alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mengenal HATI: Organisasi Kemahasiswaan Yang Dibekukan Rektorat ITB
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d42b15c09b5ca0cdf55b95f/mengenal-hati-organisasi-kemahasiswaan-yang-dibekukan-rektorat-itb

Mengenal HATI: Dibekukan Rektorat ITB Setelah 13 Tahun Mengaji Khilafah


“HATI bahkan bukanlah unit kemahasiswaan di ITB. Mereka ini punya relasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia. Saya perhatikan, mereka rajin menggulirkan isu-isu khilafah”, (ITB, Bandung, 2005).

Kutipan di atas merupakan tulisan yang dinukil dari blog pribadi seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) mantan anggota panitia OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa) tahun 2005. Meskipun telah berusia kurang lebih 14 tahun, namun nukilan di atas tidaklah lantas menjadi usang dan tidak terpakai. Tulisan di atas malah justru memberikan informasi bahwa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memang telah lama menjadikan dakwah dari kampus ke kampus sebagai salah satu cara mereka untuk menyebarkan doktrin khilafah versi Syekh Taqiyuddin An-Nabhani yang mengharamkan demokrasi itu. Salah satunya adalah di kampus ITB.

Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah salah satu universitas terkemuka di Khilafah Pancasila Islamiyah alias Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kampus ini memiliki 80 organisasi kemahasiswaan atau unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang terbagi dalam 6 rumpun atau bidang, yaitu: olahraga, pendidikan, kajian, agama, media, seni dan budaya. Dari demikian banyaknya UKM itu, tersebutlah Harmoni Amal Titian Ilmu (HATI) sebagai salah satu UKM dari rumpun/bidang kajian yang terkenal fokus mengkaji intelektual Islam ideologis. HATI ITB khusus kajiannya hanya untuk peserta laki-laki, dan semua pengurusnya pun laki-laki. Adapun khusus kajian untuk peserta wanita dikelola oleh FEMALE HATI ITB yang semua pengurusnya pun wanita. Total jumlah keanggotaan HATI ITB dan FEMALE HATI ITB adalah 59 orang.

Dari sejak pertama kali eksis di tahun 2005 hingga diakui secara resmi oleh pihak kampus sebagai salah satu UKM di ITB pada tahun 2013, HATI ITB dan FEMALE HATI ITB sangat gemar mengkaji khilafah sebagai esensi kajian intelektual Islam ideologis. Buktinya, pada bulan 20 April 2013, FEMALE HATI ITB menggelar acara Diskusi Ilmiah Politik dengan judul: Saat Demokrasi Dipertanyakan, Khilafah Diperjuangkan, Apa Peran Perempuan?Acara yang dihadiri oleh banyak kalangan termasuk mahasiswi dari luar ITB ini menyuguhkan salah seorang narasumber dari Lajnah Khusus Mahasiswa Muslimah DPD I HTI Jawa Barat, yaitu Ibu Nurvictory, S.Si.

Pada 30 Oktober 2015, HATI ITB mengadakan acara tausiyah berformat diskusi dengan tajuk: Reformasi atau Revolusi?Postingan acara tausiyah ini di halaman Facebook-nya sangat menarik perhatian, karena di bawahnya tertulis slogan: Gelombang Baru Pergerakan Mahasiswa Menuju Khilafah Masa Depan.


Kemudian pada 3 Maret 2017, FEMALE HATI ITB mengadakan acara membedah sebuah buku yang berjudul: Malapetaka Runtuhnya Khilafah karya Abdul Qadim Zallum dalam rangka mengenang runtuhnya khilafah Islam terakhir pada bulan Maret 1924.



Akibat dari penyelenggaraan acara-acaranya yang cenderung khilafah-oriented, pada bulan Mei 2018 (11 bulan setelah HTI resmi dibubarkan oleh pemerintah), Rektorat ITB akhirnya memutuskan untuk membekukan HATI ITB dan FEMALE HATI ITB. Pembekuan ini mengandung pengertian bahwa HATI ITB dan FEMALE HATI ITB masih boleh berkegiatan di dalam kampus, tapi tanpa lagi fasilitas, sarana dan bantuan dana dari pihak kampus yang biasa mereka terima. Berbicara atas nama Rektorat ITB, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan ITB Bermawi Priyatna menyatakan bahwa pihak rektorat menganggap HATI ITB dan FEMALE HATI ITB berafiliasi dengan HTI, dan sudah dua kali ditegur karena mendatangkan pembicara dari HTI Jawa Barat ke kampus. Meskipun ketua HATI ITB Priagung Satyagama membantah pernyataan Bermawi Priyatna tersebut, namun seorang anggota HATI ITB dari Fakultas Teknik Kelautan yang masih aktif hingga kini bercerita bahwa di HATI ITB ini para seniornya mengajarkan tentang bagaimana caranya menjadi seorang muslim kaffahdengan merujuk pada 13 buah buku pedoman yang diterbitkan oleh HTI.



Sadar atau tidak, suka atau tidak, ITB ternyata telah terpapar virus radikalisme bernama HTI yang telah berinkubasi di dalam kampus selama kurang lebih 13 tahun (mulai dari tahun 2005 sampai dengan pembekuan HATI ITB dan FEMALE HATI ITB pada tahun 2018). Fakta ini sesuai dengan data yang dirilis pada bulan Juni 2018 oleh Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Ir Hamli tentang 7 kampus yang terpapar paham radikalisme, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro di Kota Semarang, Jawa Tengah, Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Airlangga di Kota Surabaya, Jawa Timur, dan terakhir Universitas Brawijaya di Kota Malang, Jawa Timur. Data dari BNPT ini pun diperkuat lagi oleh keterangan dari Ayik Heriansyah, mantan Ketua HTI Bangka-Belitung. Ayik mengatakan bahwa selain di ITB, ternyata masih banyak organisasi mahasiswa lain yang berafiliasi dengan HTI di Jawa Barat, yaitu: Kalam UPI, DKM UNPAD, LDK Unikom, dan BKIM IPB.


Sumber:
Majalah TEMPO, Terengah Menangkal Yang Radikal, Edisi 28 Mei-3 Juni 2018.

https://www.dutaislam.com/2018/06/ma...liasi-hti.html

https://jabar.tribunnews.com/2018/06...buruk?page=all

https://jabar.tribunnews.com/2018/06...n-tinggal-diam

https://www.tribunnews.com/nasional/...tanggung-jawab

profile-picture
profile-picture
profile-picture
EdwinSyn dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh inal74
setelah pemerintah bubari HTI, lalu muncul hati ato apapun namanya kelak emoticon-Big Grin
mknya ane jadi pesimis apakah bila benar wacana pembubaran FPI akan membawa dampak..
bisa2 muncul FPI-P ato apalah nanti emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EdwinSyn dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dwiatmaja
profile picture
rhak
@kljy Jaman sekarang ada yang ngumpulin masa dan teriak ingin komunisme bisa langsung masuk bui gan, udah ada UUnya.

Ya bisa aja bikin stigma berat di masyarakat kalau sistem pemerintahan kita model Korut atau RRC. Di Indonesia orang-orang pemerintahnya diisi kepercayaan dan ideologinya yang macem-macem. Liat aja anggota DPR, DPRD, dan perda-perda intoleransinya.
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di