alexa-tracking
Kategori
Kategori
4.5 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbeb61d82d4951bbb7fbe1c/mimpi-si-omas

Mimpi Si Omas

One Shoot Komedi Aksi dari Jagat Alit




Omas.... Omas...


" Hiaaaaattt... !" suara teriakan itu menandai serangan tendangan berantai dari Mat Kipling. Meski badannya bongsor segede pohon randu alas, namun gerakannya gesit dan lincah.

Bisa dibayangkan bagai mana angin tendangan dari sepasang kaki sepelukan pohon bergerak bergantian.

" Wuuss... Wusss... Desss.... Desss...," suara angin yang menderu dari kaki Mat Kipling, tidak membuat kecut MatToing yang berbadan kurus tinggi kayak tiang listrik dengan ringan dan berani ia menangkis dua kaki segede itu, hanya dengan kedua tangan telanjang.

Namun tak urung :

" Wadoooo... Setan alas... Sudah keras kakinya, bau lagi.... Hiiih... Cuuihhh.... Seperti direndam terasi...," jerit Mat Toing sambil mengerutu mendapat kenyataan bahwa yang lebih berbahaya adalah bau kaki Mat Kipling.

*

Duel itu sudah berlangsung puluhan jurus. Jual beli pukulan antara Mat Kipling yang berbadan bongsor seperti anak raksasa dengan Mat Toing si tiang listrik, gegara rebutan janda muda ayu kinyis-kinyis pemilik warung doyong di samping jembatan Kali Krukut, si Omas Juarawati.

Dasar Omas yang sok keganjenan, terlalu memberi hati kepada kedua orang jagoan Kali Krukut itu. Padahal si Omas tidak ada sedikit pun hati untuk keduanya.
Karena diam-diam Si Omas malah naksir sama Mang Juned guru ngaji yang terkenal ganteng, baik hati dan tidak sombong.

Apa pasal si Omas berbuat itu? Ini adalah cara yang memang disengaja oleh si Omas, agar si pujaan hati Juned keluar dari " sarang " nya, maksudnya musholla tempat ia mengajar ngaji anak-anak kampung muncul menyelamatkan dirinya.

*

Yang membuat " stori " ( Omas ) resah menunggu pancingannya disambar ikan ( Juned )

Yang berebut pepesan kosong ( Toing versus Kipling ) terus aja, hayuuk bertempur sampai jungkir balik. Ngos-ngosan babak belur.

Yang ditunggu beraksi, malah uncang-uncang kaki di depan musholla sambil ngemil kacang rebus kesukaanya.
Juned adem ayem santai setelah sholat Asyar.

" Heeehhhhh..!" greget kesel si Omas, melihat pancingannya gagal.

*

"Duaghh... Duuaghh... Wadaoooo!" teriak kesakitan Mat Kipling, karena pinggangnya termakan sapuan kaki si Mat Toing yang setelah menangkis kaki bau terasi, mengelak rendah, meliuk dan menyambar pinggang Mat Kipling yang terbawa luncuran tubuhnya. Sambaran tangan terbuka dirubah gerakan menjadi pukulan kepalan tangan kecil mungil namun bertenaga dalam besar.

Mat Kipling melenguh kesakitan dan tanpa dapat dikendalikan tubuhnya yang besar itu meluncur menghantam serombongan pohon pisang di pinggir kali dan...

" Krooosaakkkk.... Oooo.... Byuuurrrr !"

Mat Kipling dengan sukses nyusruk ke semak pisang karena lesatan badannya yang besar tak tertahan, dan... njeploslah tubuhnya segede anak raksasa itu masuk kali Krukut.

Air hitam kecoklatan yang berbuih memancar ke delapan penjuru angin tertimpa tubuh yang besar.
Sialnya ternyata si Mat Kipling tidak bisa berenang.

" Huaaappp... Helep... Helepp... Bleeepp.... Tuluuunggggg!" teriakan ngeri Mat Kipling yang ngap-ngapan mulai kelelep dan dengan sukses meneguk air kali yang baunya tidak kalah dengan ke dua kakinya. Naudzu billah...

Makan karma kali ya si Mat Kipling karena selalu hidup jorok, sekarang seakan tercebur di " habitat " bau yang tepat dengan dirinya.

" Hiaaaaa... Desss... Desss... Tuinggg.... Waaaa... Tobaaattt Nyak..!"

Untung saja teriakan Mat Kipling yang menyayat hati terdengar sampai telinga Mang Juned yang lagi ngadem.

Dengan sekali enjotkan kakinya, tubuhnya yang ramping menawan melesat cepat ke arah sumber suara dan dengan kekuatan yang besar keluar dari kedua tangannya yang rapi bersih keluar angin pukulan yang besar menghantam tubuh Mat Kipling dua kali yang sebagian telah terendam di air kali.

Akibatnya, sekali lagi tubuh segede anak raksasa itu melejit terbang ke atas lepas dari air kali dan menyisakan teriakan kaget dan ngeri dari Mat Kipling, sampai-sampai menyebut Emaknya saking gugupnya.

" Horreeee.... !" teriak senang tanpa perasaan terloncat dari bibir seksi yang merah menyala milik si Omas melihat jagoan yang diharapkannya muncul.

Si Omas berteriak, bertepuk tangan sambil egal-egolkan pantatnya yang besar tanpa menghiraukan Mat Toing yang hanya bisa melongo, ngeces melihat sajian indah di depan matanya yang segede jengkol.

" Huaaah... !"

Mat Toing aser-aseran hatinya. Kesal dan cemburu, saingan hilang satu. Si Mat Kipling entah terbang ke mana?
Kini muncul si Mang Juned yang memang ia akui kehebatannya tidak ada seujung kukunya pun jika dibandingkan guru ngaji nganteng itu.

Mat Toing jadi ngeper, dan mikir-mikir lagi untuk menggebet si Omas.

*

" Wuussshhh.... Plassss.... !"

" Mang....!"

Mang Juned setelah berhasil menolong Mat Kipling langsung terbang melesat kembali ke Musholla tanpa melihat kekecewaan Omas, dengan teriakan harap memanggil namanya.

Tamat

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan 13 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

Senja Yang Menjingga



Senja beriring menanting awan yang berarak pergi
Angin menyeret layang-layang melenting ke langit
Langit berwarna saga bergalur
Memancar hangat serasa


Sementara itu...

Di sebuah warung mi kaki lima milik Pak Dhe Gandos, seorang anak muda sedang asyik mengunyah mi kuah dengan lahap.
Wajahnya tidaklah tampan, namun jika ia tersenyum cerah, langit mendung pun akan segera terang tersibak.

Ya. Joko Kemplu, yang asyik menyantap semangkok mi ditemani es teh manis.

" Pak Dhe, nambah airnya boleh, ya?" suara akrab Joko Kemplu sambil menyodorkan gelasnya ke arah Pak Dhe yang lagi asyik main dengan handphonenya.

" Eetdah... Joko. Kayak orang baru saja. Pan, ente langganan beli di sini," jawab ramah Pak Dhe dengan sigap menuang air teh ke gelas Joko.

Belum sampai meneguk es tehnya, telinga Joko yang sensitif mendengar suara teriakan minta tolong dan teriakan copet yang bersahut-sahutan. Joko tidak jadi duduk, dengan cepat diletakan 3 lembar uang kertas 5000-an yang ia rogoh dari saku celananya.

Tubuhnya yang ramping berkelebat ke arah suara teriakan.

" Pak Dhe, makasih ya mi dan tehnya. Maaf, Ane, cabut dulu."

Kiriman suara jarak jauh menyasar pendengaran Pak Dhe. Ia hanya termangu-mangu dan selanjutnya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah langanan yang satu ini
.

*

Joko Kemplu melesat terbang di antara pepohonan sepanjang taman terletak di dekat Mall megah tidak jauh dari tempat makannya tadi.

Matanya yang awas melihat berkelebat bayangan sosok tegap gondrong berlari ke arah Timur.

Suara minta tolong dan teriakan mengikuti di belakangnya.

" Tolong... tolong...!"
" Copet... copet... !"

Gadis cantik berblazer putih blouse ungu berlari sambil mengacungkan tangan.
Tante padat montok pun tidak ketinggalan aksi ikut mengejar ke arah copet itu lari.

Tiga anak punk pun ikut mengejar, bukan berniat menolong sih, sekadar mau tahu berhasilkah copet itu lolos dari kejaran massa yang mulai merangsek mengejar.

*

Si gondrong copet merasa di atas angin, tidak satu pun pengejaran berhasil menangkapnya.
Senyum lebar mengawang di atas bibirnya yang hitam, senyum kemenangan --- sayangnya, muncul terlalu cepat.

Copet gondrong hilangan kewaspadaan, saat ia melewati sebatang pohon Akasia, tiba-tiba tubuhnya terasa ringan dan dirinya seakan terbang ke udara.

Ya,... tubuhnya terbang. Karena ada kekuatan besar mendorong laju tubuhnya dan melontarkannya ke atas.

" Aaaa... ," teriakan kaget si copet menyadari tubuhnya terbang tak terkendali. Dan....

" Gusrakkk... ,"
Tubuhnya melayang dan jatuh nyusruk di semak-semak sepanjang trotor itu.

" Wadoow... Nyak!"

Si copet berhasil nyusruk dan pingsan dengan sukses.

*

Dengan langkah perlahan Joko Kemplu mendekati tubuh yang pingsan di semak-semak, di ambilnya tas tangan hasil copetan dari tangan si pencopet.
Sekali berkelebat tubuhnya melenting jauh.

*

" Nona, hati-hati ya... !"

Disorongkan tas tangan itu kembali ke arah RichyMakgeyalgeyol yang hanya bisa melongo, tidak menyangka tas miliknya bisa kembali lagi.

Ceu Hetty juga memandang kekepoan sambil menormalkan nafasnya yang ngos-ngosan karena telah berperan serta aktif berteriak dan mengejar copet.

" Mas... " suara Richy terputus. Menyesal sekali ia belum sempat berterima kasih. Si penolongnya sudah berkelebat pergi.

*

Copet gondrong sudah digusur oleh para pengejar ke arah kantor sekuriti.


Tinggal, Richy, Ceu Hetti dan tiga anak Punk, Dalle, Ichrum dan Adnanmami masih terpesona memandang ke arah yang sama.


Arah lenyap sang penolong.

" Siapa dia?" batin mereka kompak.


Bersambung...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ndutsetiawan
profile picture
lintangayudy
Kek kenal sama nama tokohnya?😅
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di