Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000009234606/tunjuk-langsung-pt-inti-pt-telkom-diduga-kkn
Tunjuk Langsung PT INTI, PT Telkom Diduga KKN
http://monitorindonesia.com/2011/06/...om-diduga-kkn/


Lembaga Swadaya Masyarakat Jakarta Development Watch (LSM Jadewa), menyoroti adanya indikasi kuat tindak pidana korupsi oleh PT Telkom dan PT INTI.



INDIKASI korupsi tersebut dilatarbelakangi kebijakan PT Telkom dalam melakukan pemasangan jaringan kabel optik dan peralatan (tarde in).


“Berdasarkan pantauan dan investigasi Jadewa, mereka meloloskan kabel tembaga dan menjualnya (trade off). Prosesnya sarat dengan kolusi, korupsi, dan nepotisme,” jelas Ketua Presidium Jadewa, Nur S. Azhari, Kamis (16/6/2011).

Nur melanjutkan, dari ivestigasi Jadewa berikutnya, mereka mendapatkan fakta bahwa kabel tembaga tersebut kemudian dijual hampir seluruhnya, yakni 95 persen.

Dengan berpatokan pada harga pasaran internasional di London Market Exchange (LME) yang berbasis di London, Inggris, harga kabel tembaga tersebut diperkirakan mencapai Rp 6 triliun.

Terkait pemasangan jaringan fiber optik dan perlatannya (trade in), Jadewa melihat, PT INTI hanya memakai fiber optik yang berharga 60 persen dari harga standar LME,

“Untuk penggantian kabel tembaga secara nasional, yang total biayanya ditaksir mencapai Rp 5,7 triliun, ada selisih harga yang cukup besar, yakni antara 30 sampai 40 persen dari harga semestinya. Dan semua proses pengerjaannya melalui penunjukkan langsung PT INTI,” kata Nur.

Sementara itu, Direktur Utama PT INTI Irfan Setiaputra mengelak mengomentari dugaan korupsi yang melibatkan PT Telkom dengan PT INTI, terkait penunjukan langsung (tanpa tender) proyek pengadaan dan modernisasi jaringan akses kabel tembaga pada anggaran 2010 senilai Rp 6 triliun kepada PT INTI. Seperti dilaporkan Jadewa, proyek ini diduga terindikasi korupsi dan merugikan negara mencapai Rp 1,5 triliun.

Irfan berkilah, dirinya harus lebih dulu berkoordinasi dengan pihak PT Telkom guna menghindari semakin liarnya informasi yang beredar di masyarakat. Jika koordinasi dengan pihak Telkom selesai, barulah pihaknya akan berbicara ke media.

“Saya dikontak besok saja ya. Terus terang ini masalah Telkom dengan INTI kan. Saya mesti bicara dulu dengan mereka, bagaimana cara kita menghadapi media. Saya takut salah ngomong, tapi pada dasarnya tidak ada masalah,” elak Irfan saat dikonfirmasi Monitor Indonesia, Kamis (16/6/2011) malam.

Sementara itu, salah seorang pengacara yang menangani beberapa perusahaan BUMN Tengku Syahrul Ansari juga tidak bersedia berkomentar. Meski mengetahui adanya dugaan korupsi antara PT Telkom dengan PT INTI, ia mengaku tidak berwenang memberikan pernyataan.

“Saya memang tahu masalahnya. Tapi saya tidak berwenang mengomentari itu, karena saya bukan pejabat di BUMN. Saya hanya pengacara yang menangani beberapa perusahaan BUMN,” katanya kepada Monitor Indonesia, Kamis (16/6/2011) malam.

■ Indra Maliara/Ishak H Pardosi

gan ane pernah tes di PT.INTI tapi gagal lulus...
miris gan ...
ane ikut prihatin dengan kondisi negeri kita sekarang

semoga kedepannya, dengan pemimpin yang arif nan bijaksana
kesejahteraan dan kemakmuran bisa tercapai
amin

bisa2nya ituuu, PLN korupsii

Penunjukan PT INTI, Akal-akalan Telkom

Nih gan, tambahan beritanya...

kacau nih Telkom....

http://monitorindonesia.com/2011/06/...akalan-telkom/


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segara mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di tubuh PT Telekomunikasi (Telkom) yang merugikan negara mencapai Rp 1,5 triliun.

KASUS ini bermula di saat PT Telkom melaksanakan proyek pengadaan dan modernisasi jaringan akses kabel tembaga senilai Rp 6 triliun pada tahun anggaran 2010.

Proyek tersebut dikerjakan oleh anak usaha Telkom, yakni PT INTI dengan cara penunjukan langsung berdasarkan nota kesepahaman antara PT Telkom dan PT INTI.

Menyoroti kasus dugaan korupsi di tubuh BUMN, Ketua Presedium Serikat Pekerja BUMN, Arief Poyuono mendesak KPK segera turun tangan menyelediki kasus dugaan korupsi di Telkom. Pasalnya, lanjut Arief, sejauh ini KPK hanya berani menyelidiki kasus korupsi yang ecek-ecek.

“Sejauh ini, KPK hanya berani ngobok-ngobok kasus korupsi yang kecil saja. Seperti bupati atau walikota. Tapi belum ada satu pun pejabat atau petinggi BUMN yang dipenjarakan oleh KPK,” kata Arief kepada Monitor Indonesia, Kamis (16/6/2011).

Untuk itu, kata Arief, dengan adanya laporan aktivis Jadewa tentang kasus korupsi di Telkom, sudah seharusnya KPK segera merespon. Padahal, kasus korupsi yang besar ada di tubuh BUMN. “Saya mencurigai, jangan-jangan ada ‘sesuatu’ di KPK. Sampai enggak berani mengusut kasus dugaan korupsi di Telkom,” terangnya.

Arief menilai PT Telkom telah melanggar hukum, sebab tidak diperbolehkan di BUMN ada penunjukan langsung, apalagi proyek di atas Rp 50 juta. “ Itu sudah jelas melanggar hukum. Kelau penunjukan langsung apa yang jadi pembadingnya. Dengan kondisi emergency saja proyek tetap harus dilakukan tender,” tegas Arief.

Apabila tidak dilakukan tender, lanjut Arief, PT Telkom sudah melakukan kebongan publik. Karena tidak tahu apakah PT INTI menawarkan lebih mahal atau lebih murah. “Ini juga PT Telkom dan PT INTI bisa dikenakan Undang-undang persaingan usaha,” tuturnya.

Kasus dugaan korupsi PT Telkom ini mencuat setelah Jakarta Development Watch (Jadewa) melaporkan ke KPK. Hasil investigasi dan analisi Jadewa, pelolosan bekas kabel tembaga dijual seluruhnya (95 persen) dengan patokan harga yang sesuai harga pasaran internasional berbasis di Inggris, London Market Exchange (LME) yang bisa mencapai Rp 6 triliun. Padahal harga fiber optik standar tembaga LME hanya 60 persen. Artinya ada selisih harga berkisar 30 persen-40 persen dari penggantian kabel tembaga secara nasional yang ditaksir nilainya sekitar Rp5,7 triliun.

■ Cahaya Hakim
Quote:Original Posted By ceika
miris gan ...
ane ikut prihatin dengan kondisi negeri kita sekarang

semoga kedepannya, dengan pemimpin yang arif nan bijaksana
kesejahteraan dan kemakmuran bisa tercapai
amin

bisa2nya ituuu, PLN korupsii


dibaca napa, itu PT apa yg lagi dibahas..kenapa nyasar ke PLN..??
tidak menutup kemungkinan proses rekruitmen kedua perusahaan itu mengandung unsur KKN
Quote:Original Posted By ceika
miris gan ...
ane ikut prihatin dengan kondisi negeri kita sekarang

semoga kedepannya, dengan pemimpin yang arif nan bijaksana
kesejahteraan dan kemakmuran bisa tercapai
amin

bisa2nya ituuu, PLN korupsii


AHHAHAHAHAHAA ..
DASAR BEGO !!!!!!!!!
ketauan telkom ngapa jadi ke PLN . !!!
JUNKER BABI !!!!!!!
bagus lah
apa hanya PT INTI, BUMN penyedia bahan kabel optik?
Bukannya INTI jg sesama BUMN ?

Biasanya ada aturan/edaran di swasta untuk mendahulukan sister company. Dalam hal ini sesama BUMN
Quote:Original Posted By fad86
Bukannya INTI jg sesama BUMN ?

Biasanya ada aturan/edaran di swasta untuk mendahulukan sister company. Dalam hal ini sesama BUMN

inilah masalah bumn, karena duit negara yg dipake maka dikit2 ribut,
mending perusahaan swasta deh, lebih bebas bergerak
Udah biasa gan....... gak heran.
Widih...bukannya PT INTI adalah anak perusahaan ?
Susah banget jadi BUMN ya ?
korup mulu ya negri ini.. capek liat beritanya
PL

ntap

Tunjuk Langsung PT INTI, PT Telkom Diduga KKNTunjuk Langsung PT INTI, PT Telkom Diduga KKN
Hjar

Tunjuk Langsung PT INTI, PT Telkom Diduga KKNTunjuk Langsung PT INTI, PT Telkom Diduga KKN
Harus pake tender dulu ya gan?
komentar ts apah?
indonesia ingin berkembang dengan butuh internet cepat eh malah fasilitas internet cepat dikorupsi
Quote:Original Posted By bencongsalon
gan ane pernah tes di PT.INTI tapi gagal lulus...


ente malah curhat....
coba lagi aja gan....
×