alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Penutupan Restoran Olahan Babi di Mal Makassar Tuai Pro Kontra
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d423f49018e0d48743bc810/penutupan-restoran-olahan-babi-di-mal-makassar-tuai-pro-kontra

Penutupan Restoran Olahan Babi di Mal Makassar Tuai Pro Kontra




Suara.com - Belum lama ini viral di media sosial tentang munculnya restoran olahan babi di sebuah mal yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan.
Sejumlah pihak mendesak agar restoran tersebut ditutup karena dianggap mengganggu kenyamanan mereka yang tidak mengonsumsi babi.

Bahkan akun @uncledhons memberikan klarifikasi terkait alasannya yang meminta restoran tersebut ditutup. Bagi mereka, adanya restoran tersebut bisa membuat restoran lainnya sepi pengunjung.
"Kenapa kami minta tempat ini ditutup karena jualan babi panggang di area tengah mall dan bersebelahan dengan semua penjual makanan yang halal. Saudara-saudara yang jual makanan di sampingnya jadi kehilangan rezeki karena banyak yang tidak mau beli makanan dengan alasan asapnya kemana-mana dan mengandung minyak babi," tulisnya.


Selang beberapa hari setelah viral, beredar kabar bila restoran tersebut telah ditutup. Hal itu ditunjukkan dalam video yang dibagikan oleh jejaring sosial @dasadlatif1212, Selasa (30/7/2019)
Mereka yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Penjaga Moral Makassar mengadakan pertemuan dengan manajemen restoran dan pihak mal. Hasil pertemuan tersebut, restoran yang sempat viral ditutup.



Kendati demikian, penutupan restoran olahan babi itu mengundang pro kontra dari warganet. Bagi pihak yang mendukung, mereka merasa lega dengan keputusan itu.

"Sata setuju makanan haram bagi daerah yang isinya mayoritas tidak berjualan di muka publik secara terang-terangan. Bukan masalah bakal beli, keciprat ata kecium asapnya. Tapi ini lebih ke masalah mencederai perasaan kaum mayoritas," tulis @nenkpurba.


"Mewaspadai lebih baik. Mantap gurutta," tulis @bi.zaki.
Sementara bagi warganet yang kontra, mereka menganggap penutupan restoran itu menunjukkan sikap intoleransi.
"Jadi kaum minoritas tidak boleh berjualan makanan yg menurut mereka halal di tempat umum ??? Toleransi beragama ??? Sungguh indah," komen @anggatusan.
"Tapi bukankah ini tidak mencerminkan sikap toleransi di Indonesia?" tanya @riezzd_

sumber: https://www.suara.com/news/2019/07/3...uai-pro-kontra


nguik nguik nguik emoticon-babi  sobat gurun emang setroooong emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
izzy713 dan 6 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
jadi asap sama kebayang ada babi di dekatnya aja udh haram ya skrg di kaum mabuk Arab ini??keblinger...CMMIW yg diharamkan bukannya makan babi atau klo anjing terkena liur dan endusan hidungnya yang biasanya berair??menyentuh bagian lain atau berada di dekat mahluk2 itu kaga deh seharusnya...begini klo belajar cuma sepenggal2...MABOK ONTA uuuhhh yeahemoticon-Entahlah emoticon-Entahlah emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2
profile picture
Alejandro.Luis




itukan masalah agan
lantas mengapa agan yg bermasalah, orang lain yg harus menanggung akibatnya ?


banyak teman2 gue vegetarian,
kalau kecium bau asap pedagang sate di jalanan atau bau masakan daging di mall,
mereka tetap biasa aja, ga banyak protes



apa masalah psycology umat islam, harus ditanggung orang kafir ?
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di