KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Reuni 212 Untuk Apa?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de467b3018e0d1c2041a919/reuni-212-untuk-apa

Reuni 212 Untuk Apa?






Hi sobat kaskus, Jakarta akan kembali ramai dengan banyaknya massa umat Islam yang akan berwisata ke monas, dengan nama reuni 212. Disini tujuannya dah pasti ya 'politik' kalau bilang itu hanya dakwah bukan politik saya rasa ada yang berbohong.

Nah tujuan politik 212 ini apa 'Syariat Islam' apakah finalnya akan kesana? Atau hanya sekedar retorika, karena banyak sekarang umat Islam tak tentu arah terkotak-kotak mereka inginkan hal itu.






Caranya kok ke monas emang monas itu apaan? Ka'bah? Hehehe, jelas tujuan utamanya ke monas karena sebagai pusat Ibukota dan dekat dengan Istana agar suara mereka di dengar bahwa bila semua umat Islam ada keinginan menegakkan syariat Islam itu embel-embel yang disuarakan, mau kalian berada di balik organisasi apapun tujuannya pasti akan sama apalagi kalau mengaku beriman pada Allah dan mengikuti hukum dari Qur'an maka tegaknya Syariat Islam hal yang wajib, kalau non muslim dan munafikun ya tentu saja bukan urusan mereka masalah Syariat Islam, tapi buat yang mengaku beragama Islam itu salah satu hal yang penting, untuk mengubah hukum UU KUHP, maka di perlukan kendaraan politik bila ingin memasukkan dasar syariat Islam secara kaffah atau menyeluruh. Apa 212 akan berubah jadi partai?

Hal ini sukses dilakukan Aceh yang kini GAM menjadi Partai Aceh, mereka sudah menerapkan hal itu di seluruh wilayah Aceh. Lihat yang terjadi banyak yang ditangkap dan diadili, kalau ada yang bilang tidak berkeprikemanusiaan apa kabarnya negara Cina yang menerapkan hukum yang mirip untuk kasus korupsi dimana mereka dihukum mati dengan di lihat orang banyak?





Hukum itu ga ada yang kejam kalau mau ga dihukum ya jangan menjadi pelaku yang bersalah, jadilah orang baik.

Ok kita balik lagi ke topik apa ga ada tujuan lain tuh reuni 212? Banyak kepentingan namanya juga banyak orang, akan ada saja yang menipu dari kumpulan umat Islam itu sendiri, dah banyak kan investasi bodong dengan dalih 212 hehehe...

Tujuan politik ganti pemimpin bisa saja terjadi karena itu adalah agenda terselubung banyak pihak politik identitas dan ane yakin hal seperti itu akan ada, bahkan teriak-teriak 'Khilafah Solusinya' sudah pasti bergaung. Menyikapi hal itu sebenarnya santai saja, siapa yang ingin merusak Islam dengan berdagang agama akan terlihat dan siapa yang munafik pun bisa terbaca. Radikal atau tidak !! Hal ini bisa di lihat sesudah mereka menggelar acara reuni, adakah bom bunuh diri, adakah mereka merusak, adakah sampah di buang sembarangan. Bila ada, maka reuni itu tak ada manfaatnya sama sekali, karena kebersihan adalah hal penting dalam sikap dan perilaku manusia yang menjadikan Rasull sebagai suri tauladan.



Dengan cara apa kita mentaati perintah dari Allah, berjamaah mengikuti syariat yang di tetapkan dengan mengikuti dalil yang di jelaskan dalam Qur'an.

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59)

Sekarang ini Islam terkotak-kotak mudah untuk di adu domba dan seringkali di sudutkan, dengan berjamaah maka semuanya akan terasa indah. Banyak kelompok Islam yang enggan berjamaah berusaha bersifat ekslusif hingga mengkafirkan mereka yang sudah bersyahadat, waduh Islam model apa begini? Padahal umat Islam kalau ada pertentangan harus dikembalikan lagi ke Qur'an.

Padahal cara untuk tercapainya syariat atau hukum-hukum Allah ya berjamaah atau bahasa kerennya bersama-sama, lalu hukum Allah yang di inginkan akan bersinggungan dengan apa? Politik yup sudah jelaskan, ketika bicara politik berarti umat mencari sosok yang bisa memimpin untuk menegakkan syariat Islam pertanyaannya siapa? Rasullullah? Beliau sudah wafat, namun ada yang terlewat lihat kembali ayat diatas siapa yang umat Islam cari? Ulil Amri.



Siapa Ulil Amri? Presidenkah? Menteri Agama kah? Atau Ketua MUI? Yang Lagi trend nih Apa Habib Rizieq?

Ketika kita taat pada Ulil Amri berarti tingkah dan prilaku orang tersebut hampir mirip atau bisa kita bilang mengadopsi sosok Rasullullah, sosok seperti ini banyak di kalangan sahabat, lalu kalau sekarang? Apa syariat Islam sudah ada di wilayah yang mayoritas Islam selain Aceh? Belum, bahkan kawasan Jatim dan Jabar yang banyak santri pun tak ada keinginan untuk hal itu.

Jawaban saya sebagai opini dari perenungan hati, akal dan ilmu akhir zaman, siapa Ulil Amri di masa yang mendekati akhir zaman jawabannya dialah 'Imam Mahdi' kapan datangnya? Yang ditanya dan bertanya sama-sama tidak tahu jadi kita tunggu saja, karena tanda-tandanya bagi mereka yang beriman sudah di berikan tinggal hatimu mau percaya atau tidak?



Yang jelas Raja Salman Sudah tua, pengawalnya pun tewas tertembak banyak politik kotor di Saudi bila ia wafat kita harus siap-siap alihkan pandangan ke sana. Perebutan politik yang dahsyat akan membawa umat Islam seluruhnya menantikan sosok yang ditunggu dialah ulil amri.

Yang bilang reuni 212 bukan urusan politik mereka itu bohong!!

Salam lur, saya c4punk see u next thread.




emoticon-I Love Indonesia

"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2019
referensi : klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star





GIF




profile-picture
profile-picture
profile-picture
yenyoktafia dan 41 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
banyak kepentingan di sini gan.

1. gak suka dgn pemerintah karena menganggap pemerintah anti Islam.

2. ada pihak yg penghasilannya terganggu dgn gaya pemerintah skrg.

3. pihak asing yg gak suka dgn gaya pemwrintahan jkw.

4.....gw belum tau alasan lain
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yenyoktafia dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh BMAGLY
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di