alexa-tracking
Kategori
Kategori
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c83271710d2953f102a8e5f/pacarku-le-min-ho

PACARKU LE MIN HO



Hayalan Cinta Tingkat Tinggi

Karya Delia Adel

Di taman inilah aku menemukan beberapa dedaunan kering, cantiknya menarik perhatian untuk pertama kalinya. Warnanya indah. Walau sudah mengering tetapi penuh pesona yang sulit untuk dijelaskan.

Seperti langkahku, pagi ini yang telah pasrah oleh kehidupan. Cantiknya hanya sebagai hiasan di antara semua iklim. Menebar pesona tetapi hanya sebagai bentuk keindahan terhampa. Karena mereka hanya menikmati kemolekan, tanpa ingin memetiknya. Lihatlah daun, kita sama bukan?

"Dear dedaunan kering yang kujumpai pagi ini, membentuklah kekasih dan menjadi keindahan tersendiri dalam hati ini."

Akhirnya dedaunan indah pilihan hatiku, yang terkumpul di antara tumpukan sampah telah tersulap menjadi sesuatu.

Dia bertubuh lebih besar dariku, lucu dan unik.

"Dik jangan menangis, ayo kita nikmati dunia pagi ini," katanya kepadaku sambil membelai pipi tirus ini.

Kemudian dia mengajakku berjalan-jalan, menyusuri trotoar jalan, sambil bercerita tentang banyak hal, sedari masa kecil kami hingga cinta-cintaan semasa sekolah. Senyum ini tak pernah mati sedikitpun. Dia membuat hari ini semakin indah saja.

Tetapi banyak orang-orang yang menatapku dengan tatapan yang aneh. Mungkin mereka cemburu, kepada kebahagiaan yang baru saja terciptakan, sedari aku berada dalam taman, hingga siang terik yang mulai menjatuhkan banyak partikel air dalam skala kecil.

"Dik, rupanya gerimis. Lebih dekatkan tubuhmu. Berpayunglah kita berdua, agar tetesan air tidak membuatmu basah."



Kami sepayung berdua. Banyak mata-mata iri melihat kehangatan cinta ini. Apalagi saat Renata menatap priaku. Matanya memunculkan ke-terpesona-annya kepada priaku, Renata lebih takjub dari yang kukira, saat kuperkenalkan.

Kutinggalkan Renata begitu saja karena priaku mengajak untuk masuk ke dalam sebuah toko pakaian. Kemeja yang di kenangkannya sudah kotor dan basah.



Aku mencoba memilihkannya yang menurutku cocok jika dipasang pada tubuhnya. Setelah menemukan yang pas dia segera membeli kemudian memakainya.



Kemudian kami duduk berdua dekat toko sambil menanti hujan reda. Orang-orang masih menatap kami dengan pandangan teranehnya. Entahlah apa maksudnya mata-mata yang melihat dengan tatapan seolah-oleh kami adalah pasangan terunik.

"Dik, biarkan mereka. Waktunya makan, perutmu pun sudah mulai berbunyi. Dekat sana ada tempat spesial untuk pasangan. Ayo kita ke sana."

Kami menuju lokasi yang di maksud oleh kekasihku. Benar saja. Tempat itu begitu indah. Tidak ramai, tetapi romantis sekali dengan musik yang sedang di putar. Menambah benih-benih cinta merasuk masuk ke setiap bagian tulang-tulangku.



Kami duduk, kemudian memesan makanan. Menikmati suap demi suap adalah kebahagiaan yang tak terkira, sungguh. Aku begitu menikmatinya dalam balutan cinta kasih ini.

"Dik, hari sudah sore. Sudah waktunya pulang. Mari kuantarkan."

Priaku mengantar hingga depan rumah. Ayah dan bunda mengganggap aku gila setelah mereka kukenalkan. Hingga akhirnya ayah berkata, "jika dia memang bukan hayalan, suruh menampakkan wajahnya secara nyata di hadapan ayah!" Matanya nampak penuh api. Sedangkan bunda menyuruhku untuk istighfar berkali-kali.

Aku masuk kamar dan menangis hingga tertidur dengan pulasnya. Saat malam sehabis isya kekasihku datang dan sedang bercakap-cakap dengan ayah di ruang tamu. Kuhampiri dan aku terkejut.



"Oh no! Pacarku Le Min Ho."

Aku mencoba menyadarkan diri dari mimpi. Tetapi ini nyata, kekasihku adalah Le Min Ho. Bahkan hingga pipi merah kutampar, kenyataan ini harus kuterima. Kudekati dengan penuh pertanyaan yang penuh di atas kepalaku.

"Tunjukkan siapa kau sebenarnya!"

Dia menunjukkan beberapa helai dedaunan, kemudian berbisik manis di telingaku.

"Aku adalah Le Min Ho yang sedang menyamar di taman, kau menemukan aku. Bukankah kau yang membuat tidur panjangku terusik dengan menyuruhku menjadi pacarmu?"

Mencoba balik kepada episode awal dan terkejut setelahnya.

"Maukah kau menjadi milikku selamanya, Abigail?"

Aku hanya diam bersama hening yang kau tinggalkan di antara pakaian basahku siang tadi. Sambil bertanya, "apakah ini kenyataan yang sebenarnya?"

TIK tok tik tok tik tok

Tamat

Jakarta, 9 Maret 2019.

#Daily_Friends

Foto ini masih kusimpan, bunda Lori....





https://www.kaskus.co.id/show_post/5...7f936193644b6a
Diubah oleh delia.adel
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

CINTA INI BUKAN HAYALAN

KArya Delia Adel

Apakah kau masih ingat, saat kita bertengkar di meja guru, hanya karena sebuah buku? Darah muda telah membuat kita meneriakkan genderang pecah. Bersama unsur-unsur negatif yang keluar dari mulut kita masing-masing. Kita benar-benar dalam batas kejalangan yang seolah-olah tidak memahami lagi sebuat etika pergaulan.

Kau sebut aku gadis liar dan kusebut kau begundal jalanan. Setelah itu kemudian kita perlahan-lahan menjadi teman dan pada akhirnya membentuk sebuah ikatan.

Tetapi kini saat tubuhmu berbaring lemah di ruangan beraroma apotek. Membuat mata ini basah, sebasah-basahnya.

Cahaya masuk dari daun jendela menyentuh kulit tubuhmu. Sudah seminggu kau melemah setelah kejadian yang seharusnya tidak pernah ada. Lihatlah! Seragam putih, abu-abu telah koyak oleh cemburumu. Padahal sudah kukatakan berulang bahwa cintaku hanyalah untukmu. Tetapi mata gelap membuat darah mengucur begitu derasnya.

Dua hari kemudian aku datang kembali, membawa secawan cinta yang kumiliki dan berharap kau akan baik-baik saja.

Tiba-tiba tangan Yudi bergerak menyentuh telapak tanganku. Matanya mulai terbuka dan berkata, "Kayla, aku baik-baik saja! Jangan menangis, sebab aku tidak akan sanggup melihat air mata itu."

Dua hari kemudian kau datang kembali sehat, menjemput untuk sama-sama berangkat ke sekolah. Padahal jarak tempuh rumah kita begitu jauh. Tetapi kau bersikeras datang berjalan bersama.

Akhirnya dedaunan kering itu kembali menghiasi perjalanan kita kembali. Sepanjang jalan menuju sekolah kita saling bercerita tentang banyak hal. Kuyakin udara yang menyapa, akan cemburu melihat kedekatan kita.

Sesampainya di gerbang sekolah, Pak Min hampir saja menutup gerbang seandainya kau tak melarangnya, bahkan menyelipkan tubuhmu di sana.

Lucunya adalah ketika kau rayu penjaga sekolah itu dengan rayuan gombal yang akhirnya kita bisa selamat dari gerbang.

Lalu kita masuk kelas masing-masing. Tetapi ponsel tak pernah luput dari kata sayang, yang kau lontarkan begitu indahnya. Membuat senyum hadir begitu saja. Hingga membuat Bu Armi, guru bahasa Inggris melemparkan aku kepada tugas tersulit. Yaitu melupakan dirimu sejenak untuk fokus kepada pelajarannya.

Akhirnya ponsel segera kusembunyikan dan mulai belajar dengan giat. Bel istirahat berbunyi. Kau datang dengan dua es jus dan dua piring berisi somay, kita menikmatinya bersama-sama, suap-suapan dan bercanda ria. Tidak menghiraukan banyak mata jalang yang melihat kemesraan kita.

Sampai istirahat selesai kau tak jua segera pergi dari kelasku. Bahkan ikut duduk bersama mengikuti pelajaran bersama.

Ada yang menarik saat kita berdiskusi untuk memecahkan tiap-tiap soal. Ternyata otakmu tak sebodoh yang kukira.

Sampai pada akhirnya guru menyadari keberadaanmu yang tidak sewajarnya berada di kelasku. Guru mengusirmu dan kita terpisah selama beberapa jam hingga bel pulang berbunyi.

Kita kembali menyusuri jalanan menuju rumahku, yang tidak jauh dari sekolah. Sebab motormu ada di pekarangan rumahku.

Teriknya matahari tidak membuat kita terganggu. Bahkan mengacuhkan panasnya membakar tubuh kita.

Sesampainya di rumah aku segera membawakan secangkir minuman dingin kemudian menawarkan untuk makan di meja makan.

Sore hari baru kau pulang. Setelah semua pr dan tugas sekolah telah kita kerjakan dengan tuntas. Ini adalah cinta nyata pertama yang membuat mataku tidak lagi menghayalkan banyak cinta-cintaan.

Bersambung
Diubah oleh delia.adel
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di