alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Sports / Sports /
Dilema Kesetaraan Gender Dalam Olahraga, Ketika Atlet Transgender Ikut Bertanding
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d7357cc018e0d01724620ed/dilema-kesetaraan-gender-dalam-olahraga-ketika-atlet-transgender-ikut-bertanding

Dilema Kesetaraan Gender Dalam Olahraga, Ketika Atlet Transgender Ikut Bertanding


Gbr diambil dr : bloodyelbow.com

Secara pribadi saya sering merasa kasihan pada transgender yang mengalami bullying di tengah masyarakat yang sulit untuk menerima keberadaan mereka.

Di sisi lain, perjuangan mereka yang menuntut kesetaraan bagi transgender, juga bukannya tidak menimbulkan permasalahan.

Setidaknya ketika tuntutan itu muncul di bidang, di mana perbedaan gender antara pria dan wanita, mau tidak mau, harus menghadapi kenyataan, bahwa ada perbedaan antara pria dan wanita.

Sehingga kesetaraan gender, dan/atau penerimaan keberadaan transgender, justru akan menimbulkan ketidak adilan.


Seorang sprinter transgender, gbr diambil dr monastery.org

Olahraga adalah satu bidang yang menjunjung fair-play dan keadilan.

Peraturan kompetisi, dirancang sedemikian rupa, sehingga tiap peserta bisa menampilkan kemampuan mereka, dan memang mereka yang memiliki skill terbaik yang menang.

Tidak bisa dipungkiri juga, bahwa secara fisik pria dan wanita tidak bisa disamakan.

Seorang atlet bela diri wanita yang terlatih, mungkin bisa mengalahkan pria yang tidak atau kurang terlatih.

Tetapi ketika atlet pro bela diri ranking 10 besar MMA wanita harus melawan atlet pro bela diri ranking 10 besar MMA pria, maka kita tidak bisa menghindar dari kenyataan, bahwa secara alami, pria memiliki fisik yang lebih kuat dibandingkan wanita.

Fallon Fox adalah seorang atlet MMA "wanita". Sebelum dia menjadi wanita, dia dilahirkan dan tumbuh besar sebagai seorang pria.

Sekarang bayangkan, jika seorang atlet MMA wanita, harus bertarung dengan-nya. Seseorang yang lahir dan besar sebagai pria, sebelum memutuskan bahwa dirinya adalah seorang wanita. Apakah pertarungan itu masih bisa dikatakan sebuah kompetisi yang fair?


Gbr diambil dr : bjj-world.com


Fallon Fox bukan satu-satunya atlet transgender yang lahir sebagai pria, kemudian memutuskan untuk menjadi wanita.

Di bidang olahraga lain pun, sudah terjadi beberapa kasus di mana atlet transgender bertanding melawan atlet wanita "tulen".

Ketika atlet transgender diijinkan untuk bertanding sesuai dengan gender pilihannya, terutama kasus di mana atlet lahir dan besar sebagai pria, kemudian memilih untuk beralih gender menjadi wanita, maka mereka memiliki keunggulan dari segi fisik dibandingkan lawan mereka. Hal ini akan semakin terlihat pada jenis olahraga yang lebih dominan pada fisik dibandingkan dengan skill.

Menurut saya pribadi, fakta biologis tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

Sehingga kesetaraan gender, tidak bisa diartikan secara dangkal, tanpa melihat kenyataan biologis bahwa ada perbedaan antara pria dan wanita.

Gerakan-gerakan yang menuntut kesetaraan gender, dan bahkan kesetaraan bagi transgender, sekarang dihadapkan pada satu dilema.

Entah apakah para "pejuang sosial" ini, akan memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan mereka.

Add:: Supaya lebih berimbang, di pertarungan ke empat Fallon Fox kalah TKO, lawannya cewek tulen. Ane jg baru baca, pas lagi nyari2 gif-nya fallon fox waktu ngehajar lawannya.

Sumber referensi :
1. https://bjj-world.com/transgender-mm...male-opponent/
2. https://www.theguardian.com/sport/20...-fox-joe-rogan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lonelylontong dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh lonelylontong
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:


Yes ane setuju sekali dengan pendapat agan nih,menurut ane hal yang tidak bisa di hilangkan adalah kondrat,memang benar gender adalah sesuatu yang terbentuk di masyarakat seperti stereotype yang menempel atau pelebelan dari masyarakat tapi kodrat adalah sesuatu yang memang berasal dari penciptaan manusia itu sendiri ketika lelaki memang di ciptakan dengan fisik yang lebih kuat dari perempuan,ketika perempuan di ciptakan dengan perasaan yang lebih peka dari laki-laki.
Ketika kaum-kaum seperti ini memaksakan agar di cap fair enough to trans,is it fair enough for the girls?or for the boys?
Justru menurut ane membawa ketidak adilan untuk para wanita tulennya hanya krna untuk mencipakan keadilan dan olahraga yang "ramah" trans gtu. Tidak sama sekali bermaksud meremehkan kekuatan dan kemampuan perempuan lho ya dalam hal ini. Tapi ya jangan nyalahin perempuan bahwa mereka kurang berlatih lah kurang disiplin lah.
Mereka melakukan segenap kemampuan mereka kok.
Ok is the game fair enough for both side?emoticon-Bingung
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di