alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Toko-Toko Elektronik Sepi Bak 'Kuburan', Ekonomi Lesu Nih!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc391ba5cf6c479b507018b/toko-toko-elektronik-sepi-bak-kuburan-ekonomi-lesu-nih

Toko-Toko Elektronik Sepi Bak 'Kuburan', Ekonomi Lesu Nih!



Jakarta, CNBC Indonesia - Toko-toko elektronik di tempat perbelanjaan Jakarta terpantau lengang, tidak banyak aktivitas jual-beli. Apa kata pedagang dan pengelola? apa ada kaitan dengan ekonomi yang sedang lesu? 

CNBC Indonesia menyambangi Pusat Grosir Cililitan (PGC), toko-toko elektronik di Pasar Kramat Djati, hingga Plaza di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu siang (6/11), para pedagang mengaku memang penjualan sedang sepi.

Pusat Grosir Cililitan (PGC) misalnya, salah satu pusat perbelanjaan populer di Jakarta Timur. Area penjualan gawai berada di lantai 3 gedung. Setibanya di area ini, sebagian besar pegawai hanya terlihat duduk menyaksikan layar gawai lantaran tak ada pengunjung yang mesti dilayani.


Lorong-lorong jalan kecil di antara deretan toko bisa dilewati dengan leluasa. Tak ada desak-desakan. Bangku-bangku yang disediakan untuk pengunjung masih tertata rapi di depan etalase toko. Seorang pedagang gawai secara blak-blakan mengungkapkan keadaan di sekitar tokonya.

"Ini sepi. Pengunjung sekarang turun hampir 50 persen," kata Mia, pemilik toko HP Store kepada CNBC Indonesia, Rabu (6/11/2019).

Saat berbincang dengan CNBC Indonesia, Mia sedang tak melayani pembeli. Pedagang lain juga mengungkapkan bagaimana lesunya kunjungan ke tokonya. Faris, promotor merek gawai yang bertugas di toko Asia Cellular mengaku hal ini sudah terjadi sejak sebulan terakhir.

Menurutnya, tingkat kunjungan mulai naik saat akhir pekan. Namun, itu juga bukan kabar menggembirakan."Pengunjung yang mampir saat akhir pekan juga hanya tanya-tanya, belum tentu membeli," ujar Faris.

Kelesuan toko elektronik juga terlihat di kawasan Kramat Djati. Pasar tradisional dan ritel modern menyebar di sana. Ini membuat hilir-mudik pengunjung cukup terasa di sana.

Namun, lalu-lalang orang hanya menjadi tontonan Dedy, penjual produk elektronik di toko Kusuma Jaya. Beberapa pegawai lain di tokonya sedang membenahi susunan barang. 

Ada pelanggan masuk ke tokonya sebelum kami berbincang dengannya. Namun kurang dari satu menit, calon pembeli itu beranjak keluar tanpa membeli apapun. Pelanggan semacam ini cukup jamak dihadapi Dedy.

"Penjualan mulai turun setelah bulan Juni mendekati memasuki sekolah, setelah itu pengunjung yang datang turun," kata Dedy yang menjual produk elektronik mulai dari AC, TV dan kulkas.

Pengelola ritel elektronik modern yang enggan namanya disebutkan mengaku kunjungan ke tempatnya mulai menurun dalam beberapa bulan terakhir. Kalau pun ramai di akhir pekan, pelanggan hanya singgah atau sekadar melintas untuk 'cuci mata' melihat produk-produk elektronik yang dipajang.

Lesunya aktivitas perekonomian seperti pedagang elektronik di pasar, bersamaan dengan catatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2019 yang hanya mampu bergerak di angka 5,02% atau dalam tren melambat.

Vice President Corporate Affair PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) Kang Hyun Lee termasuk mengakui kondisi ekonomi Indonesia di mata pengusaha memang sedang sulit, bahkan ia menggunakan istilah 'menderita' saat menjual produk elektronik saat ini di pasar domestik.

"Kondisi ekonomi Indonesia belakangan selama 3 tahun walaupun di atas 5% tumbuh, dari industri merasa tak begitu happy, karena daya beli cenderung turun, ini mungkin ada efek dari internasional. Di Indonesia sangat menderita untuk menjual lokal market," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (5/11/2019).

Pihak pengelola PGC, Ian Wisan mengakui toko-toko retail di tempatnya memang lengang dari kunjungan. Menurutnya, ini merupakan konsekuensi dari perubahan gaya berbelanja masyarakat dari fisik menuju online. Ia tak sependapat sepinya toko-toko elektronik dikaitkan dengan ekonomi yang sedang melambat.

"Ekonomi tidak lesu, jadi shifting saja, orang biasa belanja ke mal, sekarang ke online. Pertumbuhan ekonomi 5,02 persen, hampir samalah [dengan periode sebelumnya], jadi switching saja," kata Ian kepada CNBC Indonesia.

sumur

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...onomi-lesu-nih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 11 lainnya memberi reputasi
Quote:


Memang iyo... Makanyo SBI di turun ke supaya menstimulus orang untuk minjem....

Mak ini hari yg nak minjem palingan pegawai.. Itupun pake asuransi PHK..

Kalo di pecat, utang lunas.. Itung2 cari uang pensiun dini.. emoticon-Leh Uga
profile picture
juraganind0


Sayangnya suku bunga kredit ga melulu ikut turun juga.
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di