alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Fenomena Panjat Sosial, Antara Menjadi Peduli Atau Demi Kepentingan Pribadi
4.6 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb2a01268cc952344464ebb/fenomena-panjat-sosial-antara--menjadi-peduli-atau-demi-kepentingan-pribadi

Fenomena Panjat Sosial, Antara Menjadi Peduli Atau Demi Kepentingan Pribadi


Selamat pagi, siang, sore, petang, dan malam kawan - kawan kaskuser semua yang baik hati. Bertemu kembali di thread sederhana ane.
emoticon-Nyepi




Kasus perundungan yang menimpa bocah SMP asal Pontianak semakin lama semakin berkembang. Jika awalnya publik berempati kepada korban dan mengutuk keras tindakan perundungan yang dilakukan oleh para pelaku, kini publik dibuat kecewa setelah banyak fakta tentang korban yang terkuak. Salah satunya setelah diketahui bahwa korban sebelumnya sering mengunggah kata - kata tak pantas di akun media sosialnya.

Meski akun media sosial tersebut kini sudah tak lagi aktif, namun tangkapan layar unggahan kata - kata kotor di media sosial tersebut sudah terlanjur menyebar luas. Banyak netizen yang kecewa dan merasa "tertipu" dengan narasi yang sebelumnya dibuat untuk mendukung korban. Apalagi belakangan juga terkuak fakta bahwa apa yang selama ini sudah digembar - gemborkan dilakukan oleh para pelaku kepada korban tidak sepenuhnya benar. Misalnya tentang alat vital korban yang dirusak, polisi sendiri telah mengeluarkan hasil visum yang menyatakan tidak ada kerusakan pada alat vital korban.


Inilah berbahayanya hidup diera sosial media seperti sekarang ini. Era dimana setiap orang bisa menjadi "wartawan", seseorang yang menyampaikan warta, meski warta yang di sampaikan para " wartawan" media sosail itu belum tentu benar. Dari beberapa artikel yang saya baca, kasus ini sendiri bisa menjadi besar bermula dari cuitan salah satu akun di media sosial yang akhirnya menjadi viral. Celakanya, cuitan tersebut banyak di cuit ulang dan bahkan menjadi rujukan media mainstream dalam menurunkan sebuah berita tanpa mereka melakukan konfirmasi kepada kedua belah pihak, baik korban maupun pelaku. Ironisnya, jika kita tarik kebelakang, ini adalah peristiwa kedua setelah kasus hoax Ratna Sarumpaet yang bermula dari media sosial lalu menjadi viral, namun ternyata apa yang terjadi tak seperti dengan apa yang sudah terlanjur viral.

Selain sama - sama berawal dari media sosial, kedua kasus ini juga punya persamaan dalam hal dukungan. Maksudnya, ketika dalam hal ini korban seolah diperlakukan tidak adil oleh pelaku, banyak orang datang memberikan dukungan. Bedanya, jika pada kasus Ratna Sarumpaet yang memberikan dukungan mayoritas politisi karena memang beliau adalah salah satu tokoh politik; pada kasus siswi SMP Pontianak banyak publik figur yang memberikan support. Bahkan ada beberapa publik figur yang rela terbang ke Pontianak agar dapat menemuinya.



Selain itu, banyak pula selebritas yang memberikan dukungan melalui media sosial mereka. Mereka mengecam tindakan yang dilakukan oleh pelaku dan menuntut keadilan bagi korban. Meski disisi lain ada juga pihak yang menuding bahwa apa yang dilakukan oleh para selebritas tersebut tak lebih dari sekedar aji mumpung untuk melakukan panjat sosial demi kepentingan pribadi mereka sendiri. Hal tersebut diungkapkan oleh Nikita Mirzani dan Melanie Subono. Menurut mereka, apa yang dilakukan oleh para selebritas dengan mendatangi korban dan mengunggah foto/ video wajah korban diakun media sosial dengan narasi yang seolah - olah memberi dukungan, sebenarnya tak lebih hanya untuk mencari keuntungan pribadi semata. Padahal menurut mereka, dengan melakukan hal seperti itu justru akan membuat privasi korban semakin tidak terlindungi.


Sekedar di ketahui, sesuai dengan UU 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Pasal 19 ayat (1) menyatakan bahwa dalam sebuah perkara hukum, identitas seorang anak wajib dirahasiakan demi melindungi privasinya. Hal ini dimaksudkan agar psikologis dan mental anak tidak menjadi minder karena masalah hukum yang dihadapinya, terlebih jika anak tersebut adalah sebagai korban. Seorang anak yang sedang menghadapi masalah memang sangat membutuhkan dukungan, tetapi alangkah baiknya jika dukungan tersebut memang benar - benar tulus bertujuan untuk memberikan motivasi mental, bukan malah mengambil keuntungan pribadi dari permasalahan yang sedang dihadapi orang lain.





Disclaimer : Asli tulisan TS
Sumur Gambar : Om Google
Referensi : Ini






Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
mayan gan dapat duit segepok dari selebjram, jadi pengen viral wwkwkk emoticon-Ngakak
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di