alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pemimpin Tak Layak Pakai!
4.51 stars - based on 35 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ce213dcc342bb335b0fffba/pemimpin-tak-layak-pakai

Pemimpin Tak Layak Pakai!



Pemimpin. Kata yang tidak asing dalam kehidupan kita sehari-hari. Ya karena setiap diri kita adalah pemimpin. Minimal memimpin diri sendiri. Pada tataran yang lebih sederhana, memimpin sebuah kelas sebagai seorang ketua kelas, misalnya. Banyak teori tentang kepemimpinan, namun tujuan yang dituju sebenarnya sama, menjadikan apa yang dipimpin berjalan ke arah yang lebih baik.

Untuk mencapai tujuan itu, seorang pemimpin dituntut mmempunyai jiwa kepemimpinan. Jika di depan dia bisa memberi contoh. Jika di tengah bisa mampu membangun semangat. Dan jika ada di belakang, mampu mendorong yang dipimpin untuk maju. Pemimpin juga dituntut untuk dapat menempatkan diri dalam posisi yang tepat. Dia harus tahu, kapan harus ada di depan untuk memimpin dan memberi contoh, di tengah, dan kadang di garis belakang.



Seorang pemimpin yang bisa menempatkan posisi dengan baik, akan mendapatkan respect baik dari yang dipimpin, maupun dari pihak lawan. Beda cerita, jika ada pemimpin yang tidak bisa menempatkan posisinya dengan baik. Selain tidak akan ditakuti, dihormati pihak lawan pun tidak. Kalau pun masih ada yang mau dipimpin orang macam ini, bisa dipastikan mereka adalah orang-orang bodoh yang sudah terdoktrin dan tercuci otaknya.

Belakangan, pemimpin macam ini banyak kita lihat di sekitar kita. Pemimpin penakut, tapi terus mengaum seperti singa. Sebut saja dia HRS. Berapa kali dia menyerukan gerakan ini dan itu dari luar negeri, tapi apakah dia berani tampil di depan? Tidak! Pulang pun tidak berani. Kalau pulang dia ditangkap, diadili dan kemudian di penjara. Seorang pemimpin tidak akan pernah takut dipenjara dan ditahan fisiknya, untuk mempertahankan kebenaran yang diyakininya.



Soekarno terus berkoar soal perlawanan meskipun dia dibuang ke sana kemari. Padahal zaman itu belum ada media sosial. Susah untuk menyampaikan pokok-pokok pikirannya. Kalau HRS memang laki-laki sejati, pemimpin besar, sebaiknya sikap bancinya dia buang jauh! Teriak jihad, ya sudah pulang, apapun resikonya! Kalau kemudian dia ditahan, dia masih bisa berkoar dari dalam tahanan, entah lewat tulisan atau pidato yang direkam diam-diam.

Kalau dia berani teriak jihad lah, apalah, tapi dia sendiri ada di garis belakang, dia itu meniru siapa? Rasulullah SAW? Apakah Rasululllah SAW, pernah berada di baris paling belakang saat perang? Cari saja, bagaimana Rasulullah SAW adalah orang paling depan saat memimpin perang. Kalau dia pengecut, tidak punya nyali, takut masuk bui, sebaiknya mulutnya pun dikondisikan seperti layaknya seorang pengecut. Diam dan tidak usah jadi kompor!


Yang membuat saya tidak habis pikir adalah, mengapa pengecut macam ini kok ya pengikutnya banyak sekali. Apakah program wajib belajar 12 tahun kita gagal total, hingga untuk berfikir logis saja sulit sekali. Ini kan sepele sebenarnya. Ada orang nyuruh mati, dengan iming-iming surga, sedangkan yang nyuruh, jangankan mati, tidur beralasakan tikar di penjara saja tidak berani. Coba anda pikir, kalau anda mau melakukan itu, disebut apakah anda?

Seperti aksi yang mungkin anda-anda akan ikuti lusa, 22 Mei 2019. Kalau anda sudah turun ke jalan, kemudian ada apa-apa dengan anda, keluarga anda dapat apa? Istri anda, anak anda, kekasih anda bagaimana nasibnya? Pikir! Sekelas Ratna Sarumpaet yang mantan orang dalam saja dilepeh, apalagi anda yang tidak jelas siapa dan dari mana. Lalu si pengecut serupa piccolo di luar sana, bisa bantu anda apa? Dia aman, tetap bisa makan enak, lhah keluarga anda dan anda apa kabar?

Sampai sini harusnya akal dan nalar anda mulai berontak. Coba saja bantah semua argumentasi saya jika bisa. So, mari kita tetap menahan diri. Pemilu sudah berlalu, mekanisme bagi yang tidak puas sudah ada, jangan mau ditipu oleh pengecut yang membalut apa-apa dengan agama, padahal dia satu ayat pun tidak memahami dan mengamalkannya. Salam Damai!

Merdeka!

Sumber Gambar : sini, sini, sini, sini

profile-picture
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan 65 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:


Selama bener dan baik kenapa ga di tiru emoticon-Big Grin
profile picture
eMRidho
pindah aja sekalian, nanggung klo cuma ditiru 😁
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di