alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / Movies /
Mengapa kita harus khawatir pada film baru Joker
4.56 stars - based on 9 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d27b072b8408817be2e5a3e/mengapa-kita-harus-khawatir-pada-film-baru-joker

Mengapa kita harus khawatir pada film baru Joker



DCEU sampai saat ini masih belum mempunyai plot yang kokoh mengenai crossover Akbar mereka. Dilansir dari Indiwire, setelah Justice League, franchise ini seperti belum yakin untuk melanjutkan rangkaian film - film mereka bahkan mengkonfirmasi kalau crossover bukanlah lagi menjadi prioritas. Aquaman, Shazam! hingga Wonder Woman 1984 pun masih bisa dikatakan berdiri sendiri tanpa membuat mereka terkait satu sama lain dengan film - film sebelum Justice League (Kecuali Wonder Woman 1984 yang merupakan Sekuel Wonder Woman pada 2017). Hal ini tentu saja dikarenakan respon negatif masyarakat akan film - film itu. Dilansir dari Forbes Wonder Woman memang merupakan kejutan yang sangat luar biasa, Aquaman juga sangat entertaining, dan Shazam! secara tidak terduga adalah film superhero yang pakai hati. Tetapi tetap saja arah ke plot serta crossover yang lebih besar masih belum tampak. Hal ini seolah semakin diperkuat dengan pengumuman film solo Joker. Dilansir dari Variety, dirilis beberapa bulan lalu, Teaser film Joker entah bagaimana meledak dan menjadi trending di YouTube selama berhari - hari. Bahkan, Teaser itu berhasil mengalihkan perhatian masyarakat pada countdown perilisan Avengers: Endgame.

Dilansir dari Wegotthiscovered, Warner Bros. sudah terlebih dahulu menjelaskan kalau film ini tidak akan ada kaitannya sama sekali dengan semesta DCEU dan tidak akan pula berpengaruh pada film - film DC yang akan datang. Ini hanya film sekali jalan tentang karakter yang selama ini kita kenal dan kita cintai. Joker juga bukan karakter komik sembarangan. Tak diragukan ia adalah karakter Villain terhebat sepanjang masa, hingga sebagian orang pun lebih mencintainya ketimbang pahlawan yang memeranginya. Tetapi bagi mereka yang mencintai keduanya serta hubungan unik yang terbentuk diantara pahlawan dan penjahat itu mungkin akan menemukan diri mereka tidak puas saat Joker rilis Oktober nanti. Bahkan mungkin film ini akan memiliki kecacatan tersendiri bagi fans DC dan dunia Gotham di seluruh dunia.



Dilansir dari DC Fandom, Sejak kemunculan pertamanya di komik Batman Issue #1 pada 1940, Joker langsung menggebrak dunia pop culture saat itu. Awalnya direncanakan untuk terbunuh di akhir halaman, tetapi dia malah menjadi Batman archenemy. Terlepas dari asal usulnya yang berubah ubah dia selalu menjadi prioritas utama Batman saat membasmi kejahatan di malam hari di kota Gotham. menjelajahi kemunculan Joker sejak kemunculannya akan memakan banyak sekali waktu, tapi pembaca komik tidak pernah bosan untuk meminta kemunculannya yang baru, maka menyebutnya sebagai karakter komik terfavorit tidaklah berlebihan. Kemunculannya di layar lebar serta televisi juga nyaris tidak ada yang mengecewakan. Para penonton selalu menanti siapa aktor yang yang akan memerankannya serta interpretasi seperti apa yang akan sang sutradara dan aktor akan terapkan pada Joker yang akan datang.



The Batman versi Tim Burton pada 1990, merupakan gebrakan pada film genre superhero, terutama karena konten dewasa serta kekerasan yang terdapat didalamnya. Suicide Squad, sebuah film dari semesta DCEU yang sangat buruk hingga sekuelnya mengalami kendala biaya karena akan tetap manampilkan Jared Leto sebagai Joker. Screentimenya di Suicide Squad pun sangat sedikit sehingga kemunculannya tidak memberikan pengaruh yang berarti pada perkembangan cerita, kemunculannya seolag hanya bagian dari taktik marketing semata karena film ini mendapuk Aktor peraih Oscar untuk menjadi inkarnasi selanjutnya dari Joker setelah kesuksesan besar Heath Ledger.

Adalah Heath Ledger yang membawa Joker ke layar lebar dengan penuh hormat, menjadikannya sebagai penampilan aktor sinema yang paling diingat sepanjang masa. Segalanya mengenai interpretasi mengerikannya mengenai Joker adalah legenda. Dari mulai riasan wajahnya, hingga caranya memainkan gestur dan cara bicaranya–membuat Heath Ledger sebagai Joker seolah tidak akan pernah tergantikan. Meskipun begitu, kandidat baru sepertinya sedang membidik sebuah tempat di Joker Hall of Fame (dimana Mark Hamill juga bagian dari itu). Adalah Joaquin Phoenix yang akan memerankan Joker, dan kali ini Warner Bros. memiliki aktor yang memiliki kualitas akting yang sama hebatnya dengan Heath Ledger, bahkan mungkin lebih baik, mengingat Phoenix lebih senior daripada Ledger.



Joaquin Phoenix adalah salah satu maestro di bidang akting–yang sangat selektif dalam sesuatu yang ia kerjakan. Dia tidak terlalu tertarik untuk bermain di film - film mainstream dan sangat suka menchallenge dirinya sendiri dengan karakter yang sama sekali baru dengan yang pernah ia mainkan. Joker juga bisa dibilang merupakan gabungan dari karakter yang pernah dimainkan yaitu di film The Master dan You Where Never Really Here ditambah sedikit kegilaan dari karakternya di film Gladiator. Tanpa bicara tubuhnya bisa berubah dengan drastis. Dari mulai sangat kurus seperti di film The Master hingga kekar berisi seperti di film You Where Never Really Here, matanya bisa memancarkan teror paranoid, dan senyumnya penuh kegilaan. Semua elemen itu bisa dengan mudah menjadikannya Joker yang baru disertai dengan kreatifitas dari interpretasi yang akan diciptakannya nanti.



Di Teaser pertama itu, Warner Bros. memperlihatkan Phoenix sebagai orang yang sedang dalam kondisi mental yang tidak stabil dikarenakan pekerjaan dan niat baiknya tak kunjung dihargai. Kemudian ia pun berubah menjadi kriminal terbesar di Gotham City. Dengan make-up-nya lengkap dengan blazer berwarna mencoloknya ia sudah seperti mencapai levelnya Heath Ledger dengan cukup perbedaan yang membuatnya tidak nampak terlalu mem-plagiat versi film The Dark Knight itu.

Phoenix boleh saja menganggap dirinya sedang memainkan peran yang Ikonik, tapi tetap saja ia sedang memainkan karakter komik di dunia buku komik. Rumah sakit jiwa bagi kriminal, Arkham Asylum, serta beberapa anggota keluarga Wayne mengkonfirmasi bahwa film ini bersetting di kota Gotham, namun tanpa satu - satunya alasan mengapa seorang Joker hadir sedari awal: Batman. Itu benar sodara - Sodara, tanpa Batman, maka tidak ada Joker. And yes, I know, mereka sudah menampilkan Bruce kecil di Teaser pertama itu.



Hikmah yang kita dapat dari menonton Venom tahun lalu adalah tanpa seseorang yang mengkfrontasi atau Arch Nemesis, tidak ada alasan untuk film origin mengenai karakter Villain dibuat. Memang, Venom itu keren. Memang, Venom itu lucu karena dia mengungkapkan hasrat terbesar dari seseorang yang tubuhnya ia inangi. Memang, Venom itu menyenangkan karena dia suka makan kepala orang. Namun ketika Eddie Brock bertransformasi menjadi Venom, film seakan tidak tau apa lagi yang akan mereka lakukan pada Venom selanjutnya.

Tanpa musuh yang hebat seperti Spider-Man untuk dilawannya, film seolah hanya mengulur waktu untuk mencapai bagian credit. Terlepas dari apakah kalian suka atau tidak, film ini jelas bukan merupakan film yang akan kalian ingat sepuluh tahun mendatang. Para fans dari karakter ini pantas mendapat yang lebih baik, dan karakter Venom sendiri layak mendapatkan kisah yang lebih dari sekedar kisah yang menceritakan Venom menghajar pihak berwajib dan Symbiote lainnya yang plek - ketiplek mirip dengannya. Film Venom telah dirilis. Atas - nama - Sony, so, mereka akan mengembangkan Franchise Marvel mereka sendiri ketimbang menampilkan karakter ini di film Spider-Man Tom Holland satu hari nanti.

Joker tidak harus mengalami hal yang sama seperti Venom, tapi nampaknya dua film itu seperti di buat dari pabrik ide yang sama. Mereka sama - sama film yang mengisahkan karakter Villain superhero yang sangat dicintai, dan sama - sama dibintangi oleh aktor yang nyaris tidak pernah bermain di film yang katakanlah jelek. Portofolio Tom Hardy bagaimanapun juga telah ternoda, apakah Joaquin Phoenix juga akan demikian? Apakah Joker akan sama seperti Venom, dimana film itu akan lupa apa yang membuat kita jatuh hati pada karakter yang seharusnya kita benci dan malah mengeksekusinya dengan penuh ketamakan dan kesombongan karena ingin menyaingi franchise yang lain?



Joker versi Heath Ledger benar - benar tidak bisa dibaca dan sangat menarik karena background story-nya yang tidak jelas, berubah - ubah, kadang benar kadang salah, kadang keduanya– intinya adalah dia tentu saja memiliki nama dan kehidupan normal sebelum ia menjadi Joker. Tidak penting apakah ia terjatuh ke kolam racun, bekerja pada kelompok kriminal, atau terlalu sering kalah berjudi sehingga ia memiliki terlalu banyak hutang untuk dibayar – background story-nya sama sekali tidak memiliki kaitan apa - apa dengan kekacuan yang dibuat Joker. Seseorang itu telah mati, dan kini seseorang yang baru ini hanya ingin melihat dunia hancur.

Kisah Asal muasal Joker sungguh bukan ide yang buruk untuk ditampilkan di layar lebar, tapi itu demystifies sang karakter serta perjanjian iblisnya. Seperti memperlihatkan full Hiu di film Jaws terlalu dini, atau membiarkan Hannibal Lecter keluar dari jeruji besinya dan menunjukkan skill membunuhnya alih - alih membuatnya mendeskripsikan bagaimana rasa korbannya dibanding dengan kacang buncis. Sang Hero selalu mempunyai lebih banyak screentime, tapi villain-lah yang selalu mencuri seluruh pertunjukkan.



Film Joker akan menampilkan Phoenix sebagai Arthur Fleck, seorang pria dengan ketidakstabilan mental, dikucilkan oleh masyarakat, seorang Yahudi di lingkungan Nazi yang hanya memperdulikan Ibunya yang sakit - sakitan dan bekerja dari pagi buta hingga tengah malam. Ia kemudian menyadari titik balik dalam hidupnya, dan menjadi seorang anarki yang dikenal dengan Joker (ooh, Phoenix bisa memerankan peran ini bahkan sambil sleep walking). Kemampuan aktingnya sungguh fantastis dan mungkin bisa menyaingi penampilan Robert DeNiro di Taxi Driver, tapi bagaimana dengan, kapan Joker akan muncul di film? Kapan ia akan mengenakan baju norak serta make-up badutnya yang mengerikan dan menjadi karakter yang selama ini kita kenal seutuhnya? Semua usaha untuk membuat film ini nampak grounded, sebuah studi karakter mengenai seseorang yang sedang menderita ketidakstabilan mental, dan membela orang - orang lemah akan langsung terhempas keluar dari jendela saat seorang super villain melenggang hadir di layar bioskop.

Tak peduli seberapa keras film ini mencoba untuk seliar mungkin dari kisah komik superhero kebanyakan, menyebut film ini "Joker" berarti mengkonfirmasi bahwa Arthur Fleck pada akhirnya akan menjadi karakter DC yang bersebrangan dengan Batman. Atau mungkin versi Joker ini tidak akan melakukannya sama sekali dan hanya meresahkan Polisi atau orang - orang yang tidak setuju dengannya atau menghalangi jalannya ? Tapi kenapa juga menyebut film ini "Joker"? Kenapa mengasosiasikan sebuah re-imagining yang sangat potensial dari film klasik Taxi Driver dangan seorang aktor yang fantastis kedalam teritori film genre komik Superhero?

Kenapa menyertakan si Bruce kecil ketimbang Batman dan memilih untuk tidak menyertakan hubungan yang kompleks serta menarik antara ia dan Joker? Joker versi Heath Ledger memiliki banyak interaksi memorable dengan Batman dan hampir tidak menunjukkan arti dari Joker dan Batman bagi mereka masing - masing. Bahkan faktanya, omongan Joker di adegan klimaks membuat hubungan rumit diantara keduanya nampak indah.

"This is what happens when an unstoppable force meets an immovable object. You truly are incorruptible, aren’t you, huh? You won’t kill me out of some misplaced sense of self-righteousness, and I won’t kill you because you’re just too much fun. I think you and me are destined to do this forever.”

Memiliki Joker di The Dark Knight untuk menjadi dalang dari kekacauan yang terjadi sudah cukup membuat kita terhibur. Semua itu tentu saja berkat penampilan mengagumkan dari Heath Ledger, tapi jika hanya itu yang film itu miliki maka film itu tidak akan bertahan bahkan hanya untuk separuhnya. Musuh - musuh Batman menjadi sangat Populer karena Batman sendirilah yang mempertontonkan hal - hal terburuk dari kota Gotham, kota yang sama yang ingin ia lindungi. Dia mengenakan topeng kemudian berjibaku melawan kejahatan itu dan orang lain malah terinspirasi dan mengikuti aksinya dengan beragam cara bahkan menggunakan pelindung Hoki. Tidak ada yang tau hal ini lebih dari Joker dan ia mengambil keuntungan dari hal itu.

Karena hal itu, Joker terlihat seperti film yang akan bertentangan dengan dirinya sendiri. Bagaimana pun juga, bagaimana bisa film ini memperlihatkan esensi dari salah satu Villain komik superhero terhebat sepanjang masa jika film ini abai terhadap bahan sumber yang sama?

Sebuah Trailer bisa dengan mudah memikat hati karena merangkum sinopsis menarik ke dalam video berdurasi kurang dari tiga menit. Itulah mengapa yang namanya Trailer ada, dan seorang aktor yang berbakat bisa tetap memukau sembari tetap menyimpan kejutan yang nanti akan ia tunjukkan di perilisan filmnya nanti, seperti yang coba dilakukan Tom Hardy di film Venom. Namun, ketika kita sudah memiliki Sutradara yang karirnya dipenuhi film - film komedi yang tidak lucu, disertai sequel - sequel yang tidak penting serta tidak memiliki sesuatu yang menjadi ciri khasnya seperti Todd Phillips, maka sudah tidak ada lagi harapan yang tersisa akan film origin dari komik superhero ini akan memenangkan piala Oscar.

Mencoba untuk berbeda bisa berhasil dalam bentuk tulisan, tetapi mengeksekusi tanpa memikirkannya secara matang bisa menggiring film ini ke ragam masalah, belum lagi jutaan fans yang akan merasa terhianati. Setelah Avengers: Endgame, Joker adalah pelabuhan yang baru bagi para pengikut pop culture, jadi film Martin Scorsese yang diarahkan oleh Todd Phillips ini pasti akan meledak di Minggu pertamanya. Jika film ini bagus, maka itu adalah kejutan yang luar biasa. Tetapi jika tidak, film ini hanya akan menjadi usaha yang gagal untuk terlihat seperti apapun itu selain wannabe Taxi Driver, belum lagi Legacy dari Joker yang akan ternoda oleh gerutuan penonton dan lemparan tomat busuk dari para kritikus, hingga akhirnya membuat Joaquin Phoenix menyesal sudah terjun ke genre superhero sedari awal.

Sumber: Indiwire.com
Sumber: Zergnet.com
Sumber: DC Fandom
Sumber: TheHollywoodReporter.com
Sumber: Teaser film Joker (2019)
Sumber: Film The Dark Knight (2008)
Sumber: Film Venom (2018)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
shevche dan 21 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


Quote:


sama aja gan ane juga gedek sm joker kok gak ngebunuh2 batman padahal banyak kesempatan si joker bunuh batman emoticon-Betty
profile picture
yanuarandre77
Kan di Deket ending the dark knight Joker sendiri yang bilang , dia gamau bunuh Batman karena Batman terlalu menyenangkan bagi joker
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di