alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Nasib Buruk Dua Bocah Titanic, Michel dan Edmond
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d537ecbe83c7271df6ff6ee/nasib-buruk-dua-bocah-titanic-michel-dan-edmond

Nasib Buruk Dua Bocah Titanic, Michel dan Edmond


Ketika kapal Titanic tenggelam pada malam 14 April 1912, tak seorang pun terhindar dari ketakutan dan kengerian di atas kapal, bahkan yang termuda sekalipun. Michel Marcel Navratil berusia empat tahun saat itu dan saudaranya Edmond Roger Navratil berusia dua tahun. Mereka selamat dari bencana karena ada tempat bagi mereka di skoci D, kapal penyelamat kesembilan dan terakhir yang diturunkan dari sisi Titanic.


Kedua bersaudara itu berada di kapal oleh karena Tn. Michel Navratil, ayah mereka. Kenangan terakhir yang dimiliki anak laki-laki tentang dirinya yaitu ketika para kru kapal mengutamakan wanita dan anak-anak masuk ke sekoci, jadi Tn. Navratil harus tetap di atas kapal yang akan segera tenggelam. Setelah bencana naas itu, orang-orang menjuluki mereka anak yatim Titanic.
Anak Yatim Titanic adalah satu-satunya anak yang diselamatkan dari kapal Titanic tanpa orang tua maupun wali. Dua bocah kecil itu, Michel dan Edmond Navratil, ditempatkan di sekoci kesembilan terakhir kali oleh ayah mereka. Itu momen terakhir mereka melihat ayahnya. Karena dua bocah itu berwarganegara Prancis maka mereka tidak bisa berbicara bahasa Inggris, butuh berbulan-bulan untuk mengidentifikasi siapa mereka sebenarnya.


Kisah ini dimulai pada tahun 1912 ketika Michel Navratil Sr menceraikan istrinya, Marcelle. Dia mendapatkan hak asuh penuh atas anak laki-laki mereka. Tn. Navratil hanya bisa menemui anaknya di akhir pekan. Jadi dia memutuskan untuk membawa kedua putranya bersamanya dan memulai kehidupan baru di Amerika. Dia telah membeli tiket kelas dua untuk kapal Titanic, naik dengan atas nama Louis M Hoffman bersama kedua putranya. Michel Jr berumur 4 tahun dan Edmond yang berumur 2 tahun.


Dia memberi tahu penumpang lain bahwa dia duda dan dia membawa anak-anak itu ke Amerika. Dia tak membiarkan kedua putranya hilang dari pandangannya. Hanya sekali dia mengizinkan seorang gadis Swiss bernama Bertha Lehmann untuk mengawasi mereka saat dia melakukan permainan kartu. Michel mengenang bagaimana kapal itu luar biasa! Dia dan adiknya bermain di geladak depan dan sangat senang berada di sana. Suatu pagi ayahnya dan adiknya sedang makan telur di ruang makan kelas dua. Lautnya menakjubkan. Dia dan adiknya bahagia bersama ayahnya.


 Pada malam tenggelamnya kapal naas tersebut, ayah mereka mendandani putra-putranya dan membawa mereka ke dek kapal. Ayahnya memasuki kabin tempat tidur. Dia mendandani putranya dengan sangat hangat dan memeluk mereka. Setelah menempatkan anak kedua putranya di sekoci, ayah mereka meninggal tenggelam. Michel teringat kata-kata terakhir ayahnya, "ketika ibumu datang menjemputmu, yang pasti dia akan lakukan, katakan padanya bahwa aku mencintainya dan masih tetap mencintainya.Katakan padanya aku berharap dia mengikuti kita, sehingga kita semua bisa hidup bahagia dalam kedamaian dan kebebasan New York".


Kedua saudara itu termasuk orang yang selamat di antara 700 penumpang yang dijemput oleh kapal Carpathia. Karena kedua bocah itu tidak bisa berbahasa Inggris dan bepergian dengan nama palsu, Louis dan Lola, melacak kerabat mereka adalah tugas yang sulit. Kedua saudara Prancis itu dijuluki oleh penumpang yang selamat sebagai Anak Yatim Titanic.


Mereka tinggal sementara di rumah orang yang selamat lainnya bernama Margaret yang tinggal di sisi barat atas Manhattan. Dibutuhkan waktu satu bulan dan lusinan surat edaran dengan foto anak laki-laki sebelum akhirnya ibu mereka, Marcelle mengenali mereka. Dia berlayar ke New York dan akhirnya bersatu kembali bersama anaknya. Marcelle membawa anak-anak kesayangannya kembali ke Prancis melalui laut. Anak-anak Yatim Titanic menghabiskan sisa hidup mereka di Prancis.


Anak termuda, Edmond bertempur dengan Tentara Prancis selama Perang Dunia II dan ditangkap di kamp dengan kesehatannya yang kian memburuk. Dia meninggal pada tahun 1953 dalam usia 43 tahun. Anak tertua, Michel bekerja sebagai profesor psikologi di salah satu universitas. Dia meninggal pada usia 92 pada tahun 2001. Michel Navratil dikenal sebagai pria Titanic terakhir yang selamat dari bencana besar kapal Titanic.



KOLEKSI THREAD MENARIK

Quote:

profile-picture
profile-picture
profile-picture
LaSeixas dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ashibnu
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Mantul Gans
profile-picture
profile-picture
LaSeixas dan actandprove memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di