alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kubu Prabowo-Sandi Rasakan Kejanggalan Hasil Pilpres di Bali dan Jateng
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd9598a65b24d18a00b6afc/kubu-prabowo-sandi-rasakan-kejanggalan-hasil-pilpres-di-bali-dan-jateng

Kubu Prabowo-Sandi Rasakan Kejanggalan Hasil Pilpres di Bali dan Jateng

Jakarta, Beritasatu.com – Hasil penghitungan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 di beberapa daerah menuai sorotan. Kubu pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mempertanyakan perolehan suara seperti di Bali dan Jawa Tengah (Jateng). Pihak 02 merasakan adanya kejanggalan.

“Hitungan KPU misalnya, Prabowo-Sandi di Bali hanya mendapatkan 8-9 persen. Apa iya? Di Jateng, katanya (Prabowo-Sandi) 22 persen, apa iya? Padahal dulu Pilpres 2014, Prabowo-Hatta Rajasa mendapatkan 26-26 persen. Apa iya masyarakat Jateng sekarang begitu?” kata Sekretaris Jenderal (sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani.

Hal itu disampaikan Muzani dengan didampingi sejumlah sekjen koalisi pendukung Prabowo-Sandi kepada wartawan di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta, Minggu (12/5/2019) malam. Muzani mengungkap, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pernah mengadakan jajak pendapat sebelum Pilpres. Hasilnya, situasi kekuatan masing-masing paslon hampir berimbang.

Kemenangan akan ditentukan oleh tokoh-tokoh yang masih bersikap netral. Sebut saja saat itu di antaranya AA Gym, Abdul Somad, dan dai-dai kondang lainnya. Kemudian, lanjut Muzani, beberapa media juga menyampaikan bahwa debat, dan rapat akbar juga menjadi faktor penentu kemenangan. Muzani menegaskan, pihaknya merasa unggul atas semua itu.

“Semuanya kami merasa unggul. Tapi kemudian suaranya seperti itu, apa iya? C1-nya begitu, mungkin iya. Bukan persoalan C1. Kami merasakan ada ketidakadilan dalam prosesnya. Itu berlangsung masif, dan terstruktur,” tukas Muzani. Program pemerintah seperti PKH dan janji gaji ke-13 pun dikritik kubu Prabowo-Sandi.

Muzani pun menyoroti pembagian sertifikat tanah. “Sertifikat enggak dibagi lagi. Apakah masih akan dibagi lagi atau tidak, kita tidak tahu. Apakah PKH sudah selesai programnya atau tidak, kita tidak tahu. Semua itu yang menyebabkan kami merasa ada pencampuradukkan antara wewenang kekuasaan dengan pencalonan presiden,” tukas Muzani.

https://www.beritasatu.com/politik/5...ali-dan-jateng

Masa sih wok??
Aku tercengang....emoticon-Bingungbingungemoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adolfsbasthian dan 6 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
2024 auto diskualifikasi aja pas duo org ini daftar capres
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adolfsbasthian dan 7 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di