alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
[Hot Pict] Bone Art- Kerajinan dari tulang - Cekidot
5 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000004938312/hot-pict-bone-art--kerajinan-dari-tulang---cekidot

[Hot Pict] Bone Art- Kerajinan dari tulang - Cekidot

Mudah mudahan ga repost, soalnya ane search di kaskus blm ada yg posting, jd sy post aja disini,Kalo berkenan TS ga nolak cendol emoticon-Blue Guy Cendol (L) gan..
Don't junk in this thread. Budayakan Comment dan rate..

Memanfaatkan yang Terbuang
Mengolah Bahan Limbah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi



Tulang belulang berserakan di tepi jalan persis di muka rumah Beni, warga Tlatar, Kabupaten Boyolali, Minggu (11/1). Tulang ayam, ikan, dan puyuh dijemur di atas seng. Di atas meja yang berjarak dua meter dari seng itu, terlihat kokoh kerangka warna putih berbentuk naga, burung phoenix, dan sebuah miniatur sepeda motor Harley Davidson.

Spoiler for ini gambarnya gan:

Kerajinan beraneka bentuk karya Beni (29) dan Mino (27) itu terbilang unik. Naga, burung phoenix, dan miniatur sepeda motor Harley Davidson itu disusun dari potongan tulang ayam dan ikan yang direkatkan. Naga sepanjang 1,5 meter, misalnya, moncongnya tersusun dari pecahan kepala ayam yang ditambah tulang punggung puyuh. Taring naga dari tulang-tulang ikan. Bentuk lain yang pernah mereka buat ialah sosok monster, ikan, dan kapal.

"Bahan bakunya kami ambil dari sisa pembuangan tulang di warung- warung makan di Boyolali. Untuk membersihkan tulangnya dari sisa daging, kami masukkan ke kolam lele di belakang rumah. Tiga hari kemudian diangkat," kata Beni.

Harga jual karya mereka cukup tinggi. Monster setinggi 50 sentimeter dibeli beberapa kolektor seharga Rp 400.000. Naga dan phoenix yang sedang mendapat sentuhan akhir akan ditawarkan sebesar Rp 7,5 juta per unit. Kedua kerajinan ini dihargai tinggi karena sulit dan lama pembuatannya. Mereka membutuhkan waktu dua bulan untuk menyelesaikannya.

"Yang paling sulit itu memilih tulang-tulang yang cocok. Kami tidak membentuk tulangnya, tetapi menempelkan langsung tulang yang sesuai. Kalau harganya lebih tinggi dari biaya, jangan dilihat itu sebagai keuntungan, tetapi biaya kreativitasnya," kata Mino.

Lain lagi yang dilakukan Karsono, Ketua Yayasan An Nur di Desa Tambaksari, Kecamatan Wanareja, Cilacap. Di tangan bapak tiga anak ini, serabut kelapa menjelma menjadi beraneka macam produk, seperti jok mobil, jok pesawat, jok sofa, matras, penyaring udara, bantal, dan guling.

Untuk menjadikan produk serabut kelapa itu makin bermutu, Karsono mencampurnya dengan latek atau getah karet. Maka, produk- produk itu pun bernama sebutret, yaitu serabut kelapa berkaret. Walhasil, produk hasil perpaduan dua bahan baku yang semula dianggap tak berguna itu mampu menembus pasar ekspor.

Karsono mulai menekuni usaha sebutret sejak 1,5 tahun silam. Permintaan hasil produksinya dari luar negeri datang dari sembilan negara, di antaranya Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa. Produk-produk itu sebagian dijual ke Bali dan Jakarta dengan harga Rp 2,5 juta per kubik.

"Satu negara rata-rata meminta minimal 150 kubik per bulan atau senilai Rp 450 juta. Bila sembilan negara, maka yang harus kami penuhi sampai 1.350 kubik per bulan," ujar Karsono.

Bahan baku untuk membuat sebutret juga sangat mudah dan murah didapatkan, yakni serabut kelapa yang harganya hanya Rp 60 per kilogram serta karet alam atau latek yang banyak terdapat di Cilacap.

Apa yang dilakukan Beni dan Mino, serta Karsono, tersebut merupakan salah satu bentuk pengembangan ekonomi kreatif. Mereka memanfaatkan bahan limbah yang semula mempunyai nilai ekonomi sangat rendah, bahkan tidak ada.

Hasilnya, luar biasa. Karsono, misalnya, dari usaha produksi sebutret itu mampu menghidupi 200 anak asuhnya yang nyantri di Pondok Pesantren An Nur. Selain mengaji di pondok, 200 santri itu mengerjakan pembuatan produk-produk sebutret. Mereka tak lagi pusing memikirkan uang sekolah dan mondok di pesantren karena semuanya gratis dicukupi dari hasil menjual sebutret.

Mungkin masih banyak lagi Beni, Mino, dan Karsono lainnya di Jawa Tengah ini. Selain itu, mungkin masih banyak potensi ekonomi kreatif lainnya di Jateng yang belum tergarap. (gal/han)

Diambil dari: [url]www.kompas.com[/url]


nitip thread bikinan ane ya gan...

Quote:
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
emoticon-army:

Yang Naga Keren GAn emoticon-Belo
keren gan
wfwfw<<<---mantra gagal
Quote:


Quote:

emoticon-Shakehand2
nice inpoh gan emoticon-Angkat Beer
keren tuh gan,,
tapi ngeri emoticon-Takut
widih keren keren bgt gan
ada yg kek transformers emoticon-Matabelo
wihhh mantab gan,,,kemaren ada jg yg mosting seni dari ban,,hampir sama jg kek gini cm medianya aja yg beda
yaampun itu keren banget sumpah yg pake pedang ituh
itu dibikin dari tulan apa gan?
semoga HT ane rate yah
wah keren gan .
kalo jatoh patah ga yaa ? emoticon-Hammer2
Quote:



ya jelas patah gan..
jgn dijatuhin gan, sayang, bikinnya susah.. hehe
Rumit sekali bentuknya gan.
buset... keren abis gan.. sumpah...!!
harganya berapaan tu gan...??
keren abizzzzzzzzzzzzzzzzzzz and kreatip bgt..
MANTAP
ngomong2 dari tulang pa tu ???
ane udah pernah liat om,,

tp dulu di TV,,,


btw keren² bgt...emoticon-Kiss
wah keren banged
keren abis emoticon-2 Jempol
Quote:

hehe.. Yg pasti blm ada di fjb kaskus gan..
[Hot Pict] Bone Art- Kerajinan dari tulang - Cekidot
keren parah gan,, emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol
Halaman 1 dari 5


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di