CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Lifestyle /
Lalai dan Sering Menunda Termasuk Penyakit Mental. Cek 9 Gangguan Kepribadian Lainnya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de1d31248c38d3f9b1865a3/lalai-dan-sering-menunda-termasuk-penyakit-mental-cek-9-gangguan-kepribadian-lainnya

Lalai dan Sering Menunda Termasuk Penyakit Mental. Cek 9 Gangguan Kepribadian Lainnya



Banyak pendapat mengatakan bahwa tindakan seseorang mencerminkan karakternya. Banyak lagi tindakan atau sifat yang sudah umum, ternyata menurut Aaron T. Beck dan Arthur Freeman, Psikoterapis Amerika-merupakan bagian dari masalah kepribadian. Dalam buku mereka, Cognitive Therapy of Personality Disorders, terdapat beberapa ciri kepribadian yang dapat menyebabkan masalah diri jika tidak dikendalikan.


1. Lalai


"Waktu libur bagi pemalas adalah hari ini dan hari kerjanya adalah besok."

Kategori ini mencakup orang-orang yang selalu ingin lebih banyak istirahat dan lebih sedikit pekerjaan. Lumrah jika manusia memerlukan istirahat. Namun, beberapa dari kita sering berlebihan. Misalnya, dia telah mengambil cuti melebihi jatah tahunannya, lalu dengan banyak alasan menambah libur, sakit, izin tidak masuk, dan masih terlambat masuk bekerja berkali-kali, sehingga pekerjaannya tidak beres dan harus diselesaikan orang lain. Kemungkinan akan ada diagnosis kepribadian antisosial serta pribadi yang kacau pada orang itu. Gejalanya, keinginan untuk hidup dengan mengorbankan orang lain.

Manajemen waktu dan penghargaan dapat membantu mengatasi pribadi yang kacau dan antisosial. Misalnya, buat jadwal rencana selama beberapa hari, dan ikuti jadwal secara konsisten selama setidaknya satu bulan. Ini berguna untuk mengembangkan kebiasaan.

Baca juga: Jangan Ada Dusta! Ini 7 Petunjuk Dia Sedang Berbohong!

2. Pemalu


Sifat pemalu yang dibiarkan menjerumuskan pada antisosial.

Rasa malu yang dibiarkan dapat berkembang menjadi keengganan untuk menjalin hubungan dengan dunia luar terus menerus, sehingga seseorang itu mengisolasi total dirinya sendiri. Orang-orang di ambang gangguan mental mencoba membatasi diri mereka untuk tidak berhubungan dengan orang lain, dan tidak merasakan emosi yang kuat lagi. Itulah sebabnya mereka sering memilih pekerjaan jarak jauh atau kegiatan lain yang tidak terhubung dengan komunikasi. Introvert yang berlebih menyebabkan gangguan kepribadian skizofrenia, yang memiliki gejala: ketidakpedulian terhadap kritik dan atau pujian, tidak adanya teman dekat atau hanya punya satu teman dekat, cenderung sering bermimpi, tidak realistis, takut untuk menunjukkan lingkungannya.

Salah satu yang paling baik untuk mencegahnya adalah berkegiatan kelompok. Mengikuti pelajaran menggambar, bahasa asing, mengikuti kelas yoga, atau pelatihan-pelatihan lain.

3. Sering menunda


Sering menunda berakibat laju kerja yang sangat lambat dan kualitas kerja yang buruk.

Kategori ini adalah seseorang dengan kecenderungan melakukan tindakan yang diperlukan sekarang tetapi dikerjakan nanti. Menunda-nunda dapat menyebabkan gangguan kepribadian pasif-agresif, seperti pemberontak yang tidak mau mengikuti aturan. Pembangkangan kecil di tempat kerja adalah hal yang normal. Namun, pemberontak menjadi cenderung lekas ​​marah dalam menanggapi permintaan untuk melakukan sesuatu yang biasa bagi kebanyakan orang, seperti membersihkan meja dan ruang kerja, membuang sampah, membuat laporan perjalanan dinas pada atasan, ditugasi menghadiri apel, dll.
Seseorang dengan kecenderungan ini menyebabkan laju kerja yang sangat lambat dan kualitas kerja yang buruk, dan parahnya dia biasanya berpikir bahwa itu bukan kesalahannya.

Latihan membuat jadwal kegiatan seperti dijelaskan di atas akan cocok untuk orang dengan situasi ini. Permainan sosial di mana seseorang diminta membayangkan diri mereka sendiri di posisi orang lain juga baik untuk melatih kepekaan dan memahami perasaannya.

4. Impulsif dan temperamen


Merasa kendaraan yang menyalipnya seolah telah merebut haknya memakai jalan.

Seseorang yang tidak berusaha mengendalikan marahnya memiliki risiko tinggi terkena gangguan kepribadian. Salah satu gejala khas temperamental adalah kontrapendapat yang tajam. Tindakan impulsif misalnya kau tiba-tiba menguras dompetmu membeli mesin kopi setelah terlalu lama mengantre di kedai kopi. Tentu saja, impulsif sederhana tidak merupakan gangguan karakter. Namun, ada baiknya menjadi perhatian jika itu seiring dengan temperamen. Gejala-gejalanya misal: hubungan asmara atau persahabatan yang tidak stabil, tiba-tiba merasa bosan yang kronis, perubahan suasana hati tanpa alasan yang jelas, mengemudi ugal-ugalan setelah disalip kendaraan lain.

Terapi manajemen kemarahan dan berbagai pelatihan tentang kontrol diri bisa bermanfaat untuk mereka.

5. Mencela diri sendiri


Panik dan penolakan terhadap interaksi dan kritik.

Sindrom burung unta, yaitu menyembunyikan kepala mereka ke pasir setiap kali mereka ingin bersembunyi dari masalah dapat disematkan pada orang yang cenderung mencela diri sendiri. Dalam psikologi disebut gangguan kepribadian avoidant. Pada kasus lanjut, serangan panik, depresi, dan gangguan tidur dapat muncul.
Mengkritik diri sendiri bermanfaat dalam mendorong kita untuk mengembangkan diri lebih baik, tetapi sangat berbahaya bagi kesehatan mental jika berlebihan.
Berhati-hatilah jika kau merasakan hal seperti misalnya: kebencian yang kuat terhadap kritik, penolakan dari promosi jika mengharuskan berkomunikasi dengan orang baru, membesar-besarkan risiko dari tindakan biasa; menahan diri dari berkomunikasi dengan orang karena takut mengatakan sesuatu yang salah.

Berlatih menolak prediksi yang salah akan berguna dalam kasus ini. Menuliskan prediksi tentang tindakan yang akan dilakukan, misalnya: "Jika saya bertanya dalam satu diskusi, saya akan dipermalukan." Lalu, setelah melakukan tindakan ini-bertanya pada satu forum, tulis apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, jika lain kali kau memiliki keraguan atau prediksi negatif tentang sesuatu, buka catatanmu dan baca untuk memastikan bahwa tidak ada hal menakutkan yang akan terjadi.

6. Curiga


Berpikir seolah setiap orang punya maksud terselubung padanya.

Kita semua memiliki kadar paranoid. Namun, beberapa orang melewati batas dalam kecurigaan mereka. Stalking dengan meretas akun media sosial, mencuri dengar percakapan telepon dan bahkan menyewa detektif. Seseorang dengan tindakan putus asa seperti itu dapat menderita gangguan kepribadian paranoid. Gejala-gejalanya seperti: ketidakpercayaan yang tidak masuk akal pada pasangan mereka, mencari makna tersembunyi dalam tindakan biasa orang (misalnya, rekan seruangan memutar lagu agar membuat dirinya kesal), kecenderungan menganggap semua orang di sekitarnya bersalah, tidak adanya rasa humor, dan ketidakmampuan untuk melihat hal-hal lucu dalam kehidupan sehari-hari.

Metode yang baik untuk melawan ketidakpercayaan kronis bisa juga dengan membuat catatan kejadian seperti di atas.

7. Tidak percaya diri


Seringkali bimbang dan kesulitan mengambil keputusan sendiri.

Membutuhkan orang lain seperti pada teman dekat atau keluarga adalah ciri semua manusia. Dan itu sangat normal. Namun, ketergantungan yang berlebihan dianggap sebagai gangguan kepribadian dependen dalam kedokteran. Tanda utamanya adalah mengalami kesulitan atau bahkan ketidakmampuan untuk membuat keputusan tanpa mendapatkan persetujuan dari orang yang berwenang. Gejala-gejalanya berikut: perasaan tidak nyaman ketika sendirian dan perlu melakukan apa pun untuk mencegah dirinya sendirian, merendahkan seseorang untuk menyenangkan seseorang, sepakat dengan kelompoknya bahkan walaupun melakukan hal yang salah.

Cara terbaik untuk melawan gangguan ini adalah dengan mengumpulkan bukti kompetensi diri. Misalnya, "Saya programmer yang andal" atau "Saya konseptor acara yang baik di kantor," dll. Jadi, setiap kali ingin meminta persetujuan dari seseorang, cukup lihat daftar dan itu akan memberikan rasa kepercayaan diri.

Quote:

8. Emosional


Tiba-tiba meledak dan tidak mampu berkonsentrasi.

Emosional dan kepekaan yang berlebihan dapat menjadi gejala gangguan kepribadian histeria. Keinginan untuk menarik perhatian adalah wajar bagi seseorang, tetapi tidak jika itu sudah berupa ledakan kemarahan dan serangan. Ciri dari gangguan ini adalah ucapan yang sangat emosional dan tidak terperinci, mencari dukungan terus-menerus, ketidakmampuan berkonsentrasi pada satu tugas untuk waktu yang lama.

Salah satu cara terbaik untuk melawan histeria adalah bekerja dengan pengatur waktu. Mengatur timer selama 30 menit atau 1 jam dan hanya melakukan satu tugas dalam waktu ini. Latihan ini memang akan sulit dilakukan bagi orang yang terlalu emosional untuk tinggal di satu tempat. Selain itu, sulit bagi mereka untuk menetapkan tujuan karena mereka biasanya bermimpi tentang sesuatu yang indah tetapi tidak berbatas. Itulah mengapa penting melatihnya melakukan pekerjaan dengan target yang terukur.

Quote:

9. Perfeksionis


Merasa superpower dan merendahkan kemampuan orang lain.

Perfeksionisme akan mendekati gangguan kepribadian obsesif-kompulsif. Kepribadian ini didorong oleh fakta bahwa orang-orang menghargai sesuatu yang berkualitas seperti memperhatikan detail, disiplin, kontrol emosi, dan kesopanan yang ditekankan. Seseorang menjadi sangat candu untuk memenuhi semua harapan ini. Inilah yang menjadi bencana.
Perfeksionis harus khawatir ketika menemukan kecenderungan berikut: tidak ingin istirahat karena ketakutan menjadi tidak produktif, ketakutan membuat kesalahan, keinginan untuk melakukan pekerjaan untuk orang lain karena pemikiran itu bahwa tidak ada orang lain yang dapat melakukannya sebaik dia.

Psikolog merekomendasikan berlatih meditasi sehari-hari seperti mendengarkan musik dengan mata tertutup, atau mendapatkan pijatan. Lalu membuat catatan berapa banyak hal yang dilakukan pada hari-hari dengan relaksasi dan tanpa relaksasi. Ini akan meyakinkan perfeksionis bahwa istirahat tidak mencegah mereka menjadi produktif.

10. Harga diri tinggi


Masalah utama dengan narsisisme adalah ketidakcocokan harapan dan kenyataan.

Harga diri yang tinggi jauh lebih baik daripada mencela diri sendiri, tetapi juga memiliki beberapa batasan. Perasaan menjadi pintar, menarik dan berpikir dia adalah terbaik dari yang terbaik dapat membawa seseorang kepada gangguan kepribadian narsisistik. Narsisistik potensial pada depresi.

Gejala yang mengikuti gangguan ini: Kemarahan tersembunyi atau terbuka dalam menanggapi kritik apa pun, menggunakan orang untuk mencapai tujuannya sendiri, mengharuskan orang lain bersikap khusus terhadap dirinya (misalnya, setiap orang harus mengutamakannya dalam satu kelompok). Masalah utama dengan narsisme adalah ketidakcocokan harapan dan kenyataan.

Salah satu latihan untuk memerangi gangguan ini adalah menurunkan tingkat keinginan menjadi harapan yang realistis.


Referensi: 1, 2, 3| Ilustrasi: google
profile-picture
profile-picture
profile-picture
DanyMartadinata dan 38 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh elvici
Quote:


Enggak apa-apa kalo sekadar dikatain. Yang sebenarnya enggak tho?
profile-picture
profile-picture
DanyMartadinata dan anna1812 memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di