkkkkkkkkkkk
      Dia selalu dengan pakaian yang seadanya, dari dulu sampe sekarang gk pernah ganti. itu ituuuu aja SEDERHANA prinsipnya emoticon-army:


    • Belajarlah dari Babi Ngepet
      Dia kalo malam cuma pake lilin, Hemat listrik beib emoticon-Kiss (S)


    • Belajarlah dari Jelangkung
      Dia tipe orang yang mandiri emoticon-thumbsup: datang gak minta jemput, pulang pun gak pernah mau diantar


    • Belajarlah dari Setan
      Dia gak pernah ngeluh tinggal di tempat yg panas, dineraka kan gk pake AC emoticon-Cape d... (S)


    • Belajarlah dari Demit
      Dia cuman inggal dihutan dan pohon2 yang rindang, Go Green bro emoticon-Toast



  • Merenunglah Sejenak
    Renungilah....
    pelajaran apa yg kamu dapat dari tulisan diatas??
Mari sejenak kita renungi perjalanan hidup ini. Sebagian orang mengandaikan hidup ini seperti roda pedati, sebagian lainnya memisalkan seperti air yang mengalir. Dan masih banyak lagi perumpamaan orang untuk memaknai perputaran silih bergantinya episode kehidupan. Namun yang lebih penting untuk dimaknai adalah dengan apa kita mewarnai kehidupan ini, dengan cara apa kita menggerakkan roda kehidupan ini.

Kuatnya godaan materi seringkali menghantam sisi-sisi idealisme kita, baik dari muka, belakang, ataupun sisi kanan dan kiri kita. Derasnya arus pendangkalan aqidah menggerus perlahan pantai keimanan kita. Kegenitan dunia seakan tiada henti memalingkan wajah kita untuk hanya menatap padanya, dan melupakan eksistensi kita sebenarnya diutus ke muka bumi sebagai seorang khalifah.




















.
youtube-thumbnail
Orang lain mungkin akan meragukan apa yang telah kita katakan, tetapi mereka akan percaya setelah melihat apa yang telah lakukan-

Semakin merasa banyak berjasa, semakin banyak kekecewaan yang dirasa. Maka kunci agar tidak kecewa hanyalah hati yang penuh keikhlasan-

Jika hidup yang kita jalani tak pernah temukan masalah, mungkin kita akan dengan mudah sampai ke tujuan, tetapi hal itu tak akan menjadikan kita lebih baik
ga dapat pertamax emoticon-Cape d... Coba deh renungkan

Kisah Telur dan Tempe Gosong.

Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam utk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.

Sayangnya krn mengurusi adik yg merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong!
...
Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tdk bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sdh habis.

Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sdh capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa! Ayah dgn tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dgn tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan sy & adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, sy mendengar ibu meminta maaf krn telor & tempe yg gosong itu & satu hal yg tidak pernah sy lupakan adalah apa yg ayah katakan:

"Sayang, aku suka telor & tempe yg gosong."

Sebelum tidur, sy pergi utk memberikan ciuman selamat tidur kpd ayah, sy bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?"

Ayah memeluk sy erat dg kedua lengannya & berkata, "Anakku, ibu sdh bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sdh capek,

Jadi sepotong telor & tempe yg gosong tdk akan menyakiti siapa pun kok!"

Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yg sangat penting utk menciptakan sebuah hubungan yg sehat, bertumbuh & abadi.

Ingatlah emosi tdk akan pernah menyelesaikn masalah yg ada, jd selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri.

Janganlah kita menjadi org yg egois hanya mau dimengerti, tapi tdk mau mengerti.

Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN.

(Story by ustdz..Herman)
kampret emoticon-norose

Quote:
Sekarang berdoalah, berdoa dengan sungguh2.
semoga paman sudah tidur emoticon-Hammer


Di gembok kalo ts nya udh lapor ke buku dosa emoticon-linux2

emoticon-Hammer Coba deh renungkan
Teriakan gembira dari seorang Ibu yang menerima telegram dari anaknya yang telah bertahun-tahun menghilang. Apalagi ia adalah anak satu-satunya. Maklumlah anak tersebut pergi ditugaskan perang ke Vietnam pada 4 tahun yang lampau dan sejak 3 tahun yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima kabar lagi dari putera tunggalnya tersebut. Sehingga diduga bahwa anaknya gugur dimedan perang. Anda bisa membayangkan betapa bahagianya perasaan Ibu tersebut. Dalam telegram tersebut tercantum bahwa anaknya akan pulang besok.

Esok harinya telah disiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan putera tunggal kesayangannya, bahkan pada malam harinya akan diadakan pesta khusus untuk dia, dimana seluruh anggota keluarga maupun rekan-rekan bisnis dari suaminya diundang semua. Maklumlah suaminya adalah Direktur Bank Besar yang terkenal diseluruh ibukota.

Siang harinya si Ibu menerima telepon dari anaknya yang sudah berada di airport.

Si Anak: “Bu bolehkah saya membawa kawan baik saya?”

Ibu: “Oh sudah tentu, rumah kita cuma besar dan kamarpun cukup banyak, bawa saja, jangan segan-segan bawalah!”

Si Anak: “Tetapi kawan saya adalah seorang cacad, karena korban perang di Vietnam?”

Ibu: “……oooh tidak jadi masalah, bolehkah saya tahu, bagian mana yang cacad?” – nada suaranya sudah agak menurun

Si Anak: “Ia kehilangan tangan kanan dan kedua kakinya!”

Si Ibu dengan nada agak terpaksa, karena si Ibu tidak mau mengecewakan anaknya: “Asal hanya untuk beberapa hari saja, saya kira tidak jadi masalah?”

Si Anak: “…tetapi masih ada satu hal lagi yang harus saya ceritakan sama Ibu, kawan saya itu wajahnya juga turut rusak begitu juga kulitnya, karena sebagian besar hangus terbakar, maklumlah pada saat ia mau menolong kawannya ia menginjak ranjau, sehingga bukan tangan dan kakinya saja yang hancur melainkan seluruh wajah dan tubuhnya turut terbakar!”

Si Ibu dengan nada kecewa dan kesal: “Na…ak lain kali saja kawanmu itu diundang kerumah kita, untuk sementara suruh saja ia tinggal di hotel, kalau perlu biar saya yang bayar nanti biaya penginapannya!”

Si Anak: “…tetap ia adalah kawan baik saya Bu, saya tidak ingin pisah dari dia!”

Si Ibu: “Cobalah renungkan olehmu nak, ayah kamu adalah seorang konglomerat yang ternama dan kita sering kedatangan tamu para pejabat tinggi maupun orang-orang penting yang berkunjung kerumah kita, apalagi nanti malam kita akan mengadakan perjamuan malam bahkan akan dihadiri oleh seorang menteri, apa kata mereka apabila mereka nanti melihat tubuh yang cacad dan wajah yang rusak. Bagaimana pandangan umum dan bagaimana lingkungan bisa menerima kita nanti? Apakah tidak akan menurunkan martabat kita bahkan jangan-jangan nanti bisa merusak citra binis usaha dari ayahmu nanti.”

Tanpa ada jawaban lebih lanjut dari anaknya telepon diputuskan dan ditutup.

Orang tua dari kedua anak tersebut maupun para tamu menunggu hingga jauh malam ternyata anak tersebut tidak pulang, ibunya mengira anaknya marah, karena tersinggung, disebabkan temannya tidak boleh datang berkunjung kerumah mereka.

Jam tiga subuh pagi, mereka mendapat telepon dari rumah sakit, agar mereka segera datang kesana, karena harus mengidetifitaskan mayat dari orang yang bunuh diri. Mayat dari seorang pemuda bekas tentara Vietnam, yang telah kehilangan tangan dan kedua kakinya dan wajahnyapun telah rusak karena kebakar. Tadinya mereka mengira bahwa itu adalah tubuh dari teman anaknya, tetapi kenyataannya pemuda tersebut adalah anaknya sendiri! Untuk membela nama dan status akhirnya mereka kehilangan putera tunggalnya!

Kita akan menilai bahwa orang tua dari anak tersebut kejam dan hanya mementingkan nama dan status mereka saja, tetapi bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita lain dari mereka?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan
……. dengan orang cacad?
……..yang bukan karena cacad tubuh saja?
……. tetapi cacad mental atau
……..cacad status atau cacad nama atau
……..cacad latar belakang kehidupannya?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan dengan orang
…….yang jatuh miskin?
…… yang kena penyakit AIDS?
…….yang bekas pelacur?
…….yang tidak punya rumah lagi?
…….yang pemabuk?
…….yang pencandu?
…….yang berlainan agama?
Renungkanlah jawabannya hanya Anda dan Sang Pencipta saja yang mengetahunya?!
Dan yang paling penting adalah “SIKAP” Kita dalam memandang suatu hal harus kita ubah menjadi yang lebih baik atau lebih positif.
Karena dengan sikap positif secara otomatis akan menumbuhkan sikap rendah hati, peduli terhadap orang lain dan tentunya hal-hal lain yang lebih baik.
Sedang merenung dan belajar emoticon-No Hope
Quote:Original Posted By yogaridho
kampret emoticon-norose



Di gembok kalo ts nya udh lapor ke buku dosa emoticon-linux2

emoticon-Hammer Coba deh renungkan


lihat nanti dah paman emoticon-Big Grin
minta closed apa gak emoticon-Malu

lihat tanggepannya temen2 ja emoticon-Big Grin


===================

ngejunk tak request banned emoticon-Mad:
Coba deh renungkan
"Ya Allah,
Terimakasih atas segala reski, rahmat dan berkah yang telah ENGKAU berikan dan limpahkan pada ku.
Terimakasih atas kesehatan dan umur panjang yang telah ENGKAU berkahi pada ku.
Terimakasih telah memberikan tempat yang layak padaku, yaitu diantara orang-orang yang aku cintai dan yang mencintai aku."

Ya Allah,
Jika hari ini aku diizinkan untuk memanjatkan doa dan berharap untuk diriku sendiri.
Maka hari ini, Aku berdoa dan berharap agar ENGKAU tetap memberikan kesehatan dan umur panjang padaku, agar aku tetap bisa menjaga dan menyayangi orang-orang yang aku sayangi selama mungkin. Semoga ENGKAU meletakkanku diantara orang-orang yang menyayangiku, diantara sahabat- yang selalu mengerti aku, diantara saudara-saudara yang mengasihi aku... dan diantara anak dan istri yang ingin ku temani seumur hidupku. Semoga ENGKAU membukakan pintu rejeki yang sebesar-besarnya untukku, agar aku bisa menafkahi dan memberikan kehidupan yang layak bagi anak-istriku. Semoga ENGKAU tetap menjadikan aku sebagai seorang anak yang berbakti pada kedua orang tua, kakak yang bertanggungjawab atas adikku. Jadikan aku ayah yang baik bagi anakku, suami yang menyayangi istriku dan jadikanlah aku imam yang akan mengangkat harkat dan martabat mereka semua. AMIN


Ya Allah,
Hanya itu doa dan harapanku hari ini...
Dan jika diizinkan aku berdoa dan berharap untuk orang-orang yang kucintai dan sahabat-sahabatku, maka aku akan memohon pada-MU agar ENGKAU memberikan mereka cinta dan kasih sayang sepanjang hidupnya. Semoga mereka diletakkan diantara orang-orang yang menyayangi mereka. Semoga mereka diberikan kesehatan dan umur panjang, agar mereka juga bisa menjaga dan melindungi orang-orang yang mereka sayangi. Semoga mereka ENGKAU berikan reski yang berlimpah agar mereka bisa menafkahi orang-orang yang mereka sayangi.... AAMIIN
Quote:Originally Posted by Virachochaine


SEBELUM KITA MENGELUH...........

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
sepuh room 23 neh emoticon-Takut
Trit apa neh?emoticon-Bingung

trit renungan yak emoticon-Thinking Coba deh renungkan
Dendam nyaris selalu disertai sakit hati. Dan itu sering menjadi dasar untuk melakukan sebuah pembalasan. Saat orang lain melakukan sesuatu yang tidak kita sukai, tiba-tiba saja kita merasa mendapatkan ijin khusus dari Tuhan untuk melakukan pembalasan. Bahkan, tidak jarang kita memberikan `bonus’ nya sekalian. Jika anda menampar saya perlahan, maka sebagai bonusnya, tamparan balasan dari saya bisa sangat keras sekali. Kalau perlu, hingga membuat anda pingsan. Jika hari ini saya belum bisa membalas anda, maka semuanya itu akan berubah menjadi utang yang wajib untuk dibayarkan kepada anda dimasa depan. Jika tangan saya sendiri tidak mampu melakukannya, maka saya mengutus orang lain untuk mewakili terlunasinya utang-utang itu. Berikut bunganya sekalian. Bukan begitukah kita mendefinisikan sebuah dendam?

Secara garis besar, ada tiga komponen yang menghidupi dendam, yaitu: Perbuatan orang lain kepada kita, rasa sakit hati, dan pembalasan.

Mari kita tahas, satu demi satu:

Pertama, perbuatan orang lain kepada kita. Dalam banyak situasi, kita tidak bisa mengendalikan perbuatan orang lain. Kita sama sekali tidak memiliki hak untuk menyuruh atau melarang orang lain untuk melakukan atau menghindari sebuah perbuatan. Paling banter, anda hanya bisa menghimbau. Misalnya dengan mengatakan; “Maaf Mas, kalau mau merokok jangan diruangan ber-AC seperti ini dong….” Apakah orang itu akan berhenti, atau pindah ketempat terbuka, atau memasabodohkan perkataan anda; itu diluar kuasa anda.

Bahkan, sekalipun anda seorang atasan; anda hanya bisa mengatakan; “Optimalkan jam kerjamu.” Atau “Lakukan kegiatan ekstra untuk perusahaan.” Atau “Jangan terlambat masuk kerja.” Anda bisa melakukannya sebatas itu. Sekalipun anda melakukan semuanya itu atas kewenangan anda dan demi kebaikan organisasi dan diri mereka sendiri, tetapi dimata mereka anda tidak lebih dari seorang atasan yang bawel. Anda tak perlu heran. Sebab, anda sama sekali tidak bisa mengontrol tindakan atau perbuatan orang lain. Dengan kata lain; anda sama sekali tidak memiliki kuasa untuk mempengaruhi ‘will’ seseorang. Mengapa? Karena, ‘kehendak’ adalah hak setiap manusia. Dan seperti yang kita tahu; ada orang yang mampu mengarahkan kehendaknya kepada hal-hal postif dan produktif, dan ada pula yang sebaliknya.

Kedua, rasa sakit hati. Mungkin anda bisa mengatakan ‘sakit sekali hati ini’. Namun, bisakah anda menemukan dimanakah letaknya rasa sakit hati itu? Dibawa kerumahsakit pun tidak akan membantu anda menemukan letak rasa sakit itu. Mengapa? Karena sakit hati adanya diawang-awang. Yang bisa menjangkaunya hanyalah perasaan. Liver kita sehat walafiat. Tetapi, mengapa kita merasakan sakit begitu rupa? Karena kita membiarkan perasaan merengkuh rasa sakit itu. Dan membawanya masuk kedalam hati kita. Seandainya kita tidak mengijinkan perasaan menggapainya, maka kita tidak akan merasakannya.

Oleh karena itu, sakit hati sama sekali tidak berhubungan dengan tindakan orang lain; melainkan dengan diri kita sendiri. Jika kita tidak menginginkan rasa sakit hati itu, maka tindakan apapun yang dilakukan oleh orang lain tidak akan berhasil menjadikan kita sakit hati. Ada orang yang menghina anda sebegitu rupa; namun, anda tidak mengijinkan perasaan membawa sakit hati. Maka anda akan tenang- tenang saja. Ada orang yang menggosipkan tentang kekurangan- kekurangan anda. Dan tentu saja, gosip baru enak kalau ditambah dengan bumbu-bumbu, bukan? Sehingga, dilingkungan anda terbentuk opini yang sedemikian buruknya tentang anda. Anda sakit hati? Tidak, jika anda tidak mengijinkan sang perasaan melakukannya. Sekalipun tidak semua yang mereka katakan tentang anda itu benar. Artinya, ada bumbu tambahan yang dilebih-lebihkan. Jika anda benar-benar tidak seperti yang mereka katakan; maka itu tidak akan terlalu berpengaruh kepada baik atau buruknya diri anda. So what?

Ketiga, pembalasan. Anda boleh melakukan pembalasan dengan 3 syarat; kalau anda lebih kuat, kalau ingin membuat dendam baru, dan kalau anda kurang kerjaan. Kalau mereka lebih kuat dari anda, dan anda ngotot untuk melakukan pembalasan itu berarti anda bunuh diri. Jadi, melakukan pembalasan kepada pihak yang lebih kuat itu sama sekali bukanlah tindakan yang cerdas. Jika anda benar-benar cerdas, lebih baik lupakan saja itu yang namanya balas dendam. Buang jauh-jauh sifat dendam, dan anda akan hidup dengan tentram.

Mungkin anda bisa membalas dendam. Sehingga ketika dendam itu terbalaskan, hati anda sembuh dari sakit. Hey, harap diingat; pembalasan anda bisa menumbuhkan dendam lain dihati mereka. Kemudian mereka membalas lagi kepada anda, lalu anda kembali membalasnya. Maka jadilah dendam itu berputar-putar sampai tidak tahu kapan saatnya untuk berhenti. Sehingga, anak keturunan kita harus ikut menanggung dendam yang sama; meskipun mereka tidak tahu menahu apa penyebabnya. Maukah anda mengorbankan anak cucu untuk sebuah dendam yang anda buat dengan orang lain? Tidak. Baguslah itu. Jadi, mari kita lupakan dendam kesumat itu. Cukup sampai disitu saja.

Lagipula, anda bukanlah orang yang kekurangan pekerjaan. Ada seribu satu hal penting yang membutuhkan curahan perhatian kita. Dengan melakukan semuanya itu, hidup kita menjadi lebih berarti. Jika kita membuang-buang waktu, tenaga, dan perhatian hanya untuk mengurusi dendam; maka semua hal positif yang menanti kita untuk bertindak akan terbengkalai begitu rupa. Sehingga, hidup kita menjadi kurang bermakna. Jadi, bisakah kita mengatakan kepada diri kita sendiri bahwa; ‘kita tidak memiliki waktu untuk membalas dendam’. Oleh karena itu, setiap perbuatan buruk orang lain kepada kita, tidak perlu dibalas dengan perbuatan buruk yang sama. Dengan begitu, selain kita bisa menjadi manusia yang pemaaf; kita akan terbebas dari sesuatu yang kita sebut sebagai ‘sakit hati’ itu. Kita juga bisa melakukan banyak hal lain yang lebih berguna dalam hidup ini. Jadi, perlukan membawa-bawa dendam ini disepanjang hidup kita?
Dibalik leterbatasan seseorang, ada kelebihannya yg akan menjadikannya sukses...

Jika anda merasa ada yg kurang, tutupi itu dgn kelebihanmu.. Coba deh renungkan
Di saat kita ingin lahir,
Ibu bersedia menderita kesakitan dan mempertaruhkan nyawa agar kita dapat terlahirkan dengan selamat ke dunia.

Ketika kita bayi, dia rela terjaga di malam hari agar kita dapat tertidur lelap.

Ketika bertumbuh menjadi anak-anak dia rela mengorbankan waktunya demi kebahagiaan dan kepentingan kita bahkan rela berbagi jatah makan saat kita lapar.

Ketika beranjak remaja Ibu rela mengorbankan keringatnnya serta airmatanya agar kita memperoleh masa depan yang cerah dan tidak terjebak dalam gaya hidup yang sesat.

Ketika kita beranjak dewasa, pelukan hangat selalu terbuka dan penghiburannya selalu tersedia manakala badai masalah menerpa kita.

Berbakti kepadanya tidak perlu memberikan uang yg banyak,
Simple.. hormatilah dia dan bahagiakan dia.

Sebelum semuanya terlambat. Jika dia telah tiada hilanglah kesempatan dan hanya penyesalan yang tersisa.

Kasihnya besar bagi kita semua. Benarlah sebuah kalimat yang mengatakan bahwa…

“Surga ada di telapak kaki Ibu”...
Quote:Original Posted By jay3nal
Di saat kita ingin lahir,
Ibu bersedia menderita kesakitan dan mempertaruhkan nyawa agar kita dapat terlahirkan dengan selamat ke dunia.

Ketika kita bayi, dia rela terjaga di malam hari agar kita dapat tertidur lelap.

Ketika bertumbuh menjadi anak-anak dia rela mengorbankan waktunya demi kebahagiaan dan kepentingan kita bahkan rela berbagi jatah makan saat kita lapar.

Ketika beranjak remaja Ibu rela mengorbankan keringatnnya serta airmatanya agar kita memperoleh masa depan yang cerah dan tidak terjebak dalam gaya hidup yang sesat.

Ketika kita beranjak dewasa, pelukan hangat selalu terbuka dan penghiburannya selalu tersedia manakala badai masalah menerpa kita.

Berbakti kepadanya tidak perlu memberikan uang yg banyak,
Simple.. hormatilah dia dan bahagiakan dia.

Sebelum semuanya terlambat. Jika dia telah tiada hilanglah kesempatan dan hanya penyesalan yang tersisa.

Kasihnya besar bagi kita semua. Benarlah sebuah kalimat yang mengatakan bahwa…

“Surga ada di telapak kaki Ibu”...


to twit omjay, jd kgn si mbok....... emoticon-Frown

telp si mbok ahh ____________ emoticon-Ngacir