alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengenal Wanita Pembunuh Berantai Pertama di Dunia, Elizabeth Báthory
4.91 stars - based on 11 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbc75569a972e54e136a252/mengenal-wanita-pembunuh-berantai-pertama-di-dunia-elizabeth-bthory

Mengenal Wanita Pembunuh Berantai Pertama di Dunia, Elizabeth Báthory



Countess Elizabeth Báthory de Ecsed, yang dalam bahasa Hungaria disebut Báthory Erzsébet, atau dalam bahasa Slovakia disebut Alžbeta Bátoriová, lahir di Nyírbátor, Kerajaan Hungaria pada tanggal 7 Agustus 1560. Ayahnya adalah Baron George VI Báthory, sedangkan ibunya adalah Baroness Anna Báthory. Elizabeth juga memiliki dua orang saudara laki-laki yang bernama István dan Gabór, serta dua orang saudara perempuan yang bernama Zsofiá dan Klara.

Spoiler for Elizabeth Báthory:


Elizabeth yang menghabiskan masa kecilnya di kastil Ecsed, merupakan seorang anak yang cenderung manja, pemarah, dan sering melakukan kekerasan. Namun dia tidak pernah mendapat hukuman atas perilaku buruknya tersebut. Dia juga dikenal tomboy dan sering menuntut diperlakukan sama seperti halnya para kerabat dan para pengawal kastil laki-laki. Dia menikmati berpakaian seperti anak laki-laki, belajar seperti anak laki-laki, dan bermain permainan anak laki-laki seperti anggar dan menunggang kuda.

Spoiler for Reruntuhan Kastil Ecsed:


Pada umur 4-5 tahun, Elizabeth menderita migren yang parah, sering mengalami mood swing, dan sering mengalami kejang-kejang karena epilepsi, yang kemungkinan berasal dari hubungan incest yang dilakukan oleh orangtuanya. Pada saat itu, penderita epilepsi diberikan perawatan berupa darah yang berasal dari non-penderita epilepsi yang kemudian digosokkan pada bagian bibir penderita epilepsi. Atau darah yang berasal dari non-penderita epilepsi dicampur dengan potongan tengkorak yang diambil ketika mereka mati.

Oleh ibunya yang merupakan pemilik sekolah Protestan di Erdöd, Elizabeth dibesarkan sebagai seorang Protestan Calvinis, walopun pamannya yang merupakan Raja Polandia adalah seorang Katolik Roma dan pamannya yang lain yang bernama András adalah seorang Katolik Kardinal. Sebagai seorang wanita muda, Elizabeth juga belajar beberapa bahasa seperti bahasa Latin, Jerman, Hungaria, dan Yunani. Lahir sebagai kaum bangsawan membuatnya hidup bergelimang harta, pendidikan yang tinggi, dan berada pada posisi sosial yang luar biasa.

Ketika Elizabeth berumur 13 tahun dan sebelum dia menjalani pernikahannya, dia melahirkan seorang bayi perempuan yang diduga merupakan hasil hubungannya dengan seorang anak petani. Namun bayi perempuan tersebut diberikan pada seorang wanita yang dikenal oleh keluarga Báthory dan dibawa ke Wallachia. Dan Ferenc Nádasdy yang merupakan calon suami Elizabeth, juga sempat memerintahkan untuk mengebiri anak petani yang menjadi selingkuhan Elizabeth dan menjadikannya sebagai makanan anjing.

Spoiler for Ferenc Nádasdy:


Elizabeth bertunangan dengan Ferenc Nádasdy ketika dia masih berumur 10 tahun. Ferenc merupakan anak dari Baron Tamás Nádasdy de Nádasd et Fogarasföld dan Orsolya Kanizsay. Pertunangan tersebut diduga memiliki unsur rencana politik didalam lingkaran aristokrasi yang dimiliki oleh keluarga mereka. Elizabeth sempat menolak mengganti nama terakhirnya dan tetap menggunakan Báthory sebagai nama keluarga, karena status kedudukan yang dimiliki Elizabeth dianggap lebih tinggi dari status kedudukan yang dimiliki tunangannya.

Spoiler for Baron Tamás Nádasdy de Nádasd et Fogarasföld, ayah Ferenc Nádasdy:

Spoiler for Orsolya Kanizsay, ibunda Ferenc Nádasdy:




Pada tanggal 8 Mei 1575, Elizabeth dan Ferenc menikah di istana Vranov nad Topl'ou di Hungaria. Pernikahan tersebut dihadiri sekitar 4500 orang tamu. Setelah menikah, Elizabeth pindah ke sebuah kastil milik Ferenc di Sárvár, sementara Ferenc melanjutkan pendidikannya di Vienna. Kastil yang bernama Čachtice yang dibeli oleh ibu Ferenc pada tahun 1569 tersebut pada awalnya diberikan pada Ferenc, namun Ferenc kemudian memberikannya pada Elizabeth sebagai hadiah pernikahan.

Spoiler for Reruntuhan Kastil Čachtice:


Ferenc merupakan seorang prajurit yang ambisius dan sering menghabiskan waktunya diluar kastil. Ferenc juga dikenal sadis, dengan kejamnya dia menyiksa tawanan Turki Utsmani dan menyelipkan selembar kertas diantara jari kaki mereka dan kemudian membakarnya. Dan karena keganasannya dalam pertempuran melawan Turki Utsmani pada tahun 1578, Ferenc yang saat itu menjadi komandan utama pasukan Hungaria, mendapatkan julukan "The Black Hero of Hungary."

Selama 10 tahun pertama, Elizabeth tidak bisa memiliki anak karena Ferenc sering pergi untuk berperang. Hal tersebut sempat membuat Elizabeth harus menghabiskan masa-masa awal pernikahannya sendirian. Oleh karena itu, berbagai spekulasi pun bermunculan. Mulai dari memiliki banyak kekasih gelap, hingga Elizabeth diduga melakukan hubungan sesama jenis bersama dengan bibinya yang bernama Klara yang merupakan seorang biseksual.

Spoiler for Klara Báthory:


Namun pada tahun 1585, Elizabeth melahirkan putri pertamanya yang diberi nama Anna Nádasdy, yang kemudian menjadi istri Nikola VI Zrinski. Pada tahun 1590, putri keduanya lahir dan diberi nama Orsolya Nádasdy, yang kemudian menjadi istri István II Benyó. Pada tahun 1594, putri ketiganya lahir dan diberi nama Katherina Nádasdy. Dan pada tahun 1598, putra satu-satunya lahir dan diberi nama Pál Nádasdy.



Ketika masih kecil, Elizabeth sering menyaksikan bentuk kekejaman yang dilakukan oleh para pengawal terhadap para petani yang tinggal disekitaran kastil. Atau misalnya ketika seorang pencuri tertangkap, pengawal kastil akan membelah perut kuda dan memasukkan pencuri tersebut kedalamnya. Bagian perut kuda akan dijahit kembali, lalu membiarkan pencuri dan kuda tersebut sekarat hingga akhirnya keduanya mati.

Selain itu, oleh kerabat keluarganya yang lain Elizabeth juga diajarkan hal-hal yang tidak sepantasnya bagi seorang anak seumurnya. Seperti salah satu bibinya yang mengajarkannya semua hal yang dia butuhkan untuk tau tentang sadomasochism, sedangkan pamannya mengajarkannya beberapa hal tentang satanism. Kedua hal inilah yang kemungkinan besar menjadi pondasi bagi Elizabeth untuk melakukan kejahatannya.

Kemungkinan lain berhubungan dengan penyakit epilepsi yang dideritanya sejak kecil, Elizabeth sering melakukan pembunuhan dalam usahanya untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Namun hal yang paling mungkin adalah ketika salah seorang pelayan wanitanya sedang menyisir rambutnya, secara tidak sengaja dia menarik rambut Elizabeth terlalu keras. Elizabeth yang marah kemudian menampar pelayan gadis tersebut hingga darah mengalir dari hidungnya dan mengenai telapak tangan Elizabeth. Saat itu bagi Elizabeth, telapak tangannya menjadi terlihat lebih bersinar. Hal tersebut membuatnya beranggapan bahwa darah seorang gadis akan membuatnya awet muda.

Elizabeth kemudian menyuruh asistennya untuk menelanjangi gadis tersebut, menyeretnya kedalam bak mandi dan memotong urat nadinya. Setelah gadis tersebut mati karena kehilangan banyak darah, Elizabeth langsung masuk kedalam bak mandi dan berendam dalam kubangan darah. Elizabeth juga tidak segan untuk meminum darahnya demi mendapatkan sebuah "inner beauty".

Sejak saat itu, Elizabeth terus menerus melakukan pembunuhan terhadap pelayan-pelayan wanitanya dengan tujuan untuk tetap membuatnya awet muda. Mengetahui Elizabeth menikmati penyiksaan yang dia lakukan terhadap para pelayannya, Ferenc justru membuatkan kamar khusus untuk Elizabeth yang disebut dengan gynaeceum.

Spoiler for gynaeceum:


Dikamar tersebut, Elizabeth akan merantai para korbannya dengan ketat hingga pergelangan tangan mereka membiru dan mengeluarkan darah. Atau mereka akan dikurung disebuah kurungan berduri dan menggantung mereka dilangit-langit kamar. Mereka akan dibiarkan kelaparan, dan jika mereka haus, mereka akan dipaksa untuk meminum air kencing mereka sendiri.

Lalu dengan menggunakan benda tajam seperti jarum dan gunting, Elizabeth akan menusuk jari-jari dan menjahit mulut mereka, serta memotong bagian hidung, bibir, dan tangan. Selain itu, mereka juga dibakar dengan menggunakan koin-koin yang sebelumnya sudah dimasukkan ke perapian dan menempelkannya ke bagian tubuh tertentu seperti bagian telapak tangan dan wajah mereka. Telapak kaki mereka disetrika, dan organ intim mereka ditempeli dengan batang besi panas atau disiram dengan cairan lilin.

Ketika musim dingin, mereka dilemparkan ke gundukan salju dan disiram dengan air dingin hingga mereka mati kedinginan. Sedangkan ketika musim panas, mereka akan dibiarkan diluar. Tubuh mereka akan diolesi madu hingga tubuh mereka penuh dengan gigitan lebah dan serangga. Metode-metode tersebut merupakan saran dari Ferenc yang secara sengaja dikirim dari medan perang sebagai bentuk "surat cinta" bagi Elizabeth.



Pada tanggal 4 Januari 1604, Ferenc meninggal pada usia 48 tahun. Meskipun penyakit yang menyebabkan kematiannya tidak diketahui secara jelas, namun penyakit tersebut tampaknya muncul pada 1601. Pada awalnya, rasa sakit akan terasa dibagian kaki hingga membuat kakinya terasa lemah. Sejak saat itu, Ferenc tidak pernah sepenuhnya pulih, dan sejak tahun 1603 Ferenc mengalami cacat permanen.

Sepeninggal Ferenc, Elizabeth justru semakin tidak terkontrol. Karena setelah para pelayan wanita di kastilnya habis, Elizabeth memancing korban baru dengan membujuk para gadis yang tinggal di desa-desa sekitarnya untuk bekerja di kastil dengan bayaran yang tinggi. Bahkan, Elizabeth juga akan membuat para bangsawan yang berasal dari kelas terendah agar mengirim anak-anak gadis mereka untuk belajar tentang tatakrama di kastilnya. Masih merasa belum cukup, bersama dengan seorang asistennya yang merupakan penyihir lokal bernama Dorottya Semtész, Elizabeth kemudian akan pergi berburu gadis-gadis lain di luar kastil dengan menculik mereka.

Asisten Elizabeth terus-menerus memberikan Elizabeth gadis-gadis baru agar dia bisa melakukan ritual mandi darah. Namun dengan semakin banyaknya gadis-gadis yang dikuburkan di pemakaman setempat, sempat membuat para pendeta Protestan menolaknya. Terlebih karena menurutnya, gadis-gadis tersebut mati karena sebab yang tidak diketahui secara jelas. Para pendeta Protestan tersebut kemudian diancam agar tetap melakukan penguburan secara diam-diam.

Desas-desus tentang kekejaman Elizabeth pun telah menyebar ke seluruh kerajaan. Bahkan seorang Menteri Lutheran yang bernama István Magyari menyampaikan keluhan tentang hal tersebut kehadapan publik dan di pengadilan Wina. Tentu saja pihak berwajib Hungaria tidak secara langsung menanggapi keluhan István tersebut, karena keluarga Báthory memiliki pengaruh penting didalam pemerintahan Hungaria.

Spoiler for Raja Matthias II:


Namun pada tahun 1610, setelah Raja Matthias II mengetahui bahwa yang menjadi korban Elizabeth juga merupakan gadis-gadis bangsawan, dia kemudian menugaskan György Thurzó, seorang pejabat pemerintahan dari Hungaria, untuk menyelidiki apa yang terjadi di kastil Čachtice. György kemudian memerintahkan dua orang pengacara yang bernama Benedek Deseő dan Jakab Szilvássy untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.

Dan dari penyelidikan yang dilakukan pada tahun 1610-1611, kedua pengacara tersebut berhasil mengumpulkan keterangan dari 300 orang lebih saksi. Keterangan tersebut berasal dari para terdakwa, para korban yang selamat, para pendeta, para bangsawan, para pengawal di Sárvár, dan rakyat jelata. Selain itu didapat informasi bahwa Elizabeth mulai melakukan pembunuhan sejak tahun 1585 hingga tahun 1609, yang dilakukan tidak hanya di Čachtice, tapi juga dikediamannya di Sárvár, Németkeresztúr, Bratislava, Vienna, dan dibeberapa tempat lainnya.



Spoiler for György Thurzó:


Bersama dengan beberapa pengawalnya, György pergi ke kastil Čachtice pada tanggal 30 Desember 1610. Saat itu, Elizabeth diketahui sedang melakukan aksinya. György kemudian menangkap Elizabeth dan keempat orang yang merupakan kaki tangannya yaitu Dorottya Semtész, Ilona Jó, Katarína Benická, dan János Újváry. Dalam penggerebekan yang dilakukan tersebut, pengawal György juga menemukan beberapa orang gadis yang sudah tewas, yang sedang sekarat, dan yang masih dikurung.

Dengan ditangkapnya Elizabeth, proses hukum selanjutnya sempat menjadi perdebatan antara anak-anak Elizabeth dengan Raja Matthias II. Anak-anak Elizabeth berpendapat bahwa jika Elizabeth diproses dipengadilan dan mendapat hukuman dengan cara dieksekusi, maka hal tersebut akan mempermalukan seluruh anggota keluarga Báthory dan keluarga bangsawan lainnya. Oleh karena itu mereka berencana untuk mengirim Elizabeth ke sebuah biara.

Sedangkan Raja Matthias II bersikeras dan mendesak György untuk membawa Elizabeth ke pengadilan dan menyarankan agar dia dijatuhi hukuman mati. Hal ini diduga berhubungan dengan Raja Matthias II yang memiliki hutang pada mendiang Ferenc. Jika Elizabeth dinyatakan bersalah dan mendapat hukuman mati, maka seluruh kekayaannya akan berpindah tangan pada putra mahkota. Dan itu juga berarti hutang yang dimiliki Raja Matthias akan dihapuskan.



Dua agenda persidangan diadakan setelah penangkapan terhadap Elizabeth dilakukan. Sidang yang pertama diadakan pada tanggal 2 Januari 1611 dan sidang yang kedua diadakan pada tanggal 7 Januari 1611. Puluhan orang datang setiap harinya untuk menjadi saksi dan memberikan keterangan. Selain itu, pengadilan juga memeriksa kerangka dan bagian mayat lainnya yang ditemukan untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Jumlah korban Elizabeth tidak diketahui secara pasti, karena berdasarkan keterangan para saksi, semuanya memberikan informasi yang berbeda. Misalnya saja Dorottya Semtész dan János Újváry yang masing-masing melaporkan bahwa terdapat 36 dan 37 orang korban, sedangkan Ilona Jó dan Katarína Benická, mereka memperkirakan jumlah korban sekitar 50 orang atau lebih. Para pengawal yang bekerja di kastil bahkan memperkirakan jumlah mayat yang mereka keluarkan berkisar antara 100-200 orang.

Seorang pelayan yang berbicara di persidangan sebagai saksi mengatakan bahwa dia mengetahui berapa banyak korban dari sebuah daftar yang ditulis tangan oleh Elizabeth sendiri. Namun keberadaan 650 orang korban yang disebutkan dalam daftar tersebut tidak dapat dibuktikan, oleh karena itu pengadilan menetapkan secara resmi bahwa korban Elizabeth berjumlah 80 orang.

Pengadilan memutuskan bahwa Elizabeth dan keempat asistennya dinyatakan bersalah. Tiga dari empat asistennya tersebut menjalani hukuman dengan cara dieksekusi, sedangkan seorang lainnya menjalani hukuman seumur hidup. Elizabeth sendiri dipenjara di kastil Čachtice dan ditempatkan disebuah sel khusus. Dia dijaga oleh seorang pengawal dan kamar yang dia tempati hanya memiliki celah kecil yang dibiarkan terbuka untuk ventilasi udara dan tempat keluar masuk makanan yang disediakan untuknya.

Pada malam hari tanggal 21 Agustus 1614, Elizabeth mengeluh pada pengawalnya bahwa tangannya merasa dingin, namun pengawal tersebut hanya menyuruhnya untuk tidur. Elizabeth kemudian pergi tidur dan ditemukan meninggal keesokan paginya.

Spoiler for Gereja Čachtice:


Elizabeth dimakamkan di gereja Čachtice pada tanggal 25 November 1614. Namun dimakamkannya Elizabeth ditempat pemakaman penduduk sempat membuat geger. Kuburannya kemudian dipindahkan ke rumah kelahirannya di Ecsed, dimana ia dimakamkan di pemakaman keluarga Báthory.


Sekian, dan terimakasih.

*

*

*


sumber 1
sumber 2
sumber 3
sumber 4
sumber 5
sumber 6
sumber 7
sumber 8

Diubah oleh marywiguna13
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:


Oke, tapi waiting list ya.
Soalnya mau bayar utang ke yang lain juga emoticon-Big Grin

Quote:


Diucap biasa aja, gan emoticon-Big Grin
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di