alexa-tracking
Kategori
Kategori
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbc851a018e0d5684371b5f/pacarku-hidup-kembali

PACARKU HIDUP KEMBALI (Romance, Ecchi, Horror, Comedy)


Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:


Quote:


Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Spoiler for Opening Song:


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Spoiler for Closing Song:



profile-picture
profile-picture
profile-picture
andri0511 dan 67 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
BAGIAN 5
RAPAT DARURAT JILID II

part 1

Spoiler for Majelis Rapat Darurat:



Tiga hari tiga malam Anggariti menjalani operasi pencangkokkan tubuh di rumah sakit. Prameswari tanpa kenal lelah menunggu dan mengawal proses operasi itu dengan penuh perasaan harap harap cemas. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Anggariti yang dalam keadaan koma. Para tabib kerajaan berjuang keras dalam melaksanakan proses operasi itu, mereka tanpa lelah bekerja dalam waktu yang sangat lama.

Kanjeng Ratu mengadakan rapat darurat untuk menyikapi peristiwa yang terjadi di Puncak Hamerang. Dia mengundang semua anggota koalisi kerajaan yang berdiri dibawah panji Kanjeng Ratu, tak terkcuali kerajaan Puncak Hamerang yang Ratunya kini tengah mengalami koma. Prameswari ditunjuk oleh Kanjeng Ratu untuk mewakili kerajaan Puncak Hamerang, namun dia menolak untuk hadir dan memilih untuk mengawal proses operasi Anggariti. Kanjeng Ratu pun menerima permintaan Prameswari yang menolak hadir dalam rapat darurat itu.

Rapat darurat akhirnya dilaksanakan di Istana Karang Manalusu yang merupakan rumah Kanjeng Ratu. Rapat itu dihadiri oleh semua siluman bangsawan yang menjadi anggota koalisi kerajaanya. Setelah peristiwa Puncak Hamerang, dunia siluman tengah diguncang oleh pemberontakan yang terjadi di semua wilayah. Pemberontakan itu dilancarkan oleh kaum arwah gentayangn dengan dibantu para siluman yang selama ini menjadi musuh Kanjeng Ratu. Sosok Bendoro dan Hayati menjadi simbol perlawanan mereka dan menjadikan kedua Kuntilanak cantik itu sebagai pahlawan besar.

Di Aula Besar, tampak meja bundar dengan dikelilingi 30 kursi terisi oleh siluman bangsawan yang diundang kedalam rapat itu. Hidangan pembuka dan berbagai minuman juga telah disediakan diatas meja besar itu. Kanjeng Ratu dengan gaya elegannya memasuki ruangan dengan dikawal oleh prajurit Genderuwo. Dia langsung duduk di kursi yang tersedia dan mempersilakan semua tamu yang hadir untuk duduk kembali. Para peserta rapat kemudian mengucapkan belasungkawa dan prihatin atas peristiwa yang terjadi di Puncak Hamerang.

“ hadirin sekalian...aku sengaja mengadakan rapat darurat ini untuk menindaklanjuti peristiwa yang terjadi di Puncak Hamerang....serangan Hayati yang membabi buta telah menghancurkan Istana dan Ratusan pasukan genderuwo....Hayati juga hampir merenggut nyawaku dan kedua sepupuku..bahkan Anggariti sang Ratu Puncak Hamerang sampai hancur berkeping keping akibat terkena jurus pamungkas Hayati” Kanjeng Ratu kemudian terisak ketika menjelaskan peristiwa itu, para peserta rapat pun hanya terdiam melihat Kanjeng Ratu yang terisak. “ untuk itu saudara saudara...........dalam rapat ini kita akan membahas tentang upaya mitigasi dari semua bencana ini.....kepada Mbah Roso selaku menteri penerangan...aku persilakan untuk memaparkan semua informasi intelejen kita” lanjut Ratu.

“terima kasih Paduka Kanjeng Ratu atas waktu dan kesempatannya.....hadirin yang saya hormati...saya akan memaparkan peristiwa yang terjadi kemarin di Puncak Hamerang...pertempuran ini terjadi akibat dari Hayati yang mengamuk karena anaknya yang berwujud tuyul dieksekusi dihadapannya.....kemudian dia bangkit dengan kekuatan mengerikan....sekitar 278 prajurit genderuwo tewas akibat bertempur dengan Hayati....Istana Puncak Hamerang juga rusak parah karena terkena imbas dari ledakan kumparan energi milik Hayati....sebanyak 57 rakyat siluman juga menjadi korban tewas karena terkena reruntuhan bangunan yang hancur....Kanjeng Raden Ayu Anggariti dan Kanjeng Raden Prameswari juga ikut menjadi korban dari pertempuran itu.....Kanjeng Raden Prameswari berhasil menyelamatkan diri dari serangan kumparan energi milik Hayati, namun malang bagi Kanjeng Raden Ayu Anggariti....beliau terkena serangan itu sehingga membuat tubuhnya hancur berkeping keping....tapi syukurlah beliau masih bisa diselamatkan walaupun kemungkinannya sangat kecil.....sekarang para tabib kerajaan sedang menangani operasi pencakokkan tubuh baru untuk beliau......untuk penanggulangan bencana di kerajaan Puncak Hamerang, kami mengirimkan bala bantuan kesana untuk membantu pemerintah.....imbas dari kejadian kemarin, beberapa kerajaan menyatakan keluar dari koalisi dan menabuh genderang perang kepada kita...mereka adalah kerajaan Rancabuaya dan kerajaan Palatar...mereka membantu pemberontakan para arwah gentayangan yang menuntut pembebeasan dari perbudakan....gaung perjuangan disebarkan oleh murid murid Bendoro yang tersebar di seantero kerajaan.....sekarang mereka telah menjadikan sosok Hayati dan Bendoro sebagai simbol perlawanan.....” paparan Mbah Roso.

“baiklah terima kasih Mbah Roso....untuk diketahui...Hayati sekarang sudah kuubah menjadi manusia kembali setelah kubakar kontrak nyawanya dengan Bendoro...jadi untuk permasalahan itu kuanggap selesai......permasalahan yang timbul sekarang adalah pemberontakan dan upaya kudeta dari para arwah gentayangan..itu menjadi...”

“menjadi apa??” tanya Naga Emas yang tiba tiba memotong pembicaraan Kanjeng Ratu. “semua kekacauan ini adalah gara gara kamu Ratu!!....kau terlalu mempercayai Kuntilanak busuk itu...sejak awal aku tak percaya dengan Bendoro....tapi kamu dengan mudahnya ngasih kepercayaan itu...dia punya tujuan licik!!”

“maaf paman.....iya memang semua ini salahku...aku terlalu percaya sama Bendoro..tapi dia memang ingin melakukan pemberontakan...aku menugasinya menangkap Hayati sebagai tugas terakhir dia....aku menjanjikan sebuah tanah kepadanya untuk dijadikan sebuah negera yang berisikan arwah gentayangan.....tentunya dia setuju dan membatalkan rencana pemberontakan....tujuanku mendapatkan Hayati adalah untuk menggantikan dirinya sebagai tukang pukul.......tapi semua itu tidak sesuai harapan.......aku sangat terkejut ketika Hayati bilang kalau dirinya dikirim untuk membunuhku....dia berhasil mengalahkan Bendoro terlebih dahulu sebelum mendatangiku...aku curiga kalau Bendoro sengaja mengalah dengan Hayati..” klarifikasi Kanjeng Ratu.

“hmmmmm..........jadi semua ini terjadi gara gara kamu terlalu percaya sama Bendoro....Ratu...kamu itu terlalu muda untuk memimpin kerajaan ini....berapa umurmu?” tanya Naga Emas.

“700 tahun........” jawab Kanjeng Ratu.

“pantes......kau masih remaja....ayahmu dulu naik tahta umur 2500 tahun....kamu masih terlalu muda hingga kamu bersikap gegabah......sendainya ayahmu tidak mati ketika pertempuran krakatau, mungkin dia gak akan melakukan kesalahan seperti ini.................jadi sebagai Ratu...apa solusimu tentang pemberontakan ini?” Naga Emas kembali bertanya.

“aku akan menyerahkan urusan pemberontakan ini sama orang yang sangat kompeten dibidangnya” jawab Kanjeng Ratu.

Dia kemudian menyuruh salah seorang pengawal untuk membuka pintu utama dan mempersilakan orang kompeten yang dimaksud untuk memasuki ruang rapat. Semua peserta rapat terlihat bingung dan penasaran dengan sosok itu. Akhirnya selang beberapa menit, seorang pria tinggi tegap berjalan masuk kedalam ruang rapat. Wajahnya tampan khas Kaukasoid dengan rambut ikal yang berwarna hitam. Dikeningnya terdapat sepasang tanduk kecil berwarna hitam yang tampak kusam. Semua peserta rapat terdiam dan keget melihat sosok pria itu, beberapa siluman wanita tampak terpesona dengan ketampanannya dan beberapa siluman pria memasang ekspresi wajah bengis kepada pria itu, salah satunya adalah Kawatra si Buto Ijo.

Pria itu mengenakan pakaian model tunik berwarna hitam, celana panjang slim-fit yang terbuat dari bahan kulit dengan diikat oleh sabuk berkepala kerbau yang terpasang dipinggang. Dia juga mengenakan jubah besar yang menutupi tubuhnya. Pria itu berjalan mendekati Kanjeng Ratu. Setelah berada dihadapannya, pria itu langsung bertekuk lutut dihadapan Kanjeng Ratu, kemudian mencium tangan kanan sang Kanjeng Ratu.

“salam hormat yang mulia Paduka Gusti Kanjeng Ratu.....hamba bersedia melayani anda dengan sepenuh hati” sapa pria tampan bertanduk itu.

“suatu kehormatan besar bagiku menerima pengabdianmu, Lingga.....ayo lekas berdiri!” kata Kanjeng Ratu yang kemudian berdiri dari kursi singgasananya dengan mengajak Lingga untuk ikut berdiri.

“hadirin sekalian......inilah solusi yang aku tawarkan untuk mengakhiri semua pemberontakan ini....aku perkenalkan kepada kalian...dia adalah Linggamanik...sang siluman kerbau” ujar Kanjeng Ratu di hadapan para peserta rapat.

Semua peserta langsung menyambutnya dengan tepuk tangan, namun tiba tiba Kawatra berteriak keras dan membuat suasana menjadi hening seketika.

“TIDAK BISA!!!.....KAU MAU MENJADIKAN KERBAU BUSUK INI JADI PANGLIMA??” teriak Kawatra.

“benar Kawatra.....Linggamanik adalah siluman yang paling berkompeten dalam menangani hal ini...dia berpengalaman dalam peperangan...dia punya kesaktian yang sangat luar biasa....dia termasuk 7 dewa siluman dan menjadi anggota termuda...dan satu lagi Kawatra...dia satu satunya siluman yang berpengalaman mengalahkan Bendoro dalam pertempuran.....tentunya kamu tahu kan gimana kesaktian Bendoro?”jawab Kanjeng Ratu dengan tegas.

Akhirnya terjadi adu argumen antara Kanjeng Ratu dengan Kawatra di forum itu. Semua peserta tampak tegang dan sesekali beberapa diluman yang duduk di sekitar Kawatra berusaha menenangkan. Siluman Naga Emas dan siluman kelelawar yang kala itu adalah sesepuh kerajaan tampak terdiam ketika melihat perdebabatan itu.

“aku tidak percaya dengan kerbau busuk itu..........dia pernah mengkhianati raja....dan tak segan segan menusuk dari belakang...kau juga sudah meremehkan pasukanku dengan tidak mempercayaiku menjadi panglima!!”

“dia orang baik Kawatra...jangan kau ragukan kesetiaannya..aku percaya 100 persen dengan dia!”

“oh jadi begitu...kau percaya kerbau ini sama kaya kau percaya sama Bendoro?........Kuntilanak yang udah membunuh Wewe Gombel kekasihku dan juga sepupumu itu?”

“yang membunuh Wewe Gombel adalah anak buahnya sendiri..bukan Bendoro”

“LIHAT SAUDARA SAUDARA!!..LIHAT RATU KESAYANGAN KITA.......DIA MASIH MEMBELA KUNTILANAK YANG JELAS JELAS MENGKHIANATI KITA!!”

“CUKUP KAWATRA!!!.......JANGAN KAU TERUSKAN PEMBICARAAN INI!!” teriak Naga Emas.

“aku tidak bisa menghentikannya Naga Emas........keponakanmu ini memang sangat tidak layak menjadi Ratu...........hmmmmm....harusnya dia itu jadi wanita penghibur saja di rumah bordil Istana......aku malu mempunyai Ratu seperti ini” Kawatra semakin ngegas.

“cukup Kawatra!!!..........aku peringatkan!!” teriak Kanjeng Ratu yang mulai berkaca kaca.

“oohh..kau mengancamku gadis kecil!!!............oh baiklah...hmm...sekarang aku baru ingat kalo Ratu punya hubungan gelap dengan kerbau busuk ini...oh iya iya....ayahmu pernah bicara denganku kalo dia memergokimu lagi berhubungan badan dengan kerbau busuk ini.........huh tak disangka kalau Ratu kesayangan kita ini seorang pelacur......berani beraninya dia mengancam........”

Tiba tiba Linggamanik menjentikkan jarinya dan dengan seketika kepala Kawatra langsung meledak. Sontak, seluruh hadirin kaget dan shock melihat kejadian itu. Darah dan otak Kawatra tercecer di seantero ruangan dan mengotori beberapa siluman yang duduk di sekitarnya. Beberapa siluman wanita tampak berteriak histeris melihat kejadian itu. Tubuh Kawatra kemudian rubuh dan tergeletak diatas lantai.

“aku heran....kok ada yah mahluk yang tubuhnya mulut semua?..........aku tidak suka dengan mahluk yang banyak cakap...dan berani beraninya menghina Ratu kita” kata Linggamanik dengan wajah seriusnya.”sekarang kukembalikan padamu lagi yang mulia......saya persilakan”lanjut Linggamanik sambil kembali duduk di kursi sebelah Kanjeng Ratu.

Kanjeng Ratu tampak terdiam, giginya tampak bergetar setelah dihina dan dipermalukan dihadapan para bangsawan oleh Kawatra. Dia berusaha untuk tegar, namun air matanya tidak terbendung lagi dan mengalir deras membasahi pipi sehingga melunturkan riasan wajahnya.

“huft..huft...huft..maafkan aku saudara saudara atas kehilafanku selama ini.........yang jelas permasalahan kita sekarang adalah menanggulangi pemberontakan ini........huft..huft” kata Kanjjeng Ratu yang terisak.

“mohon ijin yang mulia.....saya Siluman Naga Emas..saya bersumpah akan selalu setia kepada anda dan akan terus berjuang di belakang anda....saya berjanji akan bekerjasama dengan Linggamanik untuk memperjuangkan keutuhan kerajaan ini........untuk Kawatra, sudah sepantasnya dia menerima ganjaran itu....kini kerajaan buto ijo tidak memiliki raja...barangkali yang mulia akan menunjuk seseorang yang akan menjadi pengganti Kawatra” interupsi Naga Emas.

“huft..huft..baiklah paman...terima kasih sudah mau mempercayaiku...aku sangat menghargai perjuangan paman selama ini...untuk pengganti Kawatra aku tunjuk Sanatra....adik dari Kawatra yang kebetulan juga hadir di ruang ini” ujar Kanjeng Ratu.

Sanatra sang buto ijo kemudian berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghadap ke Kanjeng Ratu dan langsung berlutut. Kanjeng Ratu kemudian mengangkat pedangnya dan menempelkannya diatas kepala Sanatra yang tertunduk.

“dengan ini...kunobatkan kau...Sanatra putra Subatra sebagai raja dari para buto ijo.........kau harus bersumpah setia kepadaku dan kepada negara ini” titah Kanjeng Ratu.

“saya bersumpah akan setia kepada anda yang mulia dan saya bersumpah setia kepada negara ini.....saya mohon maaf dan mohon ampun sebesar besarnya atas kesalahan saudara saya yang telah menghina dan merendahkan yang mulia dihadapan majelis mulia ini” kata Sanatra.

“sumpah dan permohonan maafmu kuterima....sekarang kembalilah ke tempat dudukmu dan mari kita melanjutkan agenda rapat ini!!!”

“hamba laksanakan yang mulia....”

Sanatra kembali ke tempat duduknya, semua siluman yang ada di ruangangan itu kemudian berdiri dengan serentak dan bertepuk tengan menyambut raja buto ijo yang baru. Kanjeng Ratu merasa sakit hati dengan hinaan itu, dia memilih untuk tidak melanjutkan agenda rapat itu. Dia memerintahkan Naga Emas untuk memimpin rapat menggantikan dirinya. Setelah itu Kanjeng Ratu pergi keluar ruangan rapat untuk menenangkan diri. Begitu keluar ruangan, dia langsung disambut oleh Mbok Ruh dengan pelukan hangatnya. Dia berusaha menenangkan Kanjeng Ratu yang tengah terguncang. Mbok Ruh mengantar Kanjeng Ratu menuju kamarnya. Mereka juga diikuti para dayang yang berbaris di belakang Kanjeng Ratu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andri0511 dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di