alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / ... / Pilih Capres & Caleg /
Jangan Katakan Tidak Untuk Pemilu
4.8 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ca8debb68cc952bfa1f8ddb/jangan-katakan-tidak-untuk-pemilu

Jangan Katakan Tidak Untuk Pemilu

Pemilu sukses Indonesia yes!



Agan dan Sista

Ane datang lagi nich!

Eh...maaf ya...! Kalau ane Sok Kenal Sok Dekat, SKSD gituuu.
Kalau memang ada yang berpikiran kayak gitu, yaaah...ane maklum aja dech.
Karena memang ane jarang nge-thread dan juga gak setiap saat bisa nongol di Kaskus dengan segudang alasan.
Rasanya gak penting juga ane sebutin alasannya, yaaah!

Ok, Agan Sista.

Dalam kapasitas kita sebagai makhluk yang hidup secara berkelompok, tentunya sosok pemimpin sangatlah diperlukan demi tercapainya keseimbangan dalam berbagai hal. Apalagi kita hidup dalam suatu negara kesatuan yang besar (Indonesia) dengan keberagaman yang ada, tentunya sosok pemimpin adalah hal yang tak bisa kita tiadakan.

Quote:


Menurut ane ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses terpilihnya sosok pemimpin.

1. Faktor sunnatullah atau hukum alam.

Sunnatullah atau hukum alam yamg dalam hal ini ane menyebutnya sebagai takdir Tuhan.
Pemimpin jenis ini ada pada setiap manusia secara:

* Individu.

Proses pemilihan pemimpin jenis ini tidak membutuhkan campur tangan siapa pun karena hal ini ada dalam kekuasaan Tuhan Sang Pencipta.

Quote:


* Rumah tangga (keluarga)

Pemimpin jenis ini juga tidak membutuhkan campur tangan pihak lain karena hal ini sudah menjadi suatu ketetapan yang tak bisa diganggu gugat. Contohnya adalah suami yang memang sudah ditakdirkan menjadi pemimpin rumah tangga.

Quote:


2. Faktor garis Keturunan.

Pemimpin jenis ini juga tidak membutuhkan pihak lain dalam proses pembentukannya karena hanya didasarkan pada garis keturunan.
Contohnya adalah pengangkatan pemimpin (raja) pada jaman kerajaan dahulu.

3. Faktor sistim demokrasi

Quote:


Berbeda dengan dua faktor pemimpin yang sudah ane sebutkan di atas, proses pemilihan pemimpin demokrasi sangat dipengaruhi oleh suara ummat (rakyat) tanpa harus terpengaruh oleh garis keturunan (sesuai ketentuan yang berlaku), derajat, ataupun pangkat. Secara singkatnya semua ummat di beri hak dan kewajiban yang sama.


Quote:


Agan dan Sista.

Sudah kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah salah satu dari sekian banyak negara yang menganut sistim demokrasi di mana setiap pemimpin terpilih melalui proses pemilihan suara.
Menurut ane sistim demokrasi yang dianut Indonesia bisa dimanfaatkan setiap warga negara untuk ikut serta memberi warna dalam menggapai cita-cita bangsa yang termaktub dalam pancasila.

Dalam merealisasikan sistim demokrasi dan dalam rangka memberikan hak dan kesempatan yang sama pada setiap warga negara untuk turut ambil bagian dalam menentukan nasib bangsa dan negara, maka setiap lima tahun sekali diadakan pergantian pemimpin (baik pusat maupun daerah) dengan sistim yang lebih kita kenal dengan nama PEMILU (pemilihan umum).

Pada bulan ini yakni tanggal 17 April 2019 untuk yang ke sekian kalinya Indonesia menggelar pesta demokrasi (PEMILU)
Menurut ane moment ini adalah moment yang (seharusnya) tidak boleh disia-siakan oleh setiap warga negara--yang sudah mempunyai hak pilih--tanpa terkecuali untuk menentukan calon pemimpin bangsa.

Mungkin sebagian dari kita sebagai putra bangsa ada yang mempunyai penilaian berbeda tentang pemilu--entah karena didasarkan pada ajaran agama tertentu atau atas dasar kekecewaan dari produk yang dihasilkan oleh PEMILU--merasa tidak ada manfaatnya mengikuti pesta demokrasi.
Dalam hal ini ane cuma mencoba mengajak pada kita semua untuk berpikir secara bijak.
Jika memang kita pernah dikecewakan oleh pemimpin yang pernah kita pilih tapi itu bukanlah alasan tepat untuk kita menghindari PEMILU.
Atau, jika kita merasa bahwa semua calon pemimpin yang direkomendasikan adalah orang-orang yang sama-sama mempunyai kelebihan dan layak untuk memimpin semuanya, namun hal itu pun tidak semestinya dijadikan alasan untuk tidak memberikan suara.

Agan dan Sista

Jika menurut anda semua calon yang diajukan tersebut adalah salah,maka pilihlah--menurut pandangan anda-- yang paling sedikit kesalahannya.
Pun jika semua calon pemimpin yang diajukan memang layak untuk memimpin bangsa, maka pilihlah yang paling istimewa--menurut pandangan anda--dari semua yang layak.

Agan dan Sista.

Di ahir thread ini ane juga mengajak pada kita semua untuk semakin memahami bahwa tidak ada satupun manusia yang bisa lepas dari kesalahan. Yang harus kita lakukan hanyalah--secara individu--semampu mungkin menyadari kesalahan dan secepatnya melakukan perbaikan.
Juga tak kalah pentingnya selalu berusaha melapangkan dada dengan memberikan kesempatan pada pihak-pihak yang telah menyakiti kita untuk berubah kearah yang lebih baik.

Dengan demikian ane yakin bahwa PEMILU tahun ini akan sukses dengan hasil yang lebih baik dari PEMILU sebelumnya.

Mari sama-sama kita teriakkan

GOLPUT ...?
NO ...!

SUKSESKAN PEMILU 17 APRIL 2019

Demi perubahan untuk Indonesia kearah yang lebih baik.

Ditulis oleh Koirul Anam

Serutim Kobi 6 April 2019

BBB_BELAJAR BERSAMA BISA
Diubah oleh abahekhubytsany
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Ada suatu prinsip yang dilandaskan pada ajaran agama islam bahwa dalam islam tidak ada konsep demokrasi. Pemiliha pemimpin hanya dilakukan oleh para ulama tanpa melibatkan ummat apalagi kaum wanita. Sebenarnya hal tersebut tidaklah salah bila diterapakan. Namun perlu kita sadari bahwa Indonesia bukanlah negara islam yang harus mengikuti penuh tentang tata cara pemilihan pemimpin sesuai aturan dalam islam.
Yang ane pernah dengar.
Pemilu boleh diikuti jika kita menghawatirkan hilangnya suara yang menjadi penyebab menang orang-orang munafik, dzolim dan lain sebagainya.
Mungkin agan dan sista mau melengkapi thread ane...
Sumonggo saya persilahkan.

Quote:
Diubah oleh abahekhubytsany
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di