alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kasus Perampokan Bank Yang Aneh
4.92 stars - based on 13 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c618cb1337f936ad84cc162/kasus-perampokan-bank-yang-aneh

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh



Pada tanggal 28 Agustus 2003, sebuah panggilan telepon terus menerus muncul selama jam makan siang disebuah gerai yang bernama Mama Mia's Pizza yang berada di 5451 Peach Street.



Tony Ditmo yang merupakan pemilik gerai, menjawab telepon tersebut dan menerima pesanan pizza. Tony sempat tidak mengerti dengan alamat yang diberikan oleh si penelepon. Oleh karena itu, Tony memberikan telepon tersebut pada karyawannya yang bernama Brian Wells. Brian kemudian mengantarkan pesanan pizza tersebut ke 8631 Peach Street.



Namun dua jam kemudian, Brian justru masuk berita ditv atas kasus perampokan bank. Dia diborgol dan dikelilingi oleh polisi di area parkir sebuah tempat yang bernama Eyeglass World. Pada leher Brian juga terdapat bom yang berdasarkan pengakuannya, bom tersebut diikatkan oleh beberapa orang yang menyuruhnya untuk merampok bank.

Tiga puluh menit kemudian Brian berkata,

Quote:


Sekitar jam 3.18 sore, bom tersebut mulai mengeluarkan bunyi "bip" yang sangat kencang secara berulang-ulang. Kemudian bom tersebut meledak dan Brian terlempar ke belakang, sekarat secara perlahan. Sementara para polisi dan tim medis bertiarap ditanah. Brian akhirnya tewas ditrotoar, dan dua menit kemudian tim penjinak bom tiba di tempat kejadian perkara.



Bom yang dipasangkan dileher Brian biasanya digunakan pada sebuah perang wilayah yang melibatkan para pengedar narkoba di Kolombia. Namun adalah hal yang sangat aneh jika jenis bom tersebut berada di Erie, Pennsylvania. Dan hal yang lebih aneh lagi, dalam penyelidikannya polisi menemukan sebuah hal yang membuktikan bahwa Brian memang sengaja dikirim oleh orang lain untuk melakukan perampokan dan nyawanya sendiri adalah taruhannya. Namun, ada kemungkinan juga bahwa Brian bukan sepenuhnya adalah korban.



Brian digambarkan sebagai seorang laki-laki yang berumur 46 tahun, dengan tinggi sekitar 160cm, dan kepala yang botak hanya dibagian tengahnya saja.



Brian menyewa sebuah kamar pada seorang wanita yang bernama Linda Payne. Menurut Linda yang sekaligus adalah tetangganya, Brian digambarkan sebagai seorang warga Erie, Pennsylvania yang biasa saja. Linda juga berkata,

Quote:


Dalam umurnya yang sudah 46 tahun, Brian hanya tinggal bersama ketiga kucingnya. Dia juga merupakan karyawan dengan dedikasi yang tinggi di Mama Mia's Pizzeria. Selama bekerja 10 tahun lamanya, Brian hanya telat masuk kerja satu kali. Itupun karena salah satu kucingnya mati. Dari hal-hal tersebut tidak ada satupun yang menandakan bahwa Brian adalah seorang perampok bank.



Pihak kepolisian kemudian melakukan investigasi dengan menyusun timeline kasus Brian tersebut.

Pada jam 1.47 siang, seseorang menelepon untuk memesan pizza. Brian setuju untuk mengantarkan pesanan tersebut walopun saat itu jam kerjanya sudah berakhir.

Pada jam 2 siang, Brian sampai di 8631 Peach Street. Ketika penyelidikan dilakukan barulah diketahui bahwa lokasi tersebut bukanlah sebuah rumah, melainkan lokasi menara pemancar stasiun tv yang penuh dengan pepohonan dan hanya bisa ditempuh melalui jalan berlumpur. Dilokasi tersebut juga ditemukan jejak kaki yang hanya merupakan milik Brian dan jejak ban mobil Geo Metro miliknya.

Polisi tidak menemukan satupun petunjuk bagaimana dia bisa sampai kesana atau apa yang terjadi setelah dia sampai disana. Namun yang pasti, saat itu Brian sudah mengenakan bom kalung dilehernya.



Pada jam 2.20 siang, Brian mengendarai mobilnya menuju bank PNC yang lokasinya sejauh 2 mil dari Peach Street, dengan bom kalung yang sudah terpasang. Brian juga memakai kaos dengan tulisan "guess" dibagian depan. Kaos tersebut bukanlah kaos yang dipakai sebelumnya. Bahkan menurut keluarganya Brian tidak pernah memiliki kaos tersebut.

Brian diinstruksikan untuk pergi ke bank secara diam-diam dan memasuki bank tersebut dengan senjata yang sudah diberikan. Dia juga diinstruksikan untuk tidak membuat panik para karyawan bank dan para tamu. Brian hanya diperbolehkan menggunakan senjata jika ada salah seorang yang tidak bisa diajak bekerjasama atau berusaha untuk melarikan diri.



Seorang saksi mata bernama Jon Sekel mengatakan bahwa Brian berjalan memasuki bank dengan senjata yang disamarkan seperti tongkat dan kotak bom yang tampak seperti kotak sepatu yang disembunyikan dibalik kaosnya. Brian kemudian memberikan sebuah amplop putih pada seorang teller dan berbicara pada teller tersebut dengan suara yang pelan. Amplop tersebut berisi sebuah catatan,



Brian kemudian menarik kaosnya keatas dan menunjukkan pada teller tersebut bom yang sudah terpasang dilehernya. Namun teller tersebut justru meneriakkan kata, "Audrey", yang merupakan sebuah kode bahwa bank sedang dirampok.

Seorang karyawan bank lainnya berbisik pada salah seorang tamu dan menyuruhnya untuk pergi. Sejumlah orang juga mulai keluar meninggalkan bank. Teller yang berhadapan dengan Brian sempat mengatakan bahwa saat itu dia tidak bisa memasuki brankas dan hanya bisa memberikan uang sejumlah 8702 dolar saja.

Setelah keluar dari bank, Jon Sekel sempat mengatakan,

Quote:


Brian juga meninggalkan sebuah amplop tertutup yang ditujukan untuk polisi, bersama dengan SIM miliknya, sesuai dengan yang diperintahkan. Seorang wanita kemudian menghubungi 911 dan tiga menit kemudian Brian berjalan keluar dari bank tersebut.



Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan beberapa lembar kertas didalam mobil milik Brian, kertas-kertas tersebut berisi instruksi untuk memerintahkan Brian bagaimana caranya untuk merampok bank dan melepas bom yang terpasang dilehernya. Kertas-kertas tersebut ditulis dengan tangan serta diberi ilustrasi.

Pada kertas yang pertama terdapat instruksi,

Quote:


Di McDonalds, Brian menemukan dua lembar kertas yang menginstruksikan dirinya untuk pergi ke sebuah hutan yang jaraknya hanya beberapa mil dari Peach Street. Tidak lama, Brian dicegat oleh State Troopers dan diborgol sementara dia mengatakan tentang bom yang terpasang dilehernya. State Troopers tersebut membiarkannya duduk ditanah dan memanggil tim penjinak bom begitu mereka mengenali alat yang melingkar dileher Brian.

Pada kertas instruksi yang kedua dikatakan,

Quote:


Brian sempat diperingatkan bahwa dia diawasi oleh pengawal. Dikertas instruksi yang kedua juga dikatakan bahwa,

Quote:


Jika Brian melakukan seperti apa yang diinstruksikan, termasuk mengelilingi kota dengan mengendarai mobil untuk mengumpulkan kata sandi, petunjuk dan kunci yang pada akhirnya membentuk sebuah kombinasi dan bisa melumpuhkan bom yang terpasang dilehernya. Namun tampaknya berdasarkan instruksi yang didapat, sepertinya Brian tidak akan mendapatkan kesempatan sedikitpun.

Alur ceritanya berasumsi bahwa Brian akan merampok bank dan mendapatkan 250 ribu dolar dan berkendara dengan Geo Metro miliknya, dengan bom yang melingkar dileher tanpa campur tangan polisi.

Polisi kemudian mencoba untuk menyelesaikan perburuan tersebut sendiri beberapa jam setelah Brian tewas. Berpindah dari petunjuk yang satu menuju petunjuk yang lainnya hingga pada akhirnya pada salah satu lokasi petunjuk tidak ditemukan apa-apa.



Tampaknya siapapun yang menjalankan rencana tersebut secara tiba-tiba mengakhirinya begitu polisi ikut campur. Satu hal yang pasti, instruksi-instruksi tersebut mengandung kata-kata "we" dan "us", yang menandakan bahwa dalam perampokan tersebut terdapat beberapa orang konspirator.



Dari penyelidikan yang dilakukan, pada akhirnya polisi menetapkan beberapa tersangka.



Tersangka pertama adalah William A. Rothstein yang merupakan seorang penimbun barang yang selalu memakai overall dengan saku dibagian dada yang diisi dengan buku catatan dan sebuah pulpen. William memiliki kemampuan untuk berbicara dalam beberapa bahasa asing, dia juga seorang mantan teknisi dan mantan guru mekanik.



Kurang dari sebulan setelah peristiwa perampokan bank, William menghubungi polisi dan mengatakan pada operator bahwa,

Quote:


Alamat tersebut merupakan alamat rumah milik William sendiri dan dia mengaku bahwa dia menyimpan mayat tersebut sebagai bentuk bantuan kepada seorang teman. Teman yang dimaksud adalah seorang wanita yang bernama Marjorie Diehl-Armstrong, dan mayat yang disimpan didalam freezer adalah kekasihnya sendiri yang bernama James Roden, yang tewas ditembak oleh Marjorie. Dan penembakan tersebut terjadi pada tanggal 13 Agustus, enam minggu sebelum mayat James dilaporkan.



Sebagai informasi, William pernah dua kali bertunangan dengan Marjorie. Dan William setuju untuk membantu Marjorie menyingkirkan senjata yang dipakai untuk membunuh James dan menyimpan mayatnya. Namun kemudian William justru menghubungi pihak kepolisian ketika Marjorie meminta William untuk memasukkan mayat James ke mesin penggiling es.

William kemudian ditahan dan bersedia bersaksi melawan Marjorie untuk mendapatkan perlindungan hukum. William mengaku merasa sangat bersalah dan sempat berpikir untuk melakukan bunuh diri. Bahkan polisi sempat menemukan catatan bunuh diri dirumahnya. Dan satu hal yang menarik, catatan tersebut dimulai dengan tulisan,

Quote:


Kalimat tersebut cukup aneh untuk dikatakan, karena jika dilihat secara sekilas, William memang tidak ada hubungannya dengan kasus Brian Wells.

Satu-satunya garis penghubung antara William dengan kasus Brian Wells adalah rumah milik William adalah satu-satunya rumah yang berada disekitaran lokasi ketika Brian Wells mengantar pizza untuk yang terakhir kali. Rumah William tersebut hanya berjarak 5 menit dari menara pemancar stasiun tv. Selain itu, telepon yang dipakai untuk memesan pizza, berasal dari sebuah telepon umum yang terletak disebuah pom bensin yang jaraknya hanya setengah mil dari rumah William.

Lorraine Blodgett, yang merupakan pemilik toko dan pom bensin tersebut mengatakan bahwa William sering datang ke tokonya.

Quote:


Selain itu, William juga sering menggunakan telepon umum dipom bensin tersebut. Jika hal ini dihubungkan dengan kasus Brian Wells dan ditambah dengan William yang secara tiba-tiba menyebutkan tentang kasus tersebut, maka sudah sepantasnya William dicurigai.



Polisi kemudian menggeledah rumah William dan menemukan alat-alat listrik, alat las, dan tumpukan mesin-mesin tua. Sebuah artikel pernah menyebutkan bahwa William memiliki keahlian untuk membuat bom yang dapat membunuh Brian Wells. Bom kalung berlapis tiga yang terbuat dari baja, dengan empat lubang kunci dan kunci yang menggunakan tiga digit kombinasi. Serta sebuah kotak yang terbuat dari besi yang berisi dua buah bom pipa yang berukuran 6 inci yang berisi bubuk peledak. Bom kalung tersebut bergantung melingkar dileher Brian seperti borgol yang besar.

Pihak penyidik mengatakan bahwa bom tersebut dibuat dengan menggunakan alat yang profesional. Pada tahun 2007, juri pengadilan menyepakati bahwa William sudah membuang lebih dari 1000 pound barang bukti di TPA setempat.

Jika William adalah orang yang memang membuat bom kalung tersebut, namun dia tidak cukup cocok untuk menjadi seseorang yang berada dibalik perampokan bank yang terjadi.



bersambung ke.. #2




Sekian, dan terimakasih.

*

*

*




Baca juga :

Pengalaman Gw Selama 9 Tahun Sebagai Caregiver

Mendiang Nenek Gw yang Anti-Mainstream

3 Jenis Jajanan Wajib di Pasar Malam Taiwan Versi Gw

Mengunjungi Anping Old Fort dan Chihkan Tower di Kota Tainan, Taiwan

Beberapa Model Sepatu Yang Menurut Gw Wajib Untuk Dimiliki




Diubah oleh marywiguna13
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Quote:


Ada jin sama kuntinya ya mana berani
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di