alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Penutupan Restoran Olahan Babi di Mal Makassar Tuai Pro Kontra
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d423f49018e0d48743bc810/penutupan-restoran-olahan-babi-di-mal-makassar-tuai-pro-kontra

Penutupan Restoran Olahan Babi di Mal Makassar Tuai Pro Kontra




Suara.com - Belum lama ini viral di media sosial tentang munculnya restoran olahan babi di sebuah mal yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan.
Sejumlah pihak mendesak agar restoran tersebut ditutup karena dianggap mengganggu kenyamanan mereka yang tidak mengonsumsi babi.

Bahkan akun @uncledhons memberikan klarifikasi terkait alasannya yang meminta restoran tersebut ditutup. Bagi mereka, adanya restoran tersebut bisa membuat restoran lainnya sepi pengunjung.
"Kenapa kami minta tempat ini ditutup karena jualan babi panggang di area tengah mall dan bersebelahan dengan semua penjual makanan yang halal. Saudara-saudara yang jual makanan di sampingnya jadi kehilangan rezeki karena banyak yang tidak mau beli makanan dengan alasan asapnya kemana-mana dan mengandung minyak babi," tulisnya.


Selang beberapa hari setelah viral, beredar kabar bila restoran tersebut telah ditutup. Hal itu ditunjukkan dalam video yang dibagikan oleh jejaring sosial @dasadlatif1212, Selasa (30/7/2019)
Mereka yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Penjaga Moral Makassar mengadakan pertemuan dengan manajemen restoran dan pihak mal. Hasil pertemuan tersebut, restoran yang sempat viral ditutup.



Kendati demikian, penutupan restoran olahan babi itu mengundang pro kontra dari warganet. Bagi pihak yang mendukung, mereka merasa lega dengan keputusan itu.

"Sata setuju makanan haram bagi daerah yang isinya mayoritas tidak berjualan di muka publik secara terang-terangan. Bukan masalah bakal beli, keciprat ata kecium asapnya. Tapi ini lebih ke masalah mencederai perasaan kaum mayoritas," tulis @nenkpurba.


"Mewaspadai lebih baik. Mantap gurutta," tulis @bi.zaki.
Sementara bagi warganet yang kontra, mereka menganggap penutupan restoran itu menunjukkan sikap intoleransi.
"Jadi kaum minoritas tidak boleh berjualan makanan yg menurut mereka halal di tempat umum ??? Toleransi beragama ??? Sungguh indah," komen @anggatusan.
"Tapi bukankah ini tidak mencerminkan sikap toleransi di Indonesia?" tanya @riezzd_

sumber: https://www.suara.com/news/2019/07/3...uai-pro-kontra


nguik nguik nguik emoticon-babi  sobat gurun emang setroooong emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
winner4016 dan 6 lainnya memberi reputasi
Quote:


Wkwk, yaudah sekarang muslim di china juga dibatasi, malah barusan baca cnn, tulisan Arab dilarang di sana. Gue belum cek juga sih.
profile-picture
winner4016 memberi reputasi
profile picture
winner4016


ya udah gimana maksudnya ya udah? emoticon-Bingung (S) lo no komen sama yg di Yaman? kenapa?
kenapa ada warga wni dizolimi lu sebut2 pakistan dan rohingya? aneh bener..
di cina huruf arab dilarang? lom cek? APA HUBUNGANYA SAMA MAKASAR

gua simpulin lu dididik dr kecil tuk membenci non muslim.. sukses ya program para pesantren itu...untuk membentuk muslim2 di era ini agar benci non muslim lalu menjadi fitnah bagi agama Islam yg (katanya) damai dengan menyetujui kekerasan, intoleransi, atau jd pelaku agar jelas sudah potret ketidakdamaian si agama damai..

smua biar agama itu terfitnah sebagai agama keras dan gampngan kesinggung

siapa ya yg jd dalang fitnah ini..sukses banget emoticon-Smilie

persislah..palestina rohingya..atau tolikara..disangkut2 in sama kasus lokal sperti penutupan rumah ibadah, rumah makan, dll.. ga heran si sbetulnya, krn udah sadar citra agamany buruk ya bela dirinya nunjuk2 yg jauh. daaan WOW Cinak dibawa2 emoticon-Ngakak (S) nasbung pembenci kafir dan cina, teladan hasil bentukan pesantren yg sempurna

emoticon-Leh Uga
profile picture
pasti2periode
ngapain? lu ngerasa warga negara indonesia? atau arab? atau palestina? atau china?
pindah klo merasa dirimu aseng
emoticon-Traveller
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di