alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengakuan Bocah Kelas 3 SMP Ikut Kerusuhan 22 Mei: Nyari Keadilan doang sih
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ce80266af7e9320ce1da178/pengakuan-bocah-kelas-3-smp-ikut-kerusuhan-22-mei-nyari-keadilan-doang-sih

Pengakuan Bocah Kelas 3 SMP Ikut Kerusuhan 22 Mei: Nyari Keadilan doang sih



Suara.com - Kerusuhan 22 Mei mengakibatkan jatuhnya banyak korban luka hingga meninggal dunia. Bahkan menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta tercatat sebagian besar yang mengalami luka justru anak-anak yang berada di bawah umur 19 tahun.

Pernyataan yang sangat mengejutkan juga disampaikan oleh RS (15) salah satu peserta aksi 22 Mei di Slipi, Jakarta Barat. Meski belum memiliki hak pilih dalam Pemilu 2019, RS mengaku mengikuti aksi 22 Mei demi mencari keadilan.

"Nyari keadilan doang sih, biar adil aja. Jadi dalam Pemilu itu sebenarnya yang menang kan Prabowo, tetapi yang menang Jokowi. Ya mau nyari keadilan aja," kata RS saat ditemui di TPU Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (24/5/2019).

RS mengaku mengikuti aksi 22 Mei diam-diam tanpa seizin orang tua. Anak yang baru duduk di bangku kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu pun sempat dimarahi orang tuanya ketika tahu ikut terlibat dalam aksi 22 Mei.

"Enggak bilang, pas tahu ikut aksi dimarahin," ungkapnya.

Untuk diketahui sebelumnya Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat menjadi salah satu korban meninggal dunia akibat kerusuhan 22 Mei yang terjadi di Slipi pada Rabu (22/5/2019) malam. Harun diduga mengalami luka tembak pada bagian dada sebelah kanan saat bentrokan terjadi.

Sementara, berdasar data Dinkes DKI Jakarta per Kamis (23/5) pukul 11.00 WIB tercatat 8 orang dinyatakan meninggal dunia akibat kerusuhan 22 Mei. Sementara, 737 orang mengalami luka.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan sebagian besar korban yang mengalami luka justru berumur di bawah 19 tahun.

"Paling banyak dari mereka yang mendapatkan pelayanan kesehatan adalah korban dengan usia 20-29 tahun ada 294 orang. Lalu usia dibawah 19 tahun ada 170 orang. Jadi jumlah anak-anak muda cukup banyak disini," kata Anies di Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (23/5) kemarin.

Berikut daftar nama korban yang meninggal dunia berdasar data Dinkes DKI Jakarta per Kamis (23/5/2019) pukul 11:00;

1. Farhan Syafero, pria, 31 th. 
Alamat : Depok, Jabar. Meninggal di RS Budi Kemuliaan (jenazah dirujuk ke RSCM) Tanggal 22 Mei 2019.

2. M Reyhan Fajari, pria, 16 th. 
Alamat : jl. Petamburan 5, RT 010/05, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Meninggal di RSAL Mintoharjo Tanggal 22 Mei 2019.

3. Abdul Ajiz, pria, 27 th. 
Alamat : Pandeglang, Banten. Meninggal di RS Pelni. Tanggal 22 Mei 2019.

4. Bachtiar Alamsyah, pria. 
Alamat : Batu ceper, Tangerang. Meninggal di RS Pelni. Tanggal 22 Mei 2019.

5. Adam Nooryan, pria, 19 th. 
Alamat : Jl. Sawah Lio II gg 3 no 6A RT 6/1 Jembatan 5, Tambora. Meninggal di RSUD Tarakan. Tanggal 22 Mei 2019.

6. Widianto Rizky Ramadan, pria, 17 th. 
Alamat : jl. Slipi Kebon Sayur, Kemanggisan, Slipi. Meninggal di RSUD Tarakan.

7. Tanpa Identitas, Pria
Meninggal di RS Dharmais Tanggal 22 Mei 2019.

8. Sandro, pria, 31 th
Meninggal di RSUD Tarakan Tanggal 23 Mei 2019 (pasca rawat sejak 22 Mei 2019).

Kencing belum lempeng aja bicara keadilan. Sekolah yg bener dek, punya duit bisa beli tuh keadilan. Kudu ditangkep ortunya ini sih, lagi huru hara anak lepas pengawasan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arifvinanda dan 9 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Aduh dek .... Jangan sia-siakan nyawa untuk hal seperti itu emoticon-Frown

Jumlah korban menunjukkan bukti kalau anak di bawah umur memang rawan dicuci otak dan digiring opini palsu. Coba sekarang tanya adeknya, apa buktinya Jokowi curang? Kenapa mau ikutan demo saat jalur hukum masih bisa ditempuh? Mana bisa jawab dia emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arifvinanda dan 3 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di