alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Budak Society, Apakah Itu Kamu?
4.67 stars - based on 21 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d303e9c2f568d7e2528c181/budak-society-apakah-itu-kamu

Budak Society, Apakah Itu Kamu?



Dalam hidup, kita nggak mungkin menghindari interaksi dengan manusia lain. Karena bersosialisasi adalah sebuah kebutuhan kita sebagai makhluk sosial. Sekuper - kupernya orang pasti memiliki lingkungan sosial/ society sebagai tempatnya bergaul, entah itu tetangga, keluarga, teman dekat atau cuma grup Whatsapp sekalipun.

Keberadaan society ini memunculkan interaksi maupun penyebaran informasi diantara orang - orang yang berada di lingkungan tersebut. Mulai dari trend apa yang saat ini tengah digandrungi, berita - berita aktual, hingga gosip - gosip miring orang terkenal sampai orang yang setiap hari mereka temui. Selama seseorang masih berada di satu lingkungan sosial, dia tidak akan pernah lepas dari "perhatian" orang - orang disekitarnya. Mau kepribadiannya baik, buruk, pendiam, ceriwis, dia akan sesekali menjadi topik pembicaraan bagi orang - orang disekitarnya. Entah dibicarakan karena kelebihannya atau kekurangannya.

Tak jarang orang - orang yang ada di dalam society ini suka menaruh harapan yang besar terhadap seseorang yang dirasa punya banyak kekurangan. Mereka akan menyuruh orang yang mereka sorot untuk menjadi sesuai dengan apa yang mereka mau. Akan selalu ada celah bagi mereka untuk mengkritisi diri kita yang memang jauh dari sempurna ini. Sehingga nilai - nilai yang mereka yakini cenderung dipaksakan bagi sebagian orang yang lain. Misalnya :

"Sudah sekolah tinggi - tinggi tapi kok ya nggak kerja?". Gilirannya sudah mendapat pekerjaan, ada lagi nyinyiran : "Masak lulusan S1 kerjanya jadi Sales ? Apa bedanya dengan lulusan SMA?"


Perkataan seperti ini muncul akibat pemahaman orang lain yang berpikir bila seseorang punya gelar pendidikan yang tinggi, maka pekerjaannya harus jadi petinggi juga seperti manager, CEO, dan karyawan perusahaan bonafid. Sehingga kalau hal itu tidak terlaksana akan sangat mudah dinilai gagal. Dan inilah yang dinamakan dengan tekanan sosial.

Tekanan dari society ini turut mempengaruhi tingkah laku seseorang dalam bertindak. Ketika kita ingin semua orang menerima dan menyukai kita, maka kita akan cenderung berusaha menghindari gesekan emosional dengan mereka dan menyetujui gagasan orang lain yang sebetulnya tidak sesuai dengan kata hati kita.Sehingga kita menuruti apa kata mereka, menjadi apa yang society pandang sebagai sesuatu yang ideal. Tanpa kita sadari kita telah menjadi budak society yang terkungkung dalam tekanan sosial. Tidak tau apa yang diri kita sendiri inginkan, dan kita kehilangan komunikasi dengan diri sendiri.

Kita jadi sering berpikir "I am nothing!" yang sebenarnya semakin memperparah perbudakan tak kasat mata itu. Padahal gaes, menjadi apa yang orang lain mau itu capek! Apa salahnya menjadi diri sendiri? Toh apa yang kita lakukan bukanlah sebuah dosa. Dan kita juga tak bisa selamanya bisa menyenangkan semua orang.

Sumber referensi :
youtube.com/Adhelia Fa

Jika thread ini dirasa bermanfaat silahkan bagikan kepada lebih banyak orang agar lebih membawa manfaat untuk orang - orang yang anda sayangi. Ingat juga untuk follow adnanami di kaskus, komentar di bawah, kasih cendol, dan bintang 5 ya!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adnanami dan 39 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
"STOP MEMBANDING-BANDINGKAN, JANGAN SUKA MENUNTUT KESEMPURNAAN, STOP NGUMBAR KEBURUKAN DLL"
Setuju banget sih. Setiap orang punya jalan karir nya masing masing. Punya jalan rezekinya masing masing. Punya waktunya masing masing. Gabisa disamaratakan.
profile-picture
adnanami memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di