CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Datangi Samsat, Penjual Sepatu Keliling Kaget Bukan Main Disebut Punya 3 Mobil Mewah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc53715c9518b199a7dbd9f/datangi-samsat-penjual-sepatu-keliling-kaget-bukan-main-disebut-punya-3-mobil-mewah

Datangi Samsat, Penjual Sepatu Keliling Kaget Bukan Main Disebut Punya 3 Mobil Mewah

JAKARTA, KOMPAS.com - Edi Hartono (41) kaget bukan main ketika Kartu Jakarta Pintar (KJP) anak keduanya yang duduk di bangku SMA kelas dua terancam dicabut.

Pemberitahuan tersebut dikabarkan pihak sekolah kepada Edi lantaran ayah dua anak ini kedapatan mempunyai tiga mobil mewah.

"SMPN 265 Kebon Baru tempat anak saya itu kan kasih pemberitahuan soal KJP bahwa orang tua siswa yang punya kendaraan dua KJP-nya diblokir," ucap dia saat ditemui di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019)

Pria yang berprofesi sebagai penjual sepatu keliling ini pun kaget karena pemberitahuan tersebut. Pasalnya, yang dia punya saat ini adalah satu buah motor matik yang dibeli dengan cara menyicil.

Setelah dia memeriksa temuan sekolah tersebut ke Samsat, ternyata pihak polisi membenarkan jika terdapat tiga mobil mewah yakni dua Mercedes Benz dan satu Ferrari dengan kepemilikan atas nama Edi Hartono.

Dia pun meyakini ada orang tidak bertanggung jawab mencatut namanya agar bisa memiliki tiga mobil mewah tersebut. Namun, dia tidak tahu siapa yang memegang KTP miliknya dan mencatut namanya di STNK mobil mewah tersebut.

Dia pun teringat jika dirinya sempat kehilangan KTP pada tahun 2017. Kala itu, Edi yang berprofesi sebagai sopir angkot ingin meremajakan kendaraan miliknya sebuah koperasi angkutan umum bernama Budi Luhur.

Kala itu, pihak koperasi mewajibkan Edi menyerahkan data asli berupa KTP, BPKP dan dokumen lainya jika ingin kendaraan diremajakan. Namun belakangan Edi memutuskan untuk menjual mobil angkot tersebut ke pihak koperasi.

Edi pun berupaya meminta kembali KTP aslinya. Namun pihak koperasi berdalih jika KTP tersebut sudah hilang. Edi pun menaruh kecurigaan kepada pihak koperasi.

"Pihak Budi luhur yakni pak saut bilang ke saya 'saya enggak pernah jual belikan data siapapun, baik punya bapak, yang lain. Itu KTP benar benar hilang. Jadi saya disuruh untuk membikin KTP baru'," kata Edi.

Namun apa daya, dia tidak bisa menuduh pihak koperasi begitu saja lantaran tidak ada bukti.

Dia mengaku sangat menyayangkan perbuatan pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut. Pasalnya, biaya sekolah sang anak dan mungkin saja BPJS yang menanggung biaya kesehatan keluarganya bisa terancam dicabut.

Dia hanya ingin orang yang tidak bertanggung jawab itu datang dan meminta maaf atas semua perbuatannya.

"Saya cuma mau ketemu aja, kaya gimana orangnya. Terus minta maaf ke saya," ucap dia.

Kompas

Mampu beli mobil mewah, gak ''mampu'' bayar pajak emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 8 lainnya memberi reputasi
Gitu aja kok repot

Pakai fitur blokir STNK dan pajak

Lalu tanda terima blokiran nya di pakai untuk mengurus admintrasi KJP

Beres tho

Tapi memang untuk mencegah hal seperti ini kembali terulang, samsat terintegrasi melalui email

Agar pendaftaran kendaraan menggunakan sistem verifikasi email sehingga pemilik identitas bisa mengetahui secara dini bila ada penyalahgunaan data

Lagi lagi yang goblok adalah yang merancang peraturan dan sistem

Gaji tunjangan jalan terus cuma buat tidur siang doang

Gara gara nombok modal kampanye dan modal naik jabatan

emoticon-Bingung
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di