alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Wapres JK: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Besar, Hanya Sebungkus Rokok
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d728a6f28c9914ea1363daf/wapres-jk-kenaikan-iuran-bpjs-kesehatan-tidak-besar-hanya-sebungkus-rokok

Wapres JK: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Besar, Hanya Sebungkus Rokok

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai bahwa kenaikan premi Jaminan Kesehatan Nasional/Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak seberapa dibandingkan pengeluaran untuk membeli rokok dan pulsa telepon.

"Jadi tidak besar sebenarnya, apalagi (bagi) yang merokok. Itu hanya satu bungkus, orang merokok satu bungkus sehari, ini untuk satu bulan. Jadi tidak besar dibandingkan pengeluaran yang lain," kata Wapres Jusuf Kalla saat beraudiensi dengan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kantor Wapres Jakarta, Kamis.

JK menafsir nominal kenaikan iuran BPJS Kesehatan hampir sama dengan harga satu bungkus rokok. Kalau satu bungkus rokok bisa dinikmati dalam satu hari, maka manfaat membayar premi BPJS Kesehatan ini bisa dirasakan untuk jangka panjang.

Selain untuk konsumsi rokok, JK juga mengatakan nilai kenaikan BPJS Kesehatan tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan pulsa telepon.

"Orang yang mampu, yang mungkin punya 3 handphone atau mungkin empat malah, rata-rata pulsa itu saya kira Rp20-30 ribu paling minimal. Jadi kenaikan itu hanya setengah dari pengeluaran handphone sebulan satu orang," tambahnya.

Sebagian besar iuran BPJS Kesehatan, khususnya dari peserta penerima bantuan iuran (PBI), dibayarkan oleh Pemerintah; sehingga kenaikan tersebut dinilai tidak terlalu berat. Selain itu, kenaikan iuran BPJS Kesehatan juga dapat mengatasi defisit anggaran yang tahun ini diperkirakan memburuk hingga Rp32,8 triliun.

"Jadi kalau iuran naik itu, daripada defisit, jadi dinaikkan saja tarifnya. Tapi yang bayar Pemerintah sebagian besarnya, saya kira Rp120 juta dibayarkan oleh Pemerintah iurannya itu," jelasnya.

Wapres menilai selama ini BPJS Kesehatan terlalu murah dalam menetapkan nilai premi, sementara jenis penyakit yang ditanggung cukup besar cakupannya. Apalagi, BPJS Kesehatan merupakan jenis asuransi kesehatan yang anggotanya termasuk terbesar di dunia.

"Itu iuran BPJS terlalu murah dibanding manfaatnya, Rp23 ribu tapi mau operasi jantung, sakit apa pun ditanggung oleh BPJS. BPJS itu asuransi yang salah satu terbesar operasinya di dunia ini, dia punya anggota lebih dari 200 juta orang," ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengusulkan adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada 2020. Usulan kenaikan premi tersebut bertujuan untuk memperbaiki defisit anggaran keuangan di BPJS Kesehatan yang tahun ini memburuk hingga Rp32,8 triliun.

Usulan kenaikan tersebut untuk peserta jaminan kelas I menjadi Rp160 ribu, kelas II menjadi Rp110 ribu dan kelas III menjadi Rp25.500 per bulan. Kenaikan tersebut direncanakan mulai berlaku pada 1 Januari 2020.


Sumur: https://m.merdeka.com/uang/wapres-jk...kus-rokok.html


Pesan moralnya: Rokok dan Pulsa hengpon lbh mahal dibandingkan kenaikan iuran BPJS..

emoticon-Cool
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

rokok kan udah warisan leluhur ...sama kaya nyeupah gigi nenek make gincu

Gara gara ini orang jadinya iklan rokok membunuhmu sadis banget...dasar namanya saja jusuf sok ganteng lu..!!

Sakit mati banyak caranya bukan saja merokok ada yg dibunuh dirampok,dibully ditabrakan beruntun dan di di lainnya sempit banget pikiran orang itu...dasar kalajengkol!!!!

Lebih bau dari rokok ...itulah kalau backgroudnya sipedagang emank sijusuf itu sebelum jd menkokesra dulunya sipedagang dimakasar!

karena hanya cari untung saja jd begitu..disalah salahin rokok dan pulsa phone sedang dia sendiri tidak pernah merasa salah ketika pendapatan rokok dan pulsa provider tidak pernah jelas inkamnya /pendapatannya untuk pemerintah sendiri jd cari cari untuk gimana cara naikin sesuatu tanpa pikir panjang seperti kalau BBM harus naik eh dia "si kalajengkol" malah salahin karena banyak orang kampung sudah bisa beli hp yg besar besar motor matic dan mobil.....

Jadinya gue naikin bray !!!!

Mati mah urusan diatas buktinya ane ngerokok gak mati mati and gak sakit sakit itung itung belajar berenang and tarik nafas...supaya sehat atau antusipasi untuk menyesuaikan polusi udara dengan sekitarnya...gak penting ada bpjs atau askes karena peraturannya mirip pungli bpjs itu beda dengan dulu askes hanya bagi kaum yg tidak mampu saja lah bpjs? Asuransi?dipaksa? Mirip sistem rentalan lu...

Askes itu hampir sama seperti subsidi dan bpjs itu seperti perpajakan baru dengan mengatasnamakan lembaga baru atau badan ketenaga kerjaan padahal isinya bukan seperti itu melainkan namalainnya jikalau rambu lalu lintas sebagai peraturannya dan portal rambunya sebagai penghalang urusan pribadinya yg tidak lain portal itu program bpjsnya jadinya seperti banyak rumah sakit banyak penyakit atau dibuat buat.

Pada akhirnya bpjs itu tidak layak diadakan dinegri ini atau seperti dulu sajalah askes karena yg mampu itu bisa bayar sendiri dengan caranya sendiri....adanya bpjs menjadikan pergerakan dokter indonesia menjadi sempit untuk memberikan kompensasi maupun fungsional didalam menjalankan praktikumnya......itu saja

Catat : hidup mati sudah ada yg ngatur tinggal bagaimana kalian menjalaninya maka merokoklah pada tempatnya sediakan asbaknya dan minumnya...rokok hanya sebagai yg dipicu dan korek apinyalah pemicunya jd kenapa rokok itu dijadikan momok menakutkan bagimu?

Kalau masalah asapnya bukankah asap itu sebuah bentuk kealamian sebagaimana warisan leluhur menyebutnya dan anak cucunya melupakannya.....disini mengenai asap bukan saja asap rokok toh?

Coba lu pikir kala !!!!!!!!
Diubah oleh Tidur.lah
profile picture
cosebel


Ane lebih setuju 2 opsi
1. Cabut semua subsidi kesehatan, swastanisasi rumah sakit, gak ada lagi pelayanan buat orang miskin. Nanti bakal ada seleksi alam tersendiri, klo mau sehat ya jaga kesehatan. Lu hidup gak seharlt resiko tanggung sendiri.
So mo egois ya silakan, mo asuransi pake punya swasta. Tugas negara hanya buat membangun infrastruktur n menstabilkan ekonomi n pemerintahan.
No more parasit yang baru aktifin bpjs cuma klo sakit n abis itu gak bayar lagi, atau bayar bpjs karena keuntungan pengobatan murah dikala sakit parah.
2. Subsidi silang, ya kek bpjs ini. Lihat negara lain, mo Jepang kek mo korea yang namanya asuransi kesehatan negara sifatnya wajib. Lihat aja penjelasan dari orang Indonesia yang tinggal disana. Malah tagihan asuransi kesehatan dikirim kerumah, n yang ditanggung cuma beberapa puluh %, di Jepang max 40%.
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di