alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Menteri Pertahanan, Pertahanan Terakhir Prabowo?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9df190c820840bbe369efd/menteri-pertahanan-pertahanan-terakhir-prabowo

Menteri Pertahanan, Pertahanan Terakhir Prabowo?

{thread_title}


Oleh: Frank Wawolangi

Setelah kursi ketua MPR RI meleset dari target Gerindra kemarin, Partai Gerindra mulai agresif dalam menagih komitmen Presiden Jokowi. Akhir-akhir ini issue Prabowo Soebianto menjadi Menteri Pertahanan RI menggantikan sohibnya Ryamizard Ryacudu menguat. Banyak pihak yang kebakaran jenggot karena lapak nya terancam, namun ada pihak juga yang mengamini.



Panasnya kursi Menhan ini bahkan sudah dirasakan sejak pilpres 2019 berlangsung. Mulai dari Moeldoko, Wiranto, Agum Gumelar, kubu LBP bahkan Gatot Nurmantyo sekalipun naksir berat kursi ini. Kenapa tidak? Kursi ini punya jabatan super strategis baik dari sisi politik, keamanan, maupun ekonomi. Pemilik kursi ini punya kuasa yang besar terhadap anggaran pertahanan Republik Indonesia.

Prabowo sebagai mantan tentara, tau persis jabatan Menhan sangat diperlukannya. Disamping Prabowo cukup dekat dengan Menhan idealis jaman Presiden Soeharto, M. Yusuf, Prabowo juga memahami apa yang diperlukan sebagai Menhan untuk memperbaiki sistem pertahanan Indonesia.

Garis perjuangan partai Gerindra selama ini tidak jauh dari food security, energy security dan water security. Kata kunci nya adalah security. Menyangkut security, tidak ada pilihan lain, pertahanan negara menjadi elemen vital.

Selain itu, sebagai mantan Danjen Kopasus, Prabowo adalah salah satu legenda hidup baret merah. Dalam sejarah Kopasus tertulis jelas serangkaian prestasi yang tidak bisa dipisahkan dari kepemimpinan Prabowo. Namun yang terutama adalah, Prabowo sangat memperhatikan kebutuhan pasukannya. Sehingga Kopasus dikenal sebagai satuan komando elit yang disegani di dunia, bahkan sampai saat ini.

Berangkat dari logika tersebut, Prabowo sebagai Menhan RI diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menyeimbangkan perhatian Presiden yang selama ini lebih ke Polri, namun mulai juga ke Militer. Sehingga issue mengenai militer anak tiri Jokowi bisa benar-benar dipadamkan.

Di sisi lain, banyak pihak yang tidak rela Prabowo harus turun gunung menjadi menteri teknis. Prabowo adalah King Maker, tidak perlu berhadapan lagi dengan problematika birokrasi sedetail itu. Barisan yang tidak rela disini, tentu saja barisan Jokowi yang terancam kehilangan kuota kabinet nya. Ada pula barisan Prabowo yang masih berat melihat Capres pilihannya benar-benar bergabung kabinet Jokowi. Menjadi "pembantu" Presiden.

Masuknya Prabowo ke dalam kabinet Jokowi dinilai simpatisan Prabowo akan mengikis kekuatan Prabowo dan Gerindra. Karena dalam kompetisi pilpres kemarin, masih segar ingatan kita semua bagaimana sengitnya perseteruan kedua capres tersebut. Sehingga banyak orang yang menganggap, Prabowo menjadi Menhan Jokowi, adalah akhir dari karier politik Prabowo. Benarkah demikian?

Apabila berkaca dari daftar Menteri Pertahanan yang dahulu, masih banyak mantan Menhan yang masih berkiprah di dunia politik. Sebut saja, Wiranto, Mahfud MD, dll. Mereka telah membuktikan bahwa jabatan Menhan bukan paripurna karir politik. Yang harus dipahami adalah Prabowo menjadi Menhan bukan karena terpaksa, ditawari, atau lebih baik daripada. Namun Prabowo menjadi Menhan karena beliau memang mampu dan dibutuhkan negara Indonesia pada saat ini.

Mungkin saja setelah Prabowo sukses menjadi Menhan RI, publik akan semakin yakin bahwa Prabowo mampu memimpin birokrat di negara ini. Bukannya selama ini salah satu negatif campaign yang dihembuskan lawan politik adalah, Prabowo tidak punya pengalaman di birokrasi? Maka daripada itu, sekarang waktunya kita membuktikan bahwa Prabowo mampu menjadi Menhan yang baik. Suksesnya Prabowo adalah suksesnya Presiden Jokowi. Dimana secara langsung, rakyat Indonesia yang akan merasakan dampak positifnya.
Pak Prabowo hy merusak demokrasi ... tdk punya kemaluan
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di