alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Games / Games /
Demi Fokus eSports, Seorang Ayah Membiarkan Anaknya Putus Sekolah
4.33 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d3761bb2f568d700447d1df/demi-fokus-esports-seorang-ayah-membiarkan-anaknya-putus-sekolah

Demi Fokus eSports, Seorang Ayah Membiarkan Anaknya Putus Sekolah

#AmdarGanteng



emoticon-Kalahemoticon-Kalah emoticon-Kalah            
Sudah banyak kisah tentang seseorang yang terjun ke dunia esports, tak terkecuali para gamer muda yang ikut menggeluti karir ini. Dan yang paling mengejutkan adalah beredarnya berita diluar sana, ada seorang anak yang berusia 14 tahun berhenti sekolah karena fokus menekuni dunia esports khususnya game Fornite. Tetapi yang menjadi satu pertanyaan adalah bagaimana orang tua membiarkan anak ini keluar dari sekolah untuk mengejar mimpi seperti itu. Semua itu ternyata mempunyai alasan, David Herzog akhirnya menjelaskan mengapa ia membiarkan putranya putus sekolah untuk mengejar karir di bidang esports.



sumber: gamerant
Namanya Jordan, ia dikenal sebagai nickname "Crimz" di Fortnite dan setiap harinya menghabiskan 8 hingga 10 jam didepan komputer untuk latihan bersama rekan timnya. Tidak sampai disitu saja, David sang ayah benar-benar menunjukkan dukungan penuh kepada Jordan dengan membeli peralatan gaming senilai $30.000 dan mobil Maserati, bahkan rela menunda liburan keluarga agar sang anak tidak terganggu jadwal latihannya.



sumber: gamerant
David juga mengatakan jika anaknya sudah mulai mengenal game pada usia 3 tahun lewat console game. Pada usia 7 tahun, Jordan sudah mahir bermain game Halo dan menginjak usia 12 tahun, dia telah memenangkan turnamen lokal. Keputusan David mengeluarkan anaknya dari sekolah mendapat reaksi negatif dari para koleganya. Banyak orang tua lain berpikir bahwa sudah seharusnya anak-anak bersekolah dan mengarahkan ke bidang yang lebih kompeten seperti bermain piano, tenis, akting, ataupun karir yang lebih menunjang untuk kedepannya.

Keputusan yang diambil David dan putranya memang sudah bulat, apalagi sang ayah sudah lebih dulu terjun di industri video game dan mengklaim usahanya sebagai top 15 penjualan terbaik di eBay. Bisnisnya seputar produksi barang yang berhubungan dengan video game. Jordan pun sekarang lagi dipersiapan untuk pentas di kualifikasi Fornite World Cup. Hingga saat ini, sang anak telah menghasilkan $60.000 dengan hanya bermain video game dan semua uang itu akan diinvestasikan oleh David atas nama putranya sendiri.



sumber: gamerant
Apa yang dilakukan David sepertinya belum bisa diikuti oleh para orang tua masyarakat Indonesia karena memang masih ada intrik buruk soal dampak video game. Walaupun pemerintah sudah mengakui olahraga elektronik ini, tetap saja pemikiran orang tua Indonesia adalah pendidikan nomor satu.


Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
darsports dan 14 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Bapake pernah punya pengalaman di dunia gaming dan IT rupanya.
profile-picture
profile-picture
darsports dan amdar07 memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di