Bunda, aku ingin melihat dunia! Mungkin itu yang ingin diucapkan seorang bayi kala ia mulai belajar duduk. Saat seorang bayi duduk, itu berarti, dunia yang dilihatnya lebih luas ketimbang saat ia hanya bisa tengkurap atau telentang.
Tak hanya memperluas cakrawala “dunia” si kecil, tahapan duduk ternyata juga sekaligus menjadi tahap perkembangan yang signifikan. Terutama, perkembangan otot—otot tubuhnya. Latihan otot leher misalnya. Ini bisa diamati dari tegaknya kepala bayi saat tengah duduk. Kemudian, ditunjang dengan otot tangan yang harus kuat menopang tubuh si bayi.
Ditambah dengan latihan keseimbangan tubuh, seluruh unsur ini pun menjadi kombinasi persiapan yang lengkap bagi seorang bayi untuk belajar jalan. Intinya, saat duduk, sumbu tubuh anak harus sejajar. Ini penting untuk belajar jalan.
Karena pentingnya tahapan ini, maka tahapan duduk bayi dijadikan goal standard! Jadi kalau bayi umur 3—9 bulan belum bisa duduk, harus dicurigai itu, siapa tahu ada gangguan.
Gangguan itu sendiri bisa bervariasi sumbernya. Mulai dari gangguan tipe sentral yang disebabkan oleh gangguan perkembangan otak atau infeksi pada saat kehamilan, sampai gangguan tipe perifer, yang disebabkan oleh penyakit genetik atau bawaan. Saat bayi benar—benar terlambat duduk, bisa diartikan prognosisnya jelek dan dikuatirkan perkembangan berikutnya bermasalah.
Karena duduk merupakan tahap perkembangan penting, dianjurkan agar orang tua merangsang bayinya sejak dini untuk latihan duduk. Jangan terlalu sering dipangku
atau digendong.
Saat latihan duduk, ada kalanya tubuh si kecil mungkin akan oleng atau sedikit membungkuk. Pun demikian, para orangtua tak perlu cemas. Kecenderungan anak memang begitu, ini normal kok.
Namun jika anak terus—terusan membungkuk, disarankan agar para orangtua segera memeriksakan bayinya ke dokter ortopedi. Dikuatirkan, si bayi mengalami gangguan tulang belakang. Nah Kaskuser, ayo mulai sekarang kurangi menggendong atau memangku si kecil ya. Biar ia cepat duduk.
Quote:
Cara melatih si Kecil Duduk!
Meski 90% bayi umur 8 buian sudah bisa duduk, tak ada salahnya jika orangtua melatih bayinya untuk duduk sejak dini (sebelum usia 8 hutan).
1. 2-3 bulan: Saat bayi tengah tengkurap, coba angkat kepalanya. Ini berguna untuk melatih otot lehernya. Kemudian. bisa dilanjutkan dengan latihan rolling di atas matras atau kasur. Dalam latihan ini, orangtua bisa mengguling—gulingkan bayi ke kiri dan ke kanan.
2. 4 bulan: Letakkan bantal di antara tangan dan dada si kecil, kemudian coba untuk angkat kakinya saat ia sedang tengkurap. ini berguna untuk melatih kekuatan otot tangannya.
3. 4-5 bulan: Saat mendudukkan si bayi, coba lepas selama 4—5 detik. Atau saat bayi sudah bisa duduk sendiri, coba dorong sedikit tubuh bayi. Jika tangannya refleks menahan tubuh, berarti ia sedang belajar keseimbangan.
Quote:
Terakhir, tips menyetir mobil sambil membawa balita - untuk anak di bawah 12 tahun harus duduk di kursi tengah dan menggunakan sabuk pengaman.
- pinggirkan mobil jika kaskuser ingin membenarkan posisi duduk balita
- pastikan tidak sibuk dengan ponsel selama menyetir
- gunakan car seat dan pastikan terpasang dengan benar, car seat tetap ditempatkan di kursi tengah, bukan kursi depan
- untuk bayi berusia di bawah 13 bulan, car seat harus menghadap belakang agar bagian kepala, tulang belakang, dan tulang leher, terlindungi car seat saat mobil mengerem mendadak
- walau hanya sebentar, jangan tinggalkan balita sendiri di dalam mobil
Semua laporan yang masuk akan kami proses dalam 1-7 hari kerja. Kami mencatat IP pelapor untuk alasan keamanan. Barang siapa memberikan laporan palsu akan dikenakan sanksi banned.