alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Efek Diderot dan Perilaku Konsumtif Kita
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9e8ad70577a97765716a2f/efek-diderot-dan-perilaku-konsumtif-kita

Efek Diderot dan Perilaku Konsumtif Kita


Seorang filosof Prancis Danis Diderot bukan hanya dikenal karena karyanya Encyclopedie tapi juga karena kemiskinannya.
Pada saat putrinya akan menikah, Diderot tidak memiliki cukup uang untuk biaya pernikahan putrinya.
Ketika Katrina Agung, seorang kaisar Rusia pada masa itu, mendengar masalah keuangan Diderot, hatinya terusik. Kaisar Rusia ini adalah seorang penggemar buku dan merasa sangat senang dengan Encyclopedie karya Diderot. Ia kemudia mengungkapkan keinginannya untuk membeli perpustakaan Diderot seharga 1000 pound sterling, atau tak kurang dari 1 Milyar rupiah nilai saat ini. Seketika itu juga, Diderot menjadi orang yang cukup kaya. Bukan saja dia mampu membiayai pernikahan putrinya, Dia juga mampu membeli jubah baru yang indah.

Sedemikian indahnya jubah yang dikenakannya sehingga saat dia berada di rumah, dia merasa barang-barang di rumahnya yang murah dan biasa tidak lagi cocok dengan jubahnya. "Tidak ada kecocokan lagi, tidak ada kesatuan lagi, tidak ada keindahan lagi" antara jubahnya yang indah dengan barang-barang di rumahnya, pikir Diderot. Dari sini dia merasa terdorong untuk mengganti barang-barang di rumahnya dengan barang-barang yang lebih bagus. Karpet diganti dengan karpet baru yang mahal, kemudian di susul keinginnan untuk membeli cermin lebar yang indah, selanjutnya patung-patung untuk menghias taman dan seterusnya. Seperti kartu domino yang jatuh beruntun, belanja yang satu disusul dengan belanja yang lain.

Efek Diderot
Pernah agan sista mengalami hal yang sama? Saat membeli suatu barang, kemudian merasa perlu untuk membeli barang lain untuk "melengkapinya"?
Itulah yang dikenal dengan efek Diderot. Istilah ini dikenalkan oleh seorang antropologist dan ilmuwan bernama Grant McKraken pada tahun 1988 Berdasarakan kisah di atas.

Perilaku hedon dan konsumtif
Semakin kaya seseorang, semakin ada kecenderungan bahwa segala sesuatu bukan lagi terkait kebutuhan semata, tapi juga terkait dengan ekspresi diri. Bukan lagi membeli baju sekedar penutup dan pelindung badan, tapi juga membelinya karena gaya dan untuk menunjukkan strata sosial. Misalnya saat seorang membeli jas Kiton K-50, maka serta merta jangan tangan G-shock miliknya tidak lagi tampak cocok. Maka belilah jam tangan Richard Mille, sepatu pun tak lagi mau menggunakan sepatu pantofel lokal maka dibelilah sepatu dari Salvatore ferragamo dan seterusnya. Hingga bisa jadi ini malah membuat orang tersebut menjadi miskin kembali.
Demikian itulah efek Diderot. Fenomena sosial yang banyak terjadi dalam masyarakat modern saat ini.

Mencegah perilaku konsumtif dan hidup minimalis
Untuk mencegah kita terjebak dalam perilaku konsumtif dan efek Diderot, beberapa tips ini mungkin bisa membantu agan:
1. Kurangi berkunjung ke pusat-pusat perbelanjaan, meskipun tujuan awalnya hanya window shopping.
2. Sama dengan tidak ke pusat perbelanjaan adalah tidak sering-sering mengakses situs-situs e-commerce.
3. Unfollow akun-akun instagram yang kebanyakan isinya hanya pamer.
4. Tunda dulu setidaknya 24 jam saat akan membeli barang-barang mahal, bisa jadi setelah menunggu 24 jam, barang itu tidak lagi menarik bagi agan/sista.
5. Pikir kembali masak-masak sekali lagi setelah 24 jam dan agan/sista masih ingin membeli barang tersebut.

6.
Quote:


Apakah ada tips lain dari Agan? komen di bawah ya gan

emoticon-Toastemoticon-Toastemoticon-Toast


Referensi:
1. https://qz.com/quartzy/1222581/the-d...-we-dont-need/
2. https://jamesclear.com/diderot-effect
3. https://en.wikipedia.org/wiki/Diderot_effect

Spoiler for "Beberapa Tulisan Ane yang Lain":

profile-picture
profile-picture
profile-picture
perihbanget dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dumpsys
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:


Begini aja dah
profile-picture
perihbanget memberi reputasi
profile picture
perihbanget
gimana kalau begitu aja?
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di