alexa-tracking
Kategori
Kategori
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbc851a018e0d5684371b5f/pacarku-hidup-kembali

PACARKU HIDUP KEMBALI (Romance, Ecchi, Horror, Comedy)


Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:


Quote:


Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Spoiler for Opening Song:


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Spoiler for Closing Song:



profile-picture
profile-picture
profile-picture
andri0511 dan 67 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
BAGIAN 18
MENANTU IDAMAN
part 1


Spoiler for Leticia Van Orsch (Letty):

Sore hari ba’da Ashar, Asnawi berkunjung ke rumah Febri bersama Eka. Mereka menumpang mobil jeep berasap tebal milik Eka. Asnawi menyimpan motor mio butut kesayangannya di tempat parkir basement kampus. Febri sangat semringah kala itu karena dia akan menjalankan rencana gilanya untuk menghidupkan kembali Letty menjadi manusia. Di sepanjang jalan, dia tak henti-hentinya menceritakan Letty yang bisa menampakan diri seperti manusia bahkan bisa mengakrabkan diri dengan ibunya.

Asnawi yang duduk di kabin belakang tampak cukup antusias mendengar cerita Febri tentang Letty. Dalam hatinya tiba-tiba muncul rasa penyesalan yang mendalam akibat belum mengenalkan Hayati kepada keluarganya seperti halnya Letty yang dikenalkan Febri kepada ibunya. Seandainya waktu itu Hayati tidak ditarik ke alam baka, Asnawi akan mengajaknya berkunjung ke Sukabumi. Mungkin Hayati juga akan langsung akrab dengan kedua orang tuanya dan bersahabat dengan kakak perempuannya yang berprofesi sebagai dokter.

“broo...emang Letty bisa ngomong bahasa Indonesia?” tanya Asnawi.

“udah bisa broo...sebenernya dia itu tau bahasa kita cuman...ya gitu...dia itu masih bermental penjajah”

“maksud lu mental penjajah gimana Feb?”

“dia gak mau ngomong bahasa inlander....bahasa pribumi...katanya dia itu anak gubernur jenderal pada masanya....jadi agak-agak sombong lah”

“anjiiirr.....berarti lu diperbudak sama Letty?”

“ya enggak lah bro....malah sebaliknya hahahaha”

“kok bisa?”

“yaiyalah...kan dia butuh tambahan energi dari gue.....lu tahu kan caranya ngasih energi?”

“anjiirrr........hahahahaha”

Setengah jam berlalu, mobil jeep berasap Eka mendekati suatu komplek yang merupakan tempat tinggal Febri. Mobil melaju cukup kencang sehingga membuat suasana komplek menjadi berkabut akibat asap pekat yang keluar dari knalpot mobil. Akhirnya mereka tiba di depan rumah Febri. Eka memarkirkan mobil jeep berasapnya di bahu jalan. Febri barjalan tergesa-gesa menuju rumahnya, dia bermaksud untuk membukakkan pintu untuk Asnawi dan Eka.

“broo....kita langsung ke kamar lu aja ya” pinta Eka.

“jangan dulu euy!!....kalian di ruang tamu dulu, kamarnya lagi dibersihin sama Letty”

“njiiiirr...Letty dijadiiin pembantu sama elu?” Eka tercengang.

“enggak broo.....dia emang rajin gitu orangnya.....lagian kan dia selama ini tidur ama gue dikamar”

“bisa kebayang nih....sprei kasur lu pasti banyak cairan cairan bejat hahahahaha” ledek Eka.

“anyeeeeenk........daripada elu! kasurnya banyak debu gara-gara kelamaan jomblo” balas Febri.

“hahahaha........si Febri bener Ka....kasur lu banyak debunya” Asnawi ikut mendukung Febri.

“yaelah....lu berdua dasar pecinta setan...mendingan jomblo daripada pacaran sama setan..hiihhhh” ujar Eka.

“ya mending pacaran sama setan yah broo....bisa kita apa apain sesuka kita, betul gak Wi?” bantah Febri.

“ho’oh banget cuy........haha” jawab Asnawi semringah.

“gimana kalo kunti punya lo hamil?......pasti anaknya jadi tuyul.....mau lu punya anak tuyul?” tanya Eka.

“gak apa-apa lah punya anak tuyul juga, mereka pinter nyari duit, jadi gue gak usah capek kerja nyari duit hahahaha” jawab Febri dengan entengnya yang kemudian disetujui oleh Asnawi.“anyeeenk pinter banget nih temen gue hahahaha” kata Asnawi yang terpingkal-pingkal.

“hmmm....pusing ah debat sama lu berdua!” kata Eka dengan sangat kesal.

Asnawi dan Febri tampak Saling toss dan merayakan kemenangan debat mereka terhadap Eka. Tak lama berselang, tiba-tiba seorang wanita paruh baya dengan rol rambut yang masih terpasang datang menghampiri mereka sambil membawa sebuah nampan yang berisikan sepiring biskuit dan dua gelas es jeruk.

“ini anak-anak......makanannya!!” seru ibu Febri dengan senyum merekah di wajahnya. Sontak, Asnawi dan Febri yang tengah terpingkal-pingkal pun mendadak duduk manis di kursi tamu.

“aduh tante....gak usah repot-repot” Asnawi berbasa basi.

“ahhh...kamu jangan gitu....oh iya kabarnya kamu sakit yah kemarin?” tanya ibu Febri.

“iya tante....ya alhamdulillah sekarang mah aku udah sehat lagi”

“tante turut prihatin yah atas kehilangan pacarmu....semoga arwahnya diterima di sisi Allah”

“amiinn....makasih tante”

“yaudah nih makan biskuit spesial khas Belanda ini....”

“wah khas Belanda..?.....tante abis pulang dari Belanda?”

“bukan broo...kue ini bikinan Letty” Febri tiba-tiba menyela pembicaraan.

“betul Feb....kue ini buatan dia hehehe....calon menantu idaman nih” kata ibu Febri sambi mengusap kepala Febri yang tampak tersipu malu.

Asnawi dan Eka sangat terkejut dengan pernyataan ibu Febri yang menyebut Letty adalah calon menantunya. Mereka berdua tahu bahwa Letty itu kuntilanak yang menumpang hidup di kamar Febri. Eka bahkan sampai berbisik kepada Asnawi yang duduk disebelahnya. “serius nih si Febri mau nikahin kunti Londo itu?” gumam Eka yang diikuti gelengan kepala Asnawi yang kebingungan. Ibu Febri pun akhirnya duduk di sebelah Febri dan ikut memakan biskuit buatan Letty.

“ayo....makan nih kue nya!!” ujar ibu Febri.

“iya tante makasih” kata Eka dan Asnawi secara bersamaan.

Mereka berdua sama-sama mengambil biskuit yang tersaji diatas sebuah piring keramik putih. Asnawi sangat bahagia ketika merasakan biskuit itu bergoyang-goyang dalam mulut ketika dikunyah. Cita rasa khas Belanda sangat terasa menutupi semua permukaan lidahnya, rasa menteganya sangat terasa sehingga membuat mulut tidak mau berhenti untuk mengunyahnya. Selama ini, Asnawi hanya tahu kue butter cookies dari kue berkemasan kaleng yang bergambar tentara inggris main drum band. Asnawi baru pertama kali merasakan butter cookies buatan orang Belanda asli dengan cita rasa yang berbeda dengan kue kaleng itu.

“kue nya enak banget tante....aku baru pertama kali ngerasain kue asli Belanda” puji Asnawi.

“iya Wi....Letty emang pinter masak kue” kata ibu Febri sambil kembali mengigit sebuah kue.

“tante kenal Letty darimana?” tanya Asnawi.

“iya dia dibawa kesini sama Febri....katanya dia itu mahasiswa pertukaran UPI dari Belanda....dia ngekost di deket komplek ini....apa kalian udah kenal sama dia?” jawab ibu Febri.

“u..u...udah tante....udah cukup lama!” jawab Asnawi terbata-bata.

“lha...kenapa gak bilang dari dulu atuh?.....kenapa gak dikenalin sama tante dari dulu”

“..eeh...eehh...eeh...anu tante, Letty ini adalah......kunti....” tiba tiba Eka menjawab pertanyaan ibu Febri, namun Asnawi segera menyadarkannya dengan menginjak kakinya. Eka tampak kesakitan dan melotot kearah Asnawi. Ibu Febri pun merasa aneh dengan kelakuan Asnawi dan Eka.

“lho kalian kenapa?” tanya ibu Febri yang mengernyitkan dahinya.

“anu tante...tadi ada kecoa naek ke kakinya Eka...jadi aku refleks nginjek kakinya” jawab Asnawi sambil cengar-cengir.

“iya tante....maafin yah..hehehe” tegas Eka yang juga ikut cengar-cengir.

“oh gitu...kirain kalian berantem...hehe...yaudah, tante mau ke dapur dulu yah...haus nih!!....sok aja kalian maen disini yah!....Feb!...panggil Letty gih!!.....biar kalian ngobrol-ngobrol disini!” perintah ibu Febri.

Ibu Febri beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju dapur. Febri dengan cepat barpindah tempat duduk ke samping Eka yang masih mengusap kakinya yang sakit.

“lu kenapa sih broo...pake bilang kalo Letty itu kunti?” tanya Febri kepada Eka dengan kesal.

“iya nih Feb...untung gue injek dia nih, kalo enggak bisa gawat” ujar Asnawi.

“thank’s ya Wi....untung aja” kata Febri.

“ya gue mah sorry aja broo, abisnya gue kebayang bayang wujud Letty yang nyeremin” kata Eka sambil menyeruput minuman yang disajikan diatas meja.

“serem gimana maksud lu?” tanya Febri.

“ya serem aja broo, gue masih inget wujud si Letty yang pake gaun warna putih..terus mukanya pucet...terus rambut hitam panjang dan warna matanya itu loh yang tambah serem....hitam semua..gak ada putihnya....terus gue mah jadi inget setan di film-film holywood....makanya pantes si Nawi manggil dia mawar hitam, soalnya auranya hitam...” jawab Eka dengan gamblang dan diikuti anggukan kepala dari Asnawi.

“kalian berdua belum tahu aja wujud Letty sekarang....dia udah lebih manusiawi broo...gue panggil kesini yah”

Febri pergi menuju kamarnya untuk membawa Letty yang tengah membersihkan kamarnya. Asnawi dan Eka semakin penasaran dibuatnya. Mereka membayangkan wajah pucat Letty dengan tatapan kosongnya seperti sosok gadis psikopat. Tak lama berselang, Febri kembali dengan menarik tangan Letty yang benar-benar berbeda. Asnawi dan Eka mendadak melongo ketika melihat wujud Letty yang sangat cantik dan menawan. Dia memakai celana jeans pendek (hotpants), atasan berupa kaos kuning yang sangat ketat sehingga meperlihatkan lekuk tubuh indahnya dan belahan dadanya tampak sangat jelas terlihat. Rambutnya yang dulu berwarna hitam, kini berubah menjadi pirang. Wajahnya yang awalnya pucat, kini menjadi lebih berseri dengan senyuman manisnya yang membuat Asnawi dan Eka seakan terhipnotis. Warna matanya yang semula berwarna hitam sekarang menjadi berwanya hijau dan terlihat jelas bulatan pupilnya yang sempurna.

Letty tampak memakai riasan di wajahnya. Lipstik merah pucat tampak menghiasi bibir tipisnya, ditambah rona merah dipipi menambah kadar keterpesonaan kedua pria yang barada dihadapannya. Letty menyapa mereka dengan logat khas Belandanya, akan tetapi Asnawi dan Eka masih membatu karena terpesona dengan pandangan pertamanya. Febri akhirnya menampar kedua sahabatnya itu untuk menyadarkannya.

“lu berdua kenapa??..........hahahahaha” tanya Febri.

“anjiiirr.....gue pangling banget sama Letty...dia...dia..dia...”Eka kembali gagap.

“dia jadi cantik broo....dan bener kata lu tadi, dia lebih manusiawi” lanjut Asnawi.

“halo.... hoe gaat het jongens?” sapa Letty dengan bahasa Belandanya.

“wacht even.....Letty!!...kamu mesti bahasa indonesia..!..kamu mesti biasain yah, mereka gak ngerti bahasa Belanda” ujar Febri.

“oohh.. je bedoelt te spreken, ik moet binnenlander spreken?” tanya Letty.

“yeah...betul..betul...bahasa inlander, kamu harus ngomong bahasa inlander juga sama mereka...sama kayak bicara dengan ibuku”

“oke...baiklah, eik bicara kamu punya bahasa inlander” kata Letty dengan logat khas Belandanya ala film-film Barry Prima jaman dulu.

Letty kemudian duduk dihadapan Asnawi dan Eka, dia kembali melontarkan senyum sambil menyapa mereka.” Apa kabar kalian?.....eik lama sudah tidak jumpa”

“kita baik-baik aja....Letty...hehe..kamu sekarang sangat mempesona” jawab Eka.

“bedankt..ehh...maksud eik terima kasih...hehe...maaf eik belum biasa bicara pake bahasa inlander”

“oh gak apa apa Letty...yang penting kita mengerti apa yang kamu omongin”

“iya....apa kalian sudah memakan eik buatkan kue?”

“udah Letty....enak banget kue nya terima kasih” jawab Asnawi.

“sama sama Asnawi....oh iya eik turut berduka cita atas kehilangan Hayati...eik pasti sangat merindukan dia.....Hayati adalah musuh eik punya...eik tidak akan pernah bisa mengalahkannya”

“iya makasih Letty....makasih atas rasa simpatimu....ngomong-ngomong, kenapa kamu bisa menampakan diri dan berubah penampilan?” tanya Asnawi.

“ini semua berkat Febri....dia orang baik sekali...eik diberi energi yang sangat banyak dari dia dan juga eik diberikan baju sama dia jadi eik bisa berpenampilan cantik seperti jaman dimana eik hidup” jawab Letty yang terlihat semringah, dan kemudian dia merangkul Febri.

“oh gitu...wah lu gila Feb...masa Letty lu dandanin seksi gini, pake kaos ketat sama hotpants” ledek Eka.

“terserah gue lah broo mau pakein baju apa buat Letty....yang penting dia nyaman” sanggah Febri.

“nyaman sih nyaman....tapi bagi kita bikin celana sempit broo” kata Asnawi.

“aaahhh..itu mah elu berdua aja kalu yang sangean...baru liat cewek kaya gini aja celana udah menyempit”

“anyeeenk..dasar germo lu!!”

Suasana di ruang tamu rumah Febri semakin hangat ketika Eka melemparkan candaan disela sela obrolan. Gelak tawa tampak menghiasi raut wajah mereka, tak terkecuali Asnawi yang seakan akan melupakan kesedihannya.

“Letty apakah kamu tau rencana Febri?” tanya Eka.

“hmmmm...yeah..eik tahu, Febri mau menghidupkan eik lagi jadi orang” jawab Letty.

“sebenernya bukan hidup lagi Lett...tapi ngubah kamu dari kunti jadi orang” tegas Febri.

“iya seperti itu..haha...eik sangat bahagia bisa hidup lagi hihihi” lanjut Letty.

“Letty.......” seru Asnawi.

“ja.........”

“apakah kamu mencintai Febri?” tanya Asnawi.

Letty mendadak berhenti tersenyum ketika pertanyaan itu terlontar dari mulut Asnawi. dia tampak berpikir keras untuk menjawabnya. Febri pun ikut terdiam ketika melihat Letty yang mendadak membeku. Dengan terbata-bata, Letty mencoba menjawab.

“eik....eik...hmmm...sebenarnya eik tidak punya apa itu perasaan cinta kapada Febri....eik tidak bisa mencintai dia...karena eik adalah hantu dan eik sudah mati....maka perasaan cinta itu juga ikut mati bersama jasad eik...”

Semua orang tak terkecuali Febri sangat terkejut ketika mendengar jawaban yang menohok dari Letty tentang perasaannya. Diantara mereka Febri lah yang paling terkejut. Matanya tampak berkaca-kaca dan bibirnya bergetar seakan tidak percaya dengan jawaban Letty. Selama ini Febri dan Letty sudah sangat dekat, bahkan ibu Febri pun juga sangat suka dengan sosok Letty dengan sering menyebutnya sebagai calon menantu. Febri pun bertekad akan menikahi Letty dengan mengubahnya terlebih dahulu menjadi manusia melalui ritual pemasangan paku kuntilanak.

“APAAAH!!...JADI SELAMA INI KAMU?” tanya Febri shock.

“betul Febri.....selama ini eik tidak mencintaimu” jawab Letty.

“lantas kalo kamu gak cinta sama Febri...kenapa kamu masih tetap disini dan seolah kamu ngasih harapan sama dia dengan menunjukkan perhatian ?” tanya Asnawi yang berlagak bak detektif cinta.

“eik tidak memberi harapan cinta kepada Febri...eik hanya balas budi atas kebaikan dia menolong eik yang luka parah akibat bertarung sama Hayati...Febri tetap menolong eik walaupun eik pernah hampir membunuhnya”

“apa semua ini cuma balas budi semata?....kamu bener-bener gak berperasaan Letty?..kamu ngasih harapan palsu sama Febri!” sahut Eka dengan penuh emosi.

“yeah..eik cuma balas budi....tapi eik gak pernah ngasih harapan palsu” jawab Letty.

“coba jelasin Letty!....jelaskan semuanya!” Asnawi bertanya kembali.

“in orde!....eik sudah mati 150 tahun dan bergentayangan menjadi kuntilanak karena eik mati diperkosa dan dibunuh oleh para inlander seperti kalian!!...mulai dari situ, hati eik dipenuhi rasa dendam sama inlander...eik membunuh mereka untuk menyerap energi dan mengambil jiwanya untuk diserahakan kepada para siluman untuk sebuah upah...kalian tahu apa upah yang diterima para arwah?”

“aku tahu, dulu Hayati pernah bilang kalo upah kuntilanak adalah koin emas untuk membeli energi kehidupan yang dapat memperpanjangan waktu dan eksistensi kalian di dunia sampai menunggu ditarik ke alam baka atau tetap gentayangan sampai hari kiamat” jawab Asnawi.

“kamu benar Asnawi.....eik melakukan hal buruk itu sampai suatu hari eik ketemu Febri...awalnya eik sangat ingin membunuhnya tapi malang, eik malam itu diserang sama Hayati dan Asnawi...eik dibuat hampir mati waktu itu...eik sadar kalo sebenernya Hayati bisa dengan mudah membuat eik menjadi debu...tapi dia tidak melakukannya...akhirnya eik mendatangi Febri di rumahnya dan dia menerima eik masuk ke rumah...dia juga memberikan energi kehidupan yang banyak sehingga luka-luka eik pulih....eik sadar kalo Febri jatuh cinta sama eik...tapi sebaliknya...eik tidak punya rasa apa itu cinta....sejak mati, perasaan cinta eik juga ikut mati...eik tidak bisa membalas cintanya....untuk itu, eik berusaha memberi kebahagiaan kapada Febri dengan memberi dia apa itu perhatian dan harapan....eik juga membuat Febri nyaman dengan kehadiran eik di rumah ini....walaupun eik sudah tidak punya hati tapi eik berusaha untuk menyayangi Febri”

Febri sangat tersentuh dengan jawaban panjang Letty, matanya tampak semakin berkaca-kaca dan bibirnya pun bergetar seakan ingin bertkata sesuatu.

“kalo begitu.....seandainya kamu punya hati dan kamu punya perasaan cinta...apakah kamu mau memberinya kepadaku?” tanya Febri dengan raut muka cemasnya.

“natuurlijk wel....ja!!!....eik akan memberikannya sama kamu”

Febri langsung menitikan air matanya ketika mendengar jawaban Letty yang menyayat hati, dia menangis dihadapan teman temannya. Letty merangkul Febri yang tengah menangis, dia mencoba untuk menenangkannya. Asnawi dan Eka mendadak terbawa perasaan ketika melihat pemandangan itu. Mereka mendadak salah tingkah, Asnawi meniru gerakan Letty yang tiba tiba memeluk Eka yang duduk disebelahnya.

“anjiiirr!!....lepasin gue geblek....njiirrr!” teriak Eka yang risih dengan aksi Asnawi.

“gue baper broo...gue jadi inget Hayati” lenguh Asnawi yang semakin erat memeluk Eka.

“tapi gue bukan Hayati anjiirr!!.....lepasin !!...dasar homo lu!”

“gak mau....ah...aku kangen kamu Hayati!!!...aku pengen nyium kamu”

Eka semakin panik dengan aksi gila Asnawi yang kali ini memajukan bibirnya untuk mencium pipi. Eka berusaha melepaskan pelukan erat Asnawi dengan segala cara, mulai dari menarik, memukul, mencubit dan mendorong tubuh Asnawi. Akan tetapi Asnawi semakin menggila dan bibirnya semakin mendekati wajah Eka. Akhirnya Eka mengambil gelas yang berisi jus di meja tamu, lalu menyiramkannya ke wajah Asnawi. Sontak, Asnawi langsung sadar dan melepaskan pelukan eratnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andri0511 dan 23 lainnya memberi reputasi
profile picture
IMsKid
Kasihan si ekak kalo begini gak punya pcr demit
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di