alexa-tracking
Kategori
Kategori
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbc851a018e0d5684371b5f/pacarku-hidup-kembali

PACARKU HIDUP KEMBALI (Romance, Ecchi, Horror, Comedy)


Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:


Quote:


Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Spoiler for Opening Song:


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Spoiler for Closing Song:



profile-picture
profile-picture
profile-picture
andri0511 dan 67 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
BAGIAN 9
MANTAN KUNTILANAK
part 2



Dasep dengan penuh kesungguhan memperhatikan wajah Hayati. Tarikan napasnya mulai meningkat dan degup jantunya pun ikut mengencang. Hayati merasa tidak nyaman dengan eskpresi Dasep ketika melihat wajahnya. Hayati menunjuk ke arah matanya dengan jari telunjuk, Dasep pun langsung mengikuti arahan Hayati dengan hanya melihat kedua matanya saja. Secara perlahan mata Hayati berubah warna dari semula berwarna hitam menjadi kuning terang. Setelah itu Hayati mulai menyeringai sampai giginya terlihat. Secara perlahan, kedua gigi taring Hayati memanjang serta kuku kuku jari Hayati juga ikut memanjang dan berubah manjadi sangat tajam.

“AAAARRRRRRGGGGHHHHH!!!!.....JU..JUJ.....JURIIIIIGGG!!.....KUNTIIII!!” Dasep kemudian terperanjat dan langsung loncat dari atas saung ke permukaan tanah. dia berusaha kabur dengan lari membelah rumpun pohon jagung. Dasep sangat ketakutan ketika melihat wujud kuntilanak Hayati.

“Oalah!!....kok malah kabur sih..udah kubilang jangan takut..eh malah kabur .... aduh...Dasep Dasep ...emang masih bocah cilik yah hihihihihih” kata Hayati yang tidak percaya dengan tingkah konyol Dasep.

Dasep berlari menyusuri pohon pohon jagung yang sangat padat dan rimbun. Dia tidak bisa menemukan jalan keluar karena panik dan ketakutan, sehingga dia cuma berputar putar di ladang itu. Hayati dengan sangat mudah bisa menebak kemana arah lari Dasep. Dia kemudian turun dari saung itu dan berjalan perlahan untuk menangkap Dasep yang tengah panik.

“HAYO LO....kamu kok malah kabur!!.....kamu jangan ninggalin aku...hihihihihihih” Hayati mengeluarkan tawa khas kuntilanaknya.

Dasep semakin takut dengan kemunculan Hayati secara tiba tiba. Akhirnya Dasep jatuh pingsan karena tidak kuat menahan rasa takut.

“oalah!...kok pingsan sih.....hmmmm...kamu kaya mas Nawi aja yang hobinya pingsan”

Hayati kemudian mengangkat tubuh Dasep yang tak sadarkan diri. Dia memikul tubuh Dasep di pundak kanannya dan berjalan menuju saung itu kembali. Setelah sampai, Dasep dibaringkan diatas lantai saung itu dan menempatkan kepalanya diatas paha. Hayati mengusap dan memijat kepala Dasep dengan penuh kelembutan. Sesaat kemudian, Dasep mulai siuman. Dia langsung terperanjat ketika melihat wajah Hayati berada diatas kepalanya.

“arrrggg...kuntiiiii!!” teriak Dasep sambil memojokkan diri.

“Oalah Sep...kamu jangan takut lagi....wajahku udah kembali normal” Hayati merayap mendekati Dasep.

“Kenapa teteh nakutin sayaaah!!....”

“kan kamu sendiri yang minta bukti kalo aku ini kuntilanak....itu adalah wajahku pas jadi kunti”

“tapi kenapa teteh tadi malah menakuti sayah”

“aku gak nakutin kamu Sep...aku cuman nyariin kamu ajah”

Dasep terdiam setelah mendengar penjelasan Hayati. Dia masih merasa shock dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Hayati merangkak semakin dekat dengan Dasep dan berusaha memeluknya.
“tenang Sep...itu cuman sebagian kecil kemampuanku yang masih tersisa..aku sekarang udah 100 persen manusia....kamu gak usah takut” bisik Hayati sambil memeluk erat Dasep.

Dasep mulai nyaman didalam pelukan hangat Hayati, buah dadanya yang besar dan empuk tampak beradu dengan dada Dasep yang rata. Napas hangatnya semilir berhembus melewati lehernya yang basah berlumuran keringat.

“udah yah....ayo sini kamu tiduran lagi..kepalamu diatas pahaku yah” ajak Hayati dengan nada menggoda. Dasep menuruti ajakan Hayati. Dia berbaring diatas lantai saung dengan menjadikan paha Hayati sebagai bantalnya. Hayati tampak duduk berselunjur dengan punggung yang bersandar ke dinding saung. Tangan halus Hayati kembali memijat kepala Dasep dengan lembut.

“teh...apa yang dilakukan teteh selama jadi kuntilanak?”

“hmmm...banyak perbuatan buruk Sep....aku jadi kuntilanak selama 30 tahun, selama itu aku banyak bunuh orang yang jadi tumbal pesugihan...aku bekerja untuk para siluman...abis itu aku juga sering nakutin orang orang sampe bikin mereka celaka...sampe akhirnya aku ketemu sama mas Nawi yang merubah hidupku”

“bagaimana teteh bisa ketemu sama Asnawi?...dan kenapa bisa pacaran sama dia?...apa Asnawi setan juga?”

“Asnawi itu manusia Sep...dia bukan setan...umurnya sekitar 23 tahun...dia mahasiswa teknik di Bandung....waktu itu dia lagi kerja praktek di lapangan...dia mengunjungi daerah sungai Cimanuk buat penelitiannya...disitu adalah tempat aku bersemayam...dia mengencingiku Sep...sampe 3 kali”

“Njiiirr.....jijik pisan teh...ihhhh!!...kenapa teteh malah jadi pacaran sama dia?”

“yah aku juga gak tau yah...jadi waktu itu aku marah banget sama dia karena udah ngencingin aku....aku mutusin buat ngikutin dia terus selama berada di sungai itu...tapi lama lama aku malah menyimpan rasa suka sama dia, jadinya aku pengen ketemu sama dia...aku pengen nunjukin diri...dan akhirnya kesempatan itu pun tiba....mas Nawi ngalamin kecelakaan di tempat itu dan aku langsung menolongnya”

“wah pasti Asnawi katakutan liat teteh kaya penampakan tadi”

“ya pastinya Sep...malah waktu itu wajahku lebih menyeramkan lagi...dia sampe pingsan 3 kali dan ngompol di celana”

“hahahahaha...kocak banget teh....emang Asnawi itu kaya gimana sih teh?...apa orangnya ganteng?”

“enggak juga sih, cuman dia itu peka.....kalo mukanya biasa aja...malahan gantengan kamu Sep....”

“aihhhhh! Si teteh mah malah ngegoda sayah...kan sayah jadi malu”

“emang bener Sep...kamu itu ganteng lho...pantesan Fitri mau jadi pacarmu”

“Alhamdulillah...akhirnya ada yang nyebut sayah ganteng....makasih yah teh”

“emang pacarmu gak pernah muji kamu?”

“enggak teh...dia mah lempeng lempeng (lurus lurus) aja...”

“oalah.....dia belum sadar kali punya pacar ganteng”

“iya kayanya mah teh hahaha.....terus kata teteh Asnawi merubah hidup teteh...maksudnya gimana teh?”

“ya merubah segalanya Sep....jadi aku ngikutin dia terus..aku tinggal sama dia di kostannya...sampe akhirnya kita sempet pisah karena dia nolak aku jadi pacarnya...tapi ujung ujungnya kita jadian....aku sampe rela jadi buronan gara gara ngalahin siluman wewe gombel dan pacaran sama manusia...aku jadi dikejar kejar sama Bendoro yang ditugasi menangkapku”

“waah...pengorbanan teteh besar banget yah...emang kenapa teteh bisa berantem sama wewe gombel....apa siluman itu beneran ada?”

“siluman itu beneran ada Sep....cuman berada di dunia yang berbeda.....dan gak keliatan sama manusia biasa.... pas kita berpisah...mas Nawi menyusulku ke tempat asalku...disana dia malah ditangkep sama wewe gombel yang kebetulan adalah majikanku....jiwanya mau diambil sama dia....waktu itu aku datang menolongnya dan aku nantang duel wewe gombel.....aku berhasil ngalahin dia dan akhirnya aku sama mas Nawi jadian....”

“waw....kisah cinta teteh sama Asnawi banyak ujiannya yah....tapi kenapa teteh bisa ada di Sumadra?...pacar teteh pergi kemana?”

“nah ini nih yang mau aku omongin sama kamu....kamu tahu kan kejadian aneh di perkebunan itu?”

“iya teh...apa ada hubungannya sama teteh?”

“iya ada,.....daerah itu merupakan tempat duel antara aku sama Bendoro”

“jadi teteh berantem disitu....hebat pisan atuh teh...bisa bikin tempat itu hancur parah”

“iya Sep...waktu itu aku sama mas Nawi pergi ke tempat dimana aku dibunuh...mas Nawi berjanji mau nguburin jasadku dengan layak”

“hah nguburin jasad?....bukannya kata teteh tadi belum mati?”

“iya emang aku waktu itu gak tau kalo aku belum mati....dan semua ini jadi masuk akal...waktu itu kita gak nemuin sisa sisa jasad aku...bahkan tulang pun gak ada...karena aku emang belum mati...akhirnya mas Nawi mengambil beberapa genggam tanah sebagai simbol sisa jasadku”

“hmmmm..terus teteh ketemu sama Bendoro dan berantem disana”

“iya betul Sep....kamu pinter ihh..hehehe”

“iya dong...kan sekarang sayah murid teteh....terus kenapa bisa sampe berpisah teh?”

“yah waktu itu aku dikalahin sama Bendoro....aku dulu punya kesaktian yang luar biasa...tapi Bendoro jauh lebih sakti...mas Nawi menjebak dia dan mengirimnya ke alam perantara....akhirnya kita bersatu waktu itu...kita berjanji akan hidup bersama selamnya...tapi tiba tiba aku ditarik ke alam baka dan berpisah sama mas Nawi”

Dasep tiba tiba bangun dan duduk disebelah Hayati. Tangan kanannya memegang pundak Hayati yang tampak seperti akan menangis.

“udah teh....nanti sayah bisa bantu nyariin mas Nawi”

“makasih Sep....makasih udah bantu aku selama ini”

“iya teh gak apa apa....sesama manusia harus saling bantu...”

Hayati kembali memeluk Dasep sambil terisak. Dasep mengusap punggung Hayati untuk memberinya ketanangan.

“terus setelah teteh ke alam baka...teteh dibalikin ke dunia?”

“enggak Sep.....aku masuk dulu ke dunia siluman....disana aku ketemu Ratu siluman yang menyuruh Bendoro buat nangkep aku.....disana aku bertarung habis habisan sama pasukan Ratu..dan waktu itu aku berhasil membunuh Ratu Siluman Rubah yang sangat sakti”

“Siluman Rubah??...kalo disini rubah itu disebutnya ajag teh”

“oh iya Sep....sebelum kejadian itu aku juga pernah bertarung sama siluman ajag dari Tampomas”

“wah teteh sakti pisan kalo gitu yah....”

“iya Sep....tapi sekarang kesaktian itu udah hilang....yang nyisa tinggal 20 persen aja”

“lha kenapa bisa hilang teh?”

“kontrak aku sama Bendoro dibakar sama Ratu siluman....dan hal itu merubah aku jadi manusia lagi dan membuatku kembali ke Sumadra sebelum akhirnya kau menemukanku”

“wah licik atuh kalo gitu mah....”

Malam semakin larut, lolongan Ajag semakin banyak dan saling bersahutan satu sama lain. Udara terasa sangat dingin sampai hembusan napas pun terlihat seperti kepulan asap. Hayati kembail duduk tegak.

“Sep......”

“iya teh....”

“kamu bisa anter aku ke lokasi itu gak?”

“maksud teteh ke tempat sayah nemuin teteh?”

“iya Sep”

“okeh hayu teh”

Dasep dan Hayati pun akhirnya pergi meninggalkan kebun jagung itu. Mereka berniat pergi menuju lokasi dimana Hayati bertarung dengan Bendoro. Suara motor butut Dasep tampak menderu keras sehingga memecah kesunyiam malam di sepanjang perjalanan. Setelah sampai disana, Hayati langsung mencari suatu benda yang ada di permukaan tanah. kondisi area itu sudah kembali hijau, pohon pohon yang terbakar sudah mulai ditumbuhi lumut dan rumput juga mulai meninggi.

“teteh nyari apa?”

“aku lagi nyari sebuah pedang Sep....bentuknya kaya samurai gitu”

“okeh..sayah bantu cari yah”

Hayati dan Dasep mulai menyisir rerumputan untuk mencari keberadaan pedang milik Bendoro yang masih tertinggal disana. Mereka menyisir tempat itu dengan sangat serius, Dasep menggunakan senternya untuk menerangi area yang disisir, sementara Hayati menggunakan mata kuningnya yang memiliki kemampuan melihat di kegelapan. Setelah beberapa menit, akhirnya Dasep menemukan pedang itu. Dia langsung mengayunkan pedang itu seperti seorang pendekar. Hayati dengan sigap langsung melarangnya dan menyuruh Dasep untuk menyarungkan pedang itu kembali.

“kamu jangan mainin pedang itu Sep....bahaya”

“emang bahayanya gimana teh?”

“kegores dikti aja....jiwa kamu langsung tercabut lho”

“Astagfirulloh!!.....untung aja sayah gak kegores”

Hayati langsung mengambil pedang itu dari tangan Dasep. Dia memencet tombol kecil yang ada diujung pegangan pedang itu. Seketika, pedang itu manciut hingga berukuran sebesar batang korek api. Dasep sangat takjub dengan perubahan ukuran pedang itu.

“waw...hebat pisan teh...ini pedang pasti sakti pisan”

“iya Sep...ini pedang penarik jiwa”

“pedang itu mau diapain sama teteh?”

“untuk sementara kusimpan dulu sampe nanti aku kembaliin ke temenku yang ada di Bandung...jangan sampe pedang ini jatuh ke tangan yang salah”

“iya teh...sayah ngerti”

Hayati menyimpan pedang itu kedalam saku sweaternya. Setelah itu dia mengajak Dasep untuk pulang ke rumah dan melanjutkan istirahat malam. Malam itu Dasep mendapat pengalaman luar biasa dengan mengetahui jati diri Hayati yang sebenarnya. Dia juga akhirnya percaya dengan kehidupan mahluk gaib yang ada di dunia. Semenjak kejadian itu, Dasep sudah tidak menganggap Hayati tidak waras lagi. Hayati meminta Dasep untuk merahasiakan jati diri nya itu kepada siapapun, termasuk kepada Emak.

......................................

SUNGGUH KASIHAN NASIB DASEP.....SELALU DAPAT PELUKAN HAYATI

KITA REHAT SEJENAK PEMIRSAH.......emoticon-Betty emoticon-Betty emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andri0511 dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
profile picture
gw.kenshin1601
hayati gk cikidapwawaw sama kasep? emoticon-Big Grin
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di