alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000006582062/abdul-rozaq-pilot-yg-mendarat-darurat-di-bengawan-solo
Thumbs up 
Abdul Rozaq, Pilot yg mendarat darurat di Bengawan Solo
Ane masih terkagum ama pilot yg ini gan.
Pilot ini berhasil menyelamatkan 1 awak pesawat. emoticon-Matabelo

Ane nemu wawancara wartawan dengan Abdul Razaq

cekidot gan

DISIMAK GAN
SANTAI AJA
budayakan komen gan
emoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskus


Quote:Hidup akan semakin terasa ketika ajal telah berada di depan mata. Itulah yang pernah dialami oleh pilot pesawat Boeing 737 Garuda Airways Nomor penerbangan 421, Abdul Rozaq. Ketika itu, ia tengah ‘mengemudikan’ pesawat ditengah cuaca amat buruk dan dua mesinnya mati.

”Kalau dipikir-pikir pakai akal sehat, tentu tinggal tunggu jatuhnya saja. Tapi akhirnya kita masih bisa selamat. Itu karena adanya mukjizat dari Tuhan saja,” ujar Rozak yang berhasil mendaratkan pesawat di sungai Bengawan Solo yang terletak di desa Serenan, Juwiring, Klaten 16 Februari 2002.

Mukjizat yang pernah ia alami dari peristiwa memang menambah semakin tebal keimanannya kepada Tuhan. Namun sebagai manusia biasa Rozak masih belum sepenuhnya bisa menghilangkan perasaan takut maupun trauma. Setidaknya, berdasarkan hasil tes psikologi ia dinilai masih memendam stres yang dalam.

Akibatnya, ia harus rela beristirahat dirumah. Untuk mengisi waktu senggangnya, ia lebih banyak berkumpul bersama keluarga dan aktif di Majlis Ta’lim di Komplek Cipondoh Permai, Kepada wartawan Republika M Akbar, pria berpenampilan kalem ini menuturkan pengalamannya. Berikut petikannya;


Quote:@Body:Ketika mesin pesawat mati, Anda berada pada kecepatan dan ketinggian berapa?
Ketinggian pesawat ketika itu 23 ribu kaki. Sedangkan kecepatannya kurang lebih 550 knot.

Pada saat itu, apa yang Anda lakukan?
Berusaha. Tetapi setelah usaha itu tidak menghasilkan apa-apa, akhirnya kita hanya bisa pasrah.

Usahanya seperti apa?
Melakukan prosedur standar, seperti melakukan check list mesin. Tetapi karena mesin semuanya sudah mengalami malfunction akhirnya kita pasrahkan saja semuanya.

Sesaat sebelumnya Anda masih dapat berhubungan dengan bandara mana?
Dengan Yogya dan Bali.

Apa yang Anda sampaikan kepada mereka?
VO (Vice Officer atau ko-pilot–red) saya yang menyampaikan pesan, Mayday…mayday. Dan ketika dia terus menyampaikan pesan itu, saya langsung bilang, ”Mayday, mayday sama siapa. Lah wong radionya saja sudah mati. Percuma saja.” Akhirnya, dia meletakkan radio. Terus kami berkonsentrasi.

Mustinya Anda akan tiba di Yogya tinggal berapa lama lagi?
Tidak lama, mungkin sekitar 15 menit lagi lah.

Bagaimana kondisi di dalam pesawat ketika itu?
Keadaan masih dapat terkontrol. Tetapi semua alat komunikasi telah mati termasuk lampunya.

Lantas apa yang Anda lakukan?
Saya hanya bisa berteriak, ”Prepare emergency. Mesin dua-duanya mati. Tolong siapkan di belakang!” Dan kebetulan salah seorang awak kabin datang ke depan. Ketika itu, kru kabin ingin mengecek kenapa lampu mati. Saya dan ko-pilot melakukan ini karena kami berdua sudah tidak bisa lagi meninggalkan kabin pesawat. Ya akhirnya salah satu komunikasi yang dapat kami lakukan adalah berteriak saja.

Apakah Anda langsung memberitahukan keadaan ini kepada para penumpang?
Belum, karena ‘kondisinya’ sangat sempit. Akhirnya saya tidak bisa kasih tahu kepada para penumpang mengenai keadaan yang terjadi.

Siapa yang memberitahukannya kepada para penumpang?
Awak kabin yang datang tadi. Tetapi karena dia tidak datang lagi, akhirnya saya berteriak lagi yang lebih keras sambil terus mengemudikan pesawat secara manual. ”Prepare emergency, please for impact.” Sedangkan VO (Vice Officer atau ko-pilot–red) yang ada bersama saya, langsung menggedor pintu kabin. Dan akhirnya, dari belakang pun terdengar teriakan, ”Ready.”

Pada kondisi demikian, apakah Anda berpikir masih bisa selamat?
Ya… pada saat itu yang terpikir adalah ajal sudah di depan mata. Sebentar lagi saya meninggal. Saya hanya bisa berdoa. ”Kalau memang sudah waktunya, saya rela dan pasrah ya Allah.” Setelah itu saya mengucapkan ‘Allahu Akbar’. Dan saya pun langsung berkonsentrasi.

Bagaimana juga dengan ko-pilot Anda?
Dia juga sudah gemeteran dan hanya bisa berdoa saja, sama seperti saya.

Apa yang diusulkan oleh ko-pilot ketika itu?
Dia mengusulkan untuk mendarat di sawah. Karena waktu itu sedang hujan, jadi sawah yang terlihat dari atas memang tampak bagus, rata dan hijau semuanya. Tapi kita ‘kan tidak tahu di bawahnya. Selain sawah yang terlihat, tampak juga lapangan bola, dan sungai.

Anda akhirnya memilih mendarat di sungai?
Ya pada saat itu kami memang sempat berdebat sebentar. Dan itu sudah biasa. Perdebatan adalah hal biasa terutama untuk mendapatkan input. Dan setelah sebanyak mungkin kita mendapatkan input, terus kita olah dan kita putuskan.

Berapa lama perdebatan itu?
Sebentar, kurang lebih mungkin satu menit-an.

Bagaimana memberikan argumentasi sehingga ko-pilot bisa menerima ide Anda?
Sebetulnya itu kan sudah menjadi hal yang biasa. Perdebatan itu bukan sesuatu yang serius. Pada saat seperti itu, dia memang harus ngasih pendapat, input, dan alasan. Dan yang saya jelaskan kepadanya sambil terus memegang kemudi pesawat, Saya bilang, ”mungkin saja apa yang kita lihat dari atas itu belum tentu sama. Apalagi sawah itu kan banyak galengannya. Bisa-bisa nanti malah menimbulkan gesekan yang akan dapat menyebabkan kebakaran.”

Setelah berhasil mendarat, apa yang Anda lakukan?
Evakuasi penumpang dulu. Setelah evakuasi semuanya selesai, saya langsung sujud syukur. Saya berucap, ”Terima kasih ya Allah.” Dan setelah itu, saya menghubungi kantor perihal jatuhnya pesawat kami.

Tetapi bukankah Anda sempat lupa memiliki handphone ketika itu?
Ya memang (ujarnya sambil menatap kosong–red). Setelah evakuasi penumpang selesai, saya bersama salah seorang pramugari sempat terlupa bahwa kita membawa handphone.

Berapa lama Anda teringat kalau membawa handphone?
Sekitar lima hingga sepuluh menit. Tetapi setelah sadar membawa handphone pun kita masih belum bisa menggunakannya. Karena saat itu kami masih gemeteran. Ketika itu saya bingung mau kontak kemana. Karena saya tidak bisa menemukan nomor yang tersimpan di handphone. Bahkan untuk memencetnya pun kita tidak bisa. Tetapi setelah terus memencet, ketemulah nomor kantor. Setelah itu, langsung saja saya menghubunginya. Dan Alhamdulillah, langsung nyambung.

Siapa yang menerima di kantor ketika itu?
Salah seorang kru reschedulling. Dan ketika saya katakan, saya mengalami crash. Eh dia-nya yang malah bingung. ”Crash apa!,” kata kru itu kepada saya. Dan untunglah di dekatnya ada rekan saya. Terus saya ceritakan perihal pesawat kami.

Lantas?
Dianya malah ikutan bingung juga. Dia malah mengatakan, ”Gimana sudah dilaksanakan semua prosedurnya nggak.” Lantas saya menjawabnya, ”Lah sekarang saya sudah berada di sungai kok.” Selesai itu, diberitakanlah kepada orang yang di kantor. Kebetulan saat itu sedang ada rapat. Dan dari situlah akhirnya informasi terdistribusi ke semua station di Yogya, Solo dan Ampenan. Dan mereka tidak kesulitan pula menemukan lokasi kami.

****
Profesi sebagai pilot sebenarnya bukanlah cita-cita Abdul Rozak. Pria kelahiran Kudus 29 Maret 1957 ini masuk ke STM usai menamatkan pendidikan SMP Islam Al Ma’ruf, Kudus. Bahkan usai lulus dari STM, Rozak sempat bekerja pada sebuah perusahaan swasta. Di tempat kerja ini Rozak bertahan selama kurang lebih setahun.

Baru setelah setahun bekerja, membuat Rozak tergerak untuk melanjutkan ke LPPU Curug. Ketekunan anak seorang guru Sekolah Dasar di Kudus ini mengantarkan sebagai lulusan sekolah penerbang di Curug pada tahun 1980. Usai tamat LPPU, PT Garuda Indonesia menerimanya sebagai penerbang.
Di perusahaan penerbangan milik negara inilah Rozak mengawali karier sebagai pilot pesawat Fokker F-28. Karier pria berpenampilan kalem ini tampaknya terus menanjak. Tahun 1987, Rozak menjadi ko-pilot pesawat Boeing 737-200. Selain itu juga menjadi instruktur pesawat Boeing 737.

Meski mengaku profesi pilot bukan sebagai cita-cita, namun dunia penerbangan tampaknya kini sudah menjadi jalan hidupnya. Di bidang ini pula, pilot yang mengantungi 12.020 jam terbang ini bertemu Istiqomah yang kini menjadi isteri. Istiqomah, mantan pramugari Garuda yang disunting Rozak 18 tahun lalu adalah teman satu kursus di Kemayoran.

Kini pasangan Abdul Rozak-Istiqomah telah dikaruniai lima orang anak. Anak pertama dan kedua kini belajar di pesantren Al Ihya, Bogor. Sedang anak yang ke tiga kelas 6 SD, anak nomor empat kelas empat SD serta anak ke lima berumur 17 bulan. ”Karena saya itu tidak selalu ada di rumah. Jadi saya tidak bisa secara penuh mendidik dan mengawasi mereka,” ujar Rozak memberikan alasan mengapa memasukan anaknya ke pesantren.

Selain banyak menghabiskan waktunya untuk keluarga, hari-hari Rozak menghabiskan cuti digunakan aktif di Yayasan Al Ikhlas yang ada di dekat rumahnya. ”Saya hanya ingin terus berusaha dan bertawakal dalam hidup ini. Apalagi setelah peristiwa kemarin itu, keyakinan saya terhadap Allah semakin besar. Dan menurut saya, peristiwa kemarin itu merupakan kehendak-Nya terhadap hidup saya,” ujarnya.

*****


Spoiler for gambar:


Niih gan orangnya
Quote:Abdul Rozaq, Pilot yg mendarat darurat di Bengawan Solo

Segitu dulu gan. masih ada lagi. tapi ga muat di sini

semoga bermanfaat.

kalau suka thread ini jangan lupa gan kasih
emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)


Kalau yg belum iso bisa di emoticon-Rate 5 Star


jangan di emoticon-Blue Guy Bata (L) gan. kasian tukang bangunan ngebutuhin. emoticon-Peace
666666 <-- pertamax emoticon-Big Grin

wow keren gan. cerdas pemikirannya emoticon-2 Jempol
ane bantu emoticon-Rate 5 Star ya

Lanjutan wawancara

Spoiler for Lanjutan:
Ini yang waktu melakukan pendaratan darurat itu kan gan.. kalo gak salah satu orang jadi korban ya?.. kalo gak salah pramugarinya... CMIIW.
gan, katanya kalo ada awak pesawat yang mati karena kecelakaan pesawat, trus kalo pilotnya masih hidup itu pilotnya dipenjara ya gan? bener nggak sih? emoticon-Bingung
nah ini pilot pro emoticon-2 Jempol

Abdul Rozaq, Pilot yg mendarat darurat di Bengawan Solo
luarbiasa mukzizat Tuhan gan....

Quote:[Gif] thread pertama ane, silahkan ngakak... :D
emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia

ane tau kisah ini gan, makasih udah posting
keren ni pilot,
mendarat di sungai...

padahal susah lo gan, ada banyak jembatan, dia harus
tepat mendarat diantara jembatan..
(sayang cerita pendaratannya gak ditulis TS)

rate 5 gan emoticon-Smilie

emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
ajib ceritanya. takjub , salut sungguh Allah Maha Melihat emoticon-I Love Kaskus
Quote:Original Posted By Requism
gan, katanya kalo ada awak pesawat yang mati karena kecelakaan pesawat, trus kalo pilotnya masih hidup itu pilotnya dipenjara ya gan? bener nggak sih? emoticon-Bingung


wah ane kurang tau tuh gan masalah itu.
itu sih masalah intra maskapai deh kayaknya
kalo salah maap emoticon-Sorry emoticon-Malu
Wih, dari mana nih sumbernya gan?
ini baru pilot kelas international emoticon-thumbsup: rendah diri & skill nya keren emoticon-Big Grin

good decison emoticon-thumbsup:
Quote:Original Posted By DIRAY
666666 <-- pertamax emoticon-Big Grin

wow keren gan. cerdas pemikirannya emoticon-2 Jempol
ane bantu emoticon-Rate 5 Star ya


selamat emoticon-Shakehand2 pertamax

thanks gan

Quote:Original Posted By manusiarender
emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia

ane tau kisah ini gan, makasih udah posting
keren ni pilot,
mendarat di sungai...

padahal susah lo gan, ada banyak jembatan, dia harus
tepat mendarat diantara jembatan..
(sayang cerita pendaratannya gak ditulis TS)

rate 5 gan emoticon-Smilie

emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia


thanks gan. ane ga dapet kronologinya gan

Quote:Original Posted By ganesha0769
ajib ceritanya. takjub , salut sungguh Allah Maha Melihat emoticon-I Love Kaskus


subhannallah

Quote:Original Posted By sedayukid
Ini yang waktu melakukan pendaratan darurat itu kan gan.. kalo gak salah satu orang jadi korban ya?.. kalo gak salah pramugarinya... CMIIW.


kalo ga salah juga, pramugarinya satu2nya awak yg tewas. kalo salah maap emoticon-Malu
horror gan...
untung selamat gan emoticon-I Love Indonesia

Quote:Titip Lapak Gan
emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
GAN INDONESIA PERNAH MENJAJAH MALAYSIA AUSTRALIA DAN AMERIKA ! NO HOAX!
emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
emoticon-Matabelo keren gan ni pilot , layak nih dikasih penghargaan internasional emoticon-thumbsupAbdul Rozaq, Pilot yg mendarat darurat di Bengawan Solo
keren ni pilot.. salut.. 2thumbup
emoticon-2 Jempol
emang orang ini siap ambil resiko demi penumpang!
keren gan pilotnya..dan hebat
ane lihat langsung tuh, malah jadi tontonan warga emoticon-Hammer2