alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Tech / Computer Stuff /
Windows 7 akan berhenti beroperasi, apa dampaknya bagi pengguna windows?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ce41eac5cf6c47883484ec4/windows-7-akan-berhenti-beroperasi-apa-dampaknya-bagi-pengguna-windows

Windows 7 akan berhenti beroperasi, apa dampaknya bagi pengguna windows?

Halo gan balik lagi di thread ane, thread yang ane tulis kali ini membahas tentang windows 7 yang akan dipensiunkan oleh pihak microsoft. Banyak yang tahu kalo windows 7 adalah operasi sistem yang banyak digunakan, terutama pada komputer yang ada di indonesia. Mulai dari komputer kantor, komputer sekolah, sampai komputer milik pemerintahan masih banyak yang menggunakan windows 7. Sejak diperkenalkan pada tahun 2009, windows 7 sudah banyak memberikan fitur yang bermanfaat terutama untuk pekerjaan kantoran. Meski tak secanggih windows 10 operasi sistem windows 7 cukup memumpuni untuk dipakai kerja berat, dan windows 7 juga tidak memerlukan spesifikasi yang tinggi untuk menjalankanya.

masa pakai windows 7 hanya sampai 14 januari 2020, setelah lewat tanggal tersebut pihak microsoft tidak lagi memberi dukungan untuk windows 7. Mungkin hal ini merupakan kabar yang kurang baik bagi pengguna windows 7. pensiunnya windows 7 akan memberikan dampak yang cukup serius bagi pengguna komputer yang ada di indonesia. Beberapa dampak yang akan menimpa dunia komputer jika windows 7 ditutup sebagai berikut.

1. Pengguna yang terbiasa menggunakan windows 7 akan merasakan kesulitan jika menggunakan operasi sistem yang lain, contohnya orang yang terbiasa dengan windows 7 akan kesulitan jika baru menggunakan windows 10.

2. Jika ingin beralih ke windows 10, maka harus di lakukannya peningkatan spesifikasi perangkat komputer yang digunakan karna kita tahu os windows 10 cukup berat.

3. Banyak yang mengganti sistem operasi komputer mereka dengan linux, mengingat harga resmi windows 10 terbilang mahal jadi akan banyak pengguna windows yang bermigrasi ke linux.

4. Dampak buruk bagi usaha warnet, karna kebanyakan pc yang digunakan warnet masih menggunakan spesifikasi yang kuno, kondisi ini mungkin akan mempengaruhi ekonomi para pengusaha warnet.

Nah mungkin hal diatas hanya beberapa contoh kecil, masih ada banyak sekali dampak yang akan terjadi bila windows 7 berhenti beroperasi.

Mungkin agan para pengguna windows 7 akan beralih ke sistem operasi yang lain.

sumber : tekno.kompas

Sumber gambar : google
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iandeb dan 2 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:


Betul, secara default dan basicnya Windows 10 itu nggak jauh beda dengan Windows 7. Tapi karena pada umumnya perangkat terbaru (baik itu notebook, pc, mini pc, tablet) yang biasa dipakai oleh home user hanya diberikan 2 pilihan edisi sistem operasi: Windows 10 Home dan Windows 10 Pro.

Kedua edisi OS tersebut dijejali banyak apps bawaanyang sebenarnya nggak begitu penting (bloatware), dan hal inilah yang membuat kedua edisi Windows 10 tersebut terasa lebih berat ketimbang Windows 7. Karena pada saat booting dan startup akan jauh lebih banyak file / data yang harus diload ke memori RAM. Alhasil beban I/O dari system storagenya bertambah (terlebih lagi untuk storage hdd konvensional yang hanya bisa load ~120 iops).

Coba saja bandingkan Windows 10 versi enterprise dengan Windows 7 di perangkat yang sama. Saya yakin pasti akan banyak mindset pengguna yang mungkin berubah. Inilah "inti" dari Windows 10 yang sebenarnya. Karena di edisi ini nggak ada bloatware apps nya. OS dengan fitur yang lebih modern dan lebih efisien ketimbang Windows 7. Cuma sayangnya versi enterprise ini nggak ada license retail seperti edisi Home ataupun Pro.

Quote:


Windows XP, 7, 8, 10 itu termasuk keluarga Windows NT juga, hanya saja kelasnya adalah desktop. Segmen pasar untuk kelas server ya pastinya Windows Server, untuk segmen ditengahnya ada edisi enterprise (ini adalah kelas desktop juga tetapi lebih ditujukan untuk lingkungan workstation, lab, kantor, etc).

Dan versi enterprise ini mungkin akan "awet" berhubung layanan updatenya untuk jangka panjang (long term service), kalau nggak salah 2 tahun sekali untuk pemuktahiran major versionnya, termasuk penambahan fitur baru. Sedangkan kalau untuk security update, minor update sepertinya akan sama dengan edisi desktop dan atau edisi server.

Dari segi kernel, urutannya sari yang terbaru: kelas desktop (Home/Pro) > Enterprise > Server. Jadi secara kasarannya bisa dibilang OS desktop adalah "barang percobaan" emoticon-Big Grin untuk kemudian diterapkan ke kelas OS yang lebih tinggi. OS lainnya pun banyak yang menerapkan hal ini, bahkan hardware seperti processor pun sama... diterapkan dulu fitur terbaru di kelas cpu desktop (eg: core i3/i5/i7 kemudian baru diaplikasikan fiturnya untuk Xeon).
profile picture
bingsunyata
Manggut-manggut ...
Terkait pembaruan ini, yang saya agak 'gak mudeng mengenai kebijakan yang diambil oleh Microsoft terkait pembagian segmen itu. Apakah mereka memperbarui (wint 7 ke win 8, misalnya) disebabkan olehprogram yang ada telah dikembangkan sampai batas limit yang dimilikinya, ataukah semata karena ia harus mengikuti perkembangan hardware ?
Karena pada level tertentu (rumahan/home) win xp pun masih dapat digunakan, walau kemudian memang harus diakui ada beberapa hal mengenai "lubang keamanan" yang harus diwaspadai, kalau itu ingin dipakai untuk jaringan internet. Bahkan dikantor saya saja masih ada dua yang pakai win xp (asli). emoticon-Smilie
profile picture
venantius
@bingsunyata Saya rasa sih keduanya, baik soal program dan juga hardware.

Sejauh yang saya tau soal pembagian segmen itu, perbedaan antara kelas desktop dan server, salah satunya adalah soal dukungan terhadap hardware tertentu secara spesifik (dilimit melalui kernel).

Misalnya soal kapasitas memori RAM, di Windows 10 Home dibatasi 128GB, Pro dan Enterprise 512GB. Windows 10 Pro bisa mendukung konfigurasi 2 cpu (secara fisik), Windows 10 enterprise bisa mendukung konfigurasi 4 cpu, yang artinya memungkinkan penggunaan prosesor seperti Intel Xeon dan AMD Epyc dalam konfigurasi dual atau quad (dengan pemasangan RAM tipe ECC pastinya).

Sedangkan Windows 10 Home hanya dapat mengenali 1 konfigurasi cpu saja. Jadi walaupun tetap bisa menggunakan prosesor seperti Xeon dan Epyc, tapi disini hanya bisa 1 saja.

Selain soal tipe hardware tertentu, pembagian segmen OS Windows juga dibedakan dari segi fitur-fitur (terutama di networkingnya yang saya tau sih), misal untuk Windows Pro sudah pasti support untuk join (login) ke jaringan ADDC (Active Directory & Domain Controller), sedangkan di Windows 10 Home nggak bisa join ke jaringan yang menggunakan ADDC. Untuk Windows 10 Enterprises kalau nggak salah ditambahkan fitur SMB Direct. Dan soal Remote Desktop (RDP) hanya Windows Server saja yang bisa multi session.

Lalu mengenai Win XP ke Win 7 ke Win 8 lalu ke Win 10, sejauh yang saya ketahui soal pengembangan program itu juga terkait soal protokol jaringan. Misalnya protokol SMB v1 yang sudah nggak bisa lagi di Win 10 (sehingga sepertinya Win XP nggak bisa lagi terkoneksi ke folder / printer sharing Win 10 dan sebaliknya).

Win XP pun saya masih pakai di jaringan di rumah, bekas peninggalan di kantor dulu.... Masih terkoneksi ke internet, firewall juga dalam keadaan off. Hanya digunakan sebagai penghubung ke jaringan vpn dan menyediakan dns resolver bagi komputer lain di jaringan. Sejauh ini sih amam-aman saja karena nggak ada aplikasi browser terpasang, dan juga vulnerability protokol SMB nya juga nggak bisa dieksploit karena komputer lainnya udah pakai windows 10 yang notabene nggak support koneksi ke SMBv1.





GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di