alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000010685004/backpacking-ke-vietnam-kamboja
1 Jutaan Backpacking ke Vietnam-Kamboja
VIETNAM-CAMBODIA TRIP

Ho Chi Minh Building, Vietnam
Backpacking ke Vietnam-Kamboja


Selama menyusun itinerary trip ke Vietnam-Kamboja, ane ubek2 semua blog atau apapun jenis nya di internet demi mendapatkan info yang memadai akan tempat-tempat yang akan di kunjungi, terutama untuk transportasi di kedua negara tersebut mengingat tidak terdapatnya MRT/MTR/Metro (subway) yang dengan mudah bisa di pelajari. Tergerak akan hal itu, ane mencoba berbagi sedikit info nya, mudah-mudahan berguna bagi yang sedang menyusun rencana perjalanan ke Vietnam maupun Kamboja

Buat yang akan traveling, backpacking, jalan-jalan atau apapun namanya, berikut ane sharing perjalanan ane mengunjungi Vietnam dan Kamboja selama 6 hari tepatnya ke Ho Chi Minh, Dalat (Vietnam) dan Phnom Penh (Kamboja) dengan total biaya kurang lebih 1,5juta tidak termasuk tiket pesawat dan belanja.

Buat yang pernah ke tempat-tempat di atas, sharing di sini agan-agan, lumayan buat referensi para travelers yang sedang mencari-cari info.

INFO PENTING
emoticon-I Love Indonesia (S)
- Masuk Vietnam tidak perlu isi kartu imigrasi macam mau masuk ke negara lainnya, apalagi VISA...tidak perlu.
- Nilai tukar Dong Vietnam ke USD adalah 20.000an/1 USD, dan untuk ke Rupiah, simple nya tinggal setengahnya aja...20.000 dong ya sekitar 10.000an rupiah
- Masuk Kamboja, yang sebelumnya di perlukan VOA (Visa On Arrival), per 22 September 2011, tidak diperlukan lagi alias bebas VISA
- Nilai tukar Riel Kamboja ke USD adalah 1USD=4.000 an riel


Monumen Tengkorak, Cambodia


Backpacking ke Vietnam-Kamboja


Berikut adalah Itinerary ane :
JKT-HO CHI MINH-PHNOM PENH-HO CHI MINH-DALAT-HO CHI MINH-JKT

Itinerary lengkap berikut budget aktual nya bisa di liat di bawah ini :
Backpacking ke Vietnam-Kamboja


Kunjungi Blog ane untuk pengalaman bekpek ane yang lainnya di : http://rucksack-traveler.blogspot.com

Berikut ulasan perjalanannya :

Hari Pertama :

Setelah landing di bandara international Tan Son That, ane langsung nuker USD di persis pintu keluar bandara dengan rate : 20.810/1USD dan langsung keluar menuju tempat bersemayamnya bus bandara 152 menuju Ben Than Market terminal, namun apa daya, karena udah jam 9 malam, sang bus sudah ngandang sepertinya karena tiada penampakannya. Ane langsung aja masuk lagi ke dalam bandara untuk beli tiket taksi (Vinasun Taxi is recommended), sempet di tegor sama petugas bandara, ane bilang aja mau beli tiket taksi.

Baru saja mendaratkan kaki di tanah vietkong, pemandangan menakjubkan yaitu seorang cewek lokal yang cipokan benar-benar mouth to mouth dengan seorang bule di pojokan airport, kayaknya mau melepas atau baru ketemu dengan si bule lagi kali dah (persis di sebelah pintu departure, lantai dasar) tanpa merasa terganggu dengan keadaan...ckckckckckcckck, pssstt...trnyata ada banyak lagi, lengkapnya di chapter2 selanjutnya.

Vinasun Taxi ada persis di deretan money changer (Money Exchange klo di Vietnam), tinggal bilang aja mau kemana, nanti petugas nya nentuin berapa duit ongkos nya. ane waktu itu kebetulan udah booking hotel via agoda di 96 guesthouse di district 1 jalan BUI VIEN dan jreng-jreng ongkos nya kena 7USD 1 taksi, dan dikasih satu slip pembayaran. Di anterin oleh petugas nya sampe ke tempat mangkal nya si kang taksi dan ternyata taksi nya model kijang inova, jadi bisa muat sekitar 6 orang dah..kena 1 dollar tuh klo banyakan!

Mengingat track record para kang taksi di Vietnam yang lumayan ancur-ancuran alias banyak yang menipu dan minta tips lagi diluar yang sudah di bayar, si petugas yang nganterin ane bilang bahwa TIDAK ADA LAGI yang harus di bayar sampe hotel.

Di dalam taksi, ane langsung kasih unjuk bookingan hotel ane ke supir nya.

Me : This is my hotel address, do u know it?

Driver : wqogjg whqhq ksasfagaw...pake bahasa dewa yang ane kgk tau dah artinya apaan
Me : Okay, how long its gonna take from here? is that far?

Driver : No far, ten kilometer
Me : HEH? (sambil mikir, ngapah tadi dia ngomong bahasa dewa ya?)
okay, thats cool...


Ho Chi Minh ini (Saigon) ternyata kota yang sangat hidup, meskipun tidak banyak gedung-gedung tinggi seperti kota jakarta, tapi lampu-lampu kota dan dari gedung menyala semua menjadikan kota ini begitu terang benderang, apalagi saat memasuki area district 1, waaah...benar-benar night life yang begitu hidup! (jika pernah ke bangkok, mungkin sama hidupnya dengan Khaosan Road dengan bar-bar yang jedak jeduk, atau kuta di bali)

Setelah sampai guesthouse, si driver menurunkan barang-barang ane dan dengan sigap bilang 'ahjhlehkhw, hotel..hotel'.....ah, maksudnya ini hotel nya kali ya...oke dah, gitu aja asumsinya biar cepet kelar daripada debat!..agak ragu juga makanya dari tadi kgk turun2 meskipun si supir bilang..hotel, hotel..karena di papan namanya 96 room for rental, bukannya 96 guesthouse layaknya yg tertera di Agoda.

Setelah mengucapkan terima kasih dan udah pasang kuda-kuda jurus berdebat jika ni supir minta bayaran lagi, alhamdulillah ternyata dia malah bilang thanks sir...ahahaahaha, udah buruk sangka aje ane!

Penampakan Vinasun Taxi
Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Di depan guesthouse agak ragu juga buat masuk ke dalam, karena kok ini macam toko makanan macam mini mart kecil aja ya, pas tanya ke receptionistnya :
Me : is it 96 Guesthouse? sambil menunjukkan bukti bookingan
Receptionist : yess. cafagaww gwwqpgeoqg gwgwqq (bahasa dewa lagi)
...................
qpqtqpt gqqeqoq ueqtq gqtqtq...terus nyerocos sama
temennya gk ngerti dia sedang berdebat atau keder cari-cari
bookingan ane
...................
u booked two rooms, right?
Me : yess, did u find my booking number?
Receptionist : Yess, (memberikan kunci kamar ke temennya)
................
wotqtp wrqrq kwqtq hgewheyw (ngomong sama temennya lagi)
................
waktu berhenti sekian menit, dan baru dah dia bilang.....
follow him........
Me : okay, thanks

Kamarnya double bed (cukup buat dua orang) dengan AC, Cable TV, Kamar Mandi Dalam, Kulkas, lemari pakaian dan kipas angin serta ada meja kecil dan 2 tempat duduk. mayan dah tapi kemahalan karena ane booking buat sendirian!


Kamar 96 Guesthouse, Bui Vien

Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Setelah beres2, ane langsung melesat mencari tempat makan karena perut sudah menari-nari minta di goyang. Di bui vien ini klo malam banyak sekali bule-bule nongkrong, baik di cafe-cafe maupun di cafe dadakan pinggir jalan yang menjual bir. ane menemukan tempat makan halal di ujung jalan bui vien yang teronggok sepi tiada manusia sepotongpun yang sedang memamah biak atau sekedar duduk2.

Sudut Bui Vien Street
Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Nama restauran nya adalah New Delhi Restaurant karena pemiliknya orang india muslim (ane tau dia muslim karena pas ane lagi makan, tuh si indiahe tiba2 nampak dan bilang...Assalamualaikum, enjoy your food), ane pesan nasi goreng + ayam dengan harga 45.000 dong. nyam-nyam dah!....

Badan udah letih, balik ke guesthouse dengan memutar ke pham ngu lao dengan maksud melihat-lihat keadaan kawasan backpacker terkenal di Saigon kala malam. Sampe kamar langsung pasang tivi dan NGAKAK total setelah liat film Mandarin yang di dubbing ke bahasa vietnam namun si dubber nya cuma 1 orang....jadi gak perduli cewek atau cowok yang sedang dialog, dubber nya tetep itu2 juga....what a funny night!

Hari kedua

Itinerary : Cu Chi Tunnels, Ben Than Market, Notredamn, Ho Chi Minh Building, Central Post Office

Tempat Bersembunyi Tentara Vietkong, Cu Chi Tunnels
Backpacking ke Vietnam-Kamboja


Sebetulnya rencana ke Cu Chi Tunnels (baca : Ku chi) hari ini tanpa paket tour melainkan dengan bus lokal yang berada di Ben Thanh Market (2 kali ganti bus), namun karena khawatir akan menemui kesulitan karena kendala bahasa dan juga harus bayar guide di sana, dan kalo di hitung-hitung, takutnya malah cuma gak beda jauh dengan ikut tour.

Maka cari-cari tour ke Cu Chi yang half day, dan dapat lah di Viet Sea Travel sebesar 4 USD tidak termasuk entrance fee (di tawar dari USD 5). Letak Viet Sea ini bersebelahan dengan Sinh Tourist di De Tham Street dekat dengan Pham Ngu Lao juga. Entrance Fee Cu Chi Tunnels ini sebesar 80.000 Dong.

Viet Sea Travel, De Tham Street District 1 Ho Chi Minh

Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Cu Chi Tunnels Half Day Tour Bus
Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Tour Cu Chi Tunnels si biasa aja, ane cm penasaran aja dengan tunnels nya yang sempit dan harus berjalan merangkak. Namun setelah sampe di sana, ternyata oh ternyata, tunnels yang buat turis itu sudah di modifikasi jadi lebih besar dan hanya berjalan jongkok saja bukan merangkak. Menurut guide nya si, tunnels itu khusus diperuntukkan buat turist/foreigner yang rata-rata badannya jauh lebih besar dan tinggi dibandingkan dengan penduduk lokal, makanya tunnels nya dibuat lebih besar dan tinggi. Tour Cu Chi ini di akhiri dengan makan singkong dan teh yang di sebut Tapioka oleh orang lokal...jiaaaaaaaah, dengan sangat nikmat nya tu bule-bule menyantap singkong sampe di foto-foto segala. ane dan temen ane mesem-mesem doangan karena tu singkong jadi mendadak bagaikan makanan nan lezat tiada tara.

Tour setengah hari Cu Chi Tunnels ini di mulai dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang. Jika ingin sekalian ke Co Dai Temple maka bisa ambil paket tour seharian.

Salah Satu Mulut Tunnels, Cu Chi
Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Salah Satu Jebakan Tentara Vietkong, Cu Chi
Backpacking ke Vietnam-Kamboja
Note : untuk mendapatkan harga paket tour terbaik, agan-agan bisa berkeliling dari satu travel ke travel lainnya dan tawar ajah gk usah malu-malu...saya menawar di sinh tourist paket cu chi half day ini dari harga 7 USD ke 5 USD, dengan pasang muke jutek dan melecehkan, si mbak tiketing nya langsung menutup lembaran paket tour yang tadi di sodorkan ke saya...haduh!!! jutek amat mbak!.....langsung ane mabor juga dah akhirnya. (Kelebihan Sinh Tourist ini biasanya harga paket itu sudah nett, jadi sudah termasuk tiket masuk segala).

Sisa waktu setelah dari Cu Chi Tunnels ini ane gunakan untuk berkeliling Ho Chi Minh dengan berjalan kaki ke Benh Thanh Market, Opera House (Ho Chi Minh Building, Post Office, Notredome Cathedral dan minum kopi hitam vietnam di cafe dekat Notre dome...beuuugghh, paitnya aujubile tu kopi! dan santap malam di Pho 2000.

Cathedral Notre Dame

Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Seperti yang udah ane ceritakan di awal soal adegan mengasyikan di airport, nah malam hari kedua ini sengaja ane luangkan untuk hunting night shoot, tp tanpa sengaja ane melihat 2 orang cewek lokal di motor sedang mengobrol dengan seorang laki-laki berwajah oriental....uhhmm, curiga nih! ternyata benar saja gan, tu cewek ternyata sedang transaksi! sepertinya tidak terjadi kesepakatan, karena si cowok itu berlalu begitu saja, tapi dengan sigap, motor ditancap di trotoar mengikuti si cowok, sehingga terjadilah transaksi kejar-kejaran di atas motor. Si cowok masih tidak setuju akhirnya karena berulang kali melambaikan tangannya, namun dengan gigih tuh 2 cewek terus memburu nya sambil memanggil-manggil...sir...sir...sir!!..sampe jauh di ujung jalan, namun akhirnya si cewek menyerah dengan memutar balik motornya cari mangsa lain...

Sudut Taman Pham Ngu Lao, District 1 Ho Chi Minh
Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Di taman sekitaran Pham Ngu Lao sampai di ujung dekat ben thanh market ini memang berserakan para muda-mudi yang asyik masyuk pelukan di atas motor, di bangku-bangku bahkan ciuman juga dengan tanpa malu-malu lagi...ckckckckckck, penuh godaan yang tak terkira!

Sudut Pham Ngu Lao Street

Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Hari ketiga

Itinerary : Perjalanan ke Phnom Penh, Royale Palace, Monument Democracy dan National Museum

Royale Palace

Backpacking ke Vietnam-Kamboja


Perjalanan panjang dan melelahkan akan segera dimulai,yaitu melintasi perbatasan darat antara Vietnam dan Kamboja menuju Phnom Penh. Malam pertama setelah makan malam di warung indiahe, ane iseng-iseng ngubek-ngubek Pham Ngu Lao buat cari tiket bus ke Phnom Penh. Karena waktu sudah larut malam, banyak tour travel yang sudah tutup dan nyangkutlah ane di tour travel bernama "Mekong Lighthouse atau apa gitu dah"..ane pikir ini adalah anak perusahaan dari Mekong Express, tanpa pikir panjang ane booking aja 2 tiket untuk keberangkatan jam 8:30 pagi sebesar 8USD/orang.

Setelah dibeli firasat buruk mulai bergelayut manja, jangan-jangan bukan dari Mekong Express ni bus,karena kalau tidak salah ingat harganya di internet bukan 8 USD tapi 12an gitu dah..uhhhmm,firasat itu kemudian terbukti nyata setelah terdapat penampakan bus pagi hari yang terlihat spooky dan horor dengan kaca samping dan depan tergurat macam mau pecah..duhhh,semoga selamat sampai tujuan dah meskipun bus nya odong-odong.

Bus Ho Chi Minh-Phnom Penh @Bavet Border, Cambodia
Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Pagi itu ane berjalan nyantai aja menuju travel,namun rupanya mbak-mbak travel sudah gelisah menunggu ane karena melihat ane bawa-bawa backpack dan slip pembyaran celingak celinguk dia langsung menghampiri ane dan melihat slip ane dan dengan mimik muka girangnya dia berkata :

Mbak nya : ghjjgf utrfhjn khfdwyi
Ane : Njriiiiiittt...bahasa dewa lagi keluar!!!...What wrong miss? caelaaahhh....miss!
Mbaknya : no..no..follow me!
Ane : Okay...sambil berjalan ngikutin dia masuk ke dalan travelnya
Mbaknya : Sit down please, sambil langsung sibuk nulis tiket bus buat ane dan temen ane sambil bernyanyi-nyanyi lagu vietnam
Temen Ane : Mesem-mesem durjana...ajaib ni cewek, tadi panik lah sekarang malah nyanyi-nyanyi
Ane : Where is the bus? already coming and parking somewhere?
Mbaknya : No have sir, no have bus..eight thirty..sambil nunjuk-nunjuk jam tangan
Temen Ane : Heh??? mksudnya blm datang kali ya..
Ane : Bujug dah, lebih ancur dari english ane ini mah...okay, so..should we wait here or can we go around looking for breakfast?
Mbaknya : yess sir, eight thirty here
Temen Ane : udah ah, cari makan yuk, lapar nih

Akhirnya ane makan Pho lagi dan kali ini gragas bener...semua dedaunan yang dihidangkan ane lalap abis masukin kedalam mangkok sampe ludes kuah-kuahnya tak bersisa. Emang pho ini sangat lezato perfecto tralala dah.

Vietnamese Noodles aka Pho @Pho 24 Pham Ngu Lao District 1
Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Belum juga sampe di travel si mbak nya yang tadi udah melambai-lambaikan tangan dan berlari kedalam mengambil backpak temen ane yg dititipin tadi dan menggondolnya masuk ke dalam bus.

Bus nya si macam double dekker gitu gan, bagian bawah buat bagasi dan supir, bagian atas buat para penumpang..dan astajim ini bus jalan nya ngesot macam keong racun!. Sebelum bus berjalan, kondektur membagikan kartu imigrasi masuk kamboja dan formulir pengajuan visa. Tinggal isi dan menyerahkan pasport serta siapkan pas photo 4x6 dan terakhir bayar sebesar 25 usd (5 usd adalah fee tuh kondektur)

Lewat tengah hari bus baru masuk perbatasan antar negara bagian Vietnam yaitu Moc Bai..semua penumpang turun untuk cap paspor keluar Vietnam dan kemudian naik bus lagi untuk menuju border bagian negara kamboja yaitu Bavet. Setelah paspor tadi di cap keluar Vietnam, paspor di minta lagi sama kondektur bus untuk proses Visa On Arival,setelah itu baru masuk ke imigrasi Kamboja untuk cap masuk Kamboja. Urusan imigrasi selesai hanya dalam waktu kurang lebih 20-30 menit dan perjalanan dilanjutkan.

Bavet Border, Cambodia
Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Di Bavet ini banyak sekali terdapat kasino-kasino yang namanya menyerupai kasino-kasino di Macau,entahlah apa sebabnya..memasuki wilayah Kamboja, pemandangan hanya berupa hamparan sawah di selingi rumah-rumah penduduk berbentuk panggung yang tinggi sekali. Ane terbangun persis saat bus mau menyebrangi sungai Mekong dengan menggunakan ferry penyebrangan yang tidak ada depan belakangnya (tidak terdapat jembatan penyebrangan yang menghubungkan dua wilayah yang di belah sungai Mekong ini).

Pukul 3 sore, bus baru memasuki kota Phnom Penh yang biasa bangat tanpa bangunan bertingkat satupun, kalaupun.ada satu dua yang masih dalam tahap pembangunan di seberang sungai.

Setelah tawar menawar dengan tuk-tuk (1 USD per tuk-tuk) sampai ke Okay Guesthouse. Guesthouse ini walking distance dengan Royale Palace, murah dan bersih. Temen ane satu lagi yang berangkat dari Siem Reap sudah sampai duluan dan booking 1 kamar twin bed 10 USD/malam dan 1 kamar single bed 8 USD/malam dengan kipas angin.

Notes : Dalam tawar menawar tuk-tuk, pastika bahwa harga nya bukan per orang, karena kalau tidak jelas dari awal, maka si supir bisa-bisanya berkelit. Ongkos tuk-tuk berkisar antar 1-2 USD saja, lebih dari itu scam, tawar ajah.


Setelah beres-beres di kamar, ane langsung ke Royale Palace yang konsepnya sama persis dengan Grand Palace di Bangkok Thailand. Bedanya Grand Palace di Thailand lebih megah dan bling-bling. Di dalam Royale Palace ini terdapat patung budha bertabur permata, persis seperti di Wat Phra Kaeo di Grand Palace dan juga Silver Pagoda. Ane lewatkan Monument Democracy dan National Museum, karena tidak menarik dan ujan mulai rintik-rintik

Silver Pagoda, Phnom Penh
Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Malam pertama di Phnom Penh dihabiskan dengan makan malam dan ngobrol-ngobrol di Mekong Riverside dan di ajarin bahasa khmer sama si pemilik warung (sayangnya ane lupa semua selain, o kon=terima kasih, au dah yang bener gimana nulis nya). Pulang menuju guesthouse ane berkuliner extreem Belalang dan Laba-laba..rasanya? uhhmm...mengguncang dunia.

Kuliner Serangga, Mekong Riverside Phnom Penh

Backpacking ke Vietnam-Kamboja

oiya, ada cerita lucu gan...abis makan-makan belalang dan laba-laba, temen ane masih lapar karena tadi makan malamnya gk abis karena kagak enak katanya, akhirnya kita beli sandwich di deket guesthouse..setelah duduk, mulai lah kita pesen

Ane : Gw kagak pesan dah, masih kenyang, gw mau numpang kencing aja dah
Temen Ane 1 : Gw juga dah, ngerokok aja doang
Temen Ane 2 : Gw pesen beef sandwich aja dah
Temen Ane 1 : Manggil pelayan....we order just 1 beef sandwich (sambil nunjuk-nunjuk ke menu)

setelah ane balik ke meja, ane tanyain ke temen ane udah pesan apa belum...temen ane bilang udah, tapi ane curiga kok dia belah2in roti ada 3 ya?...lu bilang pesen berapa tadi, teriak ane ke temen ane...satu kok, jawab nya!

Ane : Menghampiri ke pelayan, hey...we just ordered 1 sandwich okay, not three! sambil tunjuk-tunjukin jari satu!
Pelayan : kahgeg llsagajge lgagjesag...bahasa khmer ama temennya

Datang lah pelayan tadi dengan 3 buah sandwich
Ane : Tuh kan bener firasat gw...!!!...hey, i told u before, we just ordered 1 sandwich not three!
Pelayan : Dengan muka tidak bersalah dia taro itu 3 sandwich di meja kami
Ane : Ane, balikin aja 2 sandwich...sorry, i said only 1 sandwich...1 sandwich not three...sambil tunjuk2 satu jari...satu jari...satu jari!!
Pelayan : Bengong-bengong kebingungan
Ane :...here we go, sambil ane praktekin...bawa piring satu, dan geleng-geleng kepala dengan 2 piring
Pelayan : Akhirnya menerima itu 2 piring sandwich lagi
Temen Ane 1:hadeuuuh...ampun dah! masa dia kagak ngerti kata ONE sih!!
Gan!!! Seru banget!!!! Dari dulu pengen banget ke Cambodia!!!!!! emoticon-Smilie

[url]www.stuffaboutcollege.blogspot.com[/url]http://www.stuffaboutcollege.blogspot.com

Hari keempat

Itinerary : Killing Field, Russian Market, Toul Sleng, Central Market, Wat Phnom dan Perjalanan ke Ho Chi Minh


Phnom Penh masih berselimut mendung setelah kemaren hujan turun rintik-rintik. Agenda ane pagi ini adalah mengunjungi 'Killing Field' yaitu kuburan massal korban-korban rezim khmer merah yang didalangi oleh PolPot, 'Penjara Toul Sleng' yaitu penjara sekaligus tempat pembantaian dan penyiksaan para warga sipil yang dianggap menentang PolPot, 'Russian Market' untuk membeli sekedar cendramata dan diakhiri dengan Wat Phnom sebelum bertolak lagi menuju Ho Chi Minh City sore harinya.

Tawar menawar dengan kang tuk-tuk ygbertebaran disekitar hotel, dan akhirnya deal di harga 13 USD/tuk-tuk dari jam 7 pagi sampai jam 13 siang. Melaju lah si kang tuk-tuk yang kagak ngarti english sama sekali dan masih muda umur-umuran awal 20 tahunan ini menembus jalanan Phnom Penh yang berdebu dan sepertinya tidak terdapat marka jalan dan lampu merahnya gan!

Uhmmm...kalo ane perhatiin, di Phnom Penh ini sepertinya pada kgk suka ngebut dah, lah semua mobil dan motor serta tuk-tuk jalannya damai aja gitu ngesot gelosoran termasuk kang tuk-tuk ane..berkali-kali diminta ngebut tetep aja ble'e larinya macam kuda bawa andong..hadeuh!!!..pas berenti di pom bensin, ane udah kgk tahan minta dia ngebut dan turun buat ngasih tau karena mungkin dia kagak ngerti yang ane dan temen ane perintahkan di tuk-tuk tadi.

Ane : Hey, can u drive more faster?...mooree fasterrrr..(sambil memperagakan org berjalan cepat)..you can not drive so slowly cause we dont have much time here in Phnom Penh, do u understand what i said?..sekali lagi memperagakan org yg jalan megal megol males-malesan dgn org berjalan cepat
Driver : Ya..ya..ya..sambil nyengir-nyengir kuda
Temen Ane dan kang pom bensin : ha..ha..ha..

Abis dikasih pengarahan, si kang tuk-tuk ngebut dan sontak temen ane pade sorak kegirangan, tapi lama-lama kembali melenggang lg jalannya tuh tuk-tuk..

Temen Ane : Tepok bahu kang driver, hey...ngebut lagee...sambil memperagakan tancap gas
Kang Tuk2 : okay...okay
Tuk-tuk melaju lagi ngebut....tp baru semenit udah melambat lagi ajah
Teman Ane : hey...more faster again..go...goo...lama2 gw pecut juga lu!!!
Ane : Sini dah gw nyang bawa, lu duduk di belakang ajah...pegel gw daritadi kagak nyampe-nyampe[I]

Killing Field
Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Setelah hampir satu jam sampailah di Killing Field, tempat kuburan massal para korban kekejaman PolPot yang sebelumnya disiksa dan dibantai dipenjara Toul Sleng..tiket masuk nya 2 USD/orang. Di depan pintu gerbang berdiri sebuah bangunan bertingkat yang dijadikan sebuah monumen tempat menyimpan tengkorak-tengkorak kepala manusia yang berasil dievakuasi dari kuburan massal. Horror dan sadis melihatnya!!!. Semakin masuk ke dalam terdapat kubangan-kubangan yang dipasangi tali dan atap bertuliskan jenis-jenis korban pembunuhannya seperti kuburan massal korban yang tanpa kepala, anak-anak kecil dan wanita tanpa baju, dll...makin horror karena cuaca mendung dan rindangnya pepohonan dan tanpa turis lain selain kami bertiga. Ngibrit keluar gerbang akhirnya setelah muter-muter 30 menit.

Kuburan Massal, Killing Field

Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Tidak berapa lama, kang tuk-tuk tiba berenti dan bilang..Russian Market! heh? ini Russian Market? bujug dah, ngapah jadi macam cimol di bandung ya? temen ane tiba-tiba ngejeplak aje. Kami lalu turun dan bilang ama kang tuk-tuk, 30 minutes okay, u wait here and dont go anywhere!. Kami hanya berburu cenderamata karena melihat sana sini pasar nya bener-bener dah macam cimol, duh!..dan perjalanan dilanjutkan menuju tempat yang paling ingin ane liat..TOUL SLENG MUSEUM here we go!


Magic Tree, Killing Field

Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Toul Sleng Museum adalah dahulu nya merupakan sebuah sekolahan yang kemudian pada zaman rezim Polpot berubah fungsi menjadi penjara dan pusat pembantaian massal warga sipil Kamboja yang dianggap membahayakan dan menentang Polpot. Sebanyak ribuan manusia meregang nyawa dengan cara yang mengenaskan di sini, di siksa dan di aniaya dengan tidak manusiawi..duh!

Toul Sleng Museum
Backpacking ke Vietnam-Kamboja


Tiket masuk ke tempat ini USD 2 dan jika ingin menggunakan tour guide, tinggal minta saja sama penjaga nya. Bangunan pertama berisi ruang-ruang tempat para korban diinterogasi, di aniaya dan di siksa dengan berbagai macam alat. Ranjang dan alat-alat penyiksaan dibiarkan teronggok di masing-masing ruangan meskipun sudah tidak utuh lagi. uhmm, kurang serem rasanya karena sebagian ruangan sudah kosong melompong.

Ruang Interogasi dan Penganiayaan

Backpacking ke Vietnam-Kamboja


Bangunan kedua berisi semua foto-foto dari mulai anak kecil hingga orang dewasa baik laki-laki dan perempuan dgn ekspresi muka tertekan, banyak bangat nih foto-foto nya, mulai dari foto-foto para korban saat masuk tahanan, sedang di siksa bahkan di bagian gedung satunya, foto-foto korban yang sudah meninggal abis dianiaya dipampang dengan berbagai bentuk. Duh, ane meringis melihat wujud para korban yang bener-bener menggenaskan.

Foto-Foto Para Korban Rezim Polpot
Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Korban-Korban yang Sudah Meninggal
Backpacking ke Vietnam-Kamboja


[I]
INFO : Para korban pada saat masuk ke penjara di foto dan di beri no.urut, oleh karena itu banyak sekali foto-foto yang di pajang


Ane beranjak ke bangunan lain yang merupakan penjara yang amat sempit. Ada penjara yang disekat-sekat dengan batu bata ada juga penjara yang di sekat dengan kayu. Horor bener karena sepi dan rada-rada spooky! Wah di sini ane berasa tengkuk dingin dan dengan cepat menyelesaikan sesi foto-foto dan ambil jurus langkah seribu melarikan diri.

Penjara Sempit dari Kayu
Backpacking ke Vietnam-Kamboja


Dipelataran bangunan, ane bertemu dengan bapak-bapak yang katanya merupakan survival dari kekejaman Polpot, sambil membuka-buka lembaran majalah yang disampulnya terdapat gambar dia, si bapak itu bercerita dengan bahasa tubuh dan sedikit english bagaimana dia di siksa dengan di setrum kupingnya hingga kepala rasanya mau meledak, kemudian di pukuli, jari-jari kuku di lucuti dan entahlah apalagi yang ingin disampaikannya karena ane udah mulai tidak mengerti bahasa tubuh dan gerak tangannya..Sadisss!! bener-bener biadab manusia bernama Polpot ini.

Bapak-Bapak yang Selamat dari Rezim Polpot

Backpacking ke Vietnam-Kamboja


Di sisa waktu sebelum kembali ke Ho Chi Minh, ane sempatkan mampir ke Wat Phnom karena penasaran dengan jam raksasa yang berada di salah satu sudut wat. Maksud hati ingin dapat gambar jam raksasa itu dari atas, namun apa daya waktu tidak memungkinkan lagi dan ane harus segera kembali ke guesthouse. Secara keseluruhan wat nya biasa ajah, jauh lebih bagus wat-wat yang ada di Ayuttahaya, Thailand dan ane juga udah bosan dengan wisata wat-wat.

Karena tidak tahu harus cari tiket bus di mana, dan ane tidak mau booking tiket di tempat bus yang kemaren membawa ane ke Phnom Penh, akhirnya ane booking tiket bus via guesthouse aja dengan harga yang paling murah yaitu USD 10 dari Sorya Transport untuk keberangkatan jam 14:30. Tapi tiba-tiba dgn alasan besok ada perayaan hari apa gitu di Kamboja, si petugas guesthouse bilang kalo bus yang USD 10 tidak ada yang berangkat tapi ada nya bus yang USD 12, preeettt...mulai dah nih akal busuk para Cambodian bermain! Udah tidak berselera berdebat karena baru aja abis berdebat dengan kang tuk-tuk ane yang minta bayaran lebih, ane booking aja daripada ribet waktu abis.

INFO : dalam hal tawar menawar tuk-tuk, pastikan dengan jelas waktu sewa dari jam berapa sampai jam berapa, kalo perlu tulis dalam secarik kertas biar tidak terjadi kesalahpahaman di akhirnya, karena modus-modus yang mereka gunakan untuk mengelabui turis ya dengan bgitu itu, bilang kalo kalo kita kelebihan waktu dan..blah..blah..blah. Untung kang tuk tuk ane jalannya megal megol lelet kagak mau ngebut, jadinya ane buat alasan untuk tidak mau nambah lagi

- Ane skip Central Market karena waktu yang tidak memungkinkan


Ada harga ada rupa, Sorya bus jauh lebih baik dari bus abal-abal kemaren dan yang pasti jalannya jauh lebih melesat dengan tiada henti nya membunyikan klakson di sepanjang perjalanan menghalau para Cambodian ojekers/motorbikes yang berjalan merangkak menghalangi jalan. Ckckckckck...semakin yakin kalo orang-orang Kamboja itu kagak suka ngebut di jalanan.

Sorya Transport Bagian Depan
Backpacking ke Vietnam-Kamboja


Lanjut nanti....
wow, murah amat... salut... sayang perut ane gk bisa makan dikit emoticon-Blue Guy Bata (S)
overall mantab!

kurang pic nya aja emoticon-Add Friend (S)
Quote:Original Posted By kneesaw
Gan!!! Seru banget!!!! Dari dulu pengen banget ke Cambodia!!!!!! emoticon-Smilie

[url]www.stuffaboutcollege.blogspot.com[/url]http://www.stuffaboutcollege.blogspot.com


Cambodia udah bebas visa gan, makin mudah untuk melangkah kesana dan Air Asia pun banyak promo ke sana, tapi jangan lama-lama gan di sana terutama di Phnom Penh..kalo kagak ada Killing Field dan Toul Sleung mah kagak ada apa-apaan gan...nah kalo di Siem Reap boleh dah 2 hari buat keliling komplek Angkor Wat yang luas itu gan.

Met berencana ke Kamboja ganemoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By coolmodjo
wow, murah amat... salut... sayang perut ane gk bisa makan dikit emoticon-Blue Guy Bata (S)
overall mantab!

kurang pic nya aja emoticon-Add Friend (S)


masih overbudget gan, terutama di penginapan. Tadinya mau di dorm room, tapi karena temen ane cewek dan kagak mau di bunk bed, akhirnya terpaksa ngikutin diaemoticon-Hammer2

pic nya menyusul gan...emoticon-Sorry
huaaaaah ane jadi pengen kekamboja lagi padahal 17 agustus kmrn ane abis nemenin temen kesana.. cuma ga dari vietnam. ane ngakak baca beberapa cerita gan, backpack emang seru banyak pengalaman seru hahahaha.. ane rate bintang 5 dah..(lum punya cendol soalny)
emoticon-Ngakak (S) lucu2 gan ceritanya, seru abis...
untung ente ga kenapa2 naik bus odong2 ntuh emoticon-Hammer

lanjutin lg gan, biar semangat ane kasih emoticon-Blue Guy Cendol (L)
makasih buat respon via emoticon-Cek PM (S)
anjriiitttttt .... masih fresh nih... baru kelar jalan-jalan nya.
ane juga punya rencana buat kesana Gan,
mantap lah buat acuan ane nanti ... emoticon-Blue Guy Smile (S)emoticon-Blue Guy Smile (S)emoticon-Blue Guy Smile (S)
foto-foto nya juga di share dong Gan, buat gambaran....
salud & great share....

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol
Quote:Original Posted By ProfitTakerZ
emoticon-Ngakak (S) lucu2 gan ceritanya, seru abis...
untung ente ga kenapa2 naik bus odong2 ntuh emoticon-Hammer

lanjutin lg gan, biar semangat ane kasih emoticon-Blue Guy Cendol (L)
makasih buat respon via emoticon-Cek PM (S)


ini lagi di lanjut cerita di dalat nya gan...buat referensi agan nihemoticon-Toast
Quote:Original Posted By KASET.MURAH
anjriiitttttt .... masih fresh nih... baru kelar jalan-jalan nya.
ane juga punya rencana buat kesana Gan,
mantap lah buat acuan ane nanti ... emoticon-Blue Guy Smile (S)emoticon-Blue Guy Smile (S)emoticon-Blue Guy Smile (S)
foto-foto nya juga di share dong Gan, buat gambaran....
salud & great share....

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol


foto-foto nya menyusul gan, masih di kamera blm di pindahin
happy traveling ganemoticon-Travelleremoticon-Traveller

Hari Kelima

Itinerary : Dalat City Tour (Little Eiffle, Dalat Railway Station, Cathedral, Valley of Love, Garden Flower, Crazy House) dan kembali ke Ho Chi Minh

Lanjutan dari Phnom Penh
Bus baru jalan sekitar pukul 15:00 dan sampai di Ho Chi Minh sudah jam 20:30, langsung ane booking tiket bus ke Dalat untuk jam 23:45 seaten bus dengan harga tiket 10USD dan dapat kembalian 10.000 dong. Bus yang ane booking adalah Phuong Trang yang terletak persis di depan cafe Allez Boo Pham Ngu Lao, District 1. Ane kurang tahu juga apakah Mekong Express, Sorya maupun Capitol Bus ada yang ke Dalat malam hari atau tidak, namun yang pasti Sinh Tourist tidak menyediakan perjalanan malam menuju Dalat karena alasan keamanan katanya.

Timetable Phuong Trang Bus

Backpacking ke Vietnam-Kamboja
Backpacking ke Vietnam-Kamboja


INFO : Bus Phuong Trang ini berangkat dari Ho Chi Minh-Dalat setiap satu jam dan paling terakhir pukul 1 dini hari, begitu juga sebaliknya

Sisa waktu beberapa jam ane gunakan untuk makan malam di VN Halal yang lokasinya di dekat dengan Ben Than Market dengan menu-menu kebanyakan asal Indonesia dan Malaysia, bahkan lagu-lagu yang di putar di restaurant ini adalah lagu-lagu dari artis Indonesia

VN Halal Restaurant, Ho Chi Minh
Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Menu-Menu VN Halal

Backpacking ke Vietnam-Kamboja


Phoung Trang Travel terletak di De Tham Street, sebuah jalan atau tepatnya gang di antara Pham Ngu Lao dan Bui Vien Street di area backpacker District 1. Ane booking di Phoung Trang ini karena terlihat ramai selalu bus ini mangkal dan pergi malam-malam. Ane juga udah malas muter-muter cari-cari travel menuju Dalat karena tidak bisa ngeliat bus nya macam apaan, jangan-jangan dapat nya murah tapi bus nya odong-odong macam ke Phnom Penh, wah bisa kgk selamat ane sampe Dalat.

Okay, saat nya menunggu bus! Enaknya di Phoung Trang ini terdapat waiting room khusus untuk nunggu bus dengan ruangan yang cukup lebar dengan jejeran kursi-kursi serta loker-loker buat nitip tas. Jam 11pm ane udah di panggil buat naek bus dan ternyata oh ternyata lagi, bus nya lumayan wokeh dah, sehat sejahtera gitu model bus eksekutif, ada selimut dan dapat minum pastinya tapi kagak ada toilet di dalam nya..waduh!! moga-moga aja ane kagak kebelet vivis dah! Bus berjalan perlahan meninggalkan area Pham Ngu Lao, woooooowww..lama-lama ane dan temen ane makin takjub dah, sepanjang jalan lampu-lampu kota dan bangunan bener-bener benderang, banyak sekali butik-butik/toko-toko baju bertebaran di kanan kiri jalan..uhhmmm, tapi lama-lama bosan dan akhir nya pada narik selimut.

Kebangun juga karena berasa bus mulai geyal geyol kanan kiri keplok cendol, ane melihat kebelakang ada Vietnamese teronggok manis selonjoran tidur di kursi belakang, wah..masih kosong tu di pojokan! ane langsung aja bajak tu lapak dan dengan sukses ane gelosoran tidur sampe Dalat di pagi hari pukul 5 pagi dan baru sadar dibangunkan oleh kondektur nya..Dalat..Dalat...Dalat. Kucek-kucek mata, wew ada udah di terminal nih (kalo gak salah Puta Terminal dan namanya, au dah ini terminal resmi nya Dalat atau bukan, yang jelas banyak bus dan taksi)....begitu turun, berggghhhh, njriiiit dingin mampus nih!! kagak pake jaket dan peralatan tempur apapun lagi nih, langsung megol ke dalam terminal dan prikitiiiwww, banyak kursi dan bersih...okay, bajak lapak lagi, ane selonjoran sambil nunggu subuh!

Abis subuh ane duduk-duduk sambil sarapan se onggok pop mie yang ane beli di warung dalam terminal yang mini bener dan cuma atu2 nya, mayan dah 20.000 dong dapat teh vietnam yang lezat dan harum itu..ckckckckckc, ajib! saking kagak mau rugi nya, itu teh di poci dituangin ke dalam botol aqua ama temen ane ampe ludes tak bersisa dan selanjutnya apa yang terjadi? ketika kita sedang tawar menawar dengan kang ojek, pelayan tu warung datang menghampiri

Pelayan : gkwgwhg lgwgwgh jbgabhg fgewgwe
Temen Ane : What are u trying to say? what? what?
Ane : Mampus lu, dia nanyain tu teh yang lu tuangin ampe ludes kali...
Pelayan : Nunjuk-nunjuk ke meja yang tadi kita dudukin
Temen Ane : Wah iya kali ya, dia tanyain kenapa teh nya abis!
Ane : I dont understand what u said, please what happened?
Pelayan : Masih aja nunjuk-nunjuk ke meja
Ane dan Temen ane : Nyamperin tu meja
Pelayan : Nunjuk-nunjuk kantong keresek yang nyangkut gitu aja di kursi
Temen Ane : Beuugghh...gw pikir dia nagih tu teh yang gw embat!
Ane : Sorry, thats not mine!

Akhirnya kita deal sewa ojek dari jam 7am-9pm dengan harga USD 6/motor dan bilangnya gak usah isi bensin karena udah full tank dan pasti cukup dan peta Dalat di penjemin dan sempet di jelasin juga dimana letak tempat-tempat yang akan ane kunjungi dengan bahasa english tuh kang ojek yang belepotan kgk jelas. Meluncurlah ane dengan motor yamaha pinjeman tersebut.

Motor Pinjeman
Backpacking ke Vietnam-Kamboja


INFO : Hati-hati dalam bernegosiasi sewa motor ini, pastikan dengan jelas lama waktu sewa yang disepakati, HARUS di tulis dalam kertas dan disepakati bersama serta hal bensin nya. Karena dengan begitu, agan-agan terhindar dari segala bentuk kecurangan yang diakibatkan ketidak ngertian antara bahasa agan-agan dengan bahasa kang ojek seperti yang ane alami dan terjadi keributan! cerita nya nanti diakhir bagian ajah


Kota Dalat bener-bener cantik bangat dah gan, bangunan-bangunan bergaya arsitektur eropa (maklum lah, Vietnam kan pernah di jajah perancis dalam sejarahnya) dengan warna-warna pastel dan kontur tanah nya yang berbukit-bukit menambah wah berasa di swiss rasanya ane gan. Tujuan pertama ane adalah SUTET alias tiang listrik aka menara BTS yang oleh local di sebut little eiffle..hadeuh, sutet doangan gitu gan jadi must visit! emang ini sutet (ane lebih seneng bilang sutet daripada bts) bentuknya macam menara eiffle di paris dengan buletan mirip bola di atasnya tapi warnanya merah dan putih macam menara tokyo. Lewatin doang akhirnya langsung menuju ke Dalat Station. Kagak ada apa-apaan di station ini (iya lah, orang cuma station kereta), ane cuma numpang kencing aja jadinya terus lanjut ke Garden Flower.

Dalat Railway Station
Backpacking ke Vietnam-Kamboja


Sutet alias Little Eiffle
Backpacking ke Vietnam-Kamboja

Ceritanya lanjut nanti gan....
ane belum sempat ke dalatemoticon-Smilie
kali aja TS mo bagi poto kembang2 disana, sekaligus kembang desanyaemoticon-Malu
inspirasi nih... jadi pengen emoticon-Add Friend (S) emoticon-Add Friend (S)
taun depan gan, doa'in ane remake trip agan..
lanjutinnn gaaan emoticon-Big Grin
Ane juga mau ke vietnam desember ini dan rencananya mau 1 hari di dallat jg. worthed ga gan ? daripada 4 hari 3 malam di HCM

nanti ane bakal banyak tanya yaa emoticon-Wink, tapi mgkn pas november baru banyak tuh nanyanya, hehehe
Quote:Original Posted By cabolaki
ane belum sempat ke dalatemoticon-Smilie
kali aja TS mo bagi poto kembang2 disana, sekaligus kembang desanyaemoticon-Malu

wah itu kembang desanya ane kgk sempet foto gan
Quote:Original Posted By coolmodjo
inspirasi nih... jadi pengen emoticon-Add Friend (S) emoticon-Add Friend (S)

ayuk gan jalan-jalan gan...banyak promo dari Air Asia tuh ganemoticon-Toast

Quote:Original Posted By seacred1234
taun depan gan, doa'in ane remake trip agan..

Monggo gan, happy travelingemoticon-Traveller

Quote:Original Posted By Gund
lanjutinnn gaaan emoticon-Big Grin
Ane juga mau ke vietnam desember ini dan rencananya mau 1 hari di dallat jg. worthed ga gan ? daripada 4 hari 3 malam di HCM

nanti ane bakal banyak tanya yaa emoticon-Wink, tapi mgkn pas november baru banyak tuh nanyanya, hehehe

4 hari 3 malam di HCMC kebanyakan gan menurut ane, IMHO....
1 hari ke dalat cukup gan, ambil bus malam aja, lumayan buat hemat budget hotel
monggo gan, klo bisa ane jawab, ane bantuinemoticon-Angkat Beer