alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jokowi Pamer Tren Ekonomi RI Meningkat, dari 4% Jadi 5%
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d56d5d92f568d423548c47c/jokowi-pamer-tren-ekonomi-ri-meningkat-dari-4-jadi-5

Jokowi Pamer Tren Ekonomi RI Meningkat, dari 4% Jadi 5%



JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut tren pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat di bawah kepemimpinannya. Hal tersebut dia sampaikan dalam keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 beserta Nota Keuangannya dihadapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Presiden Jokowi mengatakan, di tengah gejolak perekonomian global, pembangunan ekonomi selama lima tahun ini telah menunjukkan capaian yang menggembirakan. Hal tersebut patut disyukuri. 



"Pertumbuhan ekonomi kita trennya meningkat dari 4,88% di tahun 2015, menjadi 5,17%, di tahun 2018, dan terakhir Semester I-2019 mencapai 5,06%," kata Jokowi saat Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN 2020 Beserta Nota Keuangannya di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019). 

Membaiknya perekonomian RI membuat angka pengangguran RI menurun dari 5,81% pada Februari 2015, menjadi 5,01% pada Februari 2019.

"Penduduk miskin terus menurun dari 11,22% pada Maret 2015, menjadi 9,41% pada Maret 2019, terendah dalam sejarah NKRI," ujarnya.

Selain itu, ketimpangan pendapatan juga terus menurun, ditunjukkan dengan semakin rendahnya Rasio Gini dari 0,408 pada Maret 2015, menjadi 0,382 pada Maret 2019.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 69,55 di 2015, menjadi 71,39 di 2018, atau masuk dalam status tinggi. Selain itu, tidak ada lagi provinsi dengan tingkat IPM yang rendah. Logistic Performance Index (LPI) naik dari peringkat 53 dunia pada 2014, menjadi peringkat 46 dunia pada 2018. Dalam Global Competitiveness Index, kualitas infrastruktur kita termasuk listrik dan air meningkat, dari peringkat 81 dunia pada 2015, ke peringkat 71 dunia pada 2018.



"Berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari reformasi fiskal yang telah kita lakukan. Kita tidak lagi menggunakan pola money follows function, tetapi money follows program. Kita tidak lagi berorientasi pada proses dan output, tetapi pada impact dan outcome. Kita terus mengelola fiskal agar lebih sehat lebih adil, dan menopang kemandirian," ujarnya.

sumur
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Proklamasi

17 August 2019
Oleh : Dahlan Iskan

Cepat-cepatlah ke tempat upacara. Dan cepat-cepatlah kembali bekerja.

Biar pun hari ini libur --hari kemerdekaan Republik Indonesia. Yang saya tidak lupa: yang ke-74 warsa.

Hampir semua indikator ekonomi kita lagi tidak baik. Awalnya, dengan pilpres diharap berakhirlah ketidakpastian. Apalagi sudah terjadi rekonsiliasi radikal.

Neraca perdagangan, kurs, nilai investasi asing, tidak ada yang menggembirakan. Hanya inflasi yang terkendali --alhamdulillah.

Sudah begitu banyak masukan dari para ahli. Mulai dari yang 'gila' sampai yang biasa-biasa saja. Agar pertumbuhan ekonomi tidak berhenti di 5 persen. Bahkan terancam bisa turun lagi sampai 4,5 persen.

Kalau saya realistis saja. Ekspansi tidak mungkin. Kecuali dengan menambah utang. Dan kita tidak mau.

Minta agar BUMN ekspansif juga sudah sulit. Utang BUMN sudah amat mengkhawatirkan. Sudah sulit. Dengan senjata revaluasi aset sekalipun --untuk menambah ruang utang utang baru.

Dalam kasus PLN, melakukan revaluasi aset justru menjadi bencana: likuiditas PLN menjadi sangat ketat. Sampai harus melakukan pengetatan arus kas --yang berbuntut mati lampu itu.

Ekonom seperti Rizal Ramli pun menyebut revaluasi aset BUMN sebagai senjata. Saya pun setuju. Dengan syarat: pajak yang timbul akibat revaluasi harus ditunda. Toh ini sama-sama negara: kantong kiri kantong kanan.

Menteri keuangan pasti tidak setuju. Sudah tugasnya untuk banyak tidak setuju.

Tapi di atas menkeu kan masih ada presiden. Yang bisa memutuskan apa saja. Termasuk penundaan pajak BUMN.

Jangan sampai seperti PLN. Pajak revaluasinya dibayar lunas. Sekitar 15 triliun. Sedang revaluasi itu tidak menghasilkan pendapatan. Hanya menghasilkan utang. Yang juga harus dibayar bunganya. Kas PLN pun terkuras.

Seandainya ada di dalam negeri saya akan undang teman-teman pengusaha. Khususnya yang bergerak di ekspor. Cobalah kita diskusikan dengan santai. Ekspor apa saja yang kita masih bisa lakukan. Kita buat daftarnya. Sepanjang-panjangnya.

Daftar itu kita susun kembali. Diubah urutannya. Disesuaikan dengan skala prioritasnya.

Pengusahalah yang tahu semua itu. Bukan birokrat.

Tugas birokrat menyesuaikan aturannya. Agar target ekspor terpenuhi.

Seminggu penuh pembahasan itu dilakukan. Siang malam. Pastilah lahir daftar panjang tersebut.

Dari situlah angka ekspor bisa disusun. Bisa tahu mencapai berapa. Kalau kurang, didiskusikan lagi. Sampai ketemu angka yang ideal. Itu untuk kemajuan ekonomi negara.

Kalau perlu, ekspor menjadi 'perang baratayudha' zaman ini. Agar upacara 17 Agustus tahun depan bisa lebih meriah. Ingat, HUT Kemerdekaan tahun depan adalah yang ke-75. Angka misteri.

Kalau tidak, justru tahun depan kita merayakannya dalam keadaan resesi.(Dahlan Iskan)

https://www.disway.id/r/552/proklamasi
profile picture
kaum.milenial


ada nyinggung PLN
PLN itu sering rugi tapi tak pernah introspeksi kalau karyawannya sendirilah yang maling listrik
ane punya kenalan penikmat listrik curian yang dijual sama karyawan PLN
bayar ga sampai 10 juta nikmat geratisnya ga tau sampai kapan
AC kulkas nyala terus ga perlu khawatir
profile picture
mupengx
Yang disinggung soal pln itu adanya pajak setelah revaluasi aset.
Emang aneh klo revaluasi aset dikenakan pajak. Ini kayak penarikan pajak atas pendapatan write off di perbankan.

@kaum.milenial
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di