CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4bd0cc10d2954df840083d/thread-khusus-peserta-coc-sf-poetry-kaskus-2019

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Info, syarat ketentuan, juri, hadiah / reward, donatur silahkan menuju thread ini[COC] Kompetisi Menulis Prosa dan Puisi SF Poetry Kaskus 2019 https://kask.us/iClJP

GENERAL RULES Thread Khusus Postingan Peserta Lomba COC SF Poetry Kaskus 2019
Quote:

Quote:

emoticon-Kangen
Wahai Kaskuser yang merangkap sebagai Buciners dan Perangkai Kata-kata
Bebaskan dirimu dari jeratan yang mengikat
Dan menumpahkannya dalam gelora puisi dan prosa 


SEMANGAT BERTEMPUR! 
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!
Sekali mencintaimu, akan berlaku selamanya ~
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 25 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh stef.mjz
Thread sudah digembok
Cinta Mati

Masih kau ingat dentum petasan malam lalu?
Pestakan hari kemerdekaan bangsa ini
Meriah penuh warna
Meneriakkan ribuan bahkan sejuta bintang di langit malam
Sementara kau?
Hanya terdiam, pasrah
Tanpa suara, tanpa gairah
Cintamu berkalang tanah
Dari ribuan tahun yang tertinggal
Di tanah bumi pertiwi
T'lah terkubur jasad sang pembela kebenaran
Dia adalah cintamu

Duhai wanita renta lanjut usia
Kecantikanmu t'lah usai berpijar
Dulu
Dari bibirmu teruntai banyak kisah kepahlawanan
Dulu
Dengan bangga kau ceritakan dia yang ikut berjuang membela pertiwi
Kini
Bibirmu telah terkatup tanpa kisah dan cerita penuh diksi
Hanya terdiam pasrah
Menanti saat ikut berkalang tanah
Bersama cinta matimu

***

Di Ujung Memori

Temaram pelita yang menerangi
Kegelapan malam tanpa cahaya rembulan
Ingatan menguar pelan
Pada memori kita yang berujung sepi

Redup cahaya pelita meliuk manja
Memanggil dirimu sejenak singgah di peraduan
Mesra ingin membuai rasa
Perlahan

Masihkah ada rindu?
Menjejak di lukisan nama
Mengukir warna di bilik kalbu terdalam?
Ah … kau bukan lagi dia yang kucinta
Ah … kau kini telah bahagia
Bersama dia
Sahabat sejati yang benar-benar sejati menjadi musuh

***

Benarkah Kita Telah Merdeka?

Senja, ketika dunia tak lagi menangkap seraut wajah untuk melawan. Ia akan binasa. Ya! Engkau tak lagi bisa berinterupsi, apalagi berteriak. Hanya isak tertahan, akhir dari sebuah peperangan.

Kau bilang, kita telah lama merdeka. Di mana segala sapa bisa kaujangkau tanpa suara, pun tenaga. Di mana segala nyali mampu terbeli secara cuma-cuma. Namun, di mana kiranya nurani berada?

Setidaknya engkau tahu, bahwa dunia sedang membuat batas. Ijazah dan sertifikat hanyalah lembaran kertas. Nyanyi dan puji hanya sebuah formalitas. Segala kesadaran hilang tak berbekas.

Hidup macam apa ini? Bernapas masih dengan jantung sendiri, tetapi engkau dianggap pencuri. Tiap-tiap udara yang kauhirup tanpa upeti, harus diadili. Keji!

Maka sudah selayaknya engkau berjuang. Jangan biarkan sisa umurmu sia-sia terbuang. Mulailah melawan dengan garang. Sejatinya, itulah wujud dari pengabdian jangka panjang.

Pada akhirnya, semua adalah tentang engkau. Cadik mana yang kaupilih, di sana lah mengapung impianmu. Menjaga jiwa-jiwa bermutu tiada ragu, di mana segala asa merangkak maju.

Sudahkah engkau berusaha hari ini? Maka tanyakan saja pada hatimu yang congkak tak berperi. Aku hanyalah perantara, tanpa andil dalam judi ini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 33 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di