alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
WWF Sebut Para Cukong Biayai Pembakaran Hutan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d8441f05cf6c47cae252cab/wwf-sebut-para-cukong-biayai-pembakaran-hutan

WWF Sebut Para Cukong Biayai Pembakaran Hutan



Direktur Policy & Advocacy WWF Indonesia Aditya Bayunanda

Jakarta - World Wildlife Fund (WWF) Indonesia menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia disengaja untuk penguasaan lahan. Ada para pemilik modal atau cukong yang membiayai pembakaran lahan oleh masyarakat.

Di negara lain, kata Direktur Policy & Advocacy WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, juga terjadi karhutla yang sama-sama akibat ulah manusia. Tapi seperti di Australia dan California (Amerika Serikat), karhutla yang terjadi tak terkait dengan upaya penguasaan lahan.

Meski demikian, Aditya tak mengungkapkan apakah cukong dimaksud perorangan, sekelompok orang yang teroganisir, atau justru korporasi. Hanya saja sebagai petunjuk awal bisa dilihat dari pihak-pihak yang mengambil manfaat dari yang lahan terbuka pasca terbakar.

"Dari lahan-lahan yang terbakar dalam kurun waktu tertentu biasanya akan berubah menjadi kebun. Dari situlah bisa dikira-kira bahwa dialah yang memodali pembakaran itu. Bisa oknum pribadi atau korporasi," kata Sarjana Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada itu kepada Tim Blak-blakan.

Sinyalemen serupa pernah disampaikan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo. Sebesar 99 persen karhutla, kata dia, akibat ulah manusia, "80 persen lahan terbakar berubah menjadi lahan perkebunan."


Pembukaan lahan dengan cara dibakar itu disinyalir untuk digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit. Indonesia saat ini memiliki 14,3 juta hektar perkebunan kelapa sawit.

Menurut Aditya, memang ada masyarakat yang biasa membuka lahan dengan cara membakar. Tapi mereka melakukannya di area yang terbatas dan diatur sedemikian rupa agar terkendali. Karena itu kearifan lokal yang mereka lakukan secara turun-temurun selama ratusan tahun tak pernah mengakibatkan bencana.

Kalau pun ada masyarakat yang kini membakar, tapi luas lahannya mencapai puluhan hektare, hal itu patut dicurigai ada cukong di belakangnya. Sebab membuka lahan untk kebun kelapa sawit, misalnya, modalnya sekitar Rp 40-60 juta perhektare. "Siapa sih (masyarakat perorangan) yang punya dana sebanyak itu?," ujar Aditya.

Ia mencontohkan kasus kebakaran di lahan restorasi ekosistem WWF melalui PT Alam Bukit Tigapuluh (PT ABT) di perbatasan Provinsi Jambi dan Riau. Pada saat tim WWF akan masuk untuk memadamkan api, ada kelompok-kelompok masyarakat yang menghalang-halangi. "Jangan, sudah susah-susah kita bakar kok (akan dipadamkan) ha-ha-ha," tutur lelaki kelahiran Yogyakarta, 31 Mei 1975 itu.


Agar kebakaran hutan yang massif tidak terus terulang, pencegahan dini mutlak dilakukan oleh segenap komponen masyarakat. Selain itu berbagai upaya penegakkan hukum masih harus dimaksimalkan. Sebab selama ini, para cukong nyaris tak tersentuh kecuali warga yang membakar langsung di lapangan.

Selengkapnya, saksikan Blak-blakan Direktur Policy & Advocacy WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, "Cukong Lahan dan Kebakaran Hutan" di detik.com, Jumat (20/9).

sumber: https://news.detik.com/berita/d-4713...mbakaran-hutan


udah jelas kan, pemerintah masih lemah untuk urusan yang satu ini emoticon-Cape d...

ujung ujungnya rakyat kecil yang jadi korban. yasudah kita lihat sama-sama endingnya.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Black campaign taik kucing dari LSM kampung emoticon-Big Grin

Perusahaan besar itu punya otak dan punya modal. Mereka buka lahan dengan buldozer dan alat berat lainnya. Mau ngapain mereka cari resiko bakar bakar lahan.... toh selama ini operasional mereka selalu diawasi oleh LSM LSM brengsek tukang fitnah dan peras..... apalagi perusahaan yg terdaftar di organisasi sustainability dunia, mana berani mereka bakar lahan...bisa bisa di suspend dilarang jualan kalau ketahuan...

Kalaupun ada perusahaan yg bakar lahan, itu hanya segelintir kecil saja yg brengsek dan nekat.

Justru mayoritas pembakar lahan itu adalah masyarakat/ petani.... karena secara undang undang mereka memang diperbolehkan buka lahan dengan cara bakar max 2 hektar..... cmn mereka taunya bakarnya doang, matiin apinya kagak becus.... akhirnya tuh api ketiup angin kena ke lahan perusahaan, korporasi lagi yg difitnah dan dipidana..padahal yg brengsek cecunguk cecunguk kecil ini....

Kenapa undang2 memperbolehkan max 2 hektar? Karena alasannya itu adalah kearifan lokal....wakakkaka.. alasan khontol kan? emoticon-Big Grin Ga percaya? Silahkan google sendiri emoticon-shakehand

Udah rahasia umum lah ini...emoticon-Big Grin

profile-picture
profile-picture
profile-picture
alslakraditossh dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh balonkempes
profile picture
kampret.stres


yang dibakar itu hutan yang dilindungi dan nggak boleh ditebang.

setelah hutannya terbakar (mungkin tepatnya dibakar), mereka bisa lebih mudah melobi-lobi pemerintah untuk menanam kelapa sawit di bekas hutan tersebut dengan alasan hutannya sudah "terlanjur terbakar".

faktanya banyak illegal logging (penebangan hutan illegal) terjadi di kalimantan dan sumatera oleh pengusaha-pengusaha kelapa sawit serakah.
https://news.mongabay.com/2018/06/il...overnment-ban/
https://climateheroes.org/heroes/sum...legal-logging/

solusinya, pemerintah harus tegas, tanah bekas kebakaran hutan harus ditanami pohon-pohon hutan lagi, tidak boleh ditanami kelapa sawit oleh pengusaha. sehingga sia-sia membakar hutan.
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di