alexa-tracking
Kategori
Kategori
4.58 stars - based on 12 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8e17e8977513209e2d752f/i-love-your-dimples

Kumpulan Teenlit : I Love Your Dimples







ARIAN



By : Ryken PB






Retaaa!!!

Satu teriakan keras mengagetkanku. Sontak buatku menoleh. 'Haaah, si Bawel itu lagi' umpatku dalam hati.

Aku hanya diam memperhatikan Bi yang sedang menuju ke arahku. Suaranya yang ngos-ngosan akhirnya sampai juga di telingaku. Beberapa butir kecil keringat di dahi tak mengurangi wajah imutnya.

Ia membenahi poni dan mengatur napasnya.

Spoiler for Ilustrasi:


"Ta, Lu gak liat tadi Arian---." Ucapan Bi terhenti saat melihat ekspresi wajahku.

"Lu, kalo ngomong diturunin dikit napa," sergahku dengan mata melotot.

"Iy, deh. Maaf," ucap Bi dengan bibir dimonyongin.

"Lu, tadi mo sampein apa?" tanyaku penasaran.

"Kagak jadi," timpal Bi sambil ngeloyor ke kelas meninggalkanku yang cemberut.

"Bi!" panggilku, "Lu, kalo kumat gak dapet ini deh." Sambil memamerkan sebungkus 'silver queen'.

Bi menoleh sesaat, tapi berpura-pura tak peduli.

"Ya udah kalo gak mau," ucapku sambil memasukkan kembali cokelat ke saku depan baju seragam abu-abu.

"Eits ... enak aja, ini milik gue." Cekatan Bi merampas cokelat itu sebelum kusarangkan ke asalnya.

Sesungging senyum kemenangan tergambar di bibirku.

"Buruan cerita, Arian kenapa?" kejarku antusias.

Arian adalah sosok yang sangat kusukai. Tampan sekaligus imut. Dan sepasang lesung pipi--satu hal yang sangat menyihirku. Senyum manis Arian yang kerap kali selalu kutunggu. Pun, sebagai rutinitas tersembunyi yang selalu mengintip diam-diam senyum pujaanku tersebut.

Bi hanya sibuk membuka bungkus cokelat, sengaja membuatku menunggu kesal.

"Biii ...!" teriakku kesal.

"Sabar napa, Bu.Gak liat apa, gue lagi nikmati hidup," timpal Bi sambil sibuk mengunyah cokelatnya.

"Lu, kalo gini, gak bakalan se-inci pun Lu dapatin cokelat lagi dari gue," ancamku menyiutkan nyali usil Bi.

"Oke ... oke, sabar, Sis."

'Kalo gini ekspresi Reta, berabe gue. Bakalan gak makan cokelat gratis lagi nih' batin Bi.

"Arian jalan ma Key," ucap Bi cepat.

"Seriuuus, Lu." Ekspresiku sedikit kecut. 'Pilu lagi gue nih, alamak gak tidur semaleman nih'.

"Ta, Lu kalo beneran serius suka Arian, Lu tembak aja duluan daripada diserempet ma yang lain," ucap Bi dengan wajah kasian melihat sahabatnya ini memendam rasa sudah beberapa bulan lalu.

"Gila, Lu," sanggahku

"Daripada Lu gitu, bosan gue liat Lu mewek melulu."

Suara bel pertama menghentikan percakapan kami.

Suasana kelas sudah riuh sejak tadi. Beberapa orang murid sibuk masing-masing.

Aku dan Bi duduk sebangku. Kelas dengan jumlah murid 35 orang. IIA adalah kelas unggulan SMP 4 Lambuya. Semua murid merupakan hasil seleksi beberapa kelas.

Derap sepatu terdengar lamat-lamat dari arah lorong koridor sekolah.

"Selamat pagi anak-anak." Sapaan khas sontak menidurkan suara riuh kami.

"Pagi, Bu guru." Serempak kami membalasnya.

"Seperti janji Ibu kemarin. Hari ini kita ulangan harian."

Di satu sudut kelas paling belakang terlihat Reno menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Meskipun kelas kami unggulan. Seorang Reno sangat dikenali sebagai siswa yang malas. Mungkin semalam hanya sibuk dengan 'game-game online-nya'.

***

"Ta--Ta," panggil Bi dengan menggoyang-goyangkan lengan kananku.

Spoiler for Ilustrasi:


Matanya tetap fokus melihat Arian yang menghampiri kami dengan bola basket favoritnya di tangan.

"Apaan sih?" tanyaku

"Lu, kalo--." Kekesalanku tiba-tiba raib demi melihat sosok Arian.

"Bisa gabung gak nih?" tanya Arian.

'Senyumnya itu ya ampun!. Bi tolongin gue. Gue mo pingsan nih'. Batinku.

Mata yang tak sedetik pun kukedipkan. Bibir yang sedikit terasa sakit akibat tergigit tak kupedulikan lagi.

'Kapan lagi gue liat pangeran pujaan gue sedekat ini. Bayangin aja!! Dia duduk di samping gue. Alamak ... Emak, gue jadi pengen kimpoi dah'.

Bi sejak tadi melihatku yang tak sedikit pun bergerak--mulut menganga saking terpesona, menginjak kakiku di bawah meja kantin.

Sontak buatku berteriak, "Auww ...!, Apaan sih, Lu, Bi. Gak bisa liat orang senang dikit."

Bi memegang bibirnya sebagai isyarat buatku. Akhirnya aku sadar dengan kelakuanku.

'Aduh malunya, kok aku malu-maluin diri sendiri' keluhku dalam hati.

Pipiku yang putih memerah udang.

"Ta, bisa gak pinjem catatan Fisika, Lu. Materi IIA dan IIB kan sama," tanya pujaanku.

"Bisa ... bisa kok," ucapku cepat.

'Kapan lagi gue dapat kesempatan ini' harapku.

"Thank 's, ya, Ta."

"Oke, gue pergi dulu,"  sambungnya sambil berdiri dan menuju ke bangku kantin sudut favoritnya.

Aku hanya mengangguk tak lupa kuselipkan senyum termanisku.

"Segitu doank!" Suara Bi yang agak kencang buatku mendelik.

"Ssst!! Pelan ih!" ucapku kesal.

"Kirain tadi mo ngucapin 'I LAV YU'." 

Aku hanya tersenyum.

"Gak apalah, gini juga gue udah senang," ucapku masih dengan bias senyum bahagia.

"Ckckck .... cinta---cinta," ucap Bi sambil melanjutkan makannya.

--------------------

Quote:


Quote:



emoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskus


emoticon-Kissemoticon-Kissemoticon-Kissemoticon-Kissemoticon-Kiss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rykenpb dan 35 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rykenpb
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
sundul lagi
profile-picture
rykenpb memberi reputasi
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di