alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
AKU SUCI (True Story 17+)
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c30899682d4955fd87b44d0/aku-suci-true-story-17

AKU SUCI (True Story 17+)


Broken Home. Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalian ya, jujur saja gua baru beberapa tahun lalu tau istilah ini. Kata itu mungkin paling dibenci oleh semua orang, termasuk diriku yg sudah merasakan dan mengalami hal itu. Yah semua orang tidak ada yg menginginkan hal itu, karena kita semua menginginkan yg terbaik untuk keluarga kita. Bukan begitu?

Pacaran sama kaka tiri, nemenin tidur kaka tiri. Dulu gua hanya baca hal kaya gitu di cerita-cerita dewasa yg kemungkinan besar juga fake/palsu. Tapi sekarang semua itu terjadi di kehidupan nyata. Dan gua sekarang melihat hal itu sangat biasa atau tidak aneh. Berbeda dengan dulu yg membaca ceritanya saja keringet bercucuran sampai celana basah dan napas ga beraturan (apaan sih? emoticon-Hammer )

Sebelumnya perkenalkan nama aku Dika umur sekarang 20 tahun. Enakan aku atau gua sih bahasanya? Gua aja kali ya? Oke deh!.

Sebenernya gua asli Jawa tapi karena sudah lama di Ibu Kota Jadi sudah terbiasa pake Bahasa Indonesia tapi bagusnya tidak sedikitpun bahasa Jawa gua hilang atau gua lupakan karena asal usul memang kudu selalu dijaga dan diingat. Gua udah lumayan lama liat2 cerita di forum ini khususnya curhatan orang2 di hth dan jadi tertarik sama forum hth & sfth karena tidak sengaja waktu itu lagi nyari2 cerita horor di google dan nyasar masuk ke forum ini jadi tau ada tempat untuk mencurahkan isi hati atau pengalaman unik kaya hth & sfth ini dan bagusnya daftar kaskus gampang ga ribet tanpa perlu ktp kk (dikira mau kredit motor kali emoticon-Big Grin).

Mohon ijin buat belajar nulis pengamalan hidup disini, kalo berantakan dan kurang dipahami tulisanya atau ada salah tempat mohon dikritik dan luruskan ya karena memang gua belum terlalu paham dengan fitur2 kaskus. Sebelumnya terimakasih dan happy reading gan/sis emoticon-Smilie

Spoiler for INDEX:


PART 1

Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
BontotMandja dan 126 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh d11kaa
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
PART 24


Siang ini aku dan Dinda tidak jadi langsung berangkat ke Jakarta dikarenakan ada titipan Ibu yg belum Dinda kasih ke Bu de. Memang teledor anak satu ini selain ngeselin juga ceroboh ternyata untung enak eh maksudnya untung kaka sendiri emoticon-Hammer Dinda di sampingku hanya senyum2 menggoda sembari memohon minta maaf kepadaku atas keteledoranya. Aku hanya diam dan asik dengan hpku sambil menikmati guncangan di kabin bus yg melewati jalanan kurang mulus.

"Maafin dong, kan ga sengaja dan lupa.." Pinta Dinda sambil memasang wajah memelas

"Bilang aja masih betah di desa biar lama2 ketemu Amin.." jawabku meledek

"Ih apaan engga lah, orang bener2 lupa ko. Yaudah kalo emang gamau maafin" ucap Dinda berbalik memasang wajah kesal

"Iya iya dimaafin, tapi ada syaratnya.."

"Apa??!"

"Santai dong jangan ngegas, laper ya? emoticon-Big Grin"

"Iya iya santai nih, lagian udah minta maaf malah di diemin -_-"

"Ucch uchh.. ngambek nih ngambek ceritanya.." godaku ke Dinda sambil mengelus-elus pipinya

"Gak!!" Jawabnya ketus

"Marah aja terus biar Dika makin sukak liatinya emoticon-Genit" jawabku sambil mendekatkan wajah dan mencoba menggodanya
"Akak bakpau, senyum dong kan udah Dika maafin"

"Heeuhh.." Dinda hanya menghela nafas dan mulai menikmati elusan lembut tanganku di pipinya

Akupun terus2an menggodanya dengan menyandarkan kepala di bahunya sehingga nafasku tepat mendarat di lehernya yg mulus itu dan sekarang terdengar nafas Dinda berbeda aku benar2 suka mendengarnya dan membuatnya seperti itu, suruh siapa bikin bolak balik dan malah balik ngambek (rasakan kau ka hahaha) aku tertawa sangat keras di dalam hati emoticon-Hammer

"Kenapa ka ko nafasnya gitu?" Aku pura-pura bertanya

"Kenapa apanya? Orang ga papa" jawab Dinda pelan dan berbohong

"(adikmu sudah tidak sepolos dulu ka sekarang gantian aku jailin kaka emoticon-Genit 😈)" ucapku dalam hati

Aku terus menggoda Dinda dengan tanganku terus2an mengelus lembut pipi dan sesekali ke lehernya dibarengi dengan nafasku yg sengaja aku arahkan ke kuping dan lehernya. Bus melaju semakin kencang ac juga terasa semakin dingin pemandangan indah silih berganti terlihat dari dalam bus. Entah kenapa aku sekarang memiliki pikiran dan bisa sejail ini kepada Dinda dan membuat ka Dinda menjadi tinggi di dalam bus yg sedang melaju emoticon-Hammer

Dinda hanya diam dengan apa yg aku lakukan kepadanya entah dia menikmatinya atau memang karena sangat kesal kepadaku sehingga diam saja, hanya sesekali dia menggerak-gerakan kepalanya mungkin merasa geli dan mulai ada sesuatu yg beda dari dirinya nafasnya pun semakin beda, aku benar2 senang bisa menjailinya seperti ini dan sangat suka melihat ekspresi wajahnya. Pikiran jailku semakin menjadi-jadi, aku mencoba memberi sentuhan basah kepada kuping dan lehernya dan benar saja nafas Dinda semakin tidak beraturan dan untung saja suara lagu dari sound bis bisa menyamarkan suara nafasnya yg tidak beraturan itu. Saat sentuhan basah itu semakin lama aku berikan semakin lucu ekpresi wajahnya dan tanganya sekarang meremas pahaku dengan sangat kuat.

"Aw sakit kak.." Refleks kata itu terucap karena saking kencangnya Dinda meremas pahaku emoticon-Hammer

Wajahnya datar saja tanpa rasa berdosa telah menyakiti pahaku, akupun kembali ke posisi duduk yg benar dan melepaskan sentuhan basah dari lehernya lalu memasang wajah meledek kepada Dinda

"Kenapa ko mukanya gatu ka? emoticon-Big Grin"

"Euhh.. ngeselin!!" Jawabnya masih dengan nafas yg belum normal

"Ko ngeselin? πŸ˜‚ kan kaka yg ngeselin, kaka yg salah malah kaka yg marah emoticon-Hammer"

"Tanggung jawab!!"

"Lah emang aku salah apa?πŸ˜‚"

"Sumpah lu yak, bener-bener bikin gua jadi ngerasa gini di dalem bis -_-" Ucapnya dengan wajah lucu

"Ngerasa apa kak? emoticon-Genit" tanyaku sok polos

"Tau ahh!!" Jawabnya dengan nada sangat kesal dan memalingkan wajahnya ke arah kaca samping sambil menutup rapat kedua pahanya

Aku hanya tertawa geli dan merasa puas karena sudah balik mengerjai ka Dinda yg sangat ngeselin, dia yg salah malah dia yg ngambek rasain deh pembalasanku.


"Nih kak buat ngelap.. becek pasti emoticon-Genit emoticon-Big Grin" godaku dengan suara pelan di kupingnya sembari memberikan tisu ke Dinda

"Bodo ah!!" Jawabnya dengan menggeser badanya menjauh dariku

Aku benar2 berhasil mengerjainya dan membuatnya tidak karuan sekarang aku merasa level jailku sudah semakin naik dan semakin gila emoticon-Hammer
Di samping, Dinda terdiam dengan perasaannya yg pasti tidak karuan dan akupun memilih membersihkan tangan dengan tisu basah lalu mengambil makanan dan minuman ringan untuk dinikmati dan menjadi teman merayakan kemenangan yg telah aku buat ini (jahat banget ya aku? Ah biarkan saja diapun sama dan lebih sering malah mengerjaiku)

***

Tidak terasa kami pun sampai di tujuan dan tinggal menaiki ojek untuk sampai di rumah Bu de.

"Ayo kak turun betah banget di dalem bus emoticon-Big Grin" ajaku ke Dinda

"Lemes..." jawabnya singkat

"Hah lemes? Daritadi kan duduk doang, yg cape mah pak supirnya tuh di depan"

"Maksudnya laper.."

"Lemes apa laper tadi bilang lemes ga konsisten si emoticon-Big Grin" jawabku dengan wajah menggodanya

"Ya karena laper jadi lemes kan, itu maksud gua"

"Bisa aja kaka ngelesnya ah.. jadi mau turun ngga ini? Atau mau ngikut pak supirnya ke pool?"

"Iya sebentar dong sabar, nunggu yg lain turun dulu" jawab Dinda dengan badan masih bersandar ke bangku bus

Setelah semua penumpang turun Dinda baru mau beranjak, saat berdiri dia melihat dengan seksama bangku yg ia duduki juga tanganya sembari meraba-raba bangkunya. Aku tertawa geli melihat yg ia lakukan sampe segitunya si ka emang se banyak apa yg keluar siπŸ˜‚, ucapku dalam hati.

"Ada yg nembus ga dik keliatan ngga?" Tanya Dinda sambil memperlihatkan bagian belakangnya dan juga bagian depanya

"Apaan sih kak πŸ˜‚ ga ada ko tenang aja lagian celana kaka kan jeans bahanya tebel jadi aman paling yg warna merah muda doang yg di dalem yg kudu diganti lengket pasti emoticon-Genit emoticon-Hammer"

"Isshh.. kerjaan lu nih jail banget, gamau tau tanggung jawab pokoknya" Dinda sambil mencubit perutku

"Udah ayo kak ah katanya lemes, eh laper.. πŸ˜‚" jawabku sambil mengambil tas dan berjalan dengan menahan tawa dengan perasaan yg sangat puas


Sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah Bu de aku mengajak ka Dinda untuk mampir ke sebuah warung angkringan yg menjadi tempat orang2 sekitar sini nongkrong sore hingga larut malam. Aku sudah beberapa kali makan disini bareng Amin dan Jono juga Fera jadi sudah sangat familiar dengan rasa dan menunya, sebelumnya Ka Dinda meminta untuk ke kamar kecil terlebih dahulu karena ada sesuatu yg harus segera dibersihkan emoticon-Hammer


"Becek banget sih.." komen Dinda dengan jalan yg lumayan tergenang oleh air

"Habis hujan kayaknya makanya becek banget ka"

"Yaudah nih pegangin tas gua, sama siniin itu plastik bekas tempat ciki" pinta Dinda sambil mengambil sesuatu berwarna putih motif bunga dari dalam tasnya ( reader said : apa itu? sepertinya menarik! emoticon-Genit) emoticon-Ngakak (S)

"ngomong2 juga tadi ada yg becek2 di dalem bis emoticon-Big Grin" ucapku pelan

"Ngomong apa? Coba sekali lagi?" Dinda menatapku

"Eh itu maksudnya acnya dingin banget sampe airnya netes jadi becek lantai busnya emoticon-Big Grin emoticon-Peace"

"Tunggu sini jan kemana2!!"

"Iya akakku yg lucu cem bakpau kantin, galak banget baru juga dikerjain sekaliπŸ˜‚"

Dinda pun bergegas membawa kain putih bermotif bunga dan juga plastik indoma***. Sepertinya dia sangat kesal denganku lebih tepatnya dengan perbuatan kentangku, ah biarkan saja nanti juga baik lagi mana bisa dia lama2 marah sama aku. Tidak lama Dinda keluar dari kamar kecil sambil membawa plastik indoma*** yg sudah terisi dengan sesuatu yg basah, ahh aku bisa menebak kalo itu apa.


"Kaya bau aneh apa ya ini?" Ucapku mencoba meledek Dinda lagi

"Diem gak dik!!" Jawabnya di barengi tangannya yg langsung menyambar perutku

"Iya ka iya apun kak sakit geli lepasin kak.. ampun ampun.." aku memohon

"Diem makanya!!"

"Iya kak maaf iya diem deh engga lagi2 ngeledek πŸ˜‚"

"Awas aja..!!"


Akupun terlepas dari cubitan mautnya dan kami berdua berjalan ke angkringan yg sudah mulai ramai. Dinda memesan teh manis anget dan roti bakar sedangkan aku memesan susu jahe dan 12 biji mendoan anget. Kami duduk di meja paling ujung dan ada satu meja lagi di samping kami yg kosong. Jadi konsepnya lesehan hanya ada meja pendek yg muat 4 orang dan tiker untuk menjadi alas. Kebanyakan anak2 muda yg makan disini aku lihat, sepertinya mereka mahasiswa atau pendatang karena bahasa dan wajahnya terlihat tidak seperti orang2 sini asli. Tidak lama pesanan kami pun datang dan perutpun sudah tidak sabar untuk menerima asupan yg lezat ini, kapan lagi aku makan mendoan mumpung lagi di desa. Aku bakal puas2in karena di kota sejauh ini aku belum menemukan mendoan seperti ini.


"Memang begitu ya dik bentuknya? Lemes dan berminyak gitu?"

"Iya memang gini ka, namanya juga mendoan a.k.a tempe lemes.. πŸ˜‚ cobain deh ka enak pasti kaka ketagihan"

"Ga ah takut melar badan gua makan gituan.."

"Deuhh.. moso timbang mangan mendoan sebiji melar awakmu kak ga mungkin lah. Lagian bagus kalo tambah melar, tambah montok.. enakkk emoticon-Genit" aku lagi2 kelepasan menggoda Dinda

"(Paaakk..)" Dinda menabok lenganku dan serentak orang2 di sekitar mamandang kami emoticon-Hammer

"Hehe maaf kak kelepasan emoticon-Big Grin"

"Liat aja nanti kalo udah di rumah" ancam Dinda

"Ga takut wlee.. udah ah cobain inih mending kamu ka, di jamin nagih galak soalnya kalo kaka laper πŸ˜‚"

Sempat ragu akhirnya Dinda mau mengambil satu lembar mendoan dan baru beberapa saat sudah hilang dari tanganya.

"Kan.. enak ka.. ga percaya sii.."

"Ini asli sini?" Tanya Dinda sambil tangan mengambil mendoan di depanya (bakal habis sama Dinda nih kalo aku ga mulai makan emoticon-Hammer)

"Bukan si ka, kalo asal mendoan ini kalo tidak salah asli daerah yg tadi kita lewati" jawabku sambil ikut mulai memakan

Dan pada akhirnya Dinda yg lebih banyak menghabiskan mendoan yg aku pesan sedangkan roti bakar yg ia pesan hanya dimakan beberapa potong saja dan aku yg menghabiskannya, memang ya dasar wanita kalo sama makanan gabisa nahan, bilang takut gendut dan punya cita2 langsing tapi setelah kenal makanan langsung bersahabat emoticon-Ngakak (S).

Quote:


Suara seorang perempuan mengagetkan kami berdua, dan tebak itu suara siapa, suara itu berasal dari wanita yg sedang berdiri di belakang kami yg tidak lain adalah Fera. Yah sesosok wanita itu adalah Fera, sangat tidak menyangka kita bisa bertemu di sini. Fera datang bersama Cahyo, laki2 yg sekarang sudah menggantikan posisiku di hati Fera. Cahyo hanya diam dan terlihat gesturnya tidak nyaman.


"Dik.. kabarmu apik kan?" Sapa Cahyo kepadaku sambil menjulurkan tangannya dan terlihat sedikit terpaksa

"Oh ya apik .." balasku

"Oh ya aku lali ono janji karo koncoku, aku duluan ya" ucap Cahyo dengan nada tidak biasa dan menarik Fera

"Tadi kamu bilang free makanya ngajak aku kesini?" Tanya Fera menatap Cahyo dan menahanya

"Uwis kene njagong bareng2 santai ae bro, aku yo wis ngerti kabeh ko.." ajaku ke Cahyo

Mereka pun duduk di depan aku dan Dinda satu meja, terlihat Fera sangat senang karena tidak jadi pergi. Mereka hanya banyak diam dan menunduk akupun mencoba mencairkan suasana dengan menyuruh mereka untuk memesan sesuatu. Sedangkan di sampingku Dinda masih terheran-heran dengan yg terjadi dan menatapku dengan raut wajah penuh tanda tanya.


"Apa kabar ka?" Fera membuka obrolan kepada Dinda

"Hy.. kabar baik, kamu sendiri?" Balas Dinda tersenyum

"Aku baik juga kak.." jawab Fera juga memberikan senyum


Fera terlihat lebih langsing dan lebih terawat wajahnya. Sesekali dia menatap dalam ke mataku se akan2 banyak hal yg ingin dia ucapkan dan ingin dia ungkapkan, tetapi semua itu terhalang karena adanya seseorang yg duduk di sampingnya, seseorang yg sekarang sudah menjadi pengisi hatinya dan pastinya bisa membuat dia lebih bahagia dan terlindungi setiap saat, tidak seperti saat dia bersamaku dulu.


"Kamu pac..."

Belum selesai Dinda bericara aku sudah memotongnya

"Iya ka bener, dia mantanku yg sekarang sudah mendapatkan laki2 yg jauh lebih baik dari aku dan pastinya ada setiap saat untuk Fera emoticon-Smilie"

"Aku bisa njelasno dik" Cahyo bersuara

"Udah gaperlu bro, aku yo wis paham ko aku juga ikhlas sing penting kamu jaga Fera baik2 yo, jangan sampe aku krungu kamu nyakitin Fera.."

"Iya bro suwun wis ngerteni, aku yo njaluk ngapuro nek wis salah.."

Aku membalasnya dengan senyuman dan dilanjutkan menyeruput susu jahe miliku yg sudah mulai dingin.

"Fera.." panggilku karena dari tadi dia hanya diam dan memainkan sedotan

"Iyahh aa.." ( Aa adalah panggilan Fera kepadaku dulu saat bercanda bersama dan saling mengajari bahasa daerah masing2 di kelas atau ruang kesenian, sudah sangat lama aku tidak mendengar dia memanggil dengan sebutan itu)

"Mamah kumaha kabarna damang?"

"Alhamdullilah a damang sa keluarga" jawabnya tersenyum

"Oh syukur atuh"

"Iyah a.."

Dredd.. dredd... dredd..

"Dik hp lu ada telepon tuh.." Dinda memberi tahu

Ternyata ada panggilan masuk dari Rangga, ada apa nih tumben Rangga nelpon kangen kali ya sama aku emoticon-Betty (S) emoticon-Hammer

Quote:


Rangga menutup telepon dan kali ini aku bertanya-tanya sebenarnya apa yg terjadi dan kenapa Naya bisa sampai tidak sadarkan diri.

"Udah tenang Dik, percaya sama gua Naya pasti baik2 aja" Dinda mencoba menenangkan

"Aa yg Sabar ya, meskipun Fera ga kenal sama dia Fera berharap yg terbaik buat dia.."

"Iya makasih ya ka.. ra.." balasku senyum ke mereka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
BontotMandja dan 23 lainnya memberi reputasi
profile picture
gw.kenshin1601
Mulustrasi dinda donk bre emoticon-Peace
profile picture
elita.ind
Nexttt dong gan
profile picture
Viergun
Setelah baca part ini, gw baru sadar, kenapa awewe gw sering ngambek, setelah abis gw jailin kayak si agan jailin dinda.. 🀣

profile picture
ach777
updateeeeeeeee
GDP Network
Beritagar β€’ Bolalob β€’ Garasi β€’ Historia β€’ IESPL β€’ Kincir β€’ Kurio β€’ Opini β€’ Womantalk
Β© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di