alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dikirim Jadi Terapis Spa di Singapura, Ega Cicipi Dulu Tubuh Para Korban
3.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d2de48865b24d3071117155/dikirim-jadi-terapis-spa-di-singapura-ega-cicipi-dulu-tubuh-para-korban

Dikirim Jadi Terapis Spa di Singapura, Ega Cicipi Dulu Tubuh Para Korban

Dikirim Jadi Terapis Spa di Singapura, Ega Cicipi Dulu Tubuh Para Korban

Korban juga dicabuli dua kali oleh tersangka Ega dan saat hendak pulang tidak diperbolehkan meskipun ia sudah membayar uang pengganti Rp 1 juta, sambungnya.



Bareskrim Polri saat merilis kasus TPPO modus penyaluran jasa pengasuh bayi. (Suara.com/Arga).


Suara.com - Aparat Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang ( TPPO) dengan modus penyaluran pengasuh bayi alias baby sitter di luar negeri.

Terkait pengungkapan kasus ini, polisi meringkus duga tersangka bernama Wayan Susanto alias Ega dan Siti Sholikatun (Ika).
Dengan modus iming-iming bekerja sebagai pengasuh bayi, kedua tersangka telah memberangkatkan 14 orang untuk bekerja di sebuah spa di Singapura. Parahnya, sebelum dikirim untuk bekerja sebagai terapis , tersangka Ega lebih dulu mencabuli para korban.


Bareskrim Polri saat merilis kasus TPPO modus penyaluran jasa pengasuh bayi. (Suara.com/Arga).

“Kedua tersangka sebelumnya menjanjikan kepada 14 korbannya untuk bekerja sebagai baby sitter , tapi ternyata mereka dijadikan terapis di salah satu spa di Singapura,” ungkap Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Nico Afinta di Bareskrim Polri, Selasa (16/7/2019).

Dalam hal ini, seorang perempuan bernama Wiwi Wulansari menjadi salah satu korban. Ia menjadi korban percabulan oleh tersangka Ega. Tak hanya itu, korban jugak tak diizinkan pulang ke tanah air.

“Korban juga dicabuli dua kali oleh tersangka Ega dan saat hendak pulang tidak diperbolehkan meskipun ia sudah membayar uang pengganti Rp 1 juta,” sambungnya.

Nico menerangkan, tersangka Ega berperan sebagai perekrut sekaligus penampung para pekerja yang diberangkatkan. Sedangkan, Ika beritindak sebagai kasir yang menampung uang yang masuk.

Keduanya pun meraup keuntungan sebesar Rp 2,5 juta per bulan. Mereka telah menjalani bisnis perdagangan orang itu dari tahun 2017.

Atas perbuatannya, Ega dan Ika dijerat Pasal 4, 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan atau Pasal 81, 86 Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia (PPMI).


https://amp.suara.com/news/2019/07/1...uh-para-korban




emoticon-Matabelo

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
susah cari kerja di rejim sekarang untung ada gojek/grab yang bantu buka lapangan kerja
profile-picture
rizkyren2 memberi reputasi
profile picture
orthrus


Driver ojol kabarnya mau dibatasi juga dgn sistem kuota.
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di