alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Provokasi Vietnam Di Laut Natuna, Lemah Atau Kuatkah TNI Saat Ini ?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cc69ae06df231251b6ef886/provokasi-vietnam-di-laut-natuna--lemah-atau-kuatkah-tni-saat-ini

Provokasi Vietnam Di Laut Natuna, Lemah Atau Kuatkah TNI Saat Ini ?





Indonesia kembali berjiwa besar dalam mengurusi negara tetangga kali ini dengan negara Vietnam. Dimana KRI Tjiptadi-281, ditabrak oleh kapal pengawas Vietnam bertuliskan Vietnam Fisheries Resource Surveillance, di laut Natuna. Ketika sedang patroli dan menangkap kapal ikan berbendera Vietnam di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.



Kenapa mereka bisa bersinggungan dengan kapal VFRS, karena kapal ikan itu dijaga oleh mereka hingga terjadilah insiden tersebut, untuk provokasi KRI Tjiptadi-381. Mereka menganggap wilayah itu masih masuk daerah mereka, bahkan mereka tak segan menabrakan kapalnya ke kapal penangkap ikan dari vietnam bernomor lambung BD 979, dan menyebabkan kapal ini tenggelam.

Menurut sumber yang TS jadikan rujukan Vietnam Fisheries Resource Surveillance merupakan sebuah instansi pemerintah dibawah Kementerian Pertanian dan Pembangunan Luar Bandar Vietnam,bisa dibilang ini KKP nya Vietnam.



Bila Indonesia terpancing amarahnya untuk menembak kapal KKP vietnam dan sudah pasti Indonesia memulai perang kepada Vietnam. Bahkan dunia pun akan menyalahkan Indonesia sebagai negara yang tak punya kekuatan di PBB. Bisa saja nantinya ada keinginan tersembunyi bila ada negara-negara besar yang membantu Vietnam.

Dan hal ini sudah tepat karena 12 orang ABK dari kapal Vietnam sementara 2 orang lagi lolos di tolong oleh VFRS, sedangkan 12 orang itu kini dibawa ke pengadilan Indonesia, dan insiden tersebut akan dibawa ke ranah hukum antara pemerintah kedua negara.

Kenapa pemerintah kita seakan lemah menghadapi provokasi dari negara tetangganya baik itu Vietnam dan malaysia, kapal-kapal ikan mereka kini kerap dijaga oleh pemerintah Negarany sebuah pertanyaan ada apa?

Penegakkan hukum di masa lalu membuat mereka terlena ketika masa pemerintah saat ini di bawah menterinya bu Susi menjadi ganas, dengan tag tenggelamkan maka bisa membuat panas hubungan laut diantara tetangga yang dahulu santai menangkapi ikan di perairan Indonesia.



Sebuah appresiasi besar untuk pemerintah saat ini, namun terlihat hal yang menarik dan ini meyakinkan negara lewat tangan pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur laut yang harus lebih kuat lagi. Termasuk menambah pasukan kapal militer dan mempersiapkan pembelian kapal Induk untuk bisa mobile memelihara daerah perbatasan laut di Indonesia.

Kenapa? Kalau militer Indonesia terlihat kuat di lautan maka negara yang ingin provokasi akan mikir dua belas kali, tapi mengapa mereka berani provokasi karena menilai militer kita itu masih lemah..!!

Logikanya ada yang berani ngusik kapal Amerika di perairan US atau teritori laut mereka ?



Memang dilema Indonesia yang sumber daya alamnya berlimpah tapi dikuasai oleh pihak asing, lalu siapa yang untung ? Semoga pemerintah melokalkan kembali perusahaan-perusahaan yang mengeruk sumber daya alam untuk negara luar, dimana Indonesia terpaksa menjual barang mentah dengan murah lalu kembali lagi ke Indonesia dengan produk barang jadi dan harga belinya pun melambung tinggi.

Nah bagaimana nih pendapat agan dan sista semua, silahkan komentar, beri TS cendol, follow, rate bintang 5, dan tentu juga jangan lupa share and like karena semua itu gratis !! 

:nyantai

c4punk@2019

Gambar google
referensi tulisan

GIF





profile-picture
profile-picture
profile-picture
idalreadyuse dan 17 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Klo kata pendukung yg itu kita udah bagus, klo kata pendukung yg 1 lagi kita payah lemah, makanya harus ganti
profile-picture
profile-picture
profile-picture
idalreadyuse dan 2 lainnya memberi reputasi
profile picture
marwoko


Lah yang Ono kan otaknya extrimis Bray mana peduli ma hukum internasional.
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di