alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4bd0cc10d2954df840083d/thread-khusus-peserta-coc-sf-poetry-kaskus-2019

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Info, syarat ketentuan, juri, hadiah / reward, donatur silahkan menuju thread ini[COC] Kompetisi Menulis Prosa dan Puisi SF Poetry Kaskus 2019 https://kask.us/iClJP

GENERAL RULES Thread Khusus Postingan Peserta Lomba COC SF Poetry Kaskus 2019
Quote:

Quote:

emoticon-Kangen
Wahai Kaskuser yang merangkap sebagai Buciners dan Perangkai Kata-kata
Bebaskan dirimu dari jeratan yang mengikat
Dan menumpahkannya dalam gelora puisi dan prosa 


SEMANGAT BERTEMPUR! 
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!
Sekali mencintaimu, akan berlaku selamanya ~
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan 25 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh stef.mjz
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok


Koyakkan Luka dan Lepaskan Belenggunya



Warnai bulan itu supaya cahayanya beraneka.
Basuh pekatnya biar gelapnya memudar.

Tariklah bintang sebagai mata kuncinya.
Kuasai pekat dari setiap redupnya.
Arahkan busur langsung ke belenggunya
wujudkan tekad demi napas kebebasan.

Bangkit dan terbanglah.
Bukan untuk lari menghindar
apalagi sampai mengaduh
waktu mengasah kausa sudah tiba.

Jangan takut apalagi gentar.
Gunakan cakar sebagai senjatanya
dan petir sebagai tombaknya.

Biarkan mendung menutupi asanya
sampai pagi datang mengalihkan luka
Koyakkan kabut melalui jeritan embunnya.

Siapkan awan sebagai pengusir pedih.
Gunakan cawan penutup luka.
Jatuhkan harap sampai ke dasarnya.

Berdiri dan berhentilah mengiba
selipkan doa dari setiap langkahnya.
Sampaikan jiwa dan keringat untuk berpacu
menyatu demi menebus batas waktu.

Biarkan sang mentari menjadi saksinya
tegak berdiri dalam setiap rapuhnya.

Jangan berpaling sampai alam mencernanya.
Biarkan panen raya sebagai imbalannya.

Tetaplah merunduk dengan segala kejayaannya.
Biarkan sunyi yang mengalunkan musiknya
dan hening yang mengatur nadanya.

*****





Memerdekakan Diri

Berapa bait kata lagi yang harus kubuat
demi merangkai rasa yang telah lama jemu
Sudah banyak nada yang hidup dengan taat
namun selalu saja salah di matamu

Jari sudah rapuh hampir melepuh
hanya sekedar menulis kalimat
Hentikan pertikaian yang sudah terlalu jauh
Tenaga sudah sekarat serasa kiamat

Jangan mendekat bila tidak ingin kusikat
sudah bosan menahan kesetiaan yg berat
walau kamu tetap memikat
namun cinta sudah lama berkarat

Maaf sudah sering kau ucap sebagai pelekat
Jaring-jaring sapa juga kerap kau karang
Kuragukan alunan syairmu yang pekat
Hanya sekedar menutup kelam jadi terang

Pergilah engkau dengan hampa
Kuatkan kaki yang berpijak dengan nestapa
Jangan berharap rindu akan menyiksa
Sudah lelah hati dalam rasa maupun asa

Bisakan aku bebas tanpa batas
Melepas belenggu yang terus menganggu
Kita selesaikan kisah kertas ini sampai tuntas
Biar hati yang lugu pergi tanpa ragu

Ingin hati dan jiwa berteriak merdeka
melihat engkau lepas tanpa alas
Kujatuhkan bulan dengan busur suka
Sebagai pengganti balas yang berkelas

*****




Belenggu Yang Berkarat

Jangan puas dari apa yang sudah kau gapai.
Banyak karya puisi dan prosa yang kau rangkai,
namun hanya seperti bangkai yang tidak berbingkai.

Jika kau ragu dalam setiap langkah
terasa berat dan tidak berkah,
balikanlah arah.

Jangan sia-siakan waktu yang akan terbuang.
Rancang dan bangunlah mercusuar yang menjulang.
Gunakan pondasi bumi dan awan sebagai tiangnya.
Jangan lupa goreskan pelangi sebagai mahkotanya.

Tetaplah gagah dengan sayap yang megah
walau lelah dan hampir patah.
Koyakkan saja pukat yang sudah lama melekat
bukan untuk membelenggu
apalagi hanya termanggu.

Bercerminlah pada si gagak
yang tidak pernah bertanya akan indahnya warna namun tetap gagah dalam tiap langkah.

Larilah ke setiap lembah untuk meneriakkan kemerdekaan yang sudah lama padam.
Bangunkanlah setiap hutan yang gundul
dan savanna yang sunyi.

Tariklah mentari dan percikan embun
untuk memberi nyawa dan menyegarkan jiwa.
Manfaatkan bulan yang menggigil kedinginan
demi memberi napas
yang sudah lama kau sia-siakan.

Apakah siulan serigala malam masih belum cukup untuk membangunkanmu dari tiap lelapmu ?
Apakah jeritan seluruh penghuni rimba pun
masih belum bisa memberimu nada ?

Jauhkan para pemburu yang ingin membelenggu demi rasa yang tak pernah ragu.
Hunuslah petir dan lemparlah bintang
sebagai senjata
demi membangkitkan karya nyata.

Jangan menunggu sampai belenggu yang berkarat
melihat engkau sekarat.
Angkatlah tangan dengan ringan dan pekikan merdeka
karena belenggu yang berkarat sudah terbuka.

Bebas itu butuh proses bahkan jalan panjang.
Lanjutkan perjuangan berbekal kujang.
walau hanya dengan sisa pena yang kau punya.
Biarkanlah pena yang akan menuntunmu berkarya.



Love is never logical, because a logical thing is not love.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh storm69
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di