alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dari Wan Abud ke Wan Aibon, Ini 5 Julukan Netizen untuk Anies Baswedan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dbb3a838d9b177d977067a0/dari-wan-abud-ke-wan-aibon-ini-5-julukan-netizen-untuk-anies-baswedan

Dari Wan Abud ke Wan Aibon, Ini 5 Julukan Netizen untuk Anies Baswedan



Dari Wan Abud ke Wan Aibon, Ini 5 Julukan Netizen untuk Anies Baswedan

MINEWS, JAKARTA – Anies Baswedan tengah menjadi sorotan, usai ditemukannya anggaran tak wajar untuk pengadaan lem Aibon senilai Rp 82 miliar dalam perencanaan anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta, yang diungkap oleh salah satu anggota DPRD DKI dari PSI.

Lem Aibon viral, Anies Baswedan lagi-lagi dapat julukan baru dari netizen. Setelah lama menyandang julukan Wan Abud, kini Anies dijuluki Wan Aibon.

Tapi, selama ini, netizen suka berulah kepada Anies. Berbagai macam julukan dilekatkan pada Gubernur DKI Jakarta ini. Berikut, 5 julukan ala netizen untuk Anies:

1. Wan Abud



Tahu nggak darimana asal julukan Wan Abud ini? Nah, ternyata Wan Abud adalah nama salah satu tokoh sinetron era 90-an yang diperankan oleh Fuad Alkhar yang khas dengan celetukannya ‘ente bahlul’. Wan adalah panggilan kehormatan untuk keturunan Arab-Melayu. Kata netizen, ada kemiripan antara Wan Abud dengan Anies Baswedan, makanya dijuluki demikian.

2. Gabener



Ya, ini julukan sudah pasti berasal dari netizen-netizen anti Anies, entah mereka masih sakit hati karena kalahnya Ahok pada Pilgub DKI 2017 lalu, atau karena iseng doang. Pastinya, julukan ‘Gabener’ ini adalah plesetan dari ‘gubernur’.

3. Wan Bambu



Julukan ini muncul setelah Anies memutuskan untuk membongkar instalasi seni Bambu Getah Getih di Jalan Thamrin, Bundaran HI, yang harganya Rp 550 juta. Banyak netizen merasa selama ini bambu itu tidak berguna dan hanya membuang-buang anggaran. Parahnya baru berusia 11 bulan, bambu mahal itu malah dibongkar oleh Anies. Makanya, muncul julukan Wan Bambu untuk Anies.

4. Gubernur Rasa Presiden



Ini beda lagi. Julukan ini berasal dari mereka para pendukung Anies Baswedan, yang merasa si gubernur lebih banyak bekerja membangun ibu kota dibanding Presiden Joko Widodo.

5. Wan Aibon



Terbaru, Anies mendapat julukan Wan Aibon. Gara-garanya, ditemukan alokasi Rp 84 miliar dalam perencanaan anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk pengadaan lem Aibon yang tak jelas peruntukannya, baru-baru ini. Akibat itu, Anies mendapat julukan Wan Aibon.
sumber

☆☆☆☆☆☆☆

Kecelakaan sejarah. Sebenarnya itu yang lebih tepat disematkan pada proses Pilkada Jakarta 2017. Kalau saja tak ada kasus ayat dan mayat, perjalanan panjang lenong humor yang dilakonkan Anies (dahulu sama Sandiaga) pasti tak akan pernah ada.

Warga DKI Jakarta terlalu berani bermain-main dengan sejarah, dengan memilih orang yang hanya bisa beretorika didepan kelas, tanpa program, hanya bermodalkan kesamaan iman. Mau dengan alasan terpaksa karena takut diintimidasi dengan spanduk-spanduk besar di banyak mushalla dan masjid, mau dengan alasan takut karena banyak warga luar Jakarta yang ikut campur urusan Pilkada Jakarta, mau dengan alasan tergiur dengan program remark berbekal tambahan plus plus, akhirnya warga DKI Jakarta menikmati hasilnya. 2 tahun Jakarta jalan ditempat, bahkan bisa dibilang mundur perlahan kebelakang.

Siapa yang rugi? Bukan cuma pemilih Anies-Sandiaga, tapi juga mereka yang tidak memilih Anies-Sandiaga, karena pajak yang didapat oleh Pemprov DKI Jakarta tidak pernah membedakan si A pemilih Anies-Sandiaga atau bukan.

Terbukti Anies yang kini bermain sendirian di belantara Jakarta seperti kehilangan arah karena terlalu menikmati kekuasaan yang tanpa pendamping.

Tarik ulur 2 partai pengusung yaitu PKS dan Gerindra demi kekuasaan menyebabkan banyak urusan warga DKI Jakarta terlantar. Namun kedua partai ini seakan tak pernah merasa bersalah. Mereka seakan tak peduli dengan kesemrawutan Jakarta saat ini.

PKL merajalela dimana-mana. Preman bahkan berani mengejar Satpol PP. Segala bentuk pelanggaran dari warga hanya bisa dipandangi oleh Satpol PP dengan serba salah. Dan yang lebih parah lagi, normalisasi sungai di Jakarta akhirnya terhenti. Padahal pertengahan bulan November adalah saatnya datang musim penghujan, dan Jakarta diprediksi akan dihajar oleh curah hujan yang tinggi. Dan itu baru intro. Reffnya nanti di bulan Januari-Pebruari 2020.

Dan Anies semakin asyik dalam kesenangannya bermain-main dengan Instagramable. JPO, tempat lalu lalang manusia yang seharusnya penuh dengan mobilitas justru dialihkan fungsinya untuk cekrak-cekrek dengan alasan keindahan estetika. Dan ketika estetika mengalahkan fungsi, maka si pencetus ide tersebut bisa jadi telah terbalik otaknya. Padahal kalau mau, Anies bisa saja meminta perusahaan-perusahaan swasta membuat taman khusus ditengah kota untuk sekedar cekrak-cekrek dengan segala fasilitas estetika tersebut tanpa perlu mengorbankan kepentingan warganya. Tak perlu malu memakai dana CSR, toh dana CSR yang dulu dianggapnya sarat dengan suap dan kepentingan para pengusaha, nyatanya dipakai juga. Apa kata lain yang lebih tepat dibanding kata munafik?????

Jika Anies mendapatkan gelar, sadarlah bahwa gelar tersebut adalah gelar sindiran yang keras sebenarnya. Percuma buzzer-buzzernya membentengi Anies dengan segala pembelaannya yang terkadang OOT. Nyatanya gempuran terhadap Anies bukannya semakin surut, bahkan semakin keras.

Padahal jika netizen mau, Anies akan mendapatkan gelar berderet atau bahkan berlapis-lapis. Ada Wan Bronjong. Ada Wan Natural. Ada Wan Gardu. Ada Wan Cupang. Ada Wan JPO. Bahkan Timnya di TGUPP pun telah berganti singkatan menjadi Tim Gubernur Untuk Persiapan Presiden.

Lalu, apa sih yang salah dari seorang Anies Baswedan? Oh, yang salah itu pertanyaannya. Justru pertanyaan yang benar adalah, apa sih yang benar dari seorang Anies Baswedan? Lha nyengir aja salah, apalagi ngomong. Perlu pemahaman yang sangat tinggi untuk dapat memahami kata-kata Anies yang bak penyair dan sastrawan. Kalau sekali belum paham, coba ulangi. Belum paham? Ulangi lagi. Terus, jangan pernah mau menyerah untuk bisa memahami kata-kata Anies Baswedan.

Tapi jika pada akhirnya menyerah juga, ya sudah. Lambaikan tangan ke kamera. Bilang aja gak sanggup.

Dan setelah itu jangan pernah lagi berani-berani buat memahami jalinan kata indah Anies Baswedan. Kalau masih berani juga...

Bahlul ente!


profile-picture
profile-picture
profile-picture
misellatasya dan 114 lainnya memberi reputasi
NGEFLY COY......









profile-picture
profile-picture
profile-picture
misellatasya dan 59 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh i.am.legend.
profile picture
agusn6778
Wan Njirr gan emoticon-Big Grin
profile picture
stomap
Sontoloyo😆😆😆😆😆
profile picture
cikkekampret
kaowkoawka njay
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di