alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pak, Bagaimana Nasib Kami?
4 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d3bb7d5b41d3007f62050e3/pak-bagaimana-nasib-kami

Pak, Bagaimana Nasib Kami?

Spoiler for screenshotan:


BAGAIMANA MASA DEPAN ANAK-ANAK BANGSA JIKA MASALAH SEKOLAH MEREKA TIDAK KUNJUNG SELESAI? APAKAH HARUS BELAJAR DI JALANAN?

Pertanyaan ini terlintas ketika sebuah Vidio, Delia lihat pagi ini,
Spoiler for Instagram:


betapa mirisnya anak-anak yang bersemangat untuk meraih cita-citanya harus belajar di jalanan, bersama debu trotoar dan bisingnya kendaraan yang lalu lalang. Akan tetapi semua itu tidak membuat semangat belajar menurun.

Spoiler for screenshot:


Dan masalah yang dihadapi semua sekolahan yang di segel ini adalah penggantian uang lahan, dari bangunan gedung sekolah yang belum di rampungkan. Seperti cuplikan yang Delia kutip berikut ini.

Quote:


Lalu kemanakah mereka mencari sebuah ilmu dengan tenang, bahagia dan penuh semangat, jika urusan lahan belum jua dirampungkan? Apakah ratusan murid-murid itu harus menjadi anak-anak yang putus sekolah pada akhirnya, jika kondisi ini tidak segera di selesaikan.

Bukankah ada kemungkinan para siswa akan menjadi malas bersekolah?

Karena belajar di jalanan itu akan membuat ribuan murid tidak fokus belajar, para guru pun pasti kesulitan untuk mengontrol ribuan murid. Sehingga jika ada seorang atau dua orang siswa yang melarikan diri alias membolos sekolah, mungkin tidak ketahuan. Karena jalanan itu sendiri, bisa memotivasi para siswa untuk melakukan hal-hal yang tidak baik juga tidak disangka-sangka oleh para guru.

Sedangkan kita tau sendiri pada zaman now, adanya sebuah sekolahan saja para siswa bisa membolos, apalagi jika di jalanan, apapun bisa terjadi. Guru tidak akan bisa menjamin para siswa untuk mengikuti peraturan. Kecuali memang dasarnya para siswa itu sendiri yang ingin sekali menimba ilmu.

Bagaimana menurut agan dan sista untuk tulisan Delia kali ini? Apakah bisa bertahan lama, ketika mendidik para siswa yang berjumlah ribuan di jalanan, untuk menjadi tunas bangsa yang penuh kredibilitas?

Delia bisa membayangkan bagaimana perasaan guru ketika para siswa mulai jenuh dan tidak fokus dalam belajar. Karena jalanan adalah objek terbesar sebuah pemikiran lain yang akan berakibat buruk, ya memang jika hanya belajar sambil seolah-olah berrekreasi, kemungkinan besar bisa di Tanggulangin semangat para siswa. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah seberapa lama mereka mampu bertahan belajar di jalanan? Dan apakah bisa pembelajaran ini berakhir dengan keberhasilan sebuah pengajaran?

Entahlah! Semoga tidak berlanjut lama. Dan semoga pemerintah bisa menyelesaikan masalah para siswa dengan kebijakan yang paling bijaksana.

SELAMAT BELAJAR PARA SISWA!

Asli opini ts.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh delia.adel
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:


Tapi pan untuk kepentingan sendiri...haduh cara ini gak bakalan bisa di rekomendasikan om
profile picture
orthrus


Tidak utk kepentingan pribadi dek, kita malakin perusahaan memberikan laptop untuk setiap siswa sekolah negeri sebagai bentuk partisipasi dan kepedulian perusahaan terhadap kemajuan pendidikan anak bangsa.
Perusahaan perusahaan harus menyediakan akses internet gratis kepada sekolah sekolah sebagai CSR.
Bahkan perusahaan perusahaan besar harus kita paksa membagi akses wifi mereka bagi umum sehingga di titik manapun kita berdiri kita bisa dapat wifi gratis.
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di