alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kenapa Saya Tidak Suka Harry Potter
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d790561c8208432ac394ad1/kenapa-saya-tidak-suka-harry-potter

Kenapa Saya Tidak Suka Harry Potter

gbr diambil dr : www.bustle.com

Mungkin terlambat menulis apa yang saya rasakan tentang cerita Harry Potter, sekian tahun setelah serial ini lewat. Tapi setiap kali saya melihat wajah Harry Potter, saya merasa sebal, dan saya ingin tahu apakah cuma saya yang merasa seperti ini?

Saya membaca habis semua seri Harry Potter, dan sama seperti kebanyakan orang, saya menunggu untuk membaca setiap kali seri Harry Potter yang baru keluar. Satu hal yang mungkin berbeda, biasanya jika saya menyukai satu cerita, saya akan lebih menikmati-nya dalam bentuk tulisan, daripada menikmatinya dalam bentuk film. Khusus untuk Harry Potter, saya lebih menikmati film-nya dari pada novel-nya.

Saya membaca Harry Potter karena ingin tahu bagaimana cerita itu berakhir, tanpa bisa sungguh-sungguh menikmati cerita itu.

Jika saya bisa beberapa kali membaca Lord of The Rings, atau Musashi, Taiko, Dalam Pengepungan (ditulis Jaap Ter Haar), dll. Tidak demikian dengan Harry Potter, saya hanya membacanya sekali dan tidak ada keinginan untuk membaca kedua kalinya.

Apa yang salah dengan Harry Potter?

Ketika saya berusaha memahami mengapa saya tidak menyukai Harry Potter, maka saya sampai pada kesimpulan bahwa saya tidak menyukai karakter Harry Potter. 

Sejak awal saya membaca Harry Potter, alih-alih merasa jatuh kasihan, saya merasa sebal dengan Harry Potter. Paman dan bibinya memelihara dia sejak kecil dan menyekolahkan dia di sekolah yang sama dengan anak mereka. Mungkin dia tinggal di ruangan yang sempit, di bawah tangga, tapi coba bandingkan dengan anak jalanan yang dengan mudah kita temui di Indonesia. Kehidupan Harry Potter bersama paman dan bibinya jauh lebih baik dari kehidupan banyak anak-anak di Indonesia.

gbr diambil dr : sindonews.com

Jika bagi J.K. Rowling kehidupan Harry Potter itu mungkin sangat menyedihkan dan diharapkan bisa menarik simpati pembaca, tidak demikian bagi saya. Bagi saya Harry Potter justru tampil sebagai anak cengeng yang tidak tahu berterima kasih pada paman dan bibinya.

Setiap hari dalam keseharian, saya menemui ada banyak anak-anak lain dengan kehidupan yang lebih sulit dari Harry Potter, mereka bekerja berjualan koran, membantu orang tua, mengasuh adiknya, dan lain sebagainya. Sementara Harry Potter bertingkah seperti anak yang manja, yang bertingkah seakan-akan dia orang tersusah di dunia.

gbr diambil dari : fhadil77.blogspot.com

Padahal di berbagai belahan dunia, ada ribuan, puluhan ribu atau bahkan mungkin jutaan anak yang nasibnya jauh lebih buruk dari seorang Harry Potter. Mungkin saya bisa bersimpati jika Harry Potter tidak bertingkah seperti seorang anak manja perajuk yang tidak tahu berterima kasih.

gbr diambil dr : tribunnews.com

Di dunia di mana ada banyak anak kelaparan, tingkah laku Harry Potter yang marah-marah pada paman dan bibinya, yang sudah mengasuh dan memelihara dia sejak masih bayi, buat saya terasa menyebalkan.

Dunia dalam cerita Harry Potter penuh dengan kisah yang aneh dan menarik. J.K. Rowling bagi saya berhasil menghadirkan sebuah dunia khayal yang menghibur. Namun bagi saya Harry Potter, terasa seperti seorang pahlawan yang cengeng, di tengah dunia dengan banyak anak-anak yang jauh lebih menderita dibandingkan Harry Potter.

Di timur tengah, di Afrika, di banyak daerah yang sedang berada di tengah konflik, ada berapa banyak anak kehilangan orang tua? Dan nasib mereka jauh lebih buruk dari nasib Harry Potter.

Alih-alih merasa bersimpati, ingin rasanya saya menendang pantat si manja Harry Potter, dan menghadiahi dia sebuah tamparan, ketika dia mulai merajuk, "Shut up! Be a man!"


Sumber : opini pribadi.

Diubah oleh lonelylontong
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Nice point of view nya gan.
tapi, itu menurut agan seorang ya..
ane sendiri ga suka sih ama harpot.
selain karena males baca novel tebel2 gitu, males jg ama sesuatu berbau sihir gitu.

tapi, diluar sana byk yg suka..
karena pandangan mereka jg berbeda dgn agan.

kalo menurut ane, si harpot itu
cuma satu orang yg beruntung. itu aja..
beruntung karena jd pemeran Utama.. jd pasti menang pd akhirnya.
beruntung karena ga hidup di etiopia..
beruntung karena punya 2 sahabat yg katanya luar biasa.
beruntung punya petualangan yg katanya luar biasa jg.
profile picture
lonelylontong
Yup, ini kesan saya pribadi waktu saya baca Harry Potter. Dan mungkin bagi banyak anak2 di luar negeri, yang dalam setahun bisa menerima 2-3 kali hadiah (ulang tahun, natal, tahun baru), kemudian mungkin tinggal dengan orang tua yang siap mendengarkan keluh kesah dan keinginan mereka, kehidupan Harry Potter akan terdengar sangat buruk.

Dan mungkin itu sebabnya mereka bisa merasakan "penderitaan" Harry Potter, dan mungkin memahami kemarahan dia.

Yg buat saya lebih mirip merajuk.
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di