alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000006530914/29721769175817692972sharediskusingumpulnya-pengusaha-jakarta29721769175817692972
Inspiratif 
~ஜ۩۞۩ஜ~Share+Diskusi+Ngumpulnya Pengusaha Jakarta~ஜ۩۞۩ஜ~
~ஜ۩۞۩ஜ~Share+Diskusi+Ngumpulnya Pengusaha Jakarta~ஜ۩۞۩ஜ~

~ஜ۩۞۩ஜ~Share+Diskusi+Ngumpulnya Pengusaha Jakarta~ஜ۩۞۩ஜ~
Hallo Boss!!!
Melihat dan menindaklanjuti keadaan ekonomi di Jakarta, para pengusaha ada yang naik dan ada yang turun, di sini tempatnya para pengusaha di daerah Jakarta, mari kita share tips dan trik untuk bertahan dari kejamnya sepak terjang persaingan di ibukota tercinta ini.

Mari sesama pengusaha kita saling bantu dan mengembangkan jaringan, walaupun bermula dari kaskus, marilah dikembangkan menjadi persatuan dan persaudaraan para pengusaha di daerah jakarta khususnya di dunia nyata juga emoticon-Smilie

Kenalkan diri kalian:
1. Nama :
2. Umur :
3. Jenis Usaha yg dijalankan :
4. Alamat tempat usaha :


Rules:
1. Jangan dijadikan ajang persaingan usaha yang tidak sehat, usaha maju bersama, bangsa juga ikut maju
2. Dilarang fitnah dan sikut menyikut antara sesama pengusaha
3. Bersainglah yang sehat, berikan yang terbaik dan manfaat buat orang banyak
4. Pengusaha itu pemimpin, dituntut mempunyai pemikiran dewasa dan bertanggung jawab, so postinglah dengan rasa tanggung jawab

emoticon-thumbsup Salam sukses dan tajir selalu emoticon-thumbsup

Tips dan Trik Seorang Pengusaha Sukses

Testing & Measuring

Ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan:
Langkah 1:
Monitor yang sedang dilakukan saat ini.
Langkah 2:
Pangkas, modifikasi, dan tingkatkan apa-apa yang sedang dilakukan, tergantung hasil yang anda dapatkan.
Langkah 3:
Uji & ukur untuk selama dua minggu.
Langkah 4:
Cek bagaimana hasil yang didapatkan.
Langkah 5:
Konsolidasikan.
Langkah 6:
Implementasikan strategi lain atau coba sesuatu yang baru untuk meningkatkan hasil.

Berikut beberapa system yang disarankan di area ini:
- Menyusun anggaran tahunan dan bulanan secara lengkap
- Mengukur conversion rates untuk setiap salesperson
- System pembelian yang lengkap untuk semua pembelian internal
- Analisis profit dalam setiap kampanye marketing secara lengkap
- System kas kecil (petty cash) yang lengkap
- Memelihara pencatatan margin profit anda
- Mengukur secara terus-menerus jumlah & asal semua calon customer (leads)
- Tetap memonitor control hutang & jatuh temponya
- Mengukur rata-rata penjualan per setiap pegawai
- Pencatatan jumlah transaksi untuk setiap customer
- Penyusunan Neraca bulanan secara lengkap
- Pengukuran Key Performance Indicator di semua area/lini perusahaan
- Rekonsiliasi bank mingguan secara lengkap
- Penyusunan Laporan Arus Kas (cashflow) mingguan atau harian
- Memiliki sistem kontrol bank harian
- Pengecekan control persediaan secara regular & lengkap
- Sistem control terhadap insentif/pengembalian dari pemerintah
- Pencatatan asset termasuk penyusutan (depresiasi)
- Bekerjasama dengan akuntan eksternal untuk perencanaan pajak (tax planning)
- Memiliki sistem penggajian dan pensiun

System & Technology
Kita perlu memastikan bahwa semua sistem yang dibangun berjalan baik. Area ini adalah semua tentang sistem dan teknologi, yang secara ideal dibuat tersistematisasi.

Dari mana anda mulai ?

Berikut beberapa hal cepat & mudah yang disarankan:
- Jadwal pemeliharaan regular semua peralatan secara langkap
- Gunakan sistem komputer (software) untuk memantau hutang dan tagihan
- Dokumentasikan & gambarkan semua tugas (jobdesc) dalam Manual Operasi
- Jalankan sistem kontrol persediaan secara terkomputerisasi
- Sistem yang lengkap tentang Pelatihan
- Gunakan program computer (software) yang terbaru
- Meningkatkan sistem telepon/fax secara sempurna
- Jalan terus & perbaharui secara regular Quality Control
- Jalankan sistem backup computer
- Jalankan email eksternal & internal sekaligus
- Dokumentasikan & buat bagan untuk semua proses alur kerja
- Dokumentasikan semua sistem marketing & sales
- Dokumentasikan proses alur informasi
- Gunakan program database komputer yang didesain sesuai tujuan
- Semua komputer terhubung (gunakan LAN) agar mudah untuk diakses
- Gunakan daftar nama & jadwal untuk tugas yang berulang
- Manual Prosedur & Kebijakan yang lengkap
- Otomatisasi & Upgrade Mesin secara keseluruhan
- Dokumentasikan semua sistem akuntansi
- Upgrade peralatan kantor secara regular
- Prioritaskan pekerjaan-pekerjaan luarbiasa
- Lakukan resystem (perbaikan & perubahan sistem) selama pertumbuhan perusahaan
- Sistem keamanan

Bagaimana caranya memulai suatu usaha (Newbie Corner)

Reserved For Update

Daftar Kerjasama Usaha (Peminjaman Modal)

Reserved For Update

Daftar Peluang Usaha (project+Bidding)

Reserved For Update

Peraturan dan Hukum yg mengatur Pengusaha dan Perpajakan

Reserved For Update

Profil Pengusaha Sukses

Lulusan STM bangunan ini mengawali bisnisnya hanya dengan dua gerobak. Kini, ia memiliki 10 pabrik dan 2.000 outlet Edam Burger yang tersebar di seluruh Indonesia. Segalanya tentu tak mudah diraih. Bahkan, ia pernah menjalani hidup yang keras di Jakarta.

(Di rumah mungil di kawasan Perumnas Klender, Jakarta Timur, belasan pegawai berkaus merah kuning terlihat sibuk. Roti, daging, sosis, hingga botol-botol saus kemasan bertuliskan Edam Burger disusun rapi dalam wadah-wadah plastik siap edar. Seorang lelaki bercelana pendek berhenti bekerja, lalu keluar menyambut NOVA.

Pembawaannya sederhana, tak ubahnya seperti pegawai lain. Sambil tersenyum hangat, ia pun memperkenalkan diri. “Aduh maaf, ya, saya tidak terbiasa rapi, hanya pakai oblong dan celana pendek,” tutur Made Ngurah Bagiana, sang pemilik Edam Burger. Beberapa saat kemudian, Made bercerita.)

Terus terang, saya suka malu dibilang pengusaha sukses yang punya banyak pabrik dan outlet. Bukan tidak mensyukuri, tapi saya hanya tak mau dicap sombong. Saya mengawali semua usaha ini dengan niat sederhana: bertahan hidup. Makanya, sampai sekarang saya ingin tetap menjadi orang yang sederhana. Sesederhana masa kecil saya di Singaraja, Bali.

Orang tua memberi saya nama Made Ngurah Bagiana. Saya lahir pada 12 April 1956 sebagai anak keenam dari 12 bersaudara. Sejak kecil, saya terbiasa ditempa bekerja keras. Malah kalau dipikir-pikir, sejak kecil pula saya sudah jadi pengusaha. Bayangkan, tiap pergi ke sekolah, tak pernah saya diberi uang jajan. Kalau mau punya uang, ya saya harus ke kebun dulu mencari daun pisang, saya potong-potong, lalu dijual ke pasar.

Menjelang hari raya, saya pun tak pernah mendapat jatah baju baru. Biasanya, beberapa bulan sebelumnya saya memelihara anak ayam. Kalau sudah cukup besar, saya jual. Uangnya untuk beli baju baru. Lalu, sekitar usia 10 tahun, saya harus bisa memasak sendiri. Jadi, kalau mau makan, Ibu cukup memberi segenggam beras dan lauk mentah untuk saya olah sendiri.

PENSIUN JADI PREMAN
Begitulah, hidup saya bergulir hingga menamatkan STM bangunan tahun 1975. Bosan di Bali, saya pun merantau ke Jakarta tanpa tujuan. Saya menumpang di kontrakan kakak saya di Utan Kayu. Untuk mengisi perut, saya sempat menjadi tukang cuci pakaian, kuli bangunan, dan kondektur bis PPD.

Kerasnya kehidupan Jakarta, tak urung menjebloskan saya pada kehidupan preman. Bermodal rambut gondrong dan tampang sangar, ada-ada saja ulah yang saya perbuat. Paling sering kalau naik bis kota tidak bayar, tapi minta uang kembalian. (Sambil berkisah, Made terbahak tiap mengingat pengalaman masa lalunya. Berulang kali ia menggeleng, lalu membenarkan letak kacamatanya).

Toh, akhirnya saya pensiun jadi preman. Gantinya, saya berjualan telur. Saya beli satu peti telur di pasar, lalu diecer ke pedagang-pedagang bubur. Ternyata, usaha saya mandeg. Saya pun beralih menjadi sopir omprengan. Bentuknya bukan seperti angkot ataupun mikrolet zaman sekarang, masih berupa pick-up yang belakangnya dikasih terpal. Saya menjalani rute Kampung Melayu – Pulogadung – Cililitan.

Tahun 1985, saya pulang ke kampung halaman. Pada 25 Desember tahun itu, saya menikah dengan perempuan sedaerah, Made Arsani Dewi. Oleh karena cinta kami bertaut di Jakarta, kami memutuskan kembali ke Ibu Kota untuk mengadu nasib. Kami membeli rumah mungil di daerah Pondok Kelapa. Waktu itu saya bisnis mobil omprengan. Awalnya berjalan lancar, tapi karena deflasi melanda tahun 1986-an, saya pun jatuh bangkrut. Kerugian makin membengkak. Saya harus menjual rumah dan mobil. Lalu, saya hidup mengontrak.

NYARIS TERSAMBAR PETIR
Titik cerah muncul di tahun 1990. Saya pindah ke Perumnas Klender. Tanpa sengaja, saya melihat orang berjualan burger. Saya pikir, tak ada salahnya mencoba. Saya nekad meminjam uang ke bank, tapi tak juga diluluskan. Akhirnya saya kesal dan malah meminjam Rp 1,5 juta ke teman untuk membeli dua buah gerobak dan kompor.

Bahan-bahan pembuatan burger, seperti roti, sayur, daging, saus, dan mentega, saya ecer di berbagai tempat. Dibantu seorang teman, saya menjual burger dengan cara berkeliling mengayuh gerobak. Burger dagangannya saya labeli Lovina, sesuai nama pantai di Bali yang sangat indah.

Banyak suka dan duka yang saya alami. Susahnya kalau hujan turun, saya tak bisa jalan. Roti tak laku, Akhirnya, ya, dimakan sendiri. Masih untung karena istri saya bekerja, setidaknya dapur kami masih bisa ngebul. Pernah juga gara-gara hujan, saya nyaris disambar petir. Ketika itu saya tengah memetik selada segar di kebun di Pulogadung. Tiba-tiba hujan turun diiringi petir besar. Saya jatuh telungkup hingga baju belepotan tanah. Rasanya miris sekali.

Di awal-awal saya jualan, tak jarang tak ada satu pun pembeli yang menghampiri, padahal seharian saya mengayuh gerobak. Mereka mungkin berpikir, burger itu pasti mahal. Padahal, sebenarnya tidak. Saya hanya mematok harga Rp 1.700 per buah. Baru setelah tahu murah, pembeli mulai ketagihan. Dalam sehari bisa laku lebih dari 20 buah.

Untuk mengembangkan usaha, saya mengajak ibu-ibu rumah tangga berjualan burger di depan rumah atau sekolah. Mereka ambil bahan dari saya dengan harga lebih murah. Sungguh luar biasa, upaya saya berhasil. Dalam dua tahun, gerobak burger saya beranak menjadi lebih dari 40 buah. Saya pun pensiun menjajakan burger berkeliling dan menyerahkan semua pada anak buah.

Tak berhenti sampai di situ, tahun 1996 saya mencoba membuat roti sendiri dan membuat inovasi cita rasa saus. Seminggu berkutat di dapur, hasilnya tak mengecewakan. Saya berhasil menciptakan resep roti dan saus burger bercita rasa lidah orang Indonesia. Rasanya jelas berbeda dengan burger yang dijual di berbagai restoran cepat saji.
Reseverd jugaemoticon-shakehand
Hadirrr emoticon-Genit:

1. Nama : Harry
2. Umur : 25
3. Jenis Usaha yg dijalankan :
*. Jasa - Software Consulting
*. Trading - Logam Mulia
*. Trading - Tali
*. Other - Pulsa elektrik
4. Alamat tempat usaha : Dirumah
Mohon bimbingan om Frans emoticon-Malu
wah ane mau dong suhu
jadi pengusaha sukses nan makmur emoticon-Smilie
1. Nama : Frans Wiguna
2. Umur : 30
3. Jenis Usaha yg dijalankan :
- Advertising
- Contractor
- Consultant
4. Alamat Usaha : Jl. Poncol Buntu No. 3A Jakarta Selatan
ane dukung ni trit
bagus soal'a ane kan masih mahasiswa
biar menambang penghasilan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By callme_harry
Hadirrr emoticon-Genit:

1. Nama : Harry
2. Umur : 25
3. Jenis Usaha yg dijalankan :
*. Jasa - Software Consulting
*. Trading - Logam Mulia
*. Trading - Tali
*. Other - Pulsa elektrik
4. Alamat tempat usaha : Dirumah
Halllo Boss emoticon-Smilie
emoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By ngatno333
wah ane mau dong suhu
jadi pengusaha sukses nan makmur emoticon-Smilie
Semoga sukses bro, mau buka usaha apa ya?

Quote:Original Posted By Speedevil
ane dukung ni trit
bagus soal'a ane kan masih mahasiswa
biar menambang penghasilan emoticon-Big Grin
Mantap deh generasi muda sekarang kalau mau usaha emoticon-Shakehand2
PARNO
1. Nama : Azis
2. Umur : emoticon-Hammer
3. Jenis Usaha yg dijalankan :
Paronormal / Ghostbuster {pengusaha bukan yahemoticon-Amazed }
4. Alamat tempat usaha : Dirumah
1. Nama : shasha
2. Umur : 18 emoticon-Malu
3. Jenis Usaha yg dijalankan : jual beli kepuasan emoticon-Embarrassment
4. Alamat tempat usaha : Dirumah
Quote:Original Posted By tanderaazis
PARNO
1. Nama : Azis
2. Umur : emoticon-Hammer
3. Jenis Usaha yg dijalankan :
Paronormal / Ghostbuster {pengusaha bukan yahemoticon-Amazed }
4. Alamat tempat usaha : Dirumah
wah ada jenis usaha yg belum disebutkan tuh emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By KebeletNyantet
Semoga sukses bro, mau buka usaha apa ya?

Mantap deh generasi muda sekarang kalau mau usaha emoticon-Shakehand2


maunya buka usaha warung ala anak muda gitu emoticon-Big Grin
cuma masih bingung gmn memulainya
gak ada tempat yang pas emoticon-Frown
nama : oscar
umur : 22 lanjut
usaha : betting dan komputer
tempat usaha : di mana aja yg ada inet
apa lagi ya emoticon-Amazed