alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000001548401/arti-kehidupan
Thumbs up 
Arti Kehidupan
Alkisah, seorang pemuda mendatangi orang tua bijak yang tinggal di sebuah desa yang begitu damai. Setelah menyapa dengan santun, si pemuda menyampaikan maksud dan tujuannya. "Saya menempuh perjalanan jauh ini untuk menemukan cara membuat diri sendiri selalu bahagia, sekaligus membuat orang lain selalu gembira."

Sambil tersenyum bijak, orang tua itu berkata, "Anak muda, orang seusiamu punya keinginan begitu, sungguh tidak biasa. Baiklah, untuk memenuhi keinginanmu, paman akan memberimu empat kalimat. Perhatikan baik-baik ya..."

"Pertama, anggap dirimu sendiri seperti orang lain!" Kemudian, orang tua itu bertanya, "Anak muda, apakah kamu mengerti kalimat pertama ini? Coba pikir baik-baik dan beri tahu paman apa pengertianmu tentang hal ini."

Si pemuda menjawab, "Jika bisa menganggap diri saya seperti orang lain, maka saat saya menderita, sakit dan sebagainya, dengan sendirinya perasaan sakit itu akan jauh berkurang. Begitu juga sebaliknya, jika saya mengalami kegembiraan yang luar biasa, dengan menganggap diri sendiri seperti orang lain, maka kegembiraan tidak akan membuatku lupa diri. Apakah betul, Paman?"

Dengan wajah senang, orang tua itu mengangguk-anggukkan kepala dan melanjutkan kata-katanya. "Kalimat kedua, anggap orang lain seperti dirimu sendiri!"

Pemuda itu berkata, " Dengan menganggap orang lain seperti diri kita, maka saat orang lain sedang tidak beruntung, kita bisa berempati, bahkan mengulurkan tangan untuk membantu. Kita juga bisa menyadari akan kebutuhan dan keinginan orang lain. Berjiwa besar serta penuh toleransi. Betul, Paman?"

Dengan raut wajah makin cerah, orang tua itu kembali mengangguk-anggukkan kepala. Ia berkata, "Lanjut ke kalimat ketiga. Perhatikan kalimat ini baik-baik, anggap orang lain seperti mereka sendiri!"

Si anak muda kembali mengutarakan pendapatnya, "Kalimat ketiga ini menunjukkan bahwa kita harus menghargai privasi orang lain, menjaga hak asasi setiap manusia dengan sama dan sejajar. Sehingga, kita tidak perlu saling menyerang wilayah dan menyakiti orang lain. Tidak saling mengganggu. Setiap orang berhak menjadi dirinya sendiri. Bila terjadi ketidakcocokan atau perbedaan pendapat, masing-masing bisa saling menghargai."

Kata orang tua itu, "Bagus, bagus sekali! Nah, kalimat keempat: anggap dirimu sebagai dirimu sendiri! Paman telah menyelesaikan semua jawaban atas pertanyaanmu. Kalimat yang terakhir memang sesuatu yang sepertinya tidak biasa. Karena itu, renungkan baik-baik."

Pemuda itu tampak kebingungan. Katanya, "Paman, setelah memikirkan keempat kalimat tadi, saya merasa ada ketidakcocokan, bahkan ada yang kontradiktif. Bagaimana caranya saya bisa merangkum keempat kalimat tersebut menjadi satu? Dan, perlu waktu berapa lama untuk mengerti semua kalimat Paman sehingga aku bisa selalu gembira dan sekaligus bisa membuat orang lain juga gembira?"

Spontan, orang tua itu menjawab, "Gampang. Renungkan dan gunakan waktumu seumur hidup untuk belajar dan mengalaminya sendiri."

Begitulah, si pemuda melanjutkan kehidupannya dan akhirnya meninggal. Sepeninggalnya, orang-orang sering menyebut namanya dan membicarakannya. Dia mendapat julukan sebagai: "Orang bijak yang selalu gembira dan senantiasa menularkan kegembiraannya kepada setiap orang yang dikenal."


Pembaca yang luar biasa,

Sebagai makhluk sosial, kita dituntut untuk belajar mencintai kehidupan dan berinteraksi dengan manusia lain di muka bumi ini. Selama kita mampu menempatkan diri, tahu dan mampu menghargai hak-hak orang lain, serta mengerti keberadaan jati diri sendiri di setiap jenjang proses kehidupan, maka kita akan menjadi manusia yang lentur. Dengan begitu, di mana pun kita bergaul dengan manusia lain, akan selalu timbuk kehangatan, kedamaian, dan kegembiraan. Sehingga, kebahagiaan hidup akan muncul secara alami... luar biasa!

Artikel ini diambil dari Majalah Luar Biasa Edisi ke-2 , Februari 2009
keren pak andrie... SALAM SUKSES RUARRR BIASA...!
Kereeen emoticon-Belo jadi semangat nih
Kalo mau di beri sesuatu kita harus memberi sesuatu itu terlebih dahulu emoticon-thumbsup:
Arti Kehidupan
luar biasa,simpel tp sangat berartiemoticon-thumbsup:
mantap ..tapi bingung dengan kalimat yang ke 4 he..he..jadi sebenarnya kita harus bagaimana ????????????????????????????????????
keren pa....
TOP deh.... mudah2an aku bisa spt itu yah emoticon-Big Grin
So nice.. emoticon-Angkat Beer
Nice Pak Andrie...

Salam Hangat LUARRR BIASA...
nicee shareee...........
i like it.......

Thumbs up 

Mantab..
Thanks 4 Pa Andre! Kisah2nya memberi inspirasi! emoticon-thumbsup:
nice...thx emoticon-thumbsup:
satu kisah yang menyentuh, melihat prilaku anak muda tersebut yang selalu gembira dan senantiasa menularkan kegembiraannya kepada setiap orang yang dikenal, saya jadi teringat kata-kata :

Happiness comes when your work and words are of benefit to yourself and others. emoticon-Smilie


yang selalu mengajarkan kita untuk selalu berbuat yang terbaik dan juga membagi kebahagiaan untuk sesama ...
jadi ikutan pengen berbagi cerita nih dari salah satu artikel yang pernah saya baca juga , semoga bisa melengkapi tulisan pak andre sehingga saya juga bisa membagi kehangatan, kedamaian, dan kegembiraan. Sehingga, bisa memunculkan kebahagiaan hidup secara alami. emoticon-Smilie

=========================================
The Dreamer, the Critic & the Realist



You may say I’m a dreamer, but I’m not the only one

I hope someday you’ll join us.

And the world will be as one.

(Imagine – John Lennon)


Bisakah kita membayangkan dunia tanpa sosok Walt Disney? Mungkin kita tidak akan pernah mengenal ikon-ikon lucu seperti Mickey Mouse, Donald Bebek, Putri Salju dan lain sebagainya. Yang jelas masa kecil kita tidak lebih indah tanpa kehadiran tokokh-tokoh animasi tersebut.

Dengan tokoh-tokoh itu, Disney mampu mengantarkan kita kedunia hiburan yang sangat mempesona. Penuh impian. Bahkan Disney menjadi salah satu raksasa bisnis dunia dengan keuntungan US$ 1,3 milyar.

Sulit membayangkan membayangkan emporium bisnis itu dipelopori oleh seorang yang pernah drop out dari sekolahnya, Walt Disney. Bahkan dalam hidupnya, Disney mengalami kebangkrutan sampai menguras uangnya sampai sebanyak empat kali. Membuatnya mengalami bencana keuangan dan guncangan bisnis yang cukup hebat.

Namun keajaiban terjadi, Walt Disney tidak pernah patah arang. Ia mampu mengubah tokoh-tokoh binatang di garasi mobilnya menjadi mahabintang animasi yang luar biasa. Tikus garasi diubahnya menjadi Mickey Mouse yang melegenda itu.

Keajaiban Disney terletak pada kemampuannya melakukan sebuah proses yang disebut Imageneering. Istilah ini dikembangkan Walt Disney pada 1967, berasal dari dua buah kata, imagination dan engineering. Proses imageneering inilah yang menjadi kunci sukses Disney, ini menjadi urat nadi Research and Development (R&D) mereka.

Kunci imageeneering juga terungkap oleh salah satu tokoh penting di Disney, menurutnya, ada 3 tiga sisi penting pada Walt Disney yang muncul pada rapat setiap harinya. Ketiganya adalah si Pemimpi (the dreamer), si Perencana Nyata (the realist), dan si Pengkritik (the critic).

“Nah, kadang kita tidak tahu siapa yang sedang kita temui dalam meeting saat itu,” katanya.

Bagaimana kita bisa menggunakan jurus ampuh Walt Disney untuk kesuksesan diri dan bisnis kita? Melalui teknologi NLP (Neuro Linguistic Programming), kitapun mampu mengaplikasikan imageneering itu dalam diri kita untuk menggapai kesuksesan.

Pertama kali dikembangkan oleh Robert Dilts, proses imageneering itupun bisa kita terapkan. Menurut Robert Dilts, proses itu merupakan kunci penting dalam memecahkan masalah dan mengubah mimpi-mimpi menjadi kenyataan

Singkatnya dalam diri kita masing-masing, kita mampu membangunkan ketiga jiwa yang juga dimiliki oleh Walt Disney, yaitu the dreamer, the realist, dan the critic. The dreamer merupakan jiwa kita yang penuh kreativitas, penuh mimpi dan inovasi. Jangkauan pemikirannya luas. Tidak terbatasi oleh batas-batas dan kelemahan. Imajinasi terbentang menembus batas-batas. Tengok saja lirik lagu Imagine dari John Lennon, lirik lagu itu mengungkapkan diri seorang dreamer sejati. Kitapun perlu membangunkan jiwa pemimpi yang memampukan kita menyongsong masa depan dengan optimistis.

Lalu, ada pula the realist yang merupakan bagian diri yang bertugas untuk memikirkan secara membumi, membuat rencana yang realistis, dan konstruktif. Inilah sang eksekutor yang akan mengubah mimpi menjadi kenyataan.

Ada juga the critic dalam jiwa kita untuk mengetes dan menguji apa yang sudah direncanakan. The critic juga menciptakan berbagai skenario baru jika apa yang dipikirkan tidak berjalan dengan semestinya.

Normalnya, tidak ada orang yang mampu kuat diketiganya. Tapi untuk menggapai kesuksesan, kita membutuhkan ketiganya. The realist dan the critic tanpa the dreamer, akan menghasilkan self sabotage, artinya - jalan ditempat – lantaran tidak tahu harus melangkah kemana.

The dreamer dan the critic tanpa the realist akan menimbulkan pertentangan batin yang luar biasa antara impian dengan dan kritik-kritik. Sebaliknya the dreamer dan the realist tanpa the critic justru akan menghasilkan rencana tanpa antisipasi. Ketiganya harus berjalan seiring.

Bagaimana kita bisa menerapkan model imageneering ini untuk pencapaian cita-cita. Paling sederhana, mulailah sebagai the dreamer untuk menggali hasrat inti kita yang paling dalam. Hasrat inti ini menjawab apa yang kita inginkan dan juga ide-ide yang terbersit untuk mewujudkannya.

Salah satu pertanyaan pembantu bagi the dreamer adalah “Seandainya kamu mempunyai waktu serta sumber daya yang tak terbatas untuk mewujudkan cita-citamu, apakah ide-ide yang ingin kamu wujudkan?” Selanjutnya setelah setelah membuat ide-ide, langkah berikutnya adalah membuat rencana kongkret. Inilah saatnya mengenakan jubah the realist.

Logikanya, perlu memperhitungkan waktu, apa saja yang dibutuhkan, dan langkah-langkah merealisasikannya. Langkah terakhir, mengantisipasi apa yang mungkin menjadi kendalanya. Disinilah kita bisa membuat plan B atau plan C, seandainya yang kita pikirkan tidak terealisasikan.

Dengan ketiga itu, keajaiban akan muncul dalam hidup kita. Kita akan mampu mengubah segala mimpi-mimpi kita menjadi kenyataan. Dunia mimpi menjadi dunia kenyataan. Dan mimpi akan kesuksesan pun berubah menjadi kesuksesan secara nyata.


Intinya, kita harus bisa membuat ketiga elemen jiwa tersebut bisa tumbuh seimbang didalam jiwa kita, jangan satu elemen lebih dominan dari lainnya.


(Anthony Dio Martin, MBI 12/08/07)
------------------

salam sukses Luar Biasa ...
yang ini

english version-nya :

The Dreamer, the Critic & the Realist

Mind is the executive manager of choice, and where the Dreamer and Critic reside. It processes the responses of the body, tracks your understanding of past experiences, tracks your goals and aspirations and analyzes the gap between what was, what is and what can be. A moment later the very complex math problem is complete and you make a choice... sometimes whether you consciously intended to or not.
Body always operates in the present moment, the time orientation of the Realist. Remember that it reacts to what IS, and we feel our bodies most clearly when we are present. When your body is not in the present, something's stuck; it's not its natural state. So there are three "parts" of you in action:

•\tDreamer (pondering what's possible) -- Innocent and Child are other names

•\tCritic (pondering what to change now based on the past and what the Dreamer hypothesizes) -- Scientist and Spoiler are other names

•\tRealist (busy BEING, accepting what is, flowing into what is next naturally) -- Lover and Pragmatist are other names

Together this gaggle forms a fairly cohesive team of problem-solvers and inventors. Training ‘them’ to understand their roles and align synergistically creates mastery. Like everything else, exercising them separately and in coordination makes an efficient and effective team. The key is to recognize your power to choose, and maintain variety in behavioral options. Working with these three paradigms offers both aspects.

The Disney Creativity Strategy

Walt Disney was a creative genius by any researched account. He invented storyboarding. He conducted meetings phased to support the Dreamer (phase for creating ideas) the Critic (phase for analyzing ideas), and the Realist Phase, where the innovations became a plan.

In the Encyclopedia of Systemic Neuro-Linguistic Programming and NLP New Coding by Robert Dilts and Judith DeLozier (NLP University Press), there is an entry for the Disney Creativity Strategy. Although it is written with relation to business, the elements correlate directly to creating new ways of being in any arena, including health and personal relationships.
[Walt] Disney embodies the ability to make a successful company based on creativity. He represents the process of turning fantasies into concrete and tangible expressions. In a way, Disney's chosen medium of expression, the animated film, characterizes the fundamental process of all creative genius: the ability to take something that exists in the imagination only and forge it into a physical existence that directly influences others in a positive way.

One of the major elements of Disney's unique genius was his ability to explore something from a number of different perceptual positions. An important insight into this key part of Disney's strategy comes from the comment made by one of his animators that:
“...there were actually three different Walts: the dreamer, the realist, and the spoiler (critic). You never knew which one was coming into your meeting."

This was not only an insight into Disney but also into the process of creativity. Creativity as a total process involves the coordination of these three sub processes: dreamer, realist and critic. A dreamer without a realist cannot turn ideas into tangible expressions. A critic and a dreamer without a realist just become stuck in a perpetual conflict. A dreamer and a realist might create things, but they might not be very [sound] ideas without a critic. The critic helps to evaluate and refine the products of creativity.

The point is that creativity involves the synthesis of different processes or phases. The dreamer is necessary for creativity to form new ideas and goals, The realist is necessary for creativity as a means to transform ideas into concrete expressions. The critic is necessary for creativity as a filter and as a stimulus for refinement.

Certainly, each one of these phases represents a whole thinking strategy all it's own - strategies that more often tend to conflict with each other rather than support each other. Of course, the specifics of how Disney used and coordinated his imagination (the dreamer), methodically translated those fantasies into tangible form (the realist) and applied his critical judgment (the critic) are something we need to explore.

Everybody already has the dreamer, realist and critic inside them. Unfortunately, what usually happens is that the dreamer and the critic get into a fight. The dreamer and the critic go in conflicting directions until, finally, the realist says, 'We're out of time.'

One of the biggest problems is that the critic doesn't just criticize the dream. The critic criticizes the dreamer. It's different to say, "That idea is stupid," than to say, "You are stupid for having that idea." Part of why Disney could function so effectively is that he didn't criticize his team or himself; he criticized the plan to accomplish the dream. What keeps the critic and the dreamer from being stuck in a polarity response is the realist.

The Realist Objectives:
• Establish time frames and milestones for progress
• Make sure it can be initiated and maintained by the appropriate person or group
• Progress is testable through sensory experience

The Dreamer Objectives:
• State the specific goal in positive terms
• Establish the payoffs of the idea

The Critic Objectives:
• Make sure the idea is ecologically sound
• Preserves any positive by-products of the current way(s) of achieving

source: http://www.interactivebodywork.com/disney.html

------------
semoga bisa bermanfaat buat kita semua emoticon-shakehand

best regrads


donyputra
Salam sukses luuaaaarrrrrrrr biasaaaaaaa buat Andrie Wongso dan Don14
Thanks josephtjoa,Salam sukses luuaaaarrrrrrrr biasaaaaaaa juga buat anda..


"A man must learn to understand the motives of human beings, their illusions, and their sufferings."
mantaff gan..
ajiep banget