alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Si Bodoh dan Introvert yang mencoba Bangkit
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d294afab41d305a4350055a/si-bodoh-dan-introvert-yang-mencoba-bangkit

Kisah Ane Si Bodoh dan Diskalkulia (Lemah Dalam Hitungan)

Introduce
Hallo all Kaskuser. Perkenalkan.Nama ane sebut aja Deni. Ijinkan ane menceritakan kisah hidup ane ya. Semua ini ane tulis berdasarkan kisah hidup ane, semua ingin ane ceritakan karena ane bisa bangkit dari keterpurukan, amarah dan dendam yang kadang tak terkontrol. Untuk itu ane ucapkan selamat menyimak ya...

Jakarta, 2003

Ane baru saja lulus dari SDN di pinggiran Jaktim. Waktu itu, ane bersama 2 teman ane sama-sama mencari sekolah SMP negeri di bilangan JakartaTimur. Sebut aja 2 teman seperjuangan ane ini Wahid & Yosi.

Wahid:Den, besok ikut tes masuk di SMP 18* gak?
Ane : Yaudah deh ane ngikut
Wahid : Oke deh, besok gw samper kerumah sama Yosi ya

Jujur saja guys, ane agak takut masuk sekolah negeri. Karena ane memang lemah di satu bidang yang penting. Ya, pelajaran Matematika & berhitung. Tapi karena ajakan 2 sobat ane ini maka sedikit hilanglah rasa keraguan ane ini.

AULA SMPN ***
Tes masuk seleksi dimulai, ane pun duduk berdampingan dengan Wahid dan Yosi. Setelah soal dibagikan, barulah kami bertiga "main mata". Fyi, Wahid pintar di Matematika, Yosi pun sama meski tidak Sejago Wahid. Dan ane sangat gemar dan lumayan jago di pelajaran IPS & Seni Rupa.

Soal demi soal kami kerjakan secara teliti. Dan Yosi pun mulai melirik tajam ke arahku,

"Woy den, ibukota Belanda apa sih?

A..A...Amsterdam Yos... Jawab ane dengan gugup. Soalnya pengawasnya galak banget men...! emoticon-Ngakak (S)

Dan tibalah... Soal matematika dibagikan. Ane mencoba memahami pelan-pelan tapi tetap saja tidak ane mengerti. Untunglah kedua sobat ane ini bahu membahu memberikan contekan emoticon-Ngakak (S)

Singkat cerita ane, dan Yosi akhirnya diterima di sekolah yg sama. Tapi Wahid tidak. Dia diterima di sekolah dekat rumahnya di Depok.

Tapi dibalik diterimanya ane di sekolah favorit itu, merupakan awal malapetaka dan awal kemalasan ane bersekolah, simak di thread selanjutnya ya
profile-picture
profile-picture
babaik dan rezkiey memberi reputasi
Diubah oleh bajimenz
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

#3 Tekanan Batin & Awal Mula Sering Membolos

Yang namanya penyesalan itu selalu belakangan. Saat itu ane terus terpuruk gans. Nilai ulangan dan ujian Matematika ane selalu dibawah teman-teman lainnya. Tai baiknya Pak Mulyono si guru Matematika ane ini selalu kasih "ongkos nulis" emoticon-Ngakak (S). Jadi nilai ulangan ane ketolong sedikit lah...

Tapi suatu ketika saat akan kenaikan kelas, ternyata warning datang dari guru BP gans. Sebut saja Bu Lani.

Bu Nana : Den, terus terang aja ya. Kamu bisa gak naik kelas kalau nilai matematikamu jeblok
Ane : tapi saya sudah berusaha Bu. Saya memang tidak begitu menguasai pelajaran bahkan sejak saya SD
Bu Nana : Kamu cuma malas Den, ini sekolah favorit lho. Masa pelajaran begitu saja gak bisa mengikuti

Ane tertunduk lesu. Jujur gans, waktu itu belum terbesit di pikiran ane untuk bilang bahwa ane nyontek saat tes seleksi masuk SMP. Dan itu jadi buah simalakama ane saat itu.
profile-picture
profile-picture
babaik dan rezkiey memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di